Romance

7 Years of Love (Part V)

Gambar

Annyeonghaseo…. Setelah sekian lama menghilang akhirnya Author balik lagi ^_^

Kali ini author membawa FF yang 7 years of love

Mian membuat kalian menunggu lama untuk FF ini author harap kalian menyukainya

Typo bertebaran dimana – mana, harap dimaklumi  ya readers ^_^

Casts nya masih sama dengan sebelumnya yaitu bang Kyuhyun dan kakak So eun #plak :v

Okhae cekidot aja deh bagi yang mau baca, jangan budayakan plagiat dan bashingan ^_^

Story beginning

So eun membulatkan matanya sempurna saat dia melihat pria yang berdiri tepat didepannya ini. Lagi-lagi air mata gadis itu terjatuh begitu saja saat dia melihat sosok yang selama ini selalu dia rindukan. Mata gadis itu membulat sempurna, jantungnya berdetak beribu kali lipat dari biasanya, tubuhnya menegang sempurna saat melihat siapa yang baru saja datang menghampirinya dimalam ini.

“Kyu…” bibir So eun bergetar hebat saat dia mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya. Melihat siapa yang berada didepannya ini.

Pria yang dipanggil dengan sebutan Kyuhyun itu hanya bisa diam tak bergerak, dia terus menatap wajah gadis nya itu. Kyuhyun mengembalikan kesadarannya dengan cepat dan berjalan menghampiri gadis ini.

“Kau kemana saja? Semua orang mencari mu” ucap Kyuhyun tenang dan memeluk tubuh gadis itu. So eun melepaskan pelukan namja ini dan menatap pria itu tepat ke matanya. Dia masih diselimuti berbagai macam pertanyaan, bagaimana bisa pria ini menemukannya, apa dia adalah Cho Kyuhyun?

“Kau siapa?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir cherry gadis ini.

Pria itu tidak menjawab dia terus memperhatikan wajah So eun dengan tatapan sendunya.

“Ku Tanya Kau Siapa?” pekik gadis itu. Kyuhyun masih tak menjawab dia terus saja diam, tidak tahu jawaban apa yang akan dia keluarkan. Tenggorokannya terasa sesak tidak bisa mengeluarkan suara.

“Kau Cho Kyuhyun atau Cho Gyuhyun?” Tanya So eun. Sebenarnya gadis itu sudah begitu lama ingin menanyakan hal tersebut, tapi keberanian yang dimilikinya memang tidak cukup untuk bertanya langsung pada pria yang berada didepannya ini. Pria itu masih diam tidak mengeluarkan suara apapun dari bibirnya, dia hanya diam membisu menatap wajah gadis yang sangat dia rindukan.

Kim So eun yang tidak mendengar jawaban apapun dari pria ini, dia menghela napasnya kasar dan tersenyum getir. Merasa bodoh bahwa orang yang berada di depannya ini adalah Cho Kyuhyun nya.

“Mianhae, Gyuhyun –ssi” kata itu keluar dari bibir So eun yang membuat Kyuhyun sedikit mengubah ekspresi wajahnya.

“Aku hampir gila setiap kali aku melihat wajah mu, setiap detik aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa kau bukan lah Cho Kyuhyun” lirih gadis itu dengan mata memerah. Kyuhyun lebih memlilih untuk diam dan mendengarkan kata – kata yang selama ini gadis itu sembunyikan dan seberapa besar rasa sakit yang gadis ini rasakan.

“Aku selalu mencari perbedaan diantara kalian, suara, tatapan itu, bahkan sentuhan mu terasa nyata seperti milik Kyuhyun. Kupikir aku memang gila” gadis itu sudah tidak bisa menahan keluar cairan bening tersebut. Dia segera menghapus air mata nya dengan kasar. Cho Kyuhyun masih tak bersuara dia benar – benar merasa dirinya sebagai pria brengsek yang membuat gadis itu selalu menangis karenanya.

“Tak bisa kah kau menganggap ku sebagai Cho Kyuhyun!?” Kyuhyun membuka suaranya untuk menghentikan tangis gadis itu. Benar saja, air mata itu seketika terhenti saat mendengar ucapan Kyuhyun. So eun menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak mengerti. Apa sebenarnya yang ada di pikiran pria ini.

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu” lirih So eun “Kau bukan Kyuhyun, kau bukan Cho Kyuhyun ku” lanjut So eun, gadis mungil itu berusahan keras untuk tidak mengeluarkan ait matanya lagi saat dia menyebut nama Kyuhyun.

Kyuhyun menutup kedua matanya untuk mencegah cairan bening keluar dari pelupuk matanya saat mendengar ucapan So eun yang membuat hatinya semakin teriris.

“Pulanglah Gyuhyun –ssi, aku masih ingin sendiri” suara So eun benar – benar serak “aku juga tidak akan bertanya kenapa kau bisa berada disini, karena aku tidak ingin mengetahui jawaban apapun” ucap So eun. Dia berbalik meninggalkan Kyuhyun yang masih diam di depan pintu apartment ini. Gadis itu lebih memilih diam dari pada mengetahui kebenarannya, dia tidak ingin mengetahui bagaimana bisa Kyuhyun berada di apartment ini, karena itu hanya akan membuatnya semakin merasa sakit. Dia berjalan dengan lemas, lututnya benar – benar lelah menanggung berat tubuhnya saat ini, hingga akhirnya dia sudah tidak sanggup menahan semuanya. Dia hampir saja terjatuh di lantai jika saja Kyuhyun tidak segera memeluk tubuh nya. Dia menatap pria itu yang menatapnya dengan tatapan menyakitkan. Entah kenapa tatapan Kyuhyun itu membuat hatinya merasakan sakit yang semakin mendalam.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah So eun dan detik seterusnya bibir tebal namja itu sudah mendarat diatas bibir So eun. Lagi – lagi So eun merasakan sentuhan yang sama dengan 7 tahun yang lalu, gadis itu tidak bisa untuk menolak setiap lumatan bibir Kyuhyun. Tubuhnya tidak pernah sejalan dengan otaknya saat berurusan dengan pria itu. Air mata keduanya terjatuh saat mereka menyatukan bibir mereka, So eun membalas setiap lumatan bibir pria ini dengan cukup agresif yang membuat Kyuhyun berani melakukan lebih dari ini. Sepertinya pria itu juga sudah lelah dengan semua yang dia hadapi, persetan dengan janjinya pada saudara nya itu, untuk saat ini Kyuhyun benar – benar tidak memikirkan tenang janji yang membuatnya semakin menderita itu.

Kyuhyun mengangkat tubuh So eun tanpa melepas ciuman mereka, pria itu membawa nya kedalam sebuah ruangan yang diyakini sebagai kamar satu – satu nya yang berada di apartment ini. Kyuhyun menurunkan tubuh So eun perlahan keatas ranjang berukuran sedang ini dengan hati – hati. Dia masih terus mencium lembut bibir So eun membuatnya mengerang frustasi. Seperti nya malam ini kedua manusia itu benar – benar hilang akal. Mereka menikmati setiap sentuhan dari keduanya tanpa berpikir panjang. Dan malam ini mereka melakukan sesuatu yang benar – benar tidak wajar dilakukan kecuali oleh sepasang suami istri.

è

So eun menggeliat dalam tidurnya saat dia merasakan sinar matahari pagi mengusik ketenangan gadis ini. Dia semakin mengerang kesal saat mendengar ponsel nya berbunyi menandakan bahwa ada panggilan masuk. Dia meraih ponsel yang berada di samping ranjang kamar ini tanpa membuka matanya. Beberapa saat setelah dia mendapatkan ponselnya dia segera menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelepon terlebih dahulu.

“Yeobseo…” ucap So eun dengan nada serak karena masih di hinggapi rasa kantuk yang luar biasa.

“Kim So eun Kau Kemana Saja?” teriakan perempuan diseberang sana membuat So eun harus menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Dia mengumpat kesal karena orang itu lagi – lagi selalu mengganggu ketenangannya. Tanpa melihat siapa yang menelepon So eun sudah tahu betul jika orang itu adalah manager nya.

“Lebih dari seminggu kau tidak ada kabar dan tidak datang kepemotretan. Kau tahu aku hampir gila karena mengatur semua jadwal mu, dan terus – terusan berbohong kalau kau itu sedang sakit” celotehnya  panjang lebar

“Aku tidak mau tahu, hari ini kau harus datang ke kantor atau mereka akan menuntut mu karena makan gaji buta” teriak manager nya emosi dan segera memutuskan sambungan telepon itu dari sepihak. So eun menghela napas pasrah dan tersenyum kecil membayangkan managernya itu harus kesusahan karena ulah nya lagi. Dia meletakkan kembali ponselnya ketempat semula dan hendak bangun dari tidurnya untuk bersiap ke kantor saat ini. Tapi tangan kekar seseorang yang melingkar erat di pinggangnya membuat dia sadar dengan kejadian tadi malam, apalagi saat dia melihat tubuh polosnya yang tidak tertupi oleh apapun kecuali selimut yang berada di tubuhnya dengan namja yang ada di sampingnya. Kim So eun melirik pria yang sedang tertidur lelap disampingnya itu dengan senyuman dibibirnya. Dia membalikkan badannya menghadap Kyuhyun, memperhatikan wajah pria itu dengan senyuman yang merekah di bibirnya. Entah kenapa dia tidak merasakan penyesalan karena telah melakukan sesuatu yang salah dengan orang ini. Entah kenapa dia masih bisa tersenyum saat mengetahui betapa murahannya dia yang bisa saja memberikan mahkota nya pada pria ini. Sekalipun dia adalah tunangannya, tapi tetap saja dia tidak boleh merasa tenang seperti ini.

So eun memperhatikan wajah Kyuhyun dengan teliti, seperti 7 tahun yang lalu, saat gadis itu pertama kali bangun dia akan memperhatikan wajah Kyuhyun, dan jika Kyuhyun yang pertama kali bangun maka dia yang akan melihat wajah So eun seperti ini. So eun lagi – lagi tersenyum mengingat kenangannya dulu bersama pria yang menjadi sandaran hati nya itu. Tangan So eun bergerak dengan sendirinya untuk menyentuh wajah pria ini. Pria ini terlalu tampan hingga membuat siapapun yang melihat wajahnya rela menyerahkan apapun pada nya. Tangan So eun menyentuh hidung mancung namja ini dengan hati hati, kemudian dia tersenyum lagi saat tangannya menyentuh bibir tabal pria itu.

“Bibir ini sudah menyentuh ku” ucapnya yang terdengar seperti bisikan. Tangan So eun berpindah dari bibir Kyuhyun dan menyuntuh kedua mata namja yang masih terpejam itu. Senyum So eun seketika memudar saat dia melihat tahi lalat yang berada dibawah mata kanan pria itu, jantungnya berdetak tak karuan dan matanya memerah sektika. Tangannya menjauh seketika saat dia melihat tanda kecil yang tak kasat mata itu. Perkataan Donghae beberap hari yang lalu muncul kembali dalam ingatannya.

“Apa? Kau ingin tahu perbedaan Kyuhyun dengan Gyuhyun hyung?” Tanya Donghae saat melihat So eun yang mengunjungi nya di pelatihan team nasional sepak bola Korea Selatan ini. So eun tak menjawab dia menanggukkan kepalanya. Donghae terlihat memikirkan jawaban apa yang tepat untuk diberikan kepada temannya ini.

“Sebenarnya tak ada perbedaan diantara mereka kecuali kaca mata dan hati mereka tentunya” ujar Donghae yang membuat So eun seketika menundukkan kepala lemas mendengar ucapan Donghae.

“Tapi ada satu lagi” ucap Donghae manatap So eun serius. Gadis itu mengangkat wajahnya menatap Donghae yang memperhatikannya dengan mata memerah dan seperti menahan amarah.

“Apa itu?” Tanya So eun

“Tahi lalat”

“Ne?”

“Cho Kyuhyun memiliki tahi lalat di bawah mata kanan nya. Tahi lalat yang sangat kecil, kau hanya bisa melihat nya saat dia bangun tidur saja” ucap Donghae mantap kearah lain tanpa melihat gadis yang ada di depannya. “Gyuhyun hyung tidak memiliki tahi lalat apapun di tubuhnya” lanjut Donghae. Setelah dia mengucapkan hal tersebut, pria tampan itu meninggalkan So eun dan segera masuk kedalam lapangan hijau tersebut.

Kim So eun menutup mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara tangisan yang membuat pria itu mendengarnya. Dia mengambil selimut yang yang berada ditubuhnya dan membalutkan selimut itu dengan sempurna ketubuh mungilnya. Dia berjalan meninggalkan pria yang masih terlelap diatas ranjang itu melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang berada di ruangan ini. So eun segera menghidupkan shower tersebut dan membasahi seluruh tubuhnya di bawah siraman air dingin itu dengan menunduk memeluk lututnya. Gadis itu menahan tangisan nya untuk tidak pecah, takut akan membangun kan Kyuhyun. Seketika bayangan tentang Kyuhyun terus berputar di kepalanya. Saat pertama kali mereka bertemu, Saat Kyuhyun tersenyum padanya, saat pria itu dinyatakan sudah meninggal dunia, saat Kyuhyun kembali ke Korea sebagai tunangannya dan saat pria itu menciumnya.

Dia memukul dadanya yang terasa begitu menyesakkan, entah kenapa dia harus mengalami semua ini. Apa pria itu memang tidak memiliki perasaan apapun padanya, hingga dia tega membuat gadis itu merasakan hal menyakitkan seperti ini.

;

Kyuhyun terusik dari tidurnya saat dia menghirup aroma masakan yang sangat mengunggah selera, pria itu mengerjapkan matanya berulang kali, dia melihat tempat gadis nya itu terlelap tadi malam dan tempat itu sudah kosong. Kyuhyun duduk seketika saat dia melihat tubuhnya yang hanya di tutupi oleh selimut, pria itu mengusap wajahnya sedikit kasar dan memjamkan matanya.

“Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?” ucapnya pada dirinya sendiri “kau benar – benar pria brengsek” desahnya sedikit kesal

Kyuhyun mengambil baju dan celana milik nya yang terletak di lantai, pria itu memakainya dan segera keluar dari kamar ini, kaki nya segera melangkah menuju dapur mengikuti aroma masakan yang menusuk hidungnya. Pria itu begitu penasaran siapa yang memasak di pagi hari ini.

Kyuhyun menghentikan kakinya tepat di depan pintu dapur ini. Terlihat seorang yeoja yang sedang berkutat dengan dapurnya. Rambut gadis itu dikuncir kuda, dari bentuk tubuhnya, Kyuhyun sudah pasti mengenali gadis itu. Siapa lagi kalau bukan Kim So eun. So eun membalikkan badannya hendak meletakkan piring yang berisi dengan Jjangmyeon tersebut keatas meja makan diruangan ini. Matanya seketika menangkap sosok Kyuhyun yang sedang memandanginya dengan tatapan nanar. Beberapa detik keduanya hanya saling menatap, detik berikutnya So eun mengembangkan senyuman di bibirnya.

“Kau sudah bangun?” Tanya So eun yang tidak di jawab oleh Kyuhyun. Mata pria itu masih setia memperhatikan gerak gerik So eun.

“Sebaiknya kau mandi dulu, setelah itu baru sarapan” ujar So eun tersenyum manis padanya membuat Kyuhyun tidak mengerti dengan gadis ini. Seharusnya dia marah karena kelakuan Kyuhyun tadi malam, bukannya menyiapkan sarapan dan tersenyum padanya.

“So eun – ssi” panggil Kyuhyun saat So eun mempersiapkan sarapan mereka. So eun mengangkat wajahnya menghadap Kyuhyun yang terlihat bingung dengan kelakuan gadis ini.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun memastikan keadaan gadis itu baik – baik saja. Untuk beberapa saat So eun hanya bisa diam mendengar Kyuhyun yang mengkhawatirkan keadaannya. So eun menarik sudut bibirnya membentuk senyuman indah dan menganggukkan kepalanya.

“Aku tak pernah sebaik ini” ujar So eun membuat Kyuhyun semakin tidak mengerti dengan So eun.

“Mandilah, aku sudah sangat lapar” keluh So eun terdengar sangat manja. Lagi – lagi membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya tak mengerti dengan sikap gadis ini. Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan berlalu untuk membersihkan tubuhnya. Sesaat setelah kepergian Kyuhyun, wajah cerah gadis itu seketika berubah menjadi datar. Cairan bening itu kembali keluar dari sudut mata nya. Hatinya merasa sangat sakit saat mengetahui bahwa pria itu tidak cukup mempercayainya untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya. Gadis itu hanya mangambil hal positif saja, bahwa Kyuhyun memiliki alasan kenapa dia tidak mengatakannya pada So eun.

è

Disebuah ruangan yang berada di Rumah Sakit New York ini, terlihat seorang pria yang sedang duduk didepan kaca jendela yang berada di ruangannya. Pria itu melihat keramaian kota New York ini dengan tatapan kosong. Pikiran pria itu kembali melayang saat dia masih begitu muda.

Sore hari di taman kota yang berada di kota Seoul ini terlihat begitu banyak anak – anak kecil yang menghiasi taman ini. Sepertinya hampir semua anak – anak yang tinggal di sekitar taman ini selalu menghabiskan hari – hari mereka ditaman kota ini. Terlihat seorang gadis kecil berumur sekitar 5 tahun. Gadis itu duduk di sebuah kursi yang berada di bawah pohon ditaman ini. Dia menundukkan kepalanya kebawah sambil memegang erat boneka beruang milik nya. Entah kenapa gadis itu tidak ikut berbaur dengan anak – anak lainnya dan lebih memilih untuk duduk di kursi ini bersama dengan boneka beruang miliknya. Gadis itu sedikit bergeming saat dia merasakan seseorang ikut duduk di kursi panjang ini. Kepala gadis itu sedikit terangkat keatas untuk melihat orang yang berada di samping nya. Dia melihat seorang bocah laki – laki yang duduk disampingnya. Bocah itu juga ikut melihat gadis ini yang melihat nya dengan tatapan terpesona.

“Agasshi, kenapa kau tidak ikut bermain dengan mereka?” bocah laki – laki itu memulai pembicaraan di antara mereka.

“Aku tidak terlalu suka keramaian” ucap gadis kecil ini sambil memandang orang – orang yang berada di sana.

“Bagaimana dengan mu, kenapa kau tidak ikut bermain dengan mereka?” gadis kecil itu balik bertanya pada nya.

“Aku juga tidak terlalu suka dengan keramaian” ucap bocah itu dengan kekehan

“Kau meledek ku?” Tanya gadis itu tidak terima karena orang yang berada disampingnya mengcopy kata – kata nya.

“Ania” ujar bocah laki – laki itu dengan senyuman.

“Lalu kenapa kau ada disini?” Tanya gadis itu pada bocah laki laki ini.

“Aku sedang menunggu adik ku selesai bermain bola” jawab nya menatap sekumpulan bocah laki – laki yang sedang bermain bola di taman ini. Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya mengerti mendengar ucapan bocah yang berada di sampingnya.

“Agassi, kalau boleh tahu, siapa nama mu?” Tanya bocah laki –laki itu pada gadis ini.

“Kim So eun” ujar gadis itu dengan senyuman. Bocah laki –laki itu juga tersenyum saat mendengar nama gadis ini.

“Lalu nama mu?” Tanya Kim So eun pada bocah ini.

“Aku Cho_”

“Hyung!” panggilan seorang bocah yang berada tak jauh dari bocah laki – laki yang duduk bersama dengan So eun ini mengalihkan pandangannya. Dia melihat adiknya sudah selesai bermain bola dengan bola sepak yang berada ditangannya. Bocah itu terihat memanggil hyung nya yang masih duduk di kursi taman ini.

“Aku pergi dulu, sepertinya adikku sudah selesai” pamit bocah ini pada So eun

“Kau belum memberitahu nama mu” kata So eun yang merasa sedikit kecewa tidak mengetahui nama bocah tampan ini.

“Besok kita bertemu disini lagi dengan jam yang sama, aku akan memberitahu nama ku” ucap bocah laki – laki itu dengan senyuman.

“Baiklah tuan Cho” jawab So eun setuju dengan senyuman di bibirnya. Bocah laki – laki bermarga Cho itu berlari kecil –kecilan untuk menghampiri adiknya yang berada tak jauh darinya.

“Tuan muda” panggilan Yoochun menyadarkan Gyuhyun dari lamunan nya. Dia melihat Yoochun sudah berdiri disampingnya dengan map berwarna coklat yang berada di tangan kirinya.

“Eoh, Hyung… wae?” Gyuhyun bangkit dari duduk nya dan menuju ranjang yang berada diruangan rumah sakit ini. Yoochun mengikuti langkah Gyuhyun dan berdiri tepat di samping pria ini.

“Ini semua data tentang nona Kim So eun” ucap Yoochun sambil menyerahkan benda yang berada ditangannya pada Gyuhyun. Gyuhyun membuka map tersebut dan mengambil benda – benda yang berada didalamnya. Pria itu tersenyum saat melihat kehidupan So eun sehari – harinya, wajah gadis itu masih sama dengan gadis kecilnya dulu, cantik. Senyum Gyuhyun memudar seketika, mata pria itu memerah saat melihat sebuah photo dimana Kyuhyun sedang mencium gadis itu di tempat umum. Yoochun yang melihat perubahan ekspresi wajah tuan mudanya dengan sadar dia menjelaskan tentang photo tersebut.

“Itu terjadi saat kencan mereka yang diatur oleh nona Cho Ahra” ujar Yoochun. Gyuhyun meremas lembaran photo tersebut dengan kasar, wajahnya seketika mengeras mengetahui fakta ini, mata pria itu semakin memerah.

Andai saja waktu itu dia kembali ke taman itu sesuai dengan janjinya mungkin So eun tidak akan bertemu dengan Kyuhyun. Mungkin So eun tidak akan menganggap Kyuhyun sebagai cinta pertamanya, dan hal ini mungkin saja tidak akan terjadi.

“Hyung” lirih pria itu “Kita berangkat sekarang” perintah Gyuhyun dengan nada dingin. Yoochun menghembuskan napasnya pasrah kemudian dia menganggukkan kepalanya dan berkata

“Baik Tuan Muda” hanya kata itu yang bisa selalu dia katakan jika Gyuhyun sudah memberinya perintah. Hanya kata “Yes Bos” yang selalu terucap dari bibir pria tampan itu.

è

Kyuhyun menikmati sarapan paginya dengan perasaan was – was. Sesekali mata pria itu melirik wanita yang berada didepannya yang terlihat santai dan nyaman saja dengan keadaan mereka yang sekarang.

“Apa_ apa kau baik – baik saja?” akhirnya setelah cukup lama membisu, Kyuhyun akhirnya bersuara juga. Pria itu terlalu khawatir dengan keadaan So eun yang tak seperti biasanya, gadis itu memasak, bahkan sekarang dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Gyuhyun –ssi, aku baik – baik saja” ucap So eun menenangkan pria itu dengan senyuman di bibir nya.

“Soal semalam_aku…”

“Bisakah kita tidak membahas nya” pinta gadis itu dengan senyuman lagi. Kyuhyun mengerutkan keningnya, pria itu benar –benar bingung dengan keadaan gadis ini sekarang. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya menuruti keinginan gadis itu.

Kecanggungan dan keanehan kembali menguasi suasana sarapan pagi keduanya. Kyuhyun yang terus merasa ada yang tidak beres dengan So eun membuat pria itu tidak bisa menikmati sarapannya. Sedangkan gadis itu hanya bisa mengembangkan senyuman nya saat Kyuhyun menatap nya sesekali.

“Dia punya alasan” So eun terus megulang kata –kata itu dalam hatinya saat dia mengetahui kenyataan ini. Gadis itu lebih memilih untuk diam sampai Kyuhyun sendiri yang mengatakan nya pada So eun.

Suara ponsel So eun tiba –tiba berdering menandakan adanya panggilan masuk. Gadis itu segera menyambar ponsel yang berada di samping nya, dia menghela napas sebentar sebelum menjawab panggilan tersebut.

“Yeob….”

“Kim So eun kau dimana!?” suara pekikan dari seberang sana membuat gadis itu harus menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Bahkan Kyuhyun menghentikan suapan nasi nya saat dia mendengar suara mengerikan itu dan melihat So eun.

“Aku_”

“Ku tunggu 15 menit lagi. Lebih dari 15 kau akan menerima akibatnya Kim So eun!” setelah mengatakan hal tersebut, sambungan telepon itu terputus membuat gadis itu mengerang kesal. Dia menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya seperti meminta penjelasan dari gadis ini.

“Manager ku, hari ini aku ada beberapa pemotretan” jelas So eun saat melihat wajah Kyuhyun yang menatapnya. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

“Mian, sepertinya aku harus berangkat” pamit So eun pada Kyuhyun sambil menggeser kursi yang dia duduki. Gadis itu berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan ini.

“Apa perlu ku antar?” tawaran Kyuhyun itu sukses membuat So eun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun.

“Ania” lagi – lagi senyum itu terukir indah dibibir So eun. Dia melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun dan apartment ini. Pria itu masih berdiam diri di tempatnya sesaat kepergian gadis itu, pikiran pria itu terus saja teringat dengan kelakuan aneh So eun. Entah kenapa hal itu membuat hatinya sedikit terasa sakit melihat senyum di bibir So eun. Dia bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan senyum palsu dan tulus, dan senyum tadi entah kenapa berada diantara keduanya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya hendak menyusul So eun, baru beberapa langkah tiba – tiba saja ponselnya bergetar. Pria itu menghentikan langkahnya dan melihat nama orang yang sedang memanggilnya itu. Tangan pria itu segera menggeser warna hijau yang berada di layar ponselnya mengangkat panggilan tersebut.

“Hyung waegurae?” Tanya Kyuhyun panik saat dia melihat Gyuhyun menghubunginya. Takut jika pria itu terluka lagi.

“……..”

“Ne” Kyuhyun mengakhiri panggilannya saat dia mengucapkan kalimat tersebut dan segera berlari keluar dari apartment ini.

è

Rumah bergaya Eropa itu terlihat seperti biasanya, tidak ada kehidupan hanya para pekerja yang berada di dalam rumah itu yang terlihat bersuara. Rumah yang dahulu selalu dipenuhi oleh teriakan anak laki –laki kini hanya terdengar suara angin yang bisa masuk kedalam rumah ini karena terlalu besar dan sunyi. Istri pemimpin keluarga ini Nyonya Cho duduk di sofa yang berada di ruang kerja suaminya dengan memgang buku kecil berbentuk diary. Wanita paruh baya itu menatap ruangan ini dengan tatapan sendu. Tak ada satu pun photo keluarga mereka di dalam ruangan ini, padahal didalam rumah ini selalu dipenuhi dengan photo mereka semua, photo anak perempuannya dan kedua anak laki –laki nya. Wanita itu meneteskan air matanya saat dia mengingat kenangannya bersama buah hati tercintanya.

Segera wanita paruh baya itu menghapus air matanya saat dia mendengar pintu ruangan ini terbuka dan menampilkan sosok gagah suaminya.

“Yeobo…” Suaminya sedikit terkejut melihat kehadiran istrinya didalam ruangan ini, karena wanitanya itu tidak terlalu menyukai ruangan ini. Pria paruh baya itu mendekat pada istrinya dan duduk tepat disamping sang istri.

“Yeobo… kau menangis?” Tanya pria itu terkejut  melihat mata wanita itu sedikit berair dan merah.

“Aku_hanya merindukan Kyuhyun” ucap wanita itu dan kembali air matanya terjatuh saat mengatakan nama Kyuhyun. Pria itu segera bangkit dari duduknya saat mendengar ucapan istrinya. Dia berjalan menghampiri meja nya dan lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan nya.

“Apa kau tidak merindukan Kyuhyun?” Tanya istrinya saat melihat tingkah suaminya yang seperti menghindar dari pembicaraan tentang Kyuhyun.

“Untuk apa merindukan orang yang sudah meninggal” ucapnya santai, dingin dan terus memeriksa berkas –berkas yang berada diatas mejanya. Hati Ny. Cho seperti ditusuk benda tajam saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya.

“Apa?” Ny. Cho bangun dari duduknya dan menghampiri meja suaminya

“Kalau kau hanya ingin mengatakan hal tidak penting, keuarlah, masih banyak yang harus ku kerjakan” kata pria itu dengan dingin nya.

“Suamiku!” pekik Nyo. Cho tidak terima dengan perkataan suaminya ini. kembali air mata itu mengalir dari mata nya. Dia menatap suaminya tidak percaya, bagaimana bisa seorang ayah mengatakan hal mengerikan seperti itu.

“Geurae, bekerjalah sampai mati, lindungi uang mu itu sampai mati” bibir wanita itu bergetar hebat saat dia mengatakan hal tersebut. Dia melemparkan buku kecil itu tepat ke depan suaminya, membuat sang suami berhenti sejenak dan menatap buku tersebut.

“Bacalah, kau akan tahu bagaimana menderitanya anak mu selama ini” setelah dia mengucapkan hal tersebut dia segera meninggalkan ruangan ini dan menutup pintunya dengan sekuat mungkin.

Chou Seunghwan hanya bisa diam tak berani untuk membuka buku kecil yang berada didepannya seolah jika dia membuka nya maka semuanya akan berakhir.  Dia hanya bisa diam memandangi buku kecil itu, hingga akhirnya setelah cukup lama dia berdiam diri dia mengambil buku itu juga dan mulai membukanya. Betapa terkejutnya pria itu saat dia mengetahui bahwa pemilik buku ini adalah putranya Cho Kyuhyun.

‘Hari ini aku memenangkan olimpiade Matematika Nasional tingkat SD, tapi appa tidak mengucapkan selamat untuk ku’

Kalimat itulah yang tertulis di lembaran awal buku kecil itu. Wajah pria itu seketika mengeras saat membaca tulisan anaknya itu. Dia melanjutkan kelembaran kedua.

‘Lagi – lagi Donghae di jemput oleh appanya. Maaf Lee Donghae sepertinya aku iri terhadap mu’

‘Aku mendapat juara umum di sekolah ku, tapi appa bilang itu bukanlah sesuatu yang besar untuk disombongkan’

‘Hari ini aku kerumah Donghae, rumahnya sangat kecil, bahkan kamar ku lebih besar dari rumahnya, tapi entah kenapa aku merasa iri dengan nya. Dia selalu mengatakan bahwa rumahnya itu sangat indah, saat angin datang mereka bisa merasakan sejuk, saat hujan dan salju turun mereka bersama – sama akan membersihkan rumah mereka. Saat Donghwa Hyung bertanya bagaimana rumah ku aku hanya menjawab dengan mengatakan bahwa rumah ku itu sangat besar, sehingga angin kencang juga berhembus didalamnya membuat mata ku berair’

‘Ahjussi Lee memeluk ku saat penerimaan rapor dan mengatakan aku sudah melakukan yang terbaik. Terimakasih Ahjussi’

‘Kadang aku berharap kami menjadi miskin dan bisa hidup seperti Donghae’

‘Malam ini aku membuat appa kecewa lagi dengan sikap ku’

‘Malam ini mungkin terakhir kalinya aku menginjakkan kaki dirumah ini’

Pria paruh baya itu membuka lembaran akhir dari buku kecil tersebut.

‘Aku ingin appa memelukku. Sekali saja’

Pria itu seolah merasakan tamparan yang begitu hebat saat dia membaca tulisan yang terakhir. Tanpa diperintah air mata pria itu jatuh begitu saja. Dia menangis hebat saat mengetahui kenyataan anaknya. Andai saja dia bisa mengulang waktu dia pasti akan memeluk tubuh Kyuhyun sesering mungkin, dia pasti akan membagi kasih sayangnya pada anak nya itu dengan adil, tapi hal itu hanya akan menjadi musthail baginya karena Kyuhyun benar – benar sudah menghilang selamanya dari kehidupan pria itu. Dia menjerit histeris saat itu juga, pria yang selalu terlihat dingin dan keras itu kini menangis histeris sambil memeluk buku itu dengan erat.

“Maafkan appa Cho Kyuhyun, maafkan appa….” Dia terus mengatakan hal tersebut di sela –sela tangis nya. Pria tua itu menyesal, dia menyesali semuanya.

è

Donghae menghampiri Eunhyuk yang mengunjunginya di tempat latihan team nasional Korea Selatan ini. pria itu berlari sambil tersenyum kearah Eunhyuk.

“Waah… ada acara apa sampai kau mengunjungi ku” ucap Donghae yang di jawab dengan kekehan Eunhyuk

“Aku lapar” ujar Eunhyuk dengan memperlihatkan gummy smile nya

“Lalu?”

“Aku ingin mengajak mu makan” ujar Eunhyuk masih dengan gummy smile nya

“Kajja” Donghae menarik tangan Eunyuk semangat saat mendengar bahwa sahabatnya itu akan mentraktirnya makan.

“Aah… aku lupa bawa dompet ku” kata Eunhyuk dengan wajah polos

“Mwo? YA!” teriak Donghae yang kesal pada Eunhyuk. Selalu seperti ini, dari dulu pria itu tidak pernah berubah, saat dia mengatakan akan mentraktir maka dia akan mengatakan juga bahwa dia lupa membawa dompet, dan berakhirlah Donghae yang membayar semua makanan mereka.

“Kalau begitu kita tidak usah makan” ucap Donghae tegas

“Andwae, kali ini saja, lain kali aku pasti akan membawa dompet ku” kata Eunhyuk dengan wajah memohon dan mengeluarkan gummy smile nya.

“Shireo!” tolak Donghae. Pria itu berjalan meninggalkan Eunhyuk yang masih merengek padanya

“Donghae –ah…”

“Ah Shireo!”

“Donghae –ah….”

“YA! Kau selalu_noona…” ucapan Donghae terhenti saat dia melihat Ahra berdiri didepan mereka sambil tersenyum. Eunhyuk mengikuti pandangan sahabatnya itu dan mendapati Ahra yang tersenyum pada mereka.

è

Ketiga orang itu kini berada di sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat latihan Donghae. Eunhyuk makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan Donghae yang diam saja mengetahui bahwa Ahra mengunjunginya. Hal yang jarang terjadi. Eunhyuk makan tanpa memperdulikan kedua orang tersebut, selama ada yang gratis dia akan menghabisinya dengan lahap.

“Kenapa noona kesini?” entah bagaimana Donghae bertanya pada Ahra, akhirnya hanya kata – kata itu yang bisa dia keluarkan dari bibirnya. Ahra tersenyum mendengar ucapan Donghae kemudian dia beralih pada Eunhyuk yang masih menyantap makanannya, kemudian mata gadis itu beralih pada Donghae.

“Aku ingin bicara tentang Kyuhyun” kata – kata Ahra itu membuat Donghae sedikit membelakkan matanya dan sukses membuat Hyuk Jae berhenti makan dan menatap Ahra.

“Aku tahu kalau kalian mengetahui bahwa yang sekarang ini adalah Kyuhyun bukan Gyuhyun” dia mulai bercerita tentang adiknya itu pada kedua orang ini. Sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang harus Ahra campuri, tapi melihat adiknya begitu menderita selama ini membuat dia tidak ingin tinggal diam. Dia harus membantu adiknya apapun caranya.

“Kyuhyun_ dia….”

“Seorang pengecut” sambung Donghae yang merasa kesal mendengar nama Kyuhyun di sebut didepannya. Ahra menatap Donghae sedikit tidak percaya, begitu juga dengan Eunhyuk. Pria itu segera menenangkan Donghae yang terlihat sangat kesal.

“Donghae –ah…” lirih Eunhyuk pada sahabatnya itu

“Dia bukan pengecut Lee Donghae” ucap Ahra tegas yang tidak terima mendengar adiknya di katakan seperti itu.

“Meninggalkan sahabatnya, lari dari kenyataan dan hidup sebagai orang lain, apa nama nya kalau bukan pengecut” ucap Donghae dengan sedikti berteriak

“Dia mempunyai alasan kenapa seperti itu”

“Apa alasannya, bahkan untuk menceritakannya pada sahabatnya sendiri dia tidak bisa”

“Donghae –ah…” Eunhyuk segera menenangkan Donghae yang terlihat sangat marah saat ini.

“Gyuhyun” nama itu keluar dari bibir Ahra saat dia melihat kemarahan pria ini

“Mwo?”

“Dia melakukan ini semua demi Gyuhyun. Gyuhyun sakit dan dia tidak mungkin mengatakan hal itu pada umum, kau tahu saham perusahaan akan menurun jika mereka tahu bahwa CEO nya sedang sakit” jelas Ahra “kau pikir dia melakukan ini karena dia ingin, dia melakukan semua ini demi_”

“Kalian sudah gila” potong Donghae yang semakin kesal. Eunhyuk terlihat sangat kaget dengan berita yang didengar nya ini, tubuh pria itu mejadi lemas seketika, tulang – tulangnya seolah menjadi agar – agar karena mendengar berita ini, dia menatap Ahra dengan mata berkaca – kaca, kenapa harus Kyuhyun lagi yang harus menerima keadaan tidak adil ini.

“Mwo?”

“Bagaimana bisa kalian mempermainkan hidup Kyuhyun seperti itu” pekik Donghae marah. Semua pengunjung yang berada di restoran ini menatap kearah mereka saat mendengar pekikan Donghae itu.

“Lalu bagaimana kalau tiba – tiba Gyuhyun Hyung sembuh. Apa yang akan terjadi dengan Kyuhyun?” teriak Donghae. Sepertinya emosi pria itu benar – benar meledak saat ini, tatapan tidak suka yang diberikan oleh pengunjung di restoran ini sudah tidak diperlukan oleh nya. Dia  menatap Ahra dengan mata memerah dan marah, ingin rasanya dia mencekik wanita yang berada di depannya ini karena emosi sudah hamper menyelimuti tubuh pria tampan ini

“Aku tahu Donghae, hanya saja_”

“Apa selama nya hanya Gyuhyun yang selalu kalian utamakan dan Kyuhyun yang selalu selalu mengalah” pria itu benar – benar terlihat seperti orang gila saat ini, dia terus meneriaki Ahra tidak perduli yang berada didepannya ini gadis atau bukan. Eunhyuk juga sepertinya tidak berniat ingin menghentikan Donghae berteriak, pria itu terlalu shock dengan semua ini.

“Donghae –ssi, kumohon jangan katakan seperti itu” tangis Ahra saat mendengar ucapan Donghae yang membuat hatinya teriris.

“Bagaimana keadaan Gyuhyun Hyung?” Eunhyuk mengeluarkan suaranya saat melihat wajah frustasi Donghae, nada suara pria itu terdengar datar, cairan bening itu mengalir dari kedua mata Eunhyuk.

“Keadaannya sudah membaik, minggu depan dia akan pulang” jawab Ahra dengan nada bergetar sambil menutup kedua matanya

“Noona!!!” teriak Donghae frustasi. Pria itu meneteskan air matanya saat itu juga. Dia bukannya tidak suka dengan kenyataan bahwa Gyuhyun sembuh, hanya saja dia lebih mementingkan hidup sahabatnya itu. Jika Gyuhyun sembuh itu berarti Kyuhyun harus menghilang. Eunhyuk memejamkan kedua matanya menahan sakit dihatinya saat mendengar kabar buruk ini. Cairan bening itu semakin keluar dari kedua mata Eunhyuk.

Eunhyuk menahan Donghae yang hendak berlari keluar dari restoran ini. Dia tidak ingin sahabatnya itu menyebabkan masalah karena saat ini dia sangat dipenuhi dengan emosi.

“Kau mau kemana?”

“Mencari sibrengsek itu. Lepas” ujar Donghae dingin. Eunhyuk melonggarkan tangannya dari Donghae dan membuat pria itu menghempaskan tangannya dan berlari keluar dari restoran ini. Kenapa harus Kyuhyun yang selalu mengalah demi Hyungnya. Mengetahui kenyataan ini semakin membuat Donghae sakit, tidak seharusnya dia membenci sahabatnya itu, tidak seharusnya dia meninggalkan Kyuhyun disaat seperti ini. Dia merasa sangat jahat terhadap sahabat kecilnya itu.

è

Kyuhyun benar – benar terkejut melihat wajah saudaranya yang saat ini berada di depannya. Rasa bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah pria itu. Dia memeluk tubuh Gyuhyun dengan erat berulang kali, pria itu hanya diam tidak membalas pelukan Kyuhyun.

“Hyung, ini benar kau?” Tanya Kyuhyun yang terlihat sangat senang mendapati bahwa saudaranya itu sudah mulai sembuh. Gyuhyun tak menjawab dia hanya diam memperhatikan wajah dongsaengnya itu.

“Kapan kau pulang Hyung? Apa kau benar  – benar sudah sembuh?” Tanya Kyuhyun lagi. Tapi lagi – lagi Gyuhyun hanya diam tidak menjawab satupun perkataan Kyuhyun.

“Hyung?” Kyuhyun merasa sedikit aneh dengan saudaranya ini, biasanya Gyuhyun akan tersenyum dan menjawab semua perkataan Kyuhyun. Tapi sekarang pria itu malah diam membisu.

“Apa kau takut?” Tanya Gyuhyun yang membuat Kyuhyun sedikit bingung dengan pertanyaan saudaranya ini

“Eoh?”

“Apa kau takut aku kembali?” entah kenapa suara pria itu terdengar sangat dingin dan mematikan. Kyuhyun sedikit menjauh dari saudaranya ini dan menatap Gyuhyun dengan tatapan kening mengerut.

“Apa_ maksud mu?” Tanya Kyuhyun yang tidak mengerti

“Aku sudah kembali bukankah kau harus menghilang” ujar Gyuhyun tenang dan dingin. mata itu menatap tajam Kyuhyun membuat pria itu sedikit ketakutan dan heran karena perubahan sikap saudaranya.

“Hyung?” Kyuhyun benar – benar tidak mengerti dengan ucapan Gyuhyun ini

“Kau sendiri yang membuat dirimu sudah mati, sekarang kita tidak mungkin hidup dalam satu Negara, mana ada dua manusia yang sama hidup dalam waktu yang sama” Kyuhyun benar – benar terkejut mendengar ucapan saudaranya itu. Gyuhyun yang selalu penuh dengan senyuman dan ramah itu kini terlihat sangat mengerikan.

“Hyung, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti ini?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. Suara pria itu terdengar sangat lemah berbeda saat dia melihat wajah saudaranya tadi

“Mianhae, bisakah kau mengalah kali ini saja, aku berjanji tidak akan meminta bantuan mu setelah ini lagi” ujar Gyuhyun masih dengan nada dingin. Kyuhyun menutup kedua matanya untuk mencegah cairan bening itu keluar, napasnya terasa seolah terhenti saat mendengar ucapan Gyuhyun, dia menahan emosinya untuk tidak keluar. Apa dia harus mengalah lagi, Apa dia harus meninggalkan Kim So eun lagi, apa dia harus meninggalkan kehidupannya lagi?

Kyuhyun membuka kedua matanya dan menatap dalam saudaranya itu. Dia menghembuskan napasnya berat sebelum dia mengeluarkan suaranya.

“Baiklah…” satu kata itu sontak membuat Gyuhyun dan Yoochun terkejut.dia menatap Kyuhyun sedikit tidak percaya. Beberapa saat kemudian Gyuhyun tersenyum mendengar jawaban adiknya.

Tbc

Akhirnya publish juga #pelukDdangkoma

Gimana? Makin aneh kan?

Haaah…. Tapi gimana pun juga autho tetap tunggu komen nya ^_^

Bagi yang ingin mengkritik silahkan, autor lagi butuh kritikan tentang tulisan author ^_^

Sampai ketemu di ff yang lain nya my lovely readers ^_^

Advertisements

54 thoughts on “7 Years of Love (Part V)”

  1. haduh sedih banget baca di part ini. apalagi setelah tau semuanya. kyu mengalah untuk gyu dr kecil. kurang mendapat kasih sayang. dan sekarang dia harus mengalah lagi untuk gyu. padahal sudah mengorbankan semuanya. ternyata gyu ama so eun sudah bertemu duluan waktu kecil. dan karena sebuah keadaan gyu tidak bertemu lago dengam so eun dan digantikan oleh kyu. dan dia ingin mengambil itu yg seharusnya dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s