comedy, Romance

Bad Boys (Part III)

996698_260775494077893_1176920710_n copy

Annyeonghaseo ~~^^

Setelah lama menghilang akhirnya author kambek juga #plak :v

Maaf membuat kalian menunggu lama untuk ff yang ada di blog ini ^_^

Part ini mungkin tidak semenarik part – part sebelumnya #menurut author sih

Typo bertebaran dimana –mana jadi harap dimaklumi ya ^^

Okhae happy reading aja ^_^ jangan budayakan plagiat dan bashingan ya ^^

Kalau kalian  tidak suka castnya silahkan diganti sendiri aja ^^

Story beginnng

Seorang pria paruh baya bernama Cho Younghwan seorang ayah dari Cho Kyuhyun sekaligus pemimpin bagi Korea Selatan. Wajah kriput pria itu meggambarkan raut wajah sedih saat dia memandangi wajah Kakek dan ayah nya yang sudah tiada. Pria itu merasa bersalah karena sampai detik ini dia belum bisa menjalankan perintah dari kedua orang yang sangat dia agungkan itu. Cho Younghwan memandang wajah kedua pria itu dengan tatapan sendu. Dia menatap bingkai gambar yang begitu besar yang berada diruangan kerja nya.

“Mianhae Harabeoji, abeoji… aku belum bisa menemukan dia” terdengar jelas nada frustasi dalam suara pria ini. dia menutup matanya dan menghirup udara melalui pernapasannya. Kembali dia teringat amanah kakek dan ayahnya yang menyuruh dia untuk menemukan keluarga itu, tapi sampai sekarang, sampai kedua orang itu menutup mata dia belum bisa menjalankan amanat tersebut.

“Akan ku pastikan menemukan mereka ayah, kakek, jadi kalian tidak perlu khawatir” ucap Cho Younghwan dengan nada yakin.

Suara pintu ruangan ini terdengan terbuka, Cho Younghwan menatap kearah pintu tersebut dan mendapati bahwa sekretarisnya sedang berdiri di depan pintu sana sambil membungkuk hormat. Pria itu terlihat tergesa – gesa, dia berjalan cepat kearah presiden Korea Selatan itu dengan membawa sebuah map berwarna coklat.

“Eoh, Sekretaris Lee, kau disini” ujar sang presiden saat dia melihat sekretarisnya datang keruangannya.

“Tuan, gadis bernama Kim So eun yang tuan katakan, setelah saya selidiki dia berasal dari mana, ternyata dia adalah keturunan dari pengawal Kim yang selama ini anda cari tuan” ucap sekretaris itu dengan cepat karena tidak sabar ingin menyampaikan pesan gembira ini pada tuannya.

Seketika Younghwan berdiri dari duduknya saat dia mendengar penjelasan dari sekretarisnya. Wajah keriput pria itu terlihat memancarkan aura kebahagiaan.

“Benarkah? Lalu dimana gadis itu sekarang? Bagaimana dengan keluarganya? Apa mereka baik – baik saja?” Tanya Younghwan tidak sabar. Sekretarisnya tersenyum melihat kelakuan presiden ini yang tampak seperti bocah berumur 5 tahun yang terlihat bahagia saat mendapatkan sebuah permen. Sekretaris Lee membuka amplop berwarna coklat itu dan memperlihatkan kertas dan juga beberapa lembar foto yang dia ambil.

“Keluarga mereka hidup dengan baik tuan, mereka tinggal di Busan, rumah kecil yang dekat dengan laut, dan nona Kim So eun, tinggal sendirian di Seoul karena ingin sekolah disini dan membantu orangtuanya meringankan beban mereka. Dia juga bekerja jadi pelayan restoran di Kona Beans” terang Sekretaris tersebut.

“Kona Beans? Maksud mu? Kona Beans…”

“Ya tuan, Kona Beans milik istri ku dan juga nyonya Cho” jawab sekretaris itu dengan senyuman.

“Ya Tuhan, kebetulan macam apa ini, anak ku mengenalnya dan gadis itu bekerja di tempat istri ku” ujar Cho Younghwan dengan nada takjub sekaligus tidak percaya.

“Urus kepindahan gadis ini ke SMA ELF sekarang juga, malam ini aku harus bertemu dengan mereka”

Sang sekretaris hanya mengangguk patuh dan tersenyum senang melihat wajah presiden nya tersenyum lega seperti itu.

===>

Seperti biasanya, di pagi hari yang cerah ini selalu tampak banyak orang yang sedang berada di sebuah restoran dekat kampus dan sekolah itu selalu di penuhi oleh pelajar. Restaurant bernama Kona Beans itu selalu berisik setiap harinya, bahkan saat masih pagi pun sudah banyak orang yang mengantri untuk menikmati sarapan di restoran ini, selain terkenal dengan pelayanan yang ramah dan juga masakan yang sangat enak tak ada alasan untuk tidak berkunjung ke tempat ini.

Terlihat seorang gadis berseragam kuning yang diketahui sebagai pelayan di restoran ini. Gadis itu baru saja tiba, dia terlambat 3 menit dan hal itu membuat Ryeowook si koki kesulitan untuk memasak sekaligus megantarkan pesanan para pelanggan yang berada di restoran ini.

“Annyeonghassimika….” Gadis itu memberi salam saat membuka pintu restoran ini, dia berlari cepat kearah Ryeowook yang terlihat sangat kesusahan untuk memberikan pesanan mereka semua. Dengan gerakan cepat gadis itu mengambil alih pekerjaan Ryeowook dan menyuruh pria itu untuk kembali memasak.

“Akhirnya kau datang juga” ucap Ryeowook mendesah lega. So eun tersenyum kecil melihat sahabatnya itu dan kembali mulai bekerja.

Mereka bekerja dengan cepat dan teliti, restoran ini memang tidak semewah restoran lainnya, tapi rasa dan pelayan disini membuat siapa saja ingin menikmati makanan di restoran ini. pelayan yang berada di restoran ini juga hanya 2 orang, yaitu Kim Ryeowook dan Kim So eun. terkadang saat pelanggan sudah sangat banyak putra dari Nyonya Lee yang bernama Lee Sungmin akan menemani mereka untuk bekerja, dan juga kadang – kadang Nyonya Lee akan ikut membantu sebagai kasir, dan manager yang berada di Kona Beans ini Shindong juga akan membantu mereka. Pemilik Restaurant ini memang Nyonya Lee Sungmin, dan manager nya adalah Shindong, aneh memang, tapi itulah kenyataannya.

Lebih dari 15 menit akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dan para pelanggan itu sedikit demi sedikti sudah mulai berkurang. So eun mengambil tas ransel berwarna birunya dan berlalu menuju toilet untuk mengganti seragamnya seperti biasa.

Gadis itu hampir saja terkena serangan jantung saat dia mendengar teriakan cempreng Ryeowook yang memanggil namanya seperti orang gila. Dia keluar dari dalam toilet ini dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan aneh. Ryeowook yang berlari kearahnya terlihat begitu terkejut sekaligus menatap So eun tidak percaya.

“Ya, kenapa kau berteriak seperti itu?” Tanya So eun pada Ryeowook saat pria itu berada didepannya.

“So eun-ah, benar kau akan pergi?” Tanya Ryeowook balik dengan mata berkaca-kaca ingin menangis. So eun mengerutkan keningnya melihat wajah Ryeowook yang tampak seperti seorang ayah yang hendak merelakan anak gadis nya ingin menikah.

“Kau bicara apa, aku tidak akan kemana-mana” terang So eun sambil berlalu meninggalkan Ryeowook, tapi langkah gadis itu terhenti saat dia merasakan tangan kanannya ditarik oleh seseorang. Dia berbalik manatap orang tersebut yang tak lain adalah sahabatnya Kim Ryewook.

“So eun-ah, kenapa kau harus meninggalkan ku? kenapa kau harus pindah sekolah?” Tanya Ryeowook dengan air mata dan suara bergetar.

“M_mwo? Pindah sekolah?” So eun manatap sahabatnya itu dengan tatapan tidak mengerti.

“Neo_molla?”

“Aish… kau dapat gossip dari mana aku akan pindah sekolah” teriak So eun pada Ryeowook.

“Dari orang – orang didepan” ujar Ryeowook sambil menunjuk kearah pintu restoran ini. terlihat dari luar begitu banyak pria berpakaian serba hitam dan mobil hitam terparkir di depan pintu restoran ini. So eun menatap kearah tersebut dan berjalan pelan mendekati mereka semua.

“Chogio….”

“Apa anda nona Kim So eun?” Tanya seorang pria berpakaian hitam sambil menunduk hormat.

“Ne” jawab So eun dengan suara yang hampir berbisik

“Hari ini kami akan mengantar nona Kim So eun ke SMA ELF” ucap pria tersebut

“Ne?”

“Mulai hari ini anda sudah resmi sebagai murid dari SMA ELF”

“Ne???” teriak So eun tidak percaya. Beberapa pengunjung yang masih berada di Kona Beans ini melihat kearah So eun dan yang lainnya. Tak terkecuali dengan Ny. Lee dan Shindong yang berada di depan kasir.

“Ahjussi, sepertinya anda salah orang, nama ku memang Kim So eun tapi aku tidak mungkin bisa masuk ke SMA itu” jelas So eun dengan nada se sopan mungkin.

“Kami tidak salah nona Kim So eun, anda tenang saja semuanya sudah di atur oleh bapak presiden, anda hanya perlu untuk masuk ke sekolah dan belajar seperti biasanya” terang pria itu

“Mworago? Pre_Presiden?” Tanya So eun tidak percaya yang di jawab dengan anggukan pria tersebut.

“So eun – ah, kajjimaaaaaa…” rengek Ryeowook yang berada tepat di samping gadis itu. Dia mengayunkan lengan So eun seperti anak kecil berusia 5 tahun yang meminta di belikan ice cream oleh ibunya.

“Aku tidak akan kemana-mana” ucap So eun menenangkan sahabatnya itu.

“Ahjussi, sepertinya kau benar benar benar salah orang. Aku hanya Kim So eun, Kim So eun gadis biasa, jadi mana mungkin seorang presiden mengenal ku? itu hal mustahil” ujar So eun lembut. Pria berpakaian serba hitam itu hanya bisa tersenyum mendengar ucapan So eun.

“Ne nona Kim, kau hanya Kim So eun gadis biasa, tapi tuan benar benar benar mengenal mu, dan ku mohon ikut lah dengan kami, karena kalau anda menolak kami semua benar benar benar akan kehilangan pekerjaan kami” ujar pria itu dengan meniru gaya bicara So eun.

“Ahjussi kau meledek ku?”

“Maaf nona, saya bukan bermaksud untuk meledek anda” sesal pria itu sambil menunduk memberi hormat.

“Silahkan masuk nona” pria itu berucap lagi setelah dia membuka kan salah satu pintu mobil berwarna hitam itu didepan So eun. terlihat keraguan di wajah gadis itu, dia tidak tahu harus berbuat bagaimana, jika dia tidak ikut dengan mereka, para pria itu akan kehilangan pekerjaan mereka, tapi jika dia ikut dengan mereka, dia akan meninggalkan Ryeowook sahabatnya yang sekarang ini sedang menangis karena berpisah dengan dirinya.

Dengan berat hati So eun melangkahkan kakinya memasuki mobil mewah itu dan seketika mendapat teriakan histeris Ryeowook yang tidak terima di tinggalkan oleh sahabatnya.

“Andwaeeee…. Kim So eun kajjjimaaaa…..” jerit Ryeowook dramatis sambil menggedor kaca jendela mobil tersebut. Kim So eun hanya bisa menundukkan kepalanya merasa malu dengan tingkah konyol Ryeowook yang terlalu berlebihan. Beginilah akibatnya jika pria kurus itu terlalu banyak menonton drama.

è

Kelima pria tampan idaman para kaum hawa itu menginjakkan kaki mereka di Sekolah Menengah Atas ELF di Seoul ini. Kelima pria tampan itu berjalan dengan santai sambil memasukkan tangan mereka kedalam saku celana sekolah yang mereka kenakan. Cho Kyuhyun si bos yang memimpin mereka berempat berjalan paling depan dan keempat pria itu berjalan tepat di belakang Kyuhyun. Gaya cool mereka ini tentu saja membuat para gadis yang berada di sekolah ini selalu saja mimisan dan hampir pingsan dengan pesona mereka. Misalnya saja seperti tadi, saat seorang gadis tidak sengaja menyenggol tangan Choi Siwon, dengan sendirinya yeoja itu berlutut minta ampun dan sebagai balasan karena kekurang ajaran nya itu dia menyerahkan dirinya dengan suka rela pada Siwon. Belum lagi saat mereka mendengar suara Yesung pagi ini, sudah 8 orang gadis yang memisan karena mendengar suara indah pria bermata sipit itu. Berlebihan? Memang. -_-

Perhatian keliama pria itu beralih pada seorang gadis yang terlihat kebingungan di tengah lapangan sekolah ini. dia dikelilingi oleh para murid lain yang menganggap nya aneh, melihat lututnya yang berdarah, rambut sedikit berantakan dan seragam yang kotor. gadis itu menundukkan kepalanya merasa malu dengan keadaannya yang sekarang. Kelima pria tampan itu berjalan menghampiri gadis kotor itu, dan dengan sendirinya para siswa siswi yang mengelilingi gadis itu memberi jalan pada kelima orang ini saat mereka berjalan menghampriri gadis itu.  Betapa terkejutnya para kelima pria itu saat melihat siapa gadis yang menjadi pusat perhatian para pelajar disini.

è

Mobil berwarna hitam itu berhenti tepat di depan sekolah ELF ini. So eun keluar dari dalam mobil mewah ini dan melihat pemandangan sekolah yang begitu mewah dan hebat melebihi sekolahnya dulu. Gadis itu terlihat ragu antara masuk atau tidak. Dia menatap ahjussi berjas hitam itu dengan tatapan memohon untuk tidak masuk kedalamnya, tapi pria itu malah tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya. Kim So eun sudah memakai seragam seperti pelajar yang berada di dalam sana, barang – barag gadis itu juga sudah diganti dengan barang baru yang bermerek dan tentunya menghabiskan ratusan lembaran won untuk membelinya.

Dengan terpaska gadis itu memasuki kawasan sekolah ini. dia mengikat rambutnya yang terurai kerana ulah para pria berbaju hitam tadi, So eun mengikat rambutnya menjadi ekor kuda, kemudian dia menghembuskan napasnya untuk mengurangi rasa gugup nya itu. Baru beberapa saat gadis ini melangkahkan kaki nya dia sudah melihat pemandangan yang begitu membuat matanya sukses membulat sempurna. Melihat beberapa pasangan yang berciuman di depan sekolah ini, mendengar para gadis yang membicarakan tentang berapa mahalnya benda – benda yang mereka pakai, mendengar para pria membicarakan tentang saham keluarga mereka yang tiba – tiba melonjak naik karena pengaruh Cho Kyuhyun dan saham perusahaan mereka yang tiba – tiba turun karena pengaruh Cho Kyuhyun juga. Kim So eun di gadis biasa hanya bisa menelan ludahnya susah payah mendengar itu semua.

Bibir So eun tak pernah berhenti menggumamkan kata ‘wow’ melihat betapa indah nya sekolah ini. gedung yang menjulang tinggi, taman yang dipenuhi dengan rerumputan hijau dan pohon yang berada didalamnya, ruangan kelas yang dipenuhi dengan Air Conditioner dan setiap setiap meja memiliki computer diatas nya. Gadis itu meninggalkan kelas ini dan berjalan sambil menudukkan kepalanya. wajah itu memperlihatkan bentuk wajah sedih, dia mengakui bahwa sekolah ini memang lebih dari segalanya dari sekolah nya dulu. Tapi hal itu tidak akan menyenangkan jika dia tidak memiliki Kim Ryeowook di sampingnya. Dia merasa kesepian, karena selama ini hanya Ryeowook – lah yang selalu berada disampingnya. So eun terus menundukkan kepalanya dan sesekali mendesah berat, baru hari pertama dia sudah merindukan sosok sahabatnya itu, bagaimana seterusnya.

“Argh…” Kim So eun terjatuh saat dia merasakan seseorang menabrak tubuhnya hingga membuat lutut gadis itu berdarah. Dia meringis kesakitan saat melihat lututnya mengeluarkan darah. Orang yang menabrak gadis itu mencibir tak karuan melihat So eun. Seragam mahal So eun sudah kotor karena harus terjatuh diatas tanah di lapangan sekolah ini. Dia hanya bisa diam tidak ingin menjawab segala cacian dan makian dari gadis yang menabrak tubuhnya. Dia juga salah karena berjalan tanpa melihat kedepan, dan tentunya gadis itu tidak ingin merusak segalanya, dia masuk kedalam sekolah ini karena bapak Presiden dan dia tidak ingin membuat masalah, dia ingin lulus tanpa memperdulikan mereka semua yang mencibir melihat gadis yang terduduk di atas tanah itu.

Ucapan mereka semua terhenti seketika saat beberapa pria berdiri tepat di depan gadis ini. Seorang pria berwajah tampan terlihat menahan amarahnya melihat gadis itu yang terduduk di atas tanah itu. Sedangkan yang lainnya melihat So eun dengan tatapan terkejut dan ingin menghabisi semua pelajar yang mengelilingi gadis ini.

“Aigoo… bagaimana bisa kau seperti ini dihari pertama mu masuk kesini” ucap seorang pria tampan bernama LeeDonghae melihat So eun yang terjatuh. Kim So eun masih tetap menunduk tak menghiraukan suara itu.

“Perlu bantuan baby?!” suara Siwon membuat So eun mengangkat wajahnya dan terlihat betapa terkejutnya gadis itu saat melihat kelima pria itu berdiri didepannya.

“Ne?” gadis itu masih terlihat shock dengan kehadiran mereka yang tiba –tiba.

“Sepertinya kau memang membutuhkan kami” ujar Donghae

Dengan cepat Siwon dan Donghae membantu So eun berdiri kemudian kedua pria itu membantu So eun membersihkan seragam nya yang kotor dengan menampar pantat gadis itu berulang kali menghilangkan kotor yang berada di roknya juga membersihkan seragamnya. Semua mata yang melihat ini membulatkan mata mereka sempurna, tak terkecuali dengan So eun gadis itu masih begitu shock dengan semua ini, apalagi dengan Donghae yang sembarangan menyentuh nya tanpa merasa bersalah.

“Selamat datang di Sekolah ELF” ucap Donghae Siwon Eunhyuk dan Yesung bersamaan saat kedua pria itu selesai membersihkan seragamnya yang kotor. serentak keempat pria tampan itu memeluk tubuh So eun dengan senyuman bahagia. Lagi – lagi mata semua orang membulat sempurna melihat para pangeran mereka memeluk gadis aneh ini. So  eun benar – benar terkejut luar biasa, dengan cepat gadis itu mengembalikan kembali akal sehatnya untuk tidak membiarkan para pria ini memeluk tubuhnya.

“Kalian Jangan Memelukku Sembarangan!” teriak So eun sambil melepaskan pelukan mereka. Keempat pria itu terlihat diam sejenak saat So eun menatap mereka dengan marah.

“Aigoo… dia begitu lucu kalau malu, aku suka” tiba – tiba Yesung berucap dengan senyuman dibirnya kemudian memeluk tubuh gadis itu lagi. Kembali semua orang menatap Yesung tidak percaya, pria dingin dan pendiam itu kini terlihat seperti seorang bocah yang begitu senang.

“Berhenti memelukku Kim Yesung!” pekik So eun melepas paksa Yesung yang memeluk tubuhnya.

“Hyung geumanhae….” Ujar Donghae dan Siwon bersamaan sambil menarik tubuh Yesung menjauh dari So eun. kedua pria tampan itu berada di sisi kanan dan kiri So eun.

“Dia adalah milik ku” ujar Donghae dan Siwon lagi bersamaan. Sesaat mereka mengatakan hal tersebut kedua pria itu mencium kedua pipi So eun bersamaan. So eun membalakkan mata nya sempurna saat mendapati tingkah kedua orang ini yang selalu bertindak sesuka hati. Lagi, lagi dan lagi para pelajar yang mengelilingi mereka menatap So eun tidak percaya dan tatapan marah ingin menikam gadis itu hidup – hidup.

“Berhenti menciumku Choi Siwon, Lee Donghae!” pekik So eun lagi dan mendorong jauh – jauh tubuh kedua pria itu. Gadis itu terlihat sangat kesal dengan kelakuan mereka semua, belum lagi saat ini Lee Hyuk Jae yang menatap So eun dengan tatapan napsu dan seperti menelanjangi gadis itu hidup – hidup.

“Jangan menatap ku seperti itu Lee Hyuk Jae!” teriak So eun frustasi saat tatapan Eunhyuk tepat kedareah wanita nya. Eunhyuk mengangkat matanya dari sana dan menatap wajah So eun dengan tatapan tidak terima.

“Wae, aku hanya menatap mu, sedangkan mereka mencium dan memeluk mu, kau curang!” protes Eunhyuk tidak terima.

“YA!” teriak So eun. sepertinya gadis itu benar – benar frustasi menghadapi kelakuan mereka semua. Para namja tampan itu hanya memberikan senyuman indah mereka pada So eun tanpa merasa bersalah sama sekali. Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan tingkah laku sahabatnya yang sudah kelewat batas, kini pria itu mengambil tindakan yang membuat semuanya diam tak ada yang berani mencibir bahakan berbisik. Kyuhyun menarik paksa pergelangan gadis itu dan membawanya menjauh dari orang – orang disana.

“YA! Cho Kyuhyun kau curang!” teriak Yesung yang melihat Kyuhyun membawa So eun menjauh dari tempat ini. para keempat pria tampan itu berlari mengejar pria itu untuk menyelamatkan gadis mereka dari setan itu. Keributan di pagi hari ini benar – benar mengundang perhatian seorang pria. Pria tampan itu menatap pemandangan langka ini dari jauh, dia menarik sudut bibirnya kebelakang, menyeringai bagaikan iblis.

“Dapat kau Cho Kyuhyun” ujar pria itu dingin kemudian dia meninggalkan tempat ini dan berjalan santai menuju kelasnya.

è

“Lepaskan aku Cho Kyuhyun!” perintah So eun pada namja ini. Entah kenapa pria ini selalu saja menyeretnya dengan paksa. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dari So eun saat mereka berada diruangan yang begitu asing untuk gadis ini, dan ruangan yang begitu nyaman untuk pria ini.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Kyuhyun menatap gadis itu dengan tatapan penuh selidik

“Nado Molla” ujar gadis itu sambil mengusap tangannya yang terlihat sakit karena Kyuhyun menggenggamnya terlalu kuat membuat pergelangan tangan So eun memerah

“Itu bukan jawaban Kim So eun” ucap Kyuhyun dingin

“Dengar Cho Kyuhyun, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada di tempat ini, yang jelas tadi pagi beberapa orang berbadan besar berbaju serba hitam datang menjemputku dan membawa ku ketempat ini” jelas gadis itu dengan sedikit kesal

“Bagaimana bisa?”

“Aku juga tidak tahu, lagi pula kenapa aku harus menjelaskannya padamu” pekik So eun dengan kesal. Kyuhyun membulatkan matanya sempurna mendengar teriakan gadis ini yang memekikkan telinga.

“Kau_ kau baru saja berteriak padaku?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. Kim So eun hanya diam memandangi wajah pria itu yang terlihat begitu terkejut dan mimic wajahnya yang berubah seketika.

“YA! Kau pikir kau baru saja berteriak pada siapa, Hah!?” teriak Kyuhyun marah.

“Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” pangglian dari seseorang menghentikan teriakan Kyuhyun pada So eun. gadis itu sedikit berterima kasih pada orang yang sudah datang menyelamatkannya. Baik Kyuhyun maupun So eun menatap sumber suara tersebut, dan dapat dilihat seorang gadis berkuncir kuda memasuki ruangan ini dengan langkah anggun.

“Ya, ku dengar kau menarik seorang gadis di lapangan tadi, siapa gadis itu?” Tanya gadis bernama Park Eunji itu pada Kyuhyun saat dia sudah berada di samping pria itu sambil memukul lengan pria itu akrab. Eunji terus mengintrogasi pria itu tanpa sadar bahwa gadis yang ditanyai ada di depannya.

“Mwoya?”

“Eigh… kau tak usah malu – malu seperti itu, semua orang sudah melihatnya” ujar Eunji dengan senyuman nakal menggoda Kyuhyun membuat pria itu menghembuskan napasnya kasar.

“YA! Park Eunji”

“Ne tuan muda”

“Kau mau mati?”

Eunji terkekeh geli mendengar penuturan Kyuhyun yang menurutnya begitu lucu. Kedua orang itu terus berbicara dan saling mengejek tanpa sadar bahwa masih ada satu orang lagi yang berada diruangan ini. kim So eun menggelengkan kepalanya melihat kedua orang tersebut dan tanpa permisi gadis itu segera keluar dari ruangan ini.

===>

Gadis itu terus berjalan menyusuri lingkungan Sekolah ini, tak henti – hentinya gadis itu terus berdecak kagum melihat bangunan dan juga pemandangan indah yang berada di sekolah ini. sebenarnya Kim So eun ingin segera memasuki kelasnya, tapi gadis itu tidak mengetahui dimana ruangan yang akan dia masuki, beberapa kali So eun terlihat ingin bertanya pada setiap siswa yang ditemuinya, tapi mereka seolah menghindari gadis itu terlebih dahulu sebelum So eun mendekat, membuat So eun hanya bisa pasrah dan mencari kelasnya sendiri.

Langkah gadis itu terhenti saat dia melihat sosok pria yang begitu dikenalnya. Walaupun dari belakang, So eun mengingat jelas bentuk tubuh itu, dengan cepat dia berlari menghampiri tubuh pria yang terlihat berjalan santai dengan beberapa temannya itu.

“Kim Sang Bum” pekik gadis itu memastikan bahwa orang yang dilihatnya adalah orang yang tepat. Pria yang di panggil dengan nama Kim Sang Bum itu menghentikan langkahnya dan berbalik melihat orang yang sudah memanggilnya. Mata keduanya bertemu, beberapa saat kemudian mata kedua manusia itu membulat sempurna.

“Kim Bum –ah” panggil So eun dan berlari kearah pria itu

“Kim_ So eun?” masih tak percaya pria itu terlihat sangat terkejut mendapati So eun berdiri didepannya

Kim So eun tersenyum pada pria itu dan detik berikutnya dia sudah memeluk pria itu dengan sangat erat. Lagi – lagi Kim Bum membulatkan matanya sempurna saat mendapat pelukan dari So eun yang begitu tiba – tiba.

“So eun –ah, bagaimana bisa kau ada disini?” Tanya Kim Bum yang begitu terkejut melihat So eun berada didepannya, terlebih gadis itu memakai seragam yang sama dengannya

“Molla”

“Itu bukan jawaban Kim So eun, kau berutang penjelasan padaku” sambar Kim Bum cepat, dia melihat kedua temannya seperti mengusir kedua orang tersebut, terlihat kedua orang itu mengangguk dan meninggalkan mereka, kemudian dengan cepat pria itu menarik So eun ketempat yang lebih sepi untuk mendengarkan penjelasan gadis itu.

“Kita mau kemana?” pertanyaan gadis itu tak dihiraukan oleh Kim Bum, dia masih terus menarik tangan gadis itu membuat So eun lagi – lagi meringis kesakitan.

Kim Bum menghentikan langkah nya saat dia merasakan So eun melepaskan tangannya dengan paksa dari Kim Bum

“Wae?”

“Berhenti menarik ku, itu menyakitkan” keluh So eun.

“Mian” terlihat penyesalan diwajah pria itu saat melihat wajah So eun yang kesakitan

“Aku akan memaafkan mu jika kau mentraktir ku makan” ucap So eun manja

“Ne?”

“Aku lapar” ujar So eun dengan wajah memelas yang membuat pria yang berada didepannya terkekeh geli.

===>

So eun memakan makanannya dengan begitu lahap tanpa perduli dengan tatapan yang di berikan Kim Bum padanya, gadis itu meminum kuah sup yang berada dimangkuknya dengan sekali teguk membuat semua mata yang berada di kantin sekolah ini menatap So eun dengan tatapan jijik.

“Aah… massitta” ujar gadis itu dengan penuh senyuman. Kim Sang Bum, pria yang berada didepannya terlihat sangat malu dengan kelakuan gadis itu, terbukti dengan caranya yang menutupi setengah wajahnya dengan tangan besarnya itu juga menundukkan kepalanya.

“Geundae Kim Bum –ah, apa kau tahu ruangan kelas 2B dimana?” Tanya So eun pada Kim Bum setelah dia selesai menyelesaikan sarapannya yang begitu lezat.

“Tentu saja aku tahu, tapi Kim So eun, kau bilang tadi bapak presiden sendiri yang mengirim mu sekolah kesini?” pria itu balik bertanya dengan nada penasaran.

“Mmm”

“Sepertinya dia melakukannya lagi” gumam Kim Bum

“Melakukan apa?”

“So eun –ah, setiap tahun pasti akan ada murid baru yang datang kesekolah ini karena mereka memiliki prestasi yang bagus dan berasal dari keluarga sederhana, mereka akan tetap sekolah di sini sampai lulus dan biaya akan ditanggung oleh Negara, dan sepertinya tahun ini, kau yang menjadi murid itu” jelas Kim Bum panjang lebar

“Benarkah?”

“Eoh” angguk pria itu mantap “Oh ya, perkenalkan aku adalah ketua Osis di sekolah ini” ujar Kim Bum bangga, membuat So eun mencibir kelakuan pria itu

“Kalau begitu apa saja peraturan yang ada di sekolah ini ketua Osis?” Tanya So eun

“Pertama, kau tidak boleh terlambat saat datang kesekolah” Kim Bum mulai menjelaskan peraturan nya pada So eun. Dengan sabar gadis itu mendengarkannya berbicara tentang peraturan yang berlaku di sekolah ini yang begitu banyaknya. Seperti masuk tepat pukul 7 pagi, tidak boleh mengangkat alis saat berbicara dengan guru, harus membungkuk hormat pada setiap guru dan senior, tidak boleh berlari dikoridor sekolah dan masih banyak lagi membuat So eun harus menghela napas pasrah saat mendengar ocehan Kim Bum.

Setidaknya So eun merasa berterima kasih karena dia masih memiliki seseorang yang berada disampingnya di sekolah ini.  So eun, Kim Bum dan Ryeowook adalah teman kecil semenjak mereka berusia 8 tahun, ketiganya berasal dari Busan dan selalu bersekolah di tempat yang sama. Persahabatan mereka begitu erat hingga akhirnya saat mereka meningjak usia 13 tahun, Kim Bum dan keluarganya harus pindah ke Seoul karena pekerjaan orang tua Kim Bum. Dan tak di sangka keduanya bertemu lagi di Seoul dan terlebih di sekolah yang sekarang menjadi sekolah mereka.

“Tapi So eun –ah, Selain dari peraturan bodoh sekolah ini yang paling penting kau harus menghindari 2 orang” ujar Kim Bum serius membuat So eun kembali mendengarkannya

“2 orang? Nugu?”

“Cho Kyuhyun dan Jung Yong Hwa” ucap Kim Bum setengah berbisik pada So eun

Gadis itu menelan salivanya dengan susah payah, pria itu terlambat memperingatinya, dia sudah terlanjur terlibat dengan orang bernama Cho Kyuhyun. Tapi setidaknya dia tidak harus terlibat juga dengan pria bernama Jung Yong Hwa, kan.!?

“Jung Yong Hwa?” Tanya gadis itu memastikan. Kim Bum menganggukkan kepalanya mantap

“Jangan sampai terpesona dengan wajahnya, dari luar dia memang terlihat baik, tapi kau tidak akan bisa menebak bagaimana dia sebenarnya” lanjut Kim Bum yang dijawab cepat dengan anggukan dari So eun.

Sesaat setelah keduanya berdiam, panggilan dari ruangan guru membuat semua orang terdiam sejenak mendengarkan pengumuman tersebut. Nama Kim Bum jelas sekali terdengar dari suara tersebut, mengatakan bahwa pria itu sedang dibutuhkan untuk datang ke ruang guru secepatnya.

“Ah, sepertinya aku tidak bisa menemanimu melihat kelas mu” sesal Kim Bum

“Gwenchana, aku bisa sendiri, kau tinggal katakan saja dimana kelasnya” ujar So eun pada sahabatnya itu

“Kelas mu berada dilantai dua, keluar dari kantin ini, kau tinggal lurus saja, kemudian cari tangga lalu cari ruangan dengan papan bertuliskan 2B” jelas Kim Bum

“Arasso”

“Ingat, jangan berlari Kim So eun” nasehat Kim Bum dengan tegas

“Ne ketua” ujar So eun dengan mengejek sahabatnya itu.

===>

“2B…. 2B… 2B… kau dimana?” gadis itu berjalan dengan perlahan mencari tulisan 2B yang berada di depan setiap pintu kelas.

“Ketemu” dengan penuh senyuman dia melangkahkan kakinya menuju ruangan kelasnya saat itu juga, tapi langkah nya terhenti sejenak saat dia mendengar suara gitar yang begitu merdu dari ruangan  disamping tempat dia berdiri sekarang. Dengan perlahan gadis itu membuka pintu ruangan itu dengan hati – hati, kelas ini terlihat seperti kelas kosong yang tak berpenghuni, rasa penasaran gadis itu semakin menguasi dirinya untuk melihat siapa orang yang sudah memainkan gitar dengan suara seindah itu. Kim So eun melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut dan berjalan mencari sumber suara tersebut. Langkahnya gadis itu terhenti saat dia melihat seorang pria yang duduk di dekat jendela kelas itu yang menghadap keluar sambil memainkan gitarnya.

Pria itu memainkan gitarnya dengan lembut sambil bersenandung kecil yang membuat siapa saja yang mendengarnya dapat merasakan indahnya suara pria itu. Sudut bibir gadis itu tertarik kebelakang membentuk senyuman indah saat mendengar suaranya. Beberapa saat kemudian senyum So eun menghilang perlahan saat suara pria itu dan suara gitarnya terhenti, tak lama kemudian dia membalikkan badannya menghadap So eun. seketika tubuh gadis itu membeku, matanya membulat sempurna melihat pria itu. Mata tajam, bibir tebal hidung yang tak mancung dan kulit putih itu begitu mempesona di mata So eun.

“Tampan” gadis itu bergumam tanpa sadar saat melihat wajah pria itu.  Pria itu terkekeh kecil mendengar gumaman So eun yang dapat didengar olehnya.

“Maaf, saya benar – benar minta maaf” kesadaran gadis itu seolah kembali sepenuhnya saat mendengar suara tawa kecil yang keluar dari bibir pria itu. Kim So eun menunduk meminta maaf berulang kali menyadari kesalahannya yang begitu lancang memasuki ruangan orang tanpa permisi.

“Gwenchana” ujar pria pria itu masih dengan senyumannya yang melihat kelakuan So eun.

“Apa kau murid baru?” Tanya pria itu yang melihat wajah So eun begitu asing dimatanya.

“Ne” jawab gadis itu dengan senyuman “Ah, Kim So eun inmida” lanjut gadis itu memperkenalkan dirinya. Pria itu lagi –lagi mengukir senyum dibibirnya sebelum menjawab sapaan So eun

“Jung Yong Hwa inmida” pria itu memperkenalkan dirinya

“Ne?” senyum So eun menghilang seketika saat mengetahui nama pria itu, kakinya terasa lemas, jantungnya berdegup kencang beribu kali lipat, kepalanya sedikit pusing saat melihat pria itu.

“Mati Kau Kim So eun” batin So eun dengan tatapan nanar. Dia sudah melanggar nasehat Kim Bum untuk tidak terlibat dengan pria bernama Cho Kyuhyun dan Jung Yong Hwa, dan sekarang gadis itu sudah resmi terlibat dengan keduanya.

Tbc

“Kyuhyun –ah, bagaimana kabar apartment mu?”

“Baik – baik saja”

“Appa berencana ingin memberikan apartment mu pada So eun”

“Mworago?”

“Ahjussi”

“Appa!”

“Kim So eun kau lebih suka tinggal dimana, di apartment Kyuhyun atau dirumah kami?”

“Lalu bagaimana dengan ku?”

“Kau tinggal dirumah saja”

“Haelmonie!”

“Bisakah Kau diam?”

“Appa!”

“Bagaimana Kim So eun?”

“Mwo Kim So eun tinggal di apartment mu?”

“Andwae… YA! Bagaimana bisa kau menggunakan kekuasaan mu seperti itu”

“Bukan aku yang menginginkannya tapi Appa”

“Gotjimal, ini pasti ulah mu, iya kan!?”

“Sudah Ku bilang Bukan”

Akhirnya selesai juga…. Fiuuuh…

Sampai ketemu diwaktu yang lain my lovely readers ^^

Jangan lupa RCL nya ya ~~^^

Advertisements

72 thoughts on “Bad Boys (Part III)”

  1. Selamat datang di SMA ELF kim so eun 😀 dan..
    Muehehe ‘mati kau kim so eun’ 😀 salah sendiri melanggar larangan ki bum 😀 mendingan kamu berurusan/? Sama kyuhyun aja jangan sama yong hwa :3

  2. udah lengkap sudah bencana bagi kim so eun (?) udah kumpul semua para pria tampan dengan predikat bad boys eh jung yong hwa termasuk gaya dari peringatan ki bum keknya yong hwa suka main cara halus. okeee lah lets see

  3. Daebak ff nya benar benar keren, selain cast nya yang super duper wow juga ceritanya seperti perpaduan antara BBF dan Princess Hours, pokoknya mantap

  4. pasti pengawal kim appanya so eun punya jasa yang begitu besar pada keluarga cho makanya so eun pun begitu diistimewakan
    makin menarik aja ini

  5. So eun terlibat dengan 2 orang yang berbahaya(?). wkwk itu merrka main nyosor(?) aja xD ffnya makin lama makin greget. bawaannya pengen baca terus dan seperto biasa feelnya selalu dapet ><

  6. bru aj dberi peringatan ma kim bum bwt g brhub ma 2 namja yg nampakny amat sngt brpengaruh dskolah tp sso mlh u trlbt d dgn mreka br6 wkwkwk~ kira2 hub younghwa ma kyupil apa ye ap mreka adl rival ???
    akhrny sso msk jg d sma elf dgn dsambut oleh k 5 namja tamvan nie >___< yaelah bang kelakuan lo manja bingo ye ^^

  7. akhrny sso msk jg d sma elf dgn dsambut oleh k 5 namja tamvan nie >___< yaelah bang kelakuan lo manja bingo ye ^^

  8. aigoo~ kykny mreka jd lupa ma imejny pas ktm ma sso 😀 girang ny it lo 😀 bkin smua murid spechless dgn kelakuan price skolah mreka XD n sprtiny kehdupan sso bkalan warna warni >__< yaelah bang kelakuan lo manja bingo ye ^^

  9. Bener bener ngakak , yaampun liat pria-pria tampan kaya bocah manja jadi agak geli 😀 , Siapa lagi tuh Jung Yong Hwa please deh So Eun kenapa harus dikelilingi pria pria tamvan , huhu Ryeowook kasian T.T

  10. so eun udah terlanjur bberdemu dua orang yg harus di hindari, makin penasaran sm kelanjutannya….

  11. so eun udah terlanjur bertemu dua orang yg harus di hindari, makin penasaran sm kelanjutannya….

  12. Bencana besar so eun bru d mulai
    Semoga so eun bisa menghadapi 6 namja itu
    Yg memiliki karisma mereka masing2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s