Romance

7 Years of Love (part VI)

pizap.com13942053339421

Setelah sekian lama menghilang akhirnya saya comeback juga :v

Ada yang merindukan ku? >_< #kagak -,-

Saya tidak ingin berkhotbah panjang lebih baik kalian baca saja ceritanya ^_^

Walaupun feel dan ceritanya gak bagus tetap aja saya berharap kalian bisa memberikan komentar pada kolom komentar nya ~~^^

Ya udah Happy reading aja. Castnya masih sama yang dulu author gak akan muncul kok di FF ini #plak -,-

Story beginning

Kedua pria yang mempunyai wajah sama dan bersaudara itu terdiam cukup lama saling melemparkan tatapan yang sulit diartikan bagi keduanya. Cho Kyuhyun dan Cho Gyuhyun. Kedua pria tampan itu masih tetap seperti posisi mereka sebelumnya, berdiri dengan tegap.

“Baiklah…” ujar Kyuhyun menjawab permintaan Hyung – nya. Gyuhyun terlihat terkejut dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Kyuhyun, tak jauh beda dengan Yoochun, pria itu juga terlihat terkejut dengan jawaban yang Kyuhyun berikan. Tak lama kemudian senyum kemenangan terukir jelas di wajah Gyuhyun. Dia mengetahui bahwa adik nya itu pasti akan menuruti semua keinginannya.

“Seperti nya aku baru mengerti kenapa Donghae selalu memberikan nasehat pada ku untuk tidak terlalu baik pada orang lain” lanjut Kyuhyun dengan raut wajah yang berubah menjadi dingin. Dia menatap saudaranya itu dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Senyum Gyuhyun sedikit memudar mendengar ucapan Kyuhyun.

“Apa yang kau_”

“Hyung, apa kau tahu Donghwa Hyung dan Donghae selalu mengajarkan ku kebaikan sejak kecil dulu” Kyuhyun menyela ucapan Gyuhyun sebelum pria itu sempat bertanya padanya.

“Tentu saja kau tidak pernah tahu” dia melanjutkan ucapannya “bukankah selama ini kau selalu hidup sebagai tuan muda yang terhormat” ucapan itu terdengar sangat sinis, tersenyum hambar mengingat kenangan kecil mereka yang sangat jauh berbeda, padahal keduanya sebagai saudara dan hidup di dalam rumah yang sama.

“Ku beritahu pada mu Hyung, mereka memang selalu mengajarkan kebaikan untuk ku, dan mengajarkan ku untuk tidak sombong seperti dulu” dia mulai bercerita “seperti yang kau lihat, meskipun appa memperlakukan kita berbeda aku tidak pernah memberikan bentuk protes padanya, aku tidak pernah menghabiskan uangnya dengan sia – sia. Aku tidak pernah meniduri wanita seperti banyak nya pria. Kau tahu kenapa aku tidak melakukan hal seperti itu?” Diam. Cho Gyuhyun memilih diam dari pada menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pria itu menatap wajah adiknya yang terlihat mengenang masa lalunya.

“Itu semua karena didikan Lee Ahjussi dan Donghwa Hyung” ujar Kyuhyun semakin dingin. “dan itu semua bukan didikan appa dan kau” suara Kyuhyun terdengar sangat mematikan. Sepertinya rasa kesal yang selama selalu dia pendam akan dia keluarkan saat ini juga. Cho Gyuhyun sedikit membulatkan matanya mendengar ucapan Kyuhyun yang terasa seperti menusuk jantungnya. Tak dapat dipungkiri jika pria ini marah melihat Kyuhyun bersikap seperti ini padanya. Membanggakan orang lain yang bukan keluarga nya di depan nya sendiri membuat Gyuhyun marah.

“Aku bahkan tidak pernah ingat bahwa aku pernah di besarkan oleh kalian”

“Cukup!” Gyuhyun berkata dengan tegas untuk menghentikan ucapan Kyuhyun. Bukannya berhenti pria itu malah tersenyum miring dan tertawa kecil.

“Ani, kau harus mendengarkannya sampai selesai” suara Kyuhyun terdengar tegas tak kalah dari suara Gyuhyun sebelumnya.

“Satu lagi yang harus kau tahu” dia berhenti sejenak memandang saudaranya itu “mereka selalu mengatakan ‘Bersikap baik lah kepada orang yang seharusnya dan Jangan pernah bersikap baik terlalu berlebihan Kyuhyun –ah, karena mereka akan memanfaat kan mu’”lanjut Kyuhyun menirukan suara Lee Ahjussi yang sudah tiada.

“Dan sepertinya aku sudah bersikap baik terlalu berlebihan pada mu” Cho Gyuhyun semakin diam, dia tidak pernah menduga bahwa Kyuhyun akan bertindak seperti ini. Perkiraan nya salah tentang Kyuhyun. Dia tidak mengenal Kyuhyun sepenuhnya.

“Kau tidak mengetahui diriku yang sebenarnya Cho Gyuhyun” Gyuhyun semakin membulatkan matanya saat mendengar Kyuhyun menyebutnya tanpa sebutan Hyung.

“Jadi jangan pernah menyuruh ku menghilang karena aku tidak akan pernah melakukannya” lanjut Kyuhyun dengan mata memerah. Mata tajam pria itu terlihat menusuk kedalam mata Gyuhyun. Pertama kalinya dalam hidup Gyuhyun dia melihat Kyuhyun berubah seperti ini, memperlihatkan jati dirinya yang tegas dan kuat. Jika pria itu sudah memperlihatkannya dari dulu mungkin sekarang ini posisi Gyuhyun pasti akan tergantikan oleh Kyuhyun. Ayahnya pasti akan mengangkat Kyuhyun sebagai CEO di perusahaannya bukan dirinya. Tapi, kenapa selama ini dia menyembunyikannya?

Benar, itu semua karena didikan keluarga miskin itu pada nya. Gyuhyun mengepalkan jari – jarinya kuat – kuat melihat kepergian Kyuhyun yang melangkah menjauhinya, rahangnya mengeras, matanya memerah seketika. Dia tidak boleh menyerah, dia harus bisa membujuk Kyuhyun apapun caranya.

“Lalu bagaimana dengan gadis itu?” Tanya Gyuhyun kuat – kuat membuat Kyuhyun harus menghentikan langkahnya saat mendengar Gyuhyun bersuara.

“Kim So eun” ujar Gyuhyun dengan senyuman meremehkan. Kyuhyun membalikkan badannya menghadap Gyuhyun dan mendapatkan pria itu tersenyum sinis padanya.

“Apa yang akan kau lakukan dengannya?” Gyuhyun berjalan perlahan mendekati tubuh Kyuhyun.

“Kudengar gadis itu sudah pernah masuk Rumah Sakit Jiwa karena pengaruh kehilangan mu” dengan tenang Gyuhyun melontarkan kata – kata itu pada Kyuhyun. Kali ini giliran Kyuhyun yang menegang sempurna, dia mengepalkan jari – jari nya dan rahang pria ini mengeras.

“Bagaimana dengannya jika dia tahu bahwa selama ini yang berada disampingnya adalah Cho Kyuhyun bukan Cho Gyuhyun” Gyuhyun berjalan memutari tubuh Kyuhyun dengan perlahan sambil tertawa kecil.

“Apa dia akan masuk Rumah Sakit Jiwa lagi?” dia bertanya seperti pada dirinya sindiri. Senyuman licik itu benar – benar menghiasi wajah tampannya.

“Aniya, mungkin akan lebih parah dari itu…” dia tampak berpikir memikirkan kata – kata yang tepat “pertama dia akan depresi mengetahui bahwa pria yang dia cintai melakukan kebohongan besar terhadap nya, kemudian dia akan gila dan lama kelamaan dia pasti akan bunuh diri” dia mengakhiri analisis nya dengan senyuman lebar memperlihatkannya pada Kyuhyun.

Bugh

Satu pukulan mendarat mulus di pipi Gyuhyun. Pria itu seketika terjatuh karena menerima pukulan Kyuhyun. Dia tertawa kecil melihat kelakuan Kyuhyun, dengan perlahan pria itu meraba bibirnya membersihkan darah yang keluar dari sudut bibir nya. Yoochun yang melihat pertengkaran itu hanya bisa diam, dia memang terkejut dengan kelakuan Kyuhyun, tapi dia lebih terkejut dengan kelakuan Gyuhyun yang berubah 180 derajat. Yoochun menghembuskan napasnya mencoba menahan keinginannya untuk masuk kedalam perkelahian kedua orang itu. Jauh di dalam lubuh hatinya dia merasa puas melihat Gyuhyun mendapatkan pukulan yang diberikan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap marah saudaranya itu, kemarahan terlihat jelas di mata tajam pria ini. Gyuhyun bangun, kembali dia memberikan tatapan marah pada Kyuhyun. Tak mau kalah, Kyuhyun juga melakukan hal yang sama.

“Tak akan ku biarkan kau menyakitinya” dengan suara dingin dan mematikan dia berucap pada Gyuhyun.

“Kalau begitu menghilanglah dari hidup nya, maka aku tidak akan pernah menyakitinya” jawab Gyuhyun dengan nada yang tak kalah dingin.

Cho Kyuhyun sedikit memikirkan kata – kata Gyuhyun. Pria itu benar, jika dia tidak menghilang kemungkinan besar Kim So eun pasti akan kembali menjadi seperti dulu, masuk kedalam rumah sakit jiwa, atau mungkin lebih parahnya menghilang selamanya dari dunia ini. Tentu saja dia tidak menginginkan hal itu terjadi, tentu saja dia tidak ingin gadis itu kehilangan senyuman nya lagi. sekilas bayangan tadi pagi saat gadis itu memberinya sarapan dengan senyuman membuat Kyuhyun merasakan sakit. Dia yang memulai semua ini, jadi dia juga yang harus mengakhirinya. Gyuhyun benar, satu – satu nya cara ialah menghilang dari kehidupan Kim So eun.

ooOoo

“Ok cut!” teriakan dari sutradara itu menandakan bahwa pekerjaan hari ini sudah selesai. Kim So eun, model yang memiliki tubuh mungil itu terlihat menghembuskan napasnya lega setelah menjalani syuting selama seharian ini. Dia terlihat sangat kelelahan. Manager So eun segera berlari kearahnya memberikan jacket pada gadis itu yang terlihat kedinginan karena harus menjalani syuting di luar ruangan dengan cuaca yang tidak bersahabat.

“Apa jawdal kita masih ada?” Tanya So eun setelah dia sudah berada di dalam mobil van nya.

“Ne, masih ada 7 lagi” jawab si manager dengan nada tegas membuat So eun membulatkan matanya sempurna.

“Eonni!!!” keluh So eun yang tidak suka mendengar jawaban managernya.

“Ini semua juga karena salah mu, kau menghilang lebih dari seminggu tak ada kabar makanya schedule mu sangat padat” manager itu mulai memberikan teriakannya pada So eun, mengomeli artis nya dengan kata – kata seperti seorang Ahjumma. Gadis itu mendesah pasrah mendengar omelan yang dia dengar, berulang kali So eun mengorek telinga nya karena wanita itu berteriak cukup keras padanya. Si supir hanya bisa menatap mereka berdua dari kaca sambil menggelengkan kepalanya.

“Mwoya? Apa lagi ini?” teriakan histeris yang di keluarkan oleh managernya membuat So eun mencibir. Wanita itu terlihat sangat shock dengan apa yang dilihatnya di dalam Smartphone miliknya.

“Kim So eun jelaskan sekarang juga, ini apa?!” kembali manager itu memberikan teriakan pada So eun sambil menunjukkan Smartphone miliknya pada So eun. Gadis itu dengan terpaksa memutar kepalanya menghadap si manager dan mengambil Smartphone tersebut. Detik berikutnya mata So eun sedikit membulat tidak percaya dengan artikel yang dia baca.

‘Kim So eun seorang model yang tidak pernah membuat scandal dalam karir nya terlihat sedang berciuman dengan seorang pria di tengah – tengah Lotte World. Pria itu diketahui sebagai CEO Cho Corp sekaligus pewaris kekayaan keluarga Cho. Masih banyak yang menduga bahwa sosok ini bukan lah Kim So eun, tapi seorang fans fanatic Kim So eun yang berada di lokasi kejadian memberikan bukti bahwa gadis itu memang Kim So eun. Dia juga memperlihatkan photo keduanya yang terlihat sangat mesra dan pada akhirnya kedua nya berciuman di depan umum. Bagaimana tanggapan para penggemar Kim So eun tentang hal ini?

Gadis itu melanjutkan membaca komentar – komentar yang berada di bawah artikel tersebut.

‘Mwoya? Sudah dari dulu aku tidak suka dengan gadis itu, malaikat apa nya? Huh menggelikan, dia hanya seorang gadis bertopeng’ komentar pedas yang di berikan oleh beberapa orang itu membuat So eun menggerutu tak karuan.

‘Omo… uri So eun sudah besar >_< bagus lah, lebih baik dia bersama pengusaha daripada dengan artis lainnya ^_^ eonni kami akan mendukung mu apapun yang terjadi’ ‘Kyaaaaa…. Aku tahu pria itu, setelah mencari di google ternyata dia itu sangat tampan >_< eonni kau memang pantas bersamanya’

‘Apa – apaan ini? Kim So eun hanya milik ku seorang. Ya! Pria yang entah siapa pun nama mu meskipun kau itu seorang pria kaya raya aku tidak akan pernah membiarkan kau memiliki So eun –ku. Noona, tunggulah aku sampai selesai SMA, setelah itu aku akan bekerja keras dan menghasilkan banyak uang untuk menikahi mu’

‘Ck, dasar wanita penggoda, dari luar nya saja yang terlihat seperti malaikat -___- tapi dari dalam seperti setan! Mana ada malaikat yang berciuman didepan umum’

‘YA! Kau mati Kim So eun! Cho Gyuhyun itu hanya milik ku, dia benar – benar tidak pantas bersama mu’

‘Kim So eun –ssi, jangan dengarkan apa kata mereka, mereka hanya iri pada mu ^_^’

Dan masih banyak lagi komentar lainnya yang membuat gadis itu tersenyum sendiri membaca nya dan terkadang wajahnya berubah menyeramkan membaca komentar –komentar pedas yang ditujukan padanya.

ooOoo

Donghae terus berlari mencari sosok sahabatnya itu. Pria itu sudah mencari keseluruh tempat yang biasa dia kunjungi bersama Kyuhyun dulu, tapi dia tidak menemukannya dimana pun. Dia juga sudah menghubungi Changmin menanyakan keberadaannya, dan kata pria itu dia tidak masuk kantor seharian ini. Donghae mengacak acak rambutnya frustasi karena tidak bisa menemukan Kyuhyun. Pria itu sangat takut kehilangan Kyuhyun seperti dulu lagi, dia belum sempat meminta maaf padanya, dan masih banyak lagi yang ingin dia katakan pada Kyuhyun.

Eunhyuk terlihat kesusahan menyusul langkah Donghae yang begitu terburu – buru. Pria itu berulang kali memanggil nama Donghae untuk menunggunya tapi Donghae tidak pernah berhenti untuk menunggu Eunhyuk membuat pria berkaki kurus itu harus kesusahan karena mengejar langkah kaki Donghae.

Donghae menghentikan langkah nya tepat di sungai Han saat dia melihat sosok seseorang yang sangat dia kenali. Meskipun dari belakang, pria itu sangat yakin bahwa sosok itu adalah yang dia cari selama ini. Dengan langkah kasar dan cepat Donghae menghampiri tubuh pria itu. Dia menarik bahu pria itu membuat pria ini harus berbalik dan mendapati wajah Donghae. Dengan gerakan cepat Donghae mengadiahkan pukulan tepat kewajah Kyuhyun. Dengan penuh emosi dia terus memukuli Kyuhyun tanpa perduli pria itu hanya diam dibawahnya tidak membalas sedikit pun perlakuannya.

Eunhyuk segera berlari menghampiri keduanya dan berusaha keras memisahkan Donghae dari atas Kyuhyun. Lee Donghae tetap memberontak ingin lepas dari tarikan Eunhyuk. Tak kuat dengan pemberontakan yang Donghae berikan, Eunhyuk segera memukul wajah pria itu membuatnya tenang.

“Apa Kau Gila! Kau Bisa Saja Membunuh nya!” teriak Eunhyuk sambil memberikan pukulan pada Donghae. Kyuhyun meringis merasakan pukulan Donghae yang berada di wajahnya. Pria itu terlihat sangat kesakitan, dengan perlahan dia mencoba untuk bangun dan berdiri. Lee Hyuk Jae yang melihat Kyuhyun segera menghampirinya dan menolong Kyuhyun untuk bangun dan mendudukkan pria itu dengan tenang.

“Kenapa kau memukul ku?” sebenarnya Kyuhyun sudah tahu jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan. Hanya saja dia ingin mendengar nya sendiri Donghae.

“Kenapa kau tidak pernah mengatakannya pada ku?” bukannya menjawab, Donghae malah balik bertanya padanya. Kyuhyun menundukkan kepalanya, tidak tahu harus memberikan jawaban apa padanya. Eunhyuk juga terlihat menantikan jawaban yang akan Kyuhyun keluarkan.

“Mianhae” hanya kata itu yang selalu Kyuhyun keluarkan pada mereka. Tak ada kata selain kata maaf yang bisa dia keluarkan untuk pada kedua sahabatnya itu. Eunhyuk menatap sendu wajah Kyuhyun yang terlihat menunduk dan menahan air matanya untuk tidak keluar.

“Gwenchana… maafkan kita juga tidak bisa mengerti keadaan mu” ujar Eunhyuk dengan suara serak. Pria itu merangkul tubuh Kyuhyun yang terlihat sangat kelelahan menghadapi semua ini.

“Gwenchana Kyuhyun –ah, Gwenchana” Eunhyuk meneteskan airmatanya lagi melihat wajah sahabatnya itu, melihat penderitaan yang Kyuhyun alami selama ini, tak dapat dipungkiri bahwa mereka akhir – akhir ini terlalu sering mengeluarkan airmata karena kepedihan yang menghampiri nasib sahabatnya itu.

Tangis Kyuhyun akhirnya pecah juga, selama ini dia selalu saja menangis sendirian dan menahan semuanya sendirian juga. Dia mengeluarkan semuanya, membuat Eunhyuk dan Donghae juga melakukan hal yang sama. Donghae menghampiri Kyuhyun perlahan dan duduk di samping kanan pria itu. Dengan gemetar Donghae menepuk bahu Kyuhyun memberi kekuatan pada pria ini.

“Uljima… kami ada disini, kau tidak perlu menangis sendirian lagi… uljima Chingu-ya” Lee Donghae memeluk tubuh kurus pria itu dengan erat. Tangis keduanya benar – benar pecah, tak perduli dengan status mereka yang sebagai lelaki, mereka seolah tidak merasa malu harus menangis seperti ini. Mereka beruntung malam ini hanya ada mereka bertiga di tempat ini. Eunhyuk menatap langit yang berada diatas mereka guna mencoba menghentikan air mata yang terus saja mengalir itu.

Lebih dari satu jam mereka menangis dan kini tempat itu sudah kembali sepi. Ketiganya hanya berdiam diri setelah lelah dengan acara tangisan mereka. Kyuhyun menceritakan semuanya pada mereka berdua, tak ada lagi rahasia diantara mereka bertiga. Eunhyuk Donghae terlihat sangat terkejut dengan ucapan Kyuhyun. Keduanya terlihat sangat marah dengan perlakuan Gyuhyun padanya yang meminta Kyuhyun untuk menghilang.

“Lalu apa kau menerima nya?” dengan tidak sabar Donghae bertanya pada Kyuhyun. Pria itu tak menjawab dia hanya bergumam saja.

“Cho Kyuhyun!”

“Hanya ini satu – satunya cara Donghae –ah, kalau tidak So eun akan_”

“Tidak akan terjadi sesuatu padanya, percaya padaku” terang Donghae “Maaf aku mengatakan ini, tapi aku lebih mengenalnya dari pada kau, dia gadis yang kuat, mungkin awalnya dia akan terkejut tapi itu akan berakhir dan dia akan baik – baik saja”

“Ara…. Hanya saja aku tidak ingin lebih menyakitinya”

“Kau akan menyakitinya jika kau pergi lagi dari hidupnya”

“Donghae benar” Eunhyuk akhirnya bersuara “apa kau ingin hidup seperti ini terus? Bersembunyi dan menghilang dari kehidupan mu”

Tak dapat Kyuhyun bicara, pria ini lebih bingung dari mereka. Dia tidak dapat berpikir jernih.

“Cho Kyuhyun…” panggil Eunhyuk dengan suara serak “yang mengambil kehidupanmu adalah Cho Gyuhyun, bukan kau yang mengambil kehidupannya” ujar Eunhyuk tegas memperkuat tekad Kyuhyun untuk tidak menghilang lagi.

“Aku tidak perduli dengan kehidupan ku” lirih nya “Aku hanya tidak ingin melukai So eun lagi”

“Dia akan baik – baik saja Cho Kyuhyun! Percaya padaku!” Donghae mempertegas ucapannya.

Kyuhyun menatap sungai yang berada di depannya dengan tatapan kosong. Donghae dan Eunhyuk benar, ini saat nya dia membuktikan bahwa dia tidak salah, bukan dia yang mengambil kehidupan Gyuhyun, tapi Gyuhyun lah yang mengambil kehidupannya. Dia tidak akan pernah menghilang, tidak akan!

“Aku tidak akan menghilang! Tidak ada yang bisa mengatur hidup ku!” tegas nya dengan mata memerah. Donghae dan Eunhyuk tersenyum senang mendengar ucapan Kyuhyun. Kembali mereka memeluk tubuh kurus pria itu.

“Ne, tak akan ada yang bisa mengatur kehidupanmu” ujar Donghae.
Cukup lama mereka bertiga berpelukan seperti anak kecil. Hingga akhirnya suara Kyuhyun memecahkan kehangatan pelukan itu.

“YA! Aku lelah, lepaskan pelukan kalian” perintah Kyuhyun dengan suara sinis. Donghae dan Eunhyuk serentak membulatkan mata mereka dan menatap Kyuhyun bersamaan.

“Mworago?” pekik keduanya bersamaan.

“Aku yakin telinga kalian masih bagus untuk mendengarkan apa yang ku katakan tadi” ujarnya

“Ish.. anak ini benar – benar….”

“Sifat lama nya keluar lagi” ujar Eunhyuk malas. Mereka bertiga saling melempar tatapan sinis dan menantang, beberapa detik kemudian bersamaan ketiganya juga tertawa kecil sambil tersenyum puas dan bahagia.

“Kajja, kita pulang” ajak Eunhyuk pada keduanya. Sejenak Kyuhyun terdiam mendengar ajakan Eunhyuk. Kali ini dia sudah tidak bisa masuk lagi kedalam rumah nya karena dia yakin Gyuhyun pasti sudah pulang saat ini. Lalu kemana tempat dia akan pulang?Dia juga tidak mungkin menginap di hotel, mengingat bahwa kebanyakan hotel adalah milik keluarganya maka dengan cepat semua orang pasti mengenalinya.

“Kajja Cho Kyuhyun” Donghae merangkul tubuh Kyuhyun dan berjalan bersamaan, tapi Kyuhyun lagi – lagi menghentikan langkahnya.

“Aku tidak bisa pulang, Gyuhyun Hyung pasti sudah dirumah” jelas Kyuhyun dengan suara kecil

“Siapa bilang kau akan pulang kesana” ujar Donghae lembut. Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap wajah tampan pria pendek itu.

“Tentu saja kau akan pulang kerumah kita. Apartment kita” ujar Eunhyuk dengan memperlihatkan gussy nya. Kembali Kyuhyun merasa terharu dengan perlakuan kedua sahabatnya ini. memilih Donghae dan Eunhyuk sebagai sahabat memang tidak salah.

“Tidak perlu terharu tuan muda Cho” Donghae seolah mengerti dengan tatapan yang diberikan oleh Kyuhyun.

“Aku tidak terharu” elak Kyuhyun dengan santai “aku hanya berpikir, apa aku harus kembali ketempat kumuh itu lagi.. Ough… Jjinja… mengerikan” Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan tempat tinggal mereka dulu.

“YA!” teriak keduanya bersamaan. Dengan santai Kyuhyun melewati mereka berdua sambil menggelengkan kepalanya seolah prihatin dengan tempat tinggalnya.

“Jangan ikut! Kau cari saja tempat tinggal mu”

“Shireo! Kalian yang mengajak ku, tentu saja aku harus ikut”

“Anwdae! Kka…”

“Shireo!”

“Lee Hyuk Jae jangan biarkan dia masuk kerumah kita”

“Arasso”

“Kalian mau ku keluarkan dari sana? Itu masih tanah ku!”

Kedua pria yang memiliki marga Lee itu diam seketika mendengar ucapan Kyuhyun. Mereka saling menatap satu sama lain dan melihat Kyuhyun dengan tatapan datar.

“Dia menyombongkan diri lagi” nada suara Eunhyuk terdengar sangat datar menatap wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum penuh kemenangan pada mereka.

“Benar – benar menyebalkan” setuju Donghae. Senyum Kyuhyun semakin mengembang, pria berambut kecoklatan itu berjalan terlebih dahulu di depan mereka.

“Kajja kita pulang!” suara itu terdengar seperti perintah membuat Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae semakin menatap kesal Kyuhyun. Mereka berdua mengejar langkah Kyuhyun dan merangkul tubuh kurus Kyuhyun, membenamkan wajah Kyuhyun di ketiak Donghae. Lee Hyuk Jae yang melihatnya hanya bisa mengeluarkan tawa sedangkan Kyuhyun terlihat meronta melepaskan pelukan Donghae di lehernya.

ooOoo

Sesuai perkiraan Kyuhyun sebelum nya, Gyuhyun memang kembali ke kehidupan nya semula. Pria berkacamata itu terlihat melangkahkan kakinya memasuki rumah besar kediaman keluarga Cho itu. Setiap pelayan yang berada di rumah ini selalu membungkuk memberi hormat pada Gyuhyun saat dia berjalan didalam rumah nya.
Ny. Cho yang melihat kedatangan putra nya, segera wanita paruh baya itu menghampiri Gyuhyun dan memeluk tubuh nya. Dia memperhatikan Gyuhyun dari atas sampai bawah dengan kening berkerut, sedangkan Gyuhyun terlihat mengikuti arah pandang ibunya.

“Kau ganti baju dimana? Bukan kah semalaman kau tidak pulang?” heran ibunya yang melihat tampilan rapih Gyuhyun. Sedikit terkejut dengan ucapan ibunya Gyuhyun segera memutar otak nya untuk memberikan jawaban yang masuk akal.

“Itu… aku merasa gerah dengan pakaian ku selama di kantor, jadi aku menyuruh sekretarisku membelikan ku pakaian” jawab Gyuhyun dengan santai

“Kantor? Jadi semalaman kau ada di kantor dan tidak mencari So eun?” Tanya ibu nya lagi.

“So eun?”

“Ye, bukannya kau tidak pulang karena kau mencarinya?”

Gyuhyun benar-benar tidak tahu harus menjawab apalagi pada ibunya, pria itu terlihat sangat gugup sekarang. Yang benar saja, dia tidak mengetahui apapun tentang kejadian semalam. Dia menghembuskan napasnya kasar dan menatap ibunya dengan senyuman seperti biasanya.

“Aku kembali ke kantor setelah aku menemukan So eun” ujar Gyuhyun masih dengan tenang.

“Benarkah? Lalu bagaimana dengannya? Dia baik – baik saja kan?!” Tanya wanita paruh baya itu penasaran.

“Eomma, bisakah kita tidak membahasnya, aku lelah” pinta Gyuhyun dengan wajah memelas.

“Geurae, kau pasti lelah, tidur lah” ucap ibunya lembut. Gyuhyun berjalan meninggalkan wanita itu dan melangkahkan kakinya menaiki tangga yang berada di rumah ini menuju lantai 2, kamarnya.

Ny. Cho menatap putra nya itu dengan tatapan sedikit kecewa. Dia menghela napas pelan.

“Tak ada ciuman selamat malam seperti biasanya” dia berucap pada dirinya sendiri. “Mungkin Kyuhyun benar – benar kelelahan” sambungnya. Detik berikutnya dia sudah meninggalkan tempat itu.

Cho Ahra berdiam diri di depan pintu masuk rumah ini memperhatikan Gyuhyun sedari tadi. Mata gadis itu menatap tajam punggung Gyuhyun. Dia bergegas masuk kedalam rumah ini dan menyusul Gyuhyun kedalam kamarnya.
Cho Ahra membuka pintu kamar Gyuhyun dengan keras dan menutupnya dengan keras juga, membuat pria yang berada didalam kamar ini terlonjak kaget. Dia menatap Ahra dengan tatapan bingung karena masuk kedalam kamarnya tanpa memberi salam terlebih dahulu.

“Noona! Apa yang kau lakukan?!” marah Gyuhyun pada kakak kandungnya itu. Ahra tak menghiraukan ucapan Gyuhyun, dia menghampiri adiknya itu dengan cepat membuat Gyuhyun harus mundur perlahan karena tatapan Ahra yang begitu mengerikan.

“Cho Gyuhyun?” dia masih belum percaya dengan siapa yang dilihatnya, mata Ahra masih sibuk menelusuri wajah Gyuhyun mencari perbedaan diantara keduanya. Gyuhyun terlihat terkejut dengan ucapan Ahra yang mengenalinya hanya dengan sekali lihat. Dia mulai menguasai dirinya untuk tidak terlalu terkejut dan kembali wajahnya dingin seperti biasa.

“Aku benar kan!? Kau Gyuhyun kan!?”

“Ani, Aku Cho Kyuhyun” ujarnya dingin menirukan suara Kyuhyun

“Jangan membohongi ku Cho Gyuhyun, kau bukan Kyuhyun, kau Cho Gyuhyun!” tegas Ahra. Gyuhyun mengeram kesal mendengar ucapan Ahra, pria itu menghembuskan napasnya kasar dan menatap saudarinya itu dengan tajam.

“Benar, aku bukan Kyuhyun! Lalu kenapa?” Ahra mengerutkan keningnya melihat wajah keras Gyuhyun. Dengan sendirinya Ahra mundur perlahan menjauh dari Gyuhyun.

“Dimana Kyuhyun?” Tanya gadis itu dengan suara tegas. Diam, Cho Gyuhyun tak memberikan jawaban pada kakaknya.

“Aku Tanya Dimana dia Cho Gyhyun?” pekik Ahra dengan mata memerah

“Jangan Berteriak Didepan Ku” pria itu membalas pekikan Ahra dengan suara tegas. Jantung gadis itu terasa seperti ditusuk dengan benda tajam melihat wajah dan sikap Gyuhyun yang begitu berubah. Dia tidak bisa menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena takut melihat kelakuan Gyuhyun. Dengan penuh keberanian gadis itu menampar pipi kiri Gyuhyun.

“Noona…” lirih pria itu saat menerima pukulan dari Ahra

“Aku tidak pernah mengajarkan mu untuk berteriak seperti itu pada saudara mu” ucap Ahra tegas dan berlalu meninggalkan kamar Gyuhyun. Gadis itu menutup pintu kamar ini dengan keras menandakan bahwa saat ini dia sedang kesal.

Cho Gyuhyun terjatuh dilantai meneteskan air matanya. Dia mengepalkan jari – jarinya kuat – kuat, menatap kosong pandangan yang berada didepannya. Dia marah, kenapa semuanya lebih mementingkan Kyuhyun daripada dia. Dia memang mendapatkan kasih sayang dari keluarganya lebih banyak dari pada Kyuhyun. Tapi, pria itu tidak bisa memungkiri keadaan bahwa orangtuanya lebih perduli pada adiknya itu daripada dia.

“Kenapa harus Kyuhyun? Kenapa harus dia yang mengambil semuanya?” dia bertanya pada diri nya sendiri dengan suara melemah dan tajam.

ooOoo

Seorang pria berkulit putih susu dan berambut kecoklatan itu terlihat menggeliat tak karuan dalam tidurnya. Pria itu terus saja memeluk bantal guling yang berada disampingnya dengan erat, membuat Eunhyuk yang tidur di dekat pria itu harus kelelahan untuk membangunkannya di pagi yang cerah ini. Sudah lebih dari satu minggu Kyuhyun tinggal di apartment Donghae dan Eunhyuk, pria itu kembali melakukan hari – harinya seperti dulu, bertemu dengan sahabatnya dulu sewaktu SMA, meskipun mereka masih tidak terlalu percaya dengan berita yang Kyuhyun katakan. Hampir setiap hari dia mengunjungi Mouse Rabbit untuk bekerja disana karena akhir – akhir ini bisnis keluarga Kim itu mulai menurun karena pengaruh kafe baru yang berada disampingnya.

Kim Yesung memanfaatkan situasi ini dengan merekrut Kyuhyun sebagai pelayannya, dengan tujuan untuk memperbanyak pelanggan karena ketampanan Kyuhyun. Awalnya pria itu tidak ingin membantu Yesung, tapi ancaman yang diberikan Yesung sangat berpengaruh besar untuk nya.

“Jika kau ingin ku maafkan karena membohongi ku selama ini, maka bekerjalah di kafe ku” ucapan itulah yang Yesung berikan padanya. Dengan terpaksa Kyuhyun harus bekerja di kafe kecil tersebut, meskipun dia mendapatkan gaji seperti layaknya pekerja pada umumnya, tapi tetap saja dia tidak suka dengan cara Yesung yang memanfaatkan wajahnya untuk kepentingan bisnis.

“Cho Kyuhyun ireona! Kau akan terlambat bekerja!” teriak Eunhyuk berulang kali pada pria yang masih betah dengan selimut dan bantalnya itu. Pria itu mengerang kesal melihat kelakuan Kyuhyun, sudah berulang kali dia menendang pantat pria itu untuk bangun tapi hasilnya tetap nihil. Eunhyuk mencoba cara untuk membangunkan pria ini, terlihat wajahnya itu sudah sangat kusut karena memikirkan berbagai cara untuk membangunkan Kyuhyun. Seketika sebuah ide muncul di benaknya.

“Cho Kyuhyun PSP Mu Dimakan Choco!” teriak Eunhyuk lagi dan hasilnya tetap nihil. Dia mengerutkan keningnya saat melihat Kyuhyun masih betah dengan selimutnya tanpa perduli dengan nasib Psp nya.

“Aku sudah pernah menggunakan trik itu, jadi dia tidak akan tertipu lagi” suara Donghae terdengar di telinga Eunhyuk. Seketika Eunhyuk memalingkan wajahnya dan mendapati Donghae yang terlihat baru saja keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melingkar di sekitar pinggangnya dan sikat gigi yang masih berada didalam mulutnya. Dia terlihat sangat segar, pria itu barus saja selesai mandi. Eunhyuk menghembuskan napasnya kasar tak tahu lagi harus berbuat apa untuk membangunkan pria ini.

“Kau saja yang bangunkan dia, aku mau mandi” ujar Eunhyuk pasrah dan menarik handuk yang berada di pinggang Donghae membawanya kedalam kamar mandi dengan cepat dan menutup pintunya membuat Donghae membulatkan matanya.

“YA!” Eunhyuk sudah berada di dalam kamar mandi saat Donghae memberikan teriakannya. Pria itu menghela napas pelan,beruntung dia memakai boxer kalau tidak… pikirkan saja sendiri -_-

“Sudah kubilang belikan handuk baru untuk mu” teriak Donghae

“Aku harus hemat, akhir – akhir ini semua harga naik” balas Eunhyuk dari dalam kamar mandi dengan teriakan.

“Hemat atau pelit” ujar Donghae pada dirinya sendiri. Dia berjalan menuju lemari yang berada didalam kamar mereka bertiga, membuka lemari berwarna coklat itu dan menampilkan baju – baju yang tersusun rapi. Donghae memang terkenal dengan kerapihannya tidak seperti kedua sahabatnya yang sangat tidak rapi. Setelah Donghae mengenakan kaos biru dan celana jeansnya pria itu mendekati Kyuhyun yang masih berada diatas ranjang dengan selimut yang menutupi sebagian dirinya. Pria itu berdecak kesal dan melemparkan sebuah bantal tepat kewajah tampan itu, dan hasilnya tetap nihil, dia tidak bangun.

Suara bel yang berasal dari apartment ini membuat Donghae mengalihkan pandangannya kearah pintu kamarnya. Pria itu berjalan dengan santai untuk membuka pintu pada tamu yang datang pada pagi ini. Wajah Donghae terlihat sangat terkejut dengan kehadiran So eun berada di apartmentnya. Gadis itu memberikan senyuman pada Donghae seperti biasanya.

“Oppa…” sapa So eun dengan senyuman ramah

“So eun –ah, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Donghae masih dengan wajah terkejutnya.

“Apa Kyuhyun ada?”

“Eoh, dia sedang tidur” jawab Donghae dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk. Tunggu, apa dia mengatakan Kyuhyun?

Sesaat dia sadar, dengan cepat Donghae berbalik dan menatap wajah So eun lagi.

“Kyuhyun? Kau_ kau mengetahuinya?” Tanya Donghae lagi. Kali ini wajah pria itu terlihat sangat terkejut, lebih terkejut saat melihat kehadiran So eun di apartmentnya. Mereka memang sudah memberitahu identitas Kyuhyun pada yang lain, tapi tidak pada gadis ini karena mereka tidak ingin terjadi sesuatu pada So eun.

“Ne… Oppa” jawab So eun dengan senyuman seperti biasanya.

“Tunggu sebentar akan ku panggilkan dia” ujar Donghae buru – buru. Dia segera melangkahkan kakinya menuju kamar satu – satunya yang berada di apartment ini dengan cepat.

“YA! Ireona! Kim So eun ada disini!” teriak Donghae tepat ketelinga Kyuhyun. Detik selanjutnya pria itu segera bangun dari tidurnya melemparkan selimut yang membalut tubuhnya dan menatap Donghae dengan mata membulat sempurna.

ooOoo

Kedua manusia itu terlihat sangat canggung dengan situasi yang sedang mereka hadapi sekarang. Kim So eun masih tetap menundukkan kepalanya seperti mencari cara untuk mengajak Kyuhyun berbicara. Sedangkan pria itu terlihat seperti biasanya, tetap dingin dan pandangan nya terasa kosong. Taman kota yang menjadi tempat mereka berada saat ini masih terlihat sepi, tak terlalu banyak orang yang berkeliaran disana karena jam sekarang adalah jam untuk belajar dan berada dikantor.

“Ada yang ingin kau katakan?” Kyuhyun membuka percakapan diantara mereka. Kim So eun sedikit mengangkat wajahnya mengadap Kyuhyun saat mendengar ucapan pria ini. Dia menganggukkan kepalanya dengan ragu – ragu. Gadis ini terlihat sangat gugup dan butiran air kecil sudah terlihat keluar dari pelipis nya.

“Apa itu?” Tanya Kyuhyun masih dengan suara dingin. Kim So eun tak menjawab, gadis itu membuka tas kecilnya dan mengambil sesuatu dari dalamnya. Sebuah gambar yang terlihat sangat hitam. Dia memberikan gambar tersebut pada Kyuhyun tanpa menatap mata pria itu. Kyuhyun yang tidak mengerti hanya menyerngitkan dahinya dan mengambil gambar yang So eun berikan. Jantung pria itu berdetak sangat cepat saat melihat apa yang ada di depannya. Sebuah gambar yang berisi dengan janin yang masih sangat kecil. Tangan Kyuhyun bergetar hebat saat memegang benda tersebut.

“Aku…” Kim So eun mengangkat wajahnya menatap wajah Kyuhyun yang saat ini masih terlihat sangat terkejut hanya dengan melihat gambar kecil itu.

“Aku… Aku hamil_Cho Kyuhyun” jantung Kyuhyun seolah terhenti saat mendengar ucapan So eunp. Pria itu mengalihkan tatapannya mengahadap So eun dengan mata membuka lebar. Dia hamil? Terlebih lagi dia memanggil pria ini dengan sebutan Cho Kyuhyun?

Tbc.

“Gugurkan!”

Plak

“Aku tidak akan pernah melakukannya!”

“Kau masih belum menghilang?”

“Jangan pernah mengatur hidup ku”

“Cho Kyuhyun kau pasti sudah gila!”

“Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa bersamanya”

Bugh

“Lalu dengan cara mu membunuh anak mu kau pikir semuanya akan selesai?!”

Gimana? Tambah aneh kan!? -_-

Ditinggu komennya ya my lovely readers ^_^

Sampai ketemu di waktu selanjutnya #lamabitanganDdangkoma :*

Advertisements

62 thoughts on “7 Years of Love (part VI)”

  1. Ini makin kesini kok ssi kyu makin menderita. Wew so eun hamil? Ayoo kyu tanggungjawab. Uda muncul aja di depan publik, gak usah peduliin saham perusahaan. Hahaha. Jangan mengalah trus kyu. Skali2 egois. Suka suka suka.

  2. Dont do it that so eun ssi kyuhyun pst lg frustasi sm hidupnya.. I hope u can strong and be a patient man kyuhyun.. Amigooooo gyuhyun benerr2 dh pengen di bikin perkedel ni tokoh :p

  3. nahhh kan so eun hamil anak kyuhyun
    teganya kamu kyu kalo minta so eun buat menggugurkan bayimu
    ….
    gyuhyun mulai menampakkan wujud aslinya yanh seperti iblis
    bahkan sama saudaranya sendiri dia tega berbuat itu

  4. haaa gyu benar2 melakukan itu pd kyu. oh kyu untung ada sahabatmu. setidaknya kau tidak sendiri. bravo untuk ahra sekali lihat sudah langsung mengenali gyu. apa so eun sudah tau dan ternyata dia hamil. semoga ini awal agar kyu dan so eun bersatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s