comedy, Romance

Bad Boys (Part IV)

Gambar

 

Cast: Cho Kyuhyun

Kim So eun

Jung Yong Hwa

Kim Sang Bum

Kim Ryeowook

Lee Donghae

Choi Siwon

Lee Hyuk Jae

Kim Yesung

Yoo Seung Hoo

Genre: Comedy, romance, School life

Desclimer: krik… krik… saya tidak tahu mau ngomong apaan -,- maaf buat kalian menunggu untuk membaca FF Gaje ini. Jika kalian tidak suka dengan FF nya gak usah di baca ya ^^ dari pada kalian membash saya itu membuat hati saya sakit T_T. seperti biasa setiap FF yang ada di blog ini hasil pemikiran saya sendiri ^^ jadi dimohon dengan sangat untuk tidak memplagiat. Kalau mau plagiat minta ijin dulu ya ^^. Ya udah Happy reading aja ><. Typo bergentayangan diamana – mana ><

Story Beginning

Pria berwajah tampan bernama Jung Yong Hwa itu masih menatap gadis yang berada tak jauh darinya dengan senyuman yang masih setia terukir indah di bibir tebalnya. Kim So eun, gadis itu sedikit mengeluarkan keringat dingin saat melihat senyum pria yang berada di depannya. Tak dapat di pungkiri jika gadis itu terpesona dengan senyum tipis dan indah itu. Tapi dengan cepat dia menggelengkan kepalanya sesaat setelah dia mengingat bahwa ia tidak boleh terlibat dengan pria bernama Cho Kyuhyun dan Jung Yong Hwa.

“Kau kenapa?” Yong Hwa bertanya dengan menautkan kedua alisnya saat melihat gadis itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Hah? Tidak apa – apa…” jawab So eun cepat “Maaf, saya permisi” dia segera berlari keluar dari ruangan ini setelah mengucapkan kalimat itu membuat Yong Hwa menatap punggung gadis itu dengan heran. Beberapa detik kemudian dia menyunggingkan senyum nya.

“Gadis aneh”

===>

Kim So eun melajukan langkahnya dengan kecepatan penuh. Seperti biasa, jika gadis itu sedang dilanda kepanikan dia akan melupakan segala hal kecuali yang membuatnya panic saat itu juga. Termasuk melanggar ucapan Kim Bum yang mengatakan bahwa tidak boleh berlari didalam sekolah ini.

“Gadis berseragam dengan rambut yang dikuncir kuda yang berada di lantai dua segera menuju keruang TU sekarang juga!” Kim So eun menghentikan langkahnya saat dia mendengar suara seorang guru memanggil seseorang melalui microphone yang terdengar keseluruh penjuru sekolah ini.

“Sekali lagi gadis yang berada di lantai dua dengan rambut yang dikuncir dan memakai sepatu hitam juga tas ransel biru segera keruangan TU sekarang juga!” perintah itu terdengar lagi. So eun melihat kesekelilingnya memastikan bahwa ada orang lain selain dirinya di lantai dua ini. Nihil, gadis itu tidak menemukan siapapun disana kecuali dirinya yang berdiri dengan tatapan bingung. Semua murid yang berada di lantai dua ini sudah memasuki kelas mereka lebih dari 10 menit yang lalu.

Kembali gadis itu mengarahkan kepalanya mencari sesuatu yang membuat dia bisa terlihat oleh guru yang berada di ruangan TU sana. Padahal jarak dari tempat So eun berdiri dengan ruangan TU sangatlah jauh. Gadis itu menghembuskan napasnya pelan, wajah gadis itu terlihat kusut saat dia melihat beberapa CCTV yang berada di lantai dua ini. Pantas saja dia bisa terlihat meskipun mereka jauh dari tempatnya berdiri. Sesaat dia sadar kesalahan yang telah dia perbuat yaitu melanggar peraturan sekolah ini dengan berlari di koridor.

===>

“Ini hari pertama mu masuk kesekolah ini dan kau sudah bermasalah Kim So eun” batin gadis itu.  Gadis berambut ikal itu menundukkan kepalanya melihat ujung sepatu mahal yang dia kenakan. Jari – jari mungil gadis itu memegang ujung rok mini yang dia kenakan. Gadis itu terlalu takut untuk melihat wajah tegas guru pria bernama Park Jung Soo itu. Mata tajam pria berusia 32 tahun itu terus menatap So eun dari ujung kaki hingga kepala membuat gadis ini sedikit risih diberikan tatapan seperti itu.

“Kenapa lutut mu?” Tanya guru berkemeja coklat itu pada So eun dengan suara tegas dan dingin. Meskipun terkenal dengan tegas dan dingin Park Jung Soo terkenal dengan guru yang perhatian pada murid – muridnya. Kim So eun mengangkat sedikit wajahnya menatap gurunya dan dengan pelan dia berkata

“Aku terjatuh saem”

“Di hari pertama mu masuk sekolah?”

“Ne saem”

“Nama?”

“Kim So eun”

“Kim So eun-ssi, kau tahu kau baru saja melanggar peraturan sekolah ini?” Tanya Jung Soo dengan tegas lagi. Gadis itu tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya.

“Sesuai peraturan kau harus diberikan hukuman” ujar Jung Soo lagi dengan tegas. Kim So eun menghela napasnya pasrah kemudian dia berkata

“Ne Saem”

Brak

Pintu ruang guru TU ini terbuka seketika dan menampilkan sosok yang begitu So eun kenal. Jung Soo membalikkan badannya menghadap pintu ruangan ini dan terlihat wajah dingin dan sombong pria itu berdiri didepan pintu sana dengan gaya angkuhnya. Siswa berseragam sekolah ELF ini menatap So eun dan Jung Soo bergantian. Dengan perlahan pria itu melangkahkan kakinya mendekati keduanya dengan kedua tangannya yang berada di dalam saku celana sutra yang ia kenakan. Dia melangkah bagaikan model membuat siapa saja yang melihat wajah itu akan menjerit histeris. Tapi tidak dengan Jung Soo dan So eun. Kim So eun menatap wajah pria itu dengan terkejut, bertanya dalam hati kenapa pria ini bisa berada diruangan yang sama dengannya. Sedangkan Park Jung Soo menatap malas pria berambut kecoklatan itu.

“Siapa yang memberikan mu ijin untuk menghukum nya” ujar pria itu dengan dingin menatap wajah Jung Soo.

Park Jung Soo menghembuskan napasnya melihat kelakuan pria kurang ajar ini.

“Ini tidak ada hubungannya dengan mu Cho Kyuhyun” ujar Jung Soo tak kalah dinginnya dari pria bernama Cho Kyuhyun itu.

“Park Jung Soo – ssi, kurasa kau tahu betul siapa pemilik sekolah ini” Kim So eun membulatkan matanya saat dia mendengar Kyuhyun memanggil pria yang jauh lebih tua itu darinya tanpa sebutan guru dan hanya menyebutnya dengan sebutan ‘ssi’. Benar – benar tidak sopan.

“Ya, aku tahu betul Cho Kyuhyun, pemiliknya adalah Cho Younghwan bukan Cho Kyuhyun” jawab Jung Soo datar dan menyunggingkan senyuman pada Kyuhyun.

“Kau mau kehilangan restu ku untuk menikahi si Ahra?”

Diam. Park Jung Soo menatap Kyuhyun dengan wajah murka. Ingin rasanya dia segera menghadiahi pukulan di wajah tampan pria itu untuk membuatnya sadar dari kesombongan dunia ini. Ya, Kyuhyun memang bisa mengancam siapapun untuk kepuasannya dan semua yang dia katakan tidak akan ada yang bisa membantahnya kecuali Cho Ahra, kakak perempuannya.

Kyuhyun memperlihatkan evil smirknya pada Jung Soo, menandakan bahwa dia menang dalam perang kecil ini. Berjalan dengan perlahan, dia menghampiri So eun yang masih menatap kedua pria itu dengan terkejut, tidak mengerti dengan pembicaraan keduanya. Kim So eun seolah tersadar dari lamunannya saat dia merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang. Cho Kyuhyun, siapa lagi yang suka menarik tangannya kalau bukan pria ini. Dia menatap Jung Soo yang melihat keduanya keluar dari ruangan ini, tak ada perlawanan dari Jung Soo yang membiarkan murid nya pergi begitu saja tanpa selesai berbicara.

Gadis itu teringat akan ucapan Ryeowook yang mengatakan bahwa kelima pria yang dia temui lebih berbahaya dari anak mafia. Dan ucapan itu memang benar – benar sepenuhnya benar. Kim So eun sedikit ketakutan saat Kyuhyun membawanya melewati lorong yang cukup gelap dan berakhir di sebuah ruangan yang sama seperti saat Kyuhyun membawanya tadi.

Kyuhyun melepaskan tangannya dari pergelangan tangan gadis ini, melihat wajah So eun yang sedikit mengeluarkan keringat karena ketakutan. Senyum menyebalkan itu terlihat lagi diwajah tampannya. Dia berjalan menjauhi So eun menghampiri lemari berukuran sedang yang berada diruangan ini, mengambil sesuatu dari sana. Sebuah benda dengan bentuk kotak yang berwarna putih. Kyuhyun menatap wajah So eun yang masih setia berdiri didepan pintu sana, menundukkan kepalanya dan menggigit ujung bibirnya karena ketakutan.

“Mendekatlah” seru Kyuhyun pada gadis itu. Kim So eun masih tidak mendekat, dia masih berdiri disana dengan wajah ketakutan.

“Mendekatlah Kim So eun, atau aku yang akan menggendong mu kesini” ujar Kyuhyun sedikit kesal. Kim So eun mengangkat wajahnya seketika saat mendengar ucapan Kyuhyun. Dalam hati gadis ini mengumpat pada pria berwajah tampan itu. Dia benar – benar tidak sopan. Oh, tentu saja Kim So eun, pada gurunya saja dia berlaku kurang ajar apalagi pada gadis seperti mu. Batin gadis ini.

Dia berjalan perlahan mendekati Kyuhyun yang berdiri didepan sofa yang ada diruangan ini. Beberapa langkah lagi dia akan tiba tepat didepan pria ini, tak sabar dengan langkah So eun yang begitu pelan, segera dia menarik tubuh gadis itu dan mendudukkannya di atas sofa tersebut. Kim So eun memekik kaget dengan perlakuan Kyuhyun. Kembali gadis itu memekik saat dia merasakan Kyuhyun memegang kakinya, lebih tepatnya melihat luka yang berada dilutut nya. Kim So eun sedikit terkejut dengan kelakuan Kyuhyun yang tiba – tiba saja meniup luka itu dengan pelan membuat So eun merinding dibuatnya. Kyuhyun mengobati luka itu dengan sangat pelan dan hati – hati. Sekalipun Kyuhyun sudah berbuat pelan, tetap saja rasa sakit dan perihnya di rasakan oleh So eun. Gadis itu menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk mencegah suaranya keluar karena memekik kesakitan. Kyuhyun menghentikan sejenak aktivitasnya dan menatap wajah So eun yang terlihat menahan rasa sakit. Jantung pria ini berdetak begitu cepat melihat wajah So eun yang begitu dekat dengannya, belum lagi melihat wajah So eun yang menggigit bibir bawahnya karena menahan rasa sakit membuat Kyuhyun harus menelan salivanya dengan susah payah.

Sial. Pria itu mengumpat kesal melihat wajah So eun yang entah kenapa begitu mempesona dirinya. Dia menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikiran kotor yang datang menghampiri otaknya secara tiba – tiba. Kembali dia focus mengobati luka gadis itu dengan perlahan dan hati – hati. Waktu terasa berlalu begitu lama begi keduanya, padahal Kyuhyun hanya mengobati luka kecil tapi kenapa rasanya waktu berjalan begitu lambat.

Kyuhyun bernapas lega saat dia selesai mengobati luka gadis itu. Begitu juga dengan So eun, dia membuka kedua matanya saat dia sudah tidak merasakan tangan Kyuhyun  berada dikakinya. Perlahan gadis itu membuka matanya, dan betapa terkejutnya gadis itu saat dia melihat wajah Kyuhyun begitu dekat dengannya. Mata tajam pria itu menatap tepat ke manic matanya membuat jantung gadis ini berdetak dengan kecepatan penuh. Jantungnya semakin berulah saat mata Kyuhyun perlahan menurun menuju bibir merah nya yang sedikit membengkak dan merah karena gigitannya tadi.

Napas So eun seolah terhenti saat dia merasakan hembusan napas Kyuhyun menerpa kulit mulusnya, belum lagi bibir pria itu yang semakin mendekat ke bibirnya. Beberapa centi lagi bibir penuh itu akan mendarat mulus diatas bibir So eun. Ketegangan semakin menghinggapi gadis ini, dia tidak bisa berbuat apa pun kecuali hanya bisa diam karena mengatur detak jantungnya yang begitu tak karuan.

Sedikit lagi bibir itu pasti akan menempel di atas bibirnya, tapi sebelum hal itu terjadi, gadis ini sedikit terkejut saat mendengar suara Kyuhyun.

“Jangan pernah menggigit bibir mu lagi, biarkan aku yang melakukannya” suara pria itu terdengar serak menahan rasa frustasi yang ada pada dirinya. Tatapan Kyuhyun kembali menuju pada mata So eun, dengan jarak yang sangat dekat. Perlahan Kyuhyun menutup kedua matanya mendekatkan wajahnya pada gadis yang berada didepannya, Kim So eun semakin berdebar saat melihat Kyuhyun menutup kedua matanya, dan perlahan gadis itu juga menutup kedua matanya. Hidung mancung keduanya sudah bertemu dan tinggal hitungan jari bibir keduanya pasti akan bertemu jika saja suara teriakan yang memekikkan telinga itu tidak mengganggu mereka.

“Andwae!!!” suara teriakan keempat pria yang berada diruangan ini menghentikan aksi Kyuhyun. Pria itu seketika menundukkan kepalanya membenamkannya pada lekukan leher So eun. Mengeram kesal karena ulah para sahabatnya yang mengganggu kegiatannya.

Yesung, Siwon, Eunhyuk dan Donghae segera berlari menghampiri mereka berdua dan dengan cepat menjauhkan So eun dari Kyuhyun. Terlihat keempat orang itu melindungi tubuh So eun di belakang tubuh kekar mereka. Kyuhyun menatap marah dan kesal pada keempat orang itu, sedangkan So eun yang masih belum sadar sepenuhnya hanya bisa pasrah ditarik paksa oleh Yesung, Eunhyuk, Siwon dan Donghae. Berada didekat pria itu membuat akal sehat So eun menghilang entah kemana.

“Kalian ini benar – benar….”

“Cho Kyuhyun berani kau menyentuh nya kau akan berurusan dengan ku” ujar Siwon marah yang dijawab anggukan dari ketiga orang itu menyetujui ucapan Siwon.

“YA! Kalian ini…”

“Jangan pernah berbuat mesum di tempat ini, terlebih lagi kepada Kim So eun – ku yang manis” ucap Eunhyuk dengan nada marah juga. Kyuhyun membulatkan matanya sempurna menatap Eunhyuk tidak percaya.

“M_mwo? Kim So eun – ku? Hah, Lee Hyuk Jae memang nya yang memasukkan gadis itu kesini siapa?” teriak Kyuhyun tidak terima.

“Yang memasukkannya presiden Cho Younghwan bukan kau” ujar Yesung tak kalah sinis nya dari kedua orang tadi.

Kyuhyun – pria berambut kecoklatan berkulit putih dan bertubuh tinggi itu menatap keempat sahabatnya dengan tatapan membunuh. Tak pernah dia mendapatkan perlawanan seperti ini dari mereka seumur hidupnya. Mata tajam pria itu beralih pada gadis yang berada dibelakang tubuh mereka. Terlihat gadis itu sedikit gugup saat matanya dan mata tajam Kyuhyun bertemu.

Dengan cepat Donghae membawa lari gadis itu dari ruangan ini, membuat mereka semua terkejut seketika.

“YA! Lee Donghae!!!” teriak mereka yang melihat Donghae membawa So eun saat mereka semua sibuk dengan adu mulut mereka. Ya Tuhan kenapa mereka memperlakukan gadis itu seperti mainan, memperebutkannya sesuka hati mereka.

===>

Sebuah mobil berwarna hitam itu terlihat berhenti tepat didepan sebuah restoran Kona Beans. Seorang gadis dan pria berpakaian SMA terlihat keluar dari dalamnya. Sang pria menatap tempat ini dengan mata menyipit dan melihat gadis yang berada tak jauh darinya. Mendekati gadis itu dan menatap tempat itu dengan tatapan sulit diartikan.

“Kau yakin bekerja disini?” Tanya pria itu padanya. Sang gadis hanya mengangguk antusias dan tersenyum pada nya.

“Kajja…” ajaknya pada teman pria nya itu. Gadis itu membuka pintu kafe ini dan seketika membungkuk hormat dan mengucapkan salam pada orang yang berada didalamnya.

“Kau sudah pulang?” Tanya sang manager Shindong yang melihat gadis itu sudah berada di tempat ini. Berjalan mendekati So eun dan ingin bertanya tentang beberapa pria berpakaian hitam tadi pagi yang membuat kafe ini jadi heboh seketika. Gadis bernama Kim So eun menjawab dengan sopan pada managernya. Perhatian Shindong beralih pada pria yang berada di samping So eun. Mengerutkan keningnya melihat penampilan pria ini. Merasa heran karena ini pertama kalinya So eun membawa seorang pria ketempat kerjanya kecuali Yoo Seung Hoo, adik kelas nya di SMA nya yang dulu.

“Nuguya? Namchinniya?” sambar Shindong sambil mengedipkan matanya nakal pada So eun. Gadis itu terlihat terkejut dengan penuturan Shindong, begitu juga dengan pria yang berada disampingnya terlihat terkejut dan sedikit malu.

“A… ania…” elak So eun cepat dan gugup.

“Keluar dari dapur ku! sudah kubilang So eun belum pulang!” teriakan Ryeowook yang berada di dapur itu sampai terdengar keluar ini. Serentak ketiga orang itu menatap tempat Ryeowook. Terlihat seorang namja tinggi dan berwajah tampan diusir Ryeowook dari dapur sana dengan menggunakan spatula yang berada ditangannya. Pria itu mencibir tak karuan pada Ryeowook dan memberikan kata – kata kasar pada pria kurus itu.

“Seung Hoo –ya…” panggil So eun membuat pria yang dipanggil dengan sebutan Seung Hoo itu beralih cepat menatap So eun saat mendengar suaranya.

“Noona…” teriak pria itu manja dan segera berlari kepelukan So eun. Ryeowook  memutar bola matanya malas melihat kelakuan bocah itu. Melihat Seung Hoo yang memeluk So eun seperti memeluk ibunya manja. Mencium kedua pipi So eun dan ingin mencium bibir cherry gadis itu tapi dengan cepat So eun mencubit bibir Seung Hoo, membuat pria itu mengerucutkan bibirnya kesal.

“Noona… tega sekali kau meninggalkan ku sendirian dan pindah sekolah” ujar Seung Hoo kesal pada So eun. Gadis itu hanya bisa memberikan senyumnya pada Seung Hoo dan meminta maaf padanya. Kibum – pria yang di bawa So eun terlihat tidak suka dengan kelakuan Seung Hoo yang memeluk So eun seenaknya saja.  Pria berkulit putih dan tampan itu mencibir melihat tingkah Seung Hoo yang seperti anak kecil di depan So eun. Menggelengkan kepalanya dan menyipitkan kedua matanya memperhatikan Seung Hoo secara keseluruhan. Suara decakan terdengar keluar dari bibir Kim Bum saat ia melihat penampilan Seung Hoo.

Mata Ryeowook memperhatikan pria yang di samping So eun. Merasa tidak asing dengan wajah tampan itu. Dia yakin pernah melihat wajah itu dan dia yakin sangat mengenal wajah itu. Tapi, dia tidak ingat siapa pria itu tepatnya. Menghiraukan panggilan pengunjung yang memintanya untuk membawakan sebuah kue, dia masih terus memperhatikan pria itu dengan teliti. Pelanggan yang berada di depan Ryeowook terlihat kesal karena pria kurus itu tidak memperdulikan ucapan mereka yang terlihat sedang memasan. Lee Sungmin yang melihat kekacauan itu segera keluar dari kasir dan menyahuti setiap ucapan pelanggannya. Dia berbicara pada Ryeowook agar pria itu segera mengambilkan pesanan mereka. Tapi sepertinya Sungmin juga mendapatkan perlakuan yang sama seperti para pelanggannya dari Ryeowook, yaitu dihiraukan oleh si koki ini. Seketika mata Ryeowook membulat sempurna, ia menjerit histeris saat mengingat wajah itu. Membuat semua orang menatap heran padanya. Dia menjatuhkan spatulanya seketika membuat semua orang lebih menatap tidak percaya kearahnya. Hal langka bagi mereka melihat Ryeowook menjatuhkan benda tersayangnya itu.

“Kim Bum –aaah…” jeritnya histeris dan berlari segera kepelukan pria itu. Membuat beberapa orang yang berada di dapannya dia tabrak tanpa perduli. Pria bernama Kim Bum itu membulatkan matanya sempurna saat menerima pelukan Ryeowook yang begitu kencang membuat dia tidak bisa bernapas.

“Ini benar kau kan!? Aigoo kenapa kau bisa bersama So eun… aish aku begitu merindukan mu bodoh” ujar Ryeowook histeris lagi dan kembali memeluk tubuh Kim Bum. Belum sempat pria itu bernapas dengan teratur dia sudah dikagetkan lagi dengan pelukan Ryeowook yang begitu erat.

“Wookie…. Na… napas ku” ujarnya susah payah mencoba melepaskan pelukan Ryeowook. Sadar dengan ucapan Kim Bum dia segera melepaskan pelukannya dan tersenyum senang melihat sahabatnya ini.

“YA! Ini Bukan Tempat Reunian!” teriak Shindong pada mereka membuat keempat orang itu terdiam ditempatnya.

“Kembali Bekerja Bantu Sungmin” ujar Shindong tegas. So eun dan Ryeowook menundukkan kepala mereka dan mengangguk cepat. Kim Bum dan Seung Hoo terlihat memperhatikan kedua orang itu dengan tawa yang ditahan, memperhatikan mereka yang kembali bekerja dan membiarkan Sungmin kembali menjaga kasir.

===>

“Jjinja?” Lagi. Ryeowook lagi – lagi menjerit histeris saat dia mendengar bahwa So eun dan Kim Bum berada di sekolah yang sama. Pria kurus itu terlihat menghembuskan napasnya kasar dan menatap mereka dengan tatapan iri. Saat ini keempat orang itu berada disalah satu meja yang berada di kafe ini, mereka istirahat sejenak saat pelanggan yang berada di kafe ini mulai berkurang.

“Ck… menyebalkan, seharusnya aku juga berada di sekolah yang sama” ujarnya kesal dan meminum susu yang berada didepannya. Kim Bum menatap prihatin sahabatnya itu, menepuk pundak Ryeowook memberi semangat untuk pria kurus ini. Yoo Seung Hoo terlihat tak pernah lepas dari So eun, pria itu terus saja menempel pada So eun, mengaitkan lengannya pada lengan So eun dan menyendarkan kepalanya di pundak gadis ini. So eun hanya membiarkan pria berusia 16 tahun itu melakukan keinginannya, sudah terbiasa karena jika memang Seung Hoo merindukannya pria itu pasti akan selalu bersikap seperti itu. Bermanja – manja padanya.

“Noona… ambilkan kue itu” ujar Seung Hoo pada So eun. Gadis itu segera mengambilkan kue yang berada tepat di depan Kim Bum dan memberikannya pada pria itu, menyuapkannya dan bisa ditebak Seung Hoo tersenyum senang membuka mulutnya. Kim Bum menatap mereka dengan mata membulat dan mulut sedikit terbuka. Terlihat bahwa saat ini So eun seperti seorang ibu yang menyuapi anaknya. Pria itu menghembuskan napasnya kasar dan menggelengkan kepalanya.

“Bum –ah, kau harus mengunjungi ku setiap hari” rengek Ryeowook pada Kim Bum membuat Kim Bum mengalihkan tatapannya pada sahabat kecilnya yang berada disampingnya.

“Ne… aku pasti akan berkunjung setiap hari” ujar Kim Bum padanya, menenangkannya. Ryeowook tersenyum senang mendengarnya, segera dia memberikan pelukan ringan pada pria itu dengan erat, membuat Kim Bum lagi – lagi kesulitan bernapas. Pria ini benar – benar tidak berubah. Selalu saja suka memeluk tubuh Kim Bum, bahkan Kim Bum sendiri merasa heran, kenapa pria ini suka sekali memeluk tubuhnya dari pada memeluk tubuh So eun. Saat mereka tidur bersama sejak kecil dulu, Kim Bum selalu menempatkan So eun di tengah mereka, tujuannya agar Ryeowook tidak bisa memeluknya. Bukannya berhasil saat mereka bangun dipagi hari sudah dipastikan Ryeowook memeluk tubuhnya dengan erat dan tubuh So eun sudah berada di sudut ruangan itu. Dia tertawa kecil mengingat kenangan kecil mereka yang begitu konyol.

Suara pintu kafe ini terdengar terbuka membuat mereka berempat melihat bersamaan kearahnya. Terlihat dua orang pria berpakaian serba hitam menghampiri meja mereka. Tepatnya menghampiri So eun. Kedua pria itu menunduk memberi hormat pada So eun terlebih dahulu dan kemudian berkata…

“Tuan Besar ingin bertemu dengan anda” ujar salah satu diantara keduanya. So eun mengerutkan keningnya mendengar ucapan pria yang tak dia kenal. Tuan Besar? Siapa itu? Seingat So eun dia tidak pernah berurusan dengan pria yang disebut dengan ‘Tuan Besar’

“Ne?”

“Silahkan nona ikut kami” ujarnya kembali. Mempersilahkan So eun untuk berjalan di depan mereka. Terlihat keraguan di wajah gadis ini. Kim Bum Ryeowook dan Seung Hoo menatap So eun seperti meminta penjelasan, tapi gadis itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti mencoba meminta pertolongan pada ketiga pria yang berada di depannya.

“Maaf sepertinya anda salah orang. So eun tidak pernah mengenal siapa ‘Tuan Besar’ kalian” Kim Bum angkat bicara mencoba menolong temannya itu. Kedua pria itu menatap Kim Bum sejenak kemudian menundukkan kepala mereka memberti hormat terlebih dahulu sebelum menjawab perkataan Kim Bum.

“Maksud kami Bapak Presiden ingin bertemu dengan anda nona Kim So eun” jawab nya kembali. Seung Hoo dan Ryeowook membulatkan mata mereka sempurna saat mendengar bahwa presiden ingin bertemu dengan gadis yang mereka kenal.

“Pergilah, seperti nya itu hal penting” ujar Kim Bum pada So eun setelah dia mendengar nama pemimpin Negara ini. So eun terlihat ketakutan saat mendengar ucapan Kim Bum. Pria itu tersenyum sejenak pada So eun, menganggukkan kepalanya.

“Tidak apa – apa, itu hal biasa bagi siswa transfer bertemu dengan Beliau” ujar Kim Bum menenangkan So eun. Perlahan gadis itu menganggukkan kepalanya dan beranjak dari kursinya, berjalan didepan kedua pria berpakaian serba hitam itu.

===>

Kyuhyun menatap orang – orang yang berada didepannya dengan tatapan tajam seperti biasa. Tidak mengerti kenapa mereka semua berkumpul ditempat seperti ini. Ruang keluarga besar Cho. Mata tajam nya menatap pria yang berada didepannya dengan tatapan tidak suka. Pria yang mempunyai marga Jung itu, pria yang selalu menjadi saingannya dan pria yang berumur tak jauh darinya. Pria itu menatap Kyuhyun dengan tatapan tak kalah tajam, kedua orang itu terlihat seperti sedang melakukan komunikasi melalui mata mereka.

Pletak… Pletak…

Dua pukulan itu mendarat tepat di kepala Kyuhyun dan Yong Hwa bersamaan. Mereka menatap wanita tua yang memakai kacamata itu bersamaan dan mencibir tak karuan.

“Aish… haelmonie…” keluh keduanya bersamaan pada nenek tua itu.

“Berhenti bertatapan seperti itu” ujar nenek tua itu tegas pada mereka. Kyuhyun dan Yong Hwa menatap kesal pada nenek tuanya, mencibir tak karuan dan kembali melemparkan tatapan membunuh. Suara langkah kaki seorang wanita dengan menggunakan high heels nya membuat mereka menatap bersamaan pada gadis yang akan memasuki ruangan ini. Seorang gadis berambut lurus sebahu memakai kemeja kantornya mentap mereka semua yang berada diruangan ini. Berjalan dengan lesu kearah mereka, menjatuhkan tubuh langsing nya tepat di samping Kim Hana – ibunya.

“Kau pasti kelelahan” ujar seorang wanita berusia sekitar 40 tahun yang duduk tepat di samping Yong Hwa. Dia – Cho Haerin, adik kandung Cho Yonghwan. Gadis berusia 25 tahun itu melihat wanita itu dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, menyandarkan kepalanya pada bahu ibunya yang berada tepat disampingnya. Bermanja sejenak pada ibunya karena kelelahn bekerja setiap hari.

Gadis bernama Ahra itu melihat mereka semua, matanya seperti menacari seseorang yang mengumpulkan mereka semua berada di tempat ini.

“Dimana appa?” Tanya gadis itu pada ibunya.

“Sebentar lagi dia pasti tiba” ujar ibunya lembut dan membelai lembut rambut putrinya yang terlihat kelelahan.

“Kenapa lama sekali, sebenarnya apa tujuan appa mengumpulkan kita semua?” ujar Kyuhyun kesal tapi matanya masih tetap tidak bisa beralih dari Yong Hwa. Sama halnya dengan pria itu juga yang tidak mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun.

“Berada diruangan yang sama dengannya membuat ku mual” ujarnya sinis menatap Yong Hwa.

“Kau pikir kau saja yang mual. Aku juga mual, bahkan lebih mual dari mu” balas Yong Hwa dengan nada yang lebih sinis dari Kyuhyun. Kembali mata kedua orang itu berperang seolah tatapan mata keduanya bisa saling membunuh.

Pletak… Pletak…

Lagi – lagi kedua orang itu mendapatkan pukulan di kepala mereka membuat keduanya meringis kesakitan lagi. Dan bersamaan menatap orang yang memukul mereka. Kali ini bukan nenek tua itu lagi yang memukul melinkan Ahra, kakak Kyuhyun.

“Aish…. Noona…” kesal kedua nya bersamaan menatap Ahra dengan tatapan tidak suka.

“Apa kalian tidak pernah lelah bertengkar setiap kalian bertemu” ujar Ahra pada keduanya. Kedua orang tua mereka hanya bisa diam membiarkan gadis itu mengurus Kyuhyun dan Yong Hwa. Tak ada yang bisa menghentikan pertengkaran kecil kedua pria tampan itu selain Ahra neneknya dan juga tuan Cho.

“Ini bukan salah ku, salahnya kenapa berada dirumah ku” ujar Kyuhyun sinis.

“Kau pikir aku juga mau menginjakkan kaki ku dirumah mu? Nado Shireo” ujar Yong Hwa lebih sinis.

“Sekali lagi kalian bicara akan kukurung kalian berdua di satu kamar” ancam Ahra membuat keduanya membulatkan mata sempurna dan menutup mulut mereka seketika. Ahra kembali ketempat duduknya dengan menatap mereka berdua bergantian dengan tatapan membunuh. Tak ada lagi yang berani bicara setelah itu, hanya keheningan yang tercipta di ruangan ini. Tak berapa lama kembali pintu ruangan keluarga ini terbuka, menampilkan sosok pemimpin keluarga dan juga Negara ini. Tersenyum hangat pada kelaurga besarnya. Kyuhyun dan Yong Hwa membulatkan mata mereka sempurna saat melihat seorang gadis yang mereka kenal berada diruangan ini bersama dengan Tuan Cho. Seketika Ahra, Kim Hana, Cho Haerin dan nenek tua itu berdiri dari duduk mereka menunduk hormat pada gadis itu, membuat gadis mungil itu terkejut dan spontan saja dia membungkukkan badannya. Bersamaan kedua pria itu saling memandang tidak mengerti dan mentap keluarga mereka yang begitu tunduk pada gadis itu. Kim So eun.

===>

“Apa?” jerit Kyuhyun dan Yong Hwa hampir bersamaan dengan nada tertahan saat mendengar penjelasan Tuan Cho. Kedua pria itu menatap wajah So eun, mengamati gadis itu dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat So eun semakin menundukkan kepalanya.

“Eiiigh… Tidak mungkin” kembali mereka bersuara secara bersamaan dan tertawa kecil mengetahui hal konyol itu. Tuan Cho menatap kedua orang itu, menatap kyuhyun putranya dan mentap Yong Hwa yang sudah ia anggap seperti putra sendiri.

“Itu benar” ujar Tuan Cho pada keduanya. Kyuhyun dan Yong Hwa terlihat berpandangan, kelihatan tubuh mereka sedikit menegang mengetahuinya. Menggelikan. Pikir keduanya bersamaan. Yang benar saja kalau keluarga yang dicari oleh keluarga mereka adalah keluarga So eun. Dan juga hal konyol yang baru saja mereka dengar adalah bahwa salah satu dari mereka akan menjadi pasangan gadis itu kelak. Kyuhyun tertawa hambar menatap So eun dengan tatapan sulit diartikan, berbeda dengan Yong Hwa yang terlihat biasa saja dan kembali memasang wajah dinginnya.

“Jangan bercanda! Yang benar saja ada hal konyol seperti itu di dunia ini” ujar Kyuhyun sedikit emosi. Menatap keluarganya dengan tatapan marah.

“Lagi pula yang melakukan perjanjian itu kakek ayahnya So eun dan Kakek appa, bukan appa, jadi kami tidak akan melakukan perjanjian konyol itu” ujarnya marah.

“Untuk kali ini aku setuju dengan Kyuhyun” dukung Yong Hwa yang sepenuhnya tidak setuju dengan perjodohan ini. Tuan Cho menatap kedua pria itu dengan menghembuskan napasnya pelan, mengamati wajah kedua orang itu dengan tatapan sendu. Terlihat So eun menegang saat mendengar ucapan Kyuhyun dan Yong Hwa. Jika boleh jujur gadis ini juga tidak ingin melanjutkan perjanjian kakek ayahnya, tapi karena janji itu sudah terlanjur ada dan belum bisa ditepati hingga sekarang ini membuat mereka harus menepati janji kedua orang yang sudah tiada itu.

“Kyuhyun –ah, Yong Hwa –ah…” kali ini yang memanggil adalah nenek tua yang berada diruangan ini. Dia memandang kedua cucunya itu dengan tatapan memohon.

“Tidak” jawab mereka serentak menolak permohonan neneknya yang bahkan belum berbicara itu.

“Lakukanlah karena kakek kalian, appa mohon” ujar Tuan Cho melembut pada keduanya.

Kedua orang itu masih diam. Tidak tahu harus bersikap seperti apa. Memang benar jika tidak sepenuhnya mereka menolak perjodohan ini, tapi harga diri keduanya tidak ingin jatuh karena semua orang akan mengetahui bahwa mereka, orang tertampan di Korea Selatan ini menikah karena perjodohan. Belum lagi gadis itu berasal dari keluarga yang cukup dibilang miskin. Harga diri mereka lebih tinggi dari pada apapun, dan sudah jelas mereka menolaknya.

Perjanjian konyol yang menjodohkan kedua putra putri mereka jika mereka sudah mempunyai keluarga besar nanti. Perjanjian yang dilakukan oleh Cho Jinno dan juga Kim Woobin. Berjanji karena persahabatan mereka pada jaman Jeoson dahulu. Perjanjian itu tidak pernah terwujud karena memang keduanya berpisah saat perang dulu dan saat Jinno menjadi Raja sekalipun dia tidak bisa menemukan sahabatnya itu. Hingga akhirnya perjanjian itu ia turunkan pada anak dan cucunya. Berharap jika mereka menemukan keluarga Kim mereka akan melanjutkan perjanjian yang tertunda itu. Orang tua So eun pun sudah menyetujuinya karena memang mereka juga mengetahui perjanjian itu. Masalahnya sekarang ialah, keluarga Cho mempunyai dua putra, putra dari Cho Younghwan dan Cho Haerin. Sedangkan keluarga Kim hanya memiliki satu putri saja.

Kyuhyun dan Yong Hwa tertawa seketika membayangkan hal yang sama. Keduanya saling menatap tajam, sinis dan senyuman licik terpancar dari wajah keduanya.

“Apa untuk urusan jodoh aku juga harus bersaing dengan mu?” sinis Kyuhyun padanya.

“Sepertinya menarik” sambung Yong Hwa pada sepupunya itu. Semua orang yang berada di ruangan ini membulatkan mata mereka sempurna saat mendengar ucapan kedua pria remaja itu, tidak percaya dengan apa yang mereka pikirkan.

“Joha, kita lihat siapa yang akan So eun pilih jadi suaminya kelak” tantang Kyuhyun

“Semua orang juga tahu bahwa aku ini tidak pernah gagal mendapatkan apapun” jawab Yong Hwa dengan nada lebih menantang.

“Jangan terlalu percaya Tuan Jung. Seperti nya kau juga tahu kalau aku. Cho Kyuhyun tidak pernah kalah dalam hal apapun”

Mata semuanya semakin membulat sempurna mendengar perdebatan keduanya. Memang perdebatan itu tenang tapi menakutkan. Gadis yang menjadi bahan perebutan kedua pria itu mengeluarkan keringat dinginnya begitu takut mendengar ucapan mereka. Apa dia akan menjadi bahan taruhan mereka nantinya. Dia ingin sekali menolak tapi mengingat betapa hebatnya Tuan Cho memohon padanya tadi membuat gadis itu berpikir berulang kali.

“YA! So eun bukan barang taruhan kalian bodoh” pekik Ahra pada keduanya yang tidak mereka perdulikan.

“Aku terima.” ujar Yong Hwa dan Kyuhyun pada Tuan Cho.

“Aku menerima perjodohan ini” ucap mereka serentak. Mendengar kata – kata itu entah kenapa membuat mereka semua seperti berada dalam bahaya. Tepatnya mereka menempatkan gadis polos itu dalam bahaya. Melemparkan gadis itu pada kandang serigala. Dengan susah payah mereka semua menelan saliva mereka dan menutup mulut mereka yang sedikit terbuka karena mendengar ucapan mengerikan itu. Dengan susah payah Tuan Cho tersenyum kecut pada kedua pria remaja itu dan menganggukkan kepalanya.

===>

Makan malam dikeluarga Cho ini terkesan begitu mengerikan. Hawa dingin selalu saja terpancar keluar dari tubuh Kyuhyun dan Yong Hwa yang selalu saja melemparkan tatapan tajam seolah tatapan keduanya bisa saling membunuh. Belum lagi So eun yang merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan oleh kedua pria itu padanya. Yang bisa ia lakukan hanya menundukkan kepalanya dan menikmati makan malamnya yang terasa hambar karena tatapan dingin yang selalu mereka berikan pada So eun. Terlihat tubuh gadis itu bergetar hebat setiap kali dia mendapatkan tatapan tajam dari keduanya membuat dia merasa sangat tidak nyaman. Ya Tuhan, apa salahnya hingga ia harus berurusan dengan kedua orang ini. Berurusan dengan manusia aneh ini.

Ahra segera menatap kedua adiknya dengan tatapan lebih tajam dari tatapan mereka saat dia melihat ketidaknyamanan pada So eun. Mencibir pada keduanya mengatakan untuk berhenti melihat So eun dengan tatapan seperti itu. Mereka menghentikan melihat So eun dan beralih pada makanan mereka. Keheningan kembali terjadi di ruang makan ini sebelum Tuan Cho akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka.

“So eun –ah, dimana kau tinggal di Seoul?” Tanya Tuan Cho lembut pada gadis itu. So eun seketika menghentikan makannya dan menatap orang besar itu.

“Itu… aku tinggal di kontarakan dekat tempat ku bekerja” jawabnya sambil menundukkan kepala. Terlihat Tuan Cho menganggukkan kepalanya mengerti. Dia tahu bahwa tempat tinggal gadis itu sangatlah buruk. Mata nya beralih menatap putranya yang terlihat menikmati makan malamnya.

“Kyuhyun –ah, bagaimana kabar apartment mu?” Tanya Tuan Cho. Kyuhyun mengerutkan keningnya saat ayahnya menanyakan kabar apartmentnya. Tentu saja benda mati baik – baik saja, tidak pernah sakit. Pikirnya

“Baik – Baik saja” jawabnya acuh tak acuh dan kembali menikmati makan malamnya. Tuan Cho menganggukkan kepalanya lagi mendengar jawaban Kyuhyun.

“Appa berencana ingin memberikan apartment mu pada So eun” ujar Tuan Cho dengan tenang yang membuat Kyuhyun tersedak makanannya sendiri. Dengan cepat Ny. Cho memberikan minum pada putranya ini. Memukul pelan punggung Kyuhyun menatap putranya itu khawatir. Sedangkan Yong Hwa terlihat menahan tawanya yang melihat Kyuhyun sedikit kesakitan.

“Mworago?” pekiknya kemudian. Mereka terlihat menutup mata mereka saat mendengar pekikan Kyuhyun.

“Ahjussi…” lirih So eun yang merasa tidak nyaman dengan ucapan Tuan Cho. Tuan Cho menatap gadis ini dengan lembut tanpa perduli dengan tatapan putranya.

“Appa!” teriak Kyuhyun yang masih belum mendapat respon dari ayahnya.

“Kim So eun kau lebih suka tinggal dimana, di apartment Kyuhyun atau dirumah kami?” kembali Tuan Cho memberikan pertanyaan pada gadis ini. Dia tidak bisa menjawab. Tentu saja.

“Lalu bagaimana dengan ku?” teriak Kyuhyun yang merasa diabaikan oleh ayahnya

“Kau tinggal dirumah saja” jawab nenek tua itu dengan santai yang jelas membuat mata Kyuhyun membulat sempurna.

“Haelmonie!” pekik Kyuhyun pada neneknya itu

“Bisakah Kau diam?” teriak Ahra pada Kyuhyun. Yong Hwa benar – benar tidak bisa menahan tawanya melihat wajah frustasi Kyuhyun. Tentu saja apartment itu adalah tempat ia ‘istirahat’ jika ia kelelahan, membawa teman – temannya untuk berkumpul disana dan juga membawa teman wanitanya untuk ‘bermain’ sejenak. Seringaian puas tampak jelas di wajah Yong Hwa dengan santainya dia memakan nasi itu dengan lahap. Seleranya kembali lagi setelah mendengar kabar bagus ini.

“Bagaimana Kim So eun?” Tanya Tuan Cho pada gadis itu. Dia melirik sekilas pada Kyuhyun yang terlihat sangat kesal. Bagaimana tidak, dia baru saja merebut Sesuatu yang sangat berharga dari pria itu. Perlahan dia menganggukkan kepalanya membuat Kyuhyun menghembuskan napasnya kasar, meletakkan sendok dengan kasar diatas meja. Mendorong kursinya kebelakang dengan keras hingga menimbulkan bunyi gesekan yang begitu kencang. Dan berlalu meninggalkan ruang makan ini. Yong Hwa terlihat tidak ambil pusing dengan kelakuan Kyuhyun. Kembali dia melanjutkan makanannya dengan senyuman. Merasa senang akhirnya pria itu tidak bisa berbuat ‘gila’ lagi pada setiap wanita.

“Sepertinya akan sangat menarik” batin pria tampan itu menatap punggung Kyuhyun yang meninggalkan ruangan ini. Tatapannya beralih pada So eun yang masih menundukkan kepalanya. Senyum meremehkan itu hilang begitu saja dari wajah Yong Hwa saat melihat wajah So eun. Menatap gadis itu dengan tatapan sulit diartikan.

“Maaf sepertinya aku harus memanfaatkan mu”

TBC

Hoalaaah…. Akhirnya selesai juga part 4 nya ><

Hutang saya selesai untuk saat ini -_-

Ya udah saya tunggu komen kalian ya readers. Salam Hangat Dari Ddangkoma ^^

Advertisements

67 thoughts on “Bad Boys (Part IV)”

  1. udah kayak princess hours aja perjanjian perjodohan
    dan yong hwa moga aja gk ada niat jahat ya dengan memanfaatkan so eun
    hahhh kasian so eun makin gk tenang aja hidupnya

  2. Dari luar mereka berlima terlihat angkuh dengan sifat mendominasi mereka. padahal dibalik itu semua sifat mereka masih terkesan kekanakan wkwk

  3. lom kelar hdup sso krn 5namja it dtnglah younghwa n adik kelas super manja >__< *iih~ otak mulai gesrek dah :-*

  4. jd pencarian president nie krn mw mnjodohkn sso dgn slh satu ank keluarg cho 🙂 bknx kyupil suka ma sso tp krn harga diri dy yg d ats rata2 jd sok jual mahal 😉 n klo young hwa msh misterius ce cm kykny dy mw manfaatin sso krn tau klo it kelemahan kyupil #ReaderSotoy 😛
    ah jd tmbh penasarn gmn ma nasib sso slnjtny ^^ tp lbh penasaran ma nasib sso d apartemen bru ny >_< *iih~ otak mulai gesrek dah :-*

  5. yonghwa itu sepupu kyu
    aigoo nasib soeun apes bgt ya hrs djodohkan sama kyu dn yonghwa..berasa masuk kandang singa menurut ahra 😁
    apa yg yonghwa rencanakan?

  6. Aduh tambah rumit dan sengsara hidup nya so eun d jodohkan dengan mereka berdua yg saling bermusuhan
    Siapakah yg akan d pilih so eun nt nya ya
    Tetep semangat kak
    Karya2 kakak bgus2 bngt
    Terimakasih sudah meberiku izin membaca nya 😁😁😁😁😁😁😁

  7. Ijin baca authornim. Maaf gag ninggalin jejak di part sebelumnya. Ditunggu kelanjutan ff ini. Semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s