Romance, sad

7 Years of Love (Part VII)

romantic-love-forest-roads

Castnya masih sama seperti dulu -,-

Typo bergentayangan >,< jadi harap dimaklumi. Jika ada saran dan kritik silahkan di berikan. Jangan teror saya lagi ><.
Ya Udah Happy Reading buat semuanya ^
^

Story Beginning.

Tubuh pria itu membeku saat mendengar ucapan dari wanita yang berada didepannya ini, belum lagi panggilan wanita itu padanya membuat jantungnya berdetak tak karuan. Mata pria berambut kecoklatan itu memerah seketika, menahan emosi nya untuk tidak meledak. Emosi pada dirinya sendiri karena tidak bisa menyembunyikan identitasnya dari wanita itu. Seperti orang bodoh saja.

Dia – Cho Kyuhyun menatap wanita itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Tidak tahu harus bersikap seperti apa. Tidak dipungkiri jika saat ini ia sangat gembira mengetahui bahwa wanita nya itu sedang mengandung anaknya. Anak mereka. Tapi dengan keadaan yang sekarang ini ia tidak mungkin memiliki wanita itu mengingat semuanya pasti akan hancur berantakan. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia melepaskan wanita itu untuk kesekian kalinya? Atau mempertahankan wanita itu tapi yang jelas seseorang pasti akan melukai wanitanya. Demi Tuhan, pria itu sekarang sangat kebingungan.

“Gugurkan!” ujarnya pelan penuh dengan penekanan, tapi tersirat dimata Kyuhyun kesakitan yang luar biasa saat ia mengatakannya. Wanita itu – Kim So eun menatap Kyuhyun tidak percaya. Membulatkan kedua matanya saat mendengar ucapan pria itu. Ayah dari anak yang sedang ia kandung.

“Gugurkan Kim So eun” ujar Kyuhyun dengan nada sedikit tegas tapi masih tersirat kesakitan didalamnya. Cairan bening itu keluar dari mata So eun saat mendengar ucapan Kyuhyun. Emosi wanita itu memuncak seketika.

Plak

Kim So eun melayangkan tamparannya tepat di wajah kiri Kyuhyun. Menamparnya dengan sekuat tenaganya. Menatap Kyuhyun dengan kebencian. Mata So eun terlihat memerah menahan tangisnya, emosi terlihat jelas di mata gadis ini, tidak bisa mempercayai ucapan pria yang selalu berada di hatinya itu.

“Aku tidak akan melakukannya” ujar So eun dengan nada bergetar. Kyuhyun hanya bisa diam tidak berani menatap wanita itu. Harus di akui dia begitu pengecut. Demi Tuhan Cho Kyuhyun, apa kau tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Kenapa kau begitu pengecut seperti orang bodoh.

“Selamanya aku tidak akan melakukannya” tanpa diperintah air mata So eun terjatuh begitu saja membasahi kedua pipi mulusnya. Dengan kasar dia membalikkan badannya meninggalkan pria itu dengan kediamannya, membiarkan pria itu merasakan sakit untuk kesekian kalinya. Kyuhyun masih tetap diam membeku mencerna setiap ucapan So eun. Merasa seperti orang bodoh. Dia mengepalkan kukunya menahan amarahnya, kenapa kau begitu bodoh Cho Kyuhyun? Kenapa kau tidak bisa mempertahankan kebahagiaan mu sendiri? Kenapa kau tidak bisa mengikat gadis itu selamanya di hidup mu?

===>

Kyuhyun kembali ke apartment Donghae dengan keadaan mengenaskan. Pandangannya terasa kosong. Kata – Kata dan ekspresi terluka So eun benar – benar berputar dikepalanya. Ia menyakiti gadis itu lagi. Membuat gadis itu kecewa terhadap nya. Kyuhyun mendudukkan pantatnya diatas sofa apartment ini dengan masih pandangan kosong.

Donghae dan Eunhyuk yang baru saja ingin keluar untuk bekerja terlihat terkejut saat melihat Kyuhyun duduk dengan menundukkan kepalanya. Setetes cairan bening terjatuh dari bola mata pria itu. Donghae dan Eunhyuk mengerutkan kening mereka saat melihat Kyuhyun yang tampak seperti orang frustasi. Ah. Dia memang frustasi karena gadis itu.

Perlahan keduanya mendekat pada Kyuhyun. Duduk disamping pria itu dan mencoba untuk mengerti keadaan pria ini. Kenapa pria ini begitu lemah sekarang. Tidak pernah terpikirkan oleh Donghae dan Eunhyuk bahwa sahabat mereka ini begitu lemah. Tidak seperti Kyuhyun yang memperlihatkan sisi lemahnya di depan orang.

“Gwenchana?” Eunhyuk bertanya pada Kyuhyun yang tak ada jawaban dari pria itu

“So eun… dimana?” dengan hati – hati Donghae bertanya pada Kyuhyun. Melihat bahwa pria itu baru saja bertemu dengan So eun sepertinya gadis itulah alasan kenapa Kyuhyun terlihat seperti ini. Kyuhyun menyerahkan photo kecil berwarna hitam putih itu pada Donghae tanpa berkata dan masih menatap ujung kakinya. 

Perlahan Donghae mengambil photo tersebut dari tangan Kyuhyun. Raut wajah kebingungan Donghae beberapa saat yang lalu tergantikan dengan wajah terkejut, ia menatap Kyuhyun dan photo itu berulang kali. Seperti tidak percaya dengan apa yang ada dipikirannya. Eunhyuk yang melihat perubahan wajah Donghae dengan sendirinya pria itu mengambil photo tersebut dari tangan Donghae yang sedikit melemas. Dan selang beberapa detik raut wajah Eunhyuk samahalnya dengan Donghae. Terkejut.

“Dia hamil” Kyuhyun menjelaskannya tanpa melihat betapa terkejutnya Donghae dan Eunhyuk saat ini

“Dia hamil anak ku” Penjelasan Kyuhyun membuat Donghae dan Eunhyuk tak bisa berkata – kata. Tubuh keduanya terasa seperti jelly sama halnya dengan Kyuhyun saat ini. Tidak bisa berpikir.

“Aku menyuruhnya untuk menggugurkan nya”

“Apa?” Kali ini Donghae dan Eunhyuk tampak lebih terkejut dengan ucapan Kyuhyun. Mereka menatap Kyuhyun tidak percaya. Apa yang dikatakan pria ini? apa ia masih sadar dengan ucapannya?

“Aku tidak tahu harus berbuat apapun. Satu – satunya cara yang ada dipikiranku saat itu hanya menggugurkan bayi itu”

“Ya! Cho Kyuhyun apa kau manusia?” Suara Eunhyuk terdengar marah mendengar ucapan Kyuhyun. Meskipun terkenal dengan sifat playboynya pria ini tidak pernah mempunyai pikiran untuk membunuh darah dagingnya suatu saat nanti jika ia melakukan kesalahan terhadap wanita – wanita nya itu. Karena menurutnya anak itu adalah malaikat kecil yang akan membuat kita lebih kuat dalam hidup ini. Itulah yang selalu ayahnya katakan padanya saat ia masih belia dulu.

“Kenapa? Kenapa kau melakukannya?” Kini suara Donghae yang bertanya. Terdengar kekesalan dalam nada suara itu.

“Aku tidak bisa melakukannya” ucap pria ini lemas. Sangat lemas. Jujur ia tidak ingin menghilangkan bayinya yang masih belum lahir itu. Ia ingin merawat dan menjaganya seumur hidupnya. Tapi kehidupan ini terlalu menyakitkan untuk bayinya rasakan nanti.

“Kenapa?”

“Aku tidak bisa bersamanya”

“Kenapa?”

“Berhenti bertanya Lee Donghae. Kau tahu sendiri bagaimana kehidupan ku sekarang” ujarnya kesal

Bugh

Kepalan tangan itu akhirnya mendarat tepat di wajah Kyuhyun. pria itu sedikit terjatuh kebelakang karena pukulan yang diberikan oleh Donghae. Ia mendengus. Sepertinya beberapa pukulan memang pantas untuknya saat ini. Menyadarkan otaknya yang sedikit bergeser itu.

“Lalu kau pikir dengan membunuh anak mu semuanya bisa selesai?” Masih dengan emosi Donghae menatap Kyuhyun tidak percaya. Tidak percaya dengan jalan pikir pria ini

“Kau pikir dengan membunuh anak mu kau bisa kembali ke kehidupan mu yang dulu? Bisa bebas dari semua ini?”

“Lalu apa yang akan kau lakukan jika kau berada dalam situasi seperti ku?” teriak Kyuhyun frustasi

“Aku akan mengambil kesempatan ini untuk kebahagian ku. Membawa So eun dan anak kami. Memulai kehidupan yang baru. Itu yang akan kulakukan” jawab Donghae tanpa ada keraguan didalamnya. Terdengar egois tapi bukankah keputusan itu lebih baik daripada harus membunuh bayinya sendiri.

“Gyuhyun Hyung akan menemukannya”

“Apa kau benar Cho Kyuhyun? Sejak kapan kau takut pada kembaran mu itu? Sejak kapan kau berubah seperti pengecut?” Sepertinya pria pendek itu benar – benar kehilangan kesabarannya jika terus berurusan dengan sifat lemah Kyuhyun. Jujur ia lebih menyukai sifat keras kepala dan kurang ajar Kyuhyun daripada sifat lemah tak berdaya seperti ini.

Cho Kyuhyun terlihat memikirkan perkataan Donghae yang kali ini benar – benar memukul keras jantungnya. Sadar jika semua yang selama ini ia lakukan benar – benar salah dan hanya membuat gadis itu semakin menderita karena nya.

===>

Rumah besar keluarga Cho itu terlihat sangat berisik dipagi hari ini. Persiapan pesta penyambutan keberhasilan Cho Gyuhyun yang bisa membuat perusahaan di Korea Selatan ini semakin sukses terlihat dipersiapkan dengan baik. Ratusan pekerja yang berada di rumah ini membuat mereka semua sibuk dengan kegiatan masing – masing. Tidak biasanya Tuan Cho mengijinkan rumah besarnya menjadi tempat pesta besar seperti ini. Entah alasan apa, kali ini ia ingin membuat pesta itu berada dirumahnya bukan di hotel atau disebuah gedung yang biasa ia sewa. Pria tua itu bertekad akan membahagiakan putra nya Cho Gyuhyun. Jika ia tidak bisa memberikan kasih sayang pada putra nya Cho Kyuhyun maka ia ingin menebusnya dengan memberikan seluruh cintanya pada Cho Gyuhyun.

Pria muda berkaca mata itu memperhatikan ayahnya yang sedang mengatur para pelayan rumah ini untuk mempersiapkannya secara sempurna. Tidak ingin ada sedikit pun kesalahan. Cho Gyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana kain sutra berwarna putih itu dengan masker yang menutupi setengah wajahnya. Pria ini tidak bisa mengirup debu karena jantungnya masih belum sembuh sepenuhnya. Ia menuruni tangga dari lantai dua menghampiri ayahnya yang terlihat sangat bersemangat mengatur segalanya.

“Appa”

Tuan Cho mengalihkan tatapannya pada putranya yang sedang berdiri disampingnya itu. Tersenyum hangat pada putranya. Gyuhyun sedikit mengerutkan keningnya saat melihat senyum itu. Senyum yang sangat jarang sekali ayahnya perlihatkan.

“Apa suaranya terlalu berisik?” Tanya Tuan Cho yang lagi – lagi membuat Gyuhyun semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Tidak.. Hanya saja…” Ia tidak tahu harus mengatakan apapun. “Appa… kau baik – baik saja?”

Tuan Cho menyunggingkan senyum tipisnya mendengar pertanyaan putra nya ini. Pertama kalianya dalam hidup tuan Cho mendapat pertanyaan seperti ini dari putranya. Ya, dulu ia terlalu sibuk dengan dunia bisnisnya tanpa memperdulikan bagaimana kehidupan anak – anak nya. Rasanya begitu menyenangkan saat mendengar anakmu mengkhawatirkan dirimu. Ini bahkan lebih menggembirakan daripada mendapatkan jakpot yang begitu luar biasa.

“Appa baik – baik saja” jawab Tuan Cho masih dengan senyuman tipis dibibirnya.

Gyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Mata pria yang berada dibalik kaca mata putihnya terlihat menyusuri ruangan ini yang dihias begitu mewah. Yang membuat keningnya kembali mengerut.

“Apa hari ini hari istimewa?” Tanya pria ini bingung

“Tentu. Karena kau sudah berhasil mendapatkan proyek besar dengan perusahaan Han. Appa ingin memberikan ucapan atas keberhasilan mu ini” jawab Tuan Cho bangga.

Gyuhyun terlihat membulatkan matanya mendengar ucapan ayahnya ini. Ia tidak mengira bahwa kembarannya Cho Kyuhyun bisa mendapatkan proyek besar yang selama ini ia inginkan. Berbagai cara Gyuhyun lakukan dulu untuk membuat kerja sama dengan perusahaan Han Group tapi hasilnya nihil dan dia masih tetap tidak bisa mendapatkan proyek itu. Sedangkan Kyuhyun, pria itu hanya menggantikan posisinya beberapa tahun saja, belajar dari nol dan dia berhasil mendapatkannya seperti ia mendapatkan permen karet dari seorang bocah. Tanpa sadar ia mengepalkan buku – buku jarinya. Menahan amarahnya untuk tidak terlihat saat ini. Bersyukur ia menggunakan maskernya hingga ekspresi wajahnya tak terbaca saat ini.

“Bukan kah itu berlebihan. Proyek itu hanya kerja sama biasa bukan hal yang patut diperbesarkan” ujarnya dingin.

“Tidak nak. Meskipun itu hanya proyek kecil menurut mu, tapi appa bangga kau bisa mendapatkannya”

“Kau bangga pada Kyuhyun bukan aku”

“Appa hanya ingin berterima kasih pada mu”

“Kau bahkan tidak pernah berterima kasih padaku dulu, sekarang hanya karena dia mendapatkan proyek itu dengan mudahnya kau mengatakan berterima kasih. Lalu apa yang selama ini kulakukan tak pantas untuk kau syukuri?”

“Appa tidak ingin menyesal lagi nantinya. Cukup Kyuhyun yang begitu menderita karena appa” tenggorokan Tuan Cho tercekat saat ia mengatakan nama Kyuhyun dari mulutnya. Rasa bersalah kembali hadir dalam dirinya. Matanya terlihat memerah dan panas menahan air matanya untuk tidak jatuh. Sungguh. Pria tua ini benar – benar menyesal karena mengabaikan putra bungsunya itu.

“Kau bahkan terlihat menderita saat menyebut namanya”

“Oh ya, bagaimana hubungan mu dengan So eun?” Tuan Cho segera mengalihkan pembicaraan saat ia mengingat putra nya itu. Mencoba mencari topik lain

“Hah? Kami baik – baik saja” ujar Gyuhyun gugup. Ia bahkan belum bertemu dengan gadis itu

“Baguslah. Malam ini appa juga berencana mengungumkan tanggal pernikahan kalian”

“Ne?”

“Maaf appa tidak mengatakannya terlebih dahulu. Kau pasti akan suka dengan kejutannya” ucap Tuan Cho dengan senyuman geli saat melihat wajah Gyuhyun yang terlihat terkejut dan tak terbaca itu. Pria itu mengulum senyumnya saat mendengar ucapan ayahnya.

“Apa kau masih sakit?” Suara itu terdengar khawatir saat ia baru menyadari bahwa putranya ini kembali mengenakan maskernya setelah sekian lama.

“Tidak. Aku baik – baik saja” elaknya

“Lalu masker itu?”

“Ah… Appa tahu sendiri aku tidak tahan dengan abu”

Tuan Cho menganggukkan kepalanya mengerti

“Benar. Appa pikir kau sudah sembuh karena belakangan ini kau tidak pernah menggunakan benda itu lagi”

Gyuhyun hanya tersenyum paksa mengatakan pada appa nya untuk tidak terlalu khawatir.


Rumah besar keluarga Cho itu terlihat dipenuhi oleh undangan yang hadir pada malam ini. Dari beberapa artis terpandang dan keluarga terpandang terlihat didalam rumah besar ini. Para wanita single yang hadir dalam acara ini terlihat sibuk membicarakan putra kebesaran keluarga Cho ini. Cho Gyuhyun. Pria itu terlihat berdiri tak tenang sambil melirik jam yang berada di pergelangan tangannya. Kaca mata yang ia gunakan tak menutupi betapa tampannya wajah itu. Rambut hitam, alis tebal dan mata elang itu mampu membuat setiap wanita yang melihatnya mengeluarkan air liur mereka karena pesona yang dimilikinya.

Rasa gundah pria itu menghilang saat ia melihat pintu besar ruangan ini terbuka dan menampilkan sosok gadis yang sangat ia tunggu akhirnya datang juga. Gadis itu memakai dress berwarna putih yang menutupi hingga ujung kakinya. Rambut ikal yang biasa ia uraikan kini rambut itu ia ikat kebelakang. Tatapan gadis itu terlihat kosong dan menatap ujung kakinya setiap ia berjalan. Wajahnya terlihat begitu sedih saat ini.

Gadis itu terkesiap saat ia merasakan tangan kekar seorang pria melingkar dipinggang nya. Pandangan kedua orang itu bertemu dan senyuman manis terlihat jelas di bibir tebal pria itu. So eun tersenyum kecil dan mengalungkan tangannya sebelah membalas pelukan pria itu dipinggangnya. Pemandangan itu membuat mata Gyuhyun memerah. Emosinya memuncak seketika saat melihat pria ber tuxedo itu memeluk pinggang gadis nya erat. Kim So eun terlihat lebih tinggi dari pria yang berada disampingnya. Sesekali gadis itu mengejek pria itu yang dibalas dengan ledekan tak kalah kasarnya yang membuat So eun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau pendek sekali oppa”

“Kau tinggi karena memakai high heels sialan itu. Coba saja buka pasti tinggi mu hanya sampai dada ku saja” ujarnya dengan seriangian puas.So eun terkekeh mendengar ucapan pria itu. Ternyata membawa pria itu ketempat ini membuat suasana hatinya sedikit terhibur dengan kehadiran pria itu. Gyuhyun masih terus memperhatikan keduanya dengan mata tajam dan emosi. Ingin sekali ia menarik So eun dari pelukan pria itu dan memukul wajah pria itu.

Kim So eun dan pria tampan itu menghentikan perbincangan kecil mereka dan menghampiri keluarga Tuan Cho dan keluarga Kim yang tersenyum ramah saat melihat keduanya datang. Berbeda dengan Gyuhyun yang memasang wajah datarnya saat ini. Tidak suka dengan kehadiran pria tak dikenal itu.

“Kalian sudah datang” sapa Tuan Cho ramah pada keduanya. So eun dan pria itu menundukkan tubuh mereka memberi hormat pada tuan rumah ini. Ny. Cho tersenyum bahagia melihat kehadiran So eun pada malam ini.

“Ne ahjussi” jawab pria itu sopan

“Aku baru melihat mu hari ini” ujar Tuan Cho sedikit terkejut saat melihat pria itu.

“Ye. Aku baru pulang dari Australia” jawabnya sopan

“Aigoo.. Aku tidak menyangka ternyata Jaejoong kecil sudah berubah dewasa” suara Ny. Cho terdengar membuat pria benama Kim Jaejoong itu menatap wanita tua itu dan tersenyum ramah memperlihatkan giginya. Khas seorang Kim Jaejoong. Gyuhyun semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan pembicaraan ini.

“Dia siapa?” Tak bisa menahan rasa penasarannya akhirnya Gyuhyun bertanya juga. Tak hanya So eun yang menatap Gyuhyun tapi yang lainnya juga mentap pria itu.

“Ah, Dia Kim Jaejoong kakak tunangan mu. Jelas saja kau tidak mengenalnya karena saat hari pertunangan kalian dia sedang berada di Australia” jelas Tuan Cho padanya. Gyuhyun menganggukkan kepalanya. Pria itu merasa diserang rasa malu saat mengetahui bahwa ia cemburu dengan kakak So eun sendiri. Pria itu menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal karena merasa malu. Kekehan kecil terdengar dari mulut Tuan Cho saat melihat kekakuan putranya ini.

Jaejoong memperhatikan pria ini dengan mata menyipit. Sepertinya kejadian ini pernah ia rasakan dulu saat So eun memperkenalkan dirinya pada seorang pria. Belum sempat Jaejoong memperkenalkan dirinya, pria itu sudah berteriak marah karena mengira bahwa So eun berselingkuh dibelakangnya. Matanya terlihat bergerak kekanan dan kekiri mengingat jelas kejadian beberapa tahun yang lalu. Beberapa detik kemudain matanya membulat sempurna saat mengingat kenangan itu. Ia tertawa kecil saat mengingat betapa konyolnya pria itu yang tidak mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.

So eun, Gyuhyun, keluarga Kim dan Cho memperhatikan Jaejoong yang tertawa dengan sedikit keras. Terlihat sekali ia menahan tawanya untuk tidak lepas sepenuhnya saat mengingat kejadian konyol itu.

“Oppa” tegur So eun yang melihat Jaejoong tak bisa menghentikan tawanya.

“Ah Mian… Aku hanya mengingat hal lucu” ujarnya sambil terus mengulum senyumnya

“Apanya yang begitu lucu?” tanya Ahra yang sedikit penasaran

“Kau tahu aku juga pernah mengalami hal seperti ini” ujarnya mulai bercerita saat semuanya memperhatikan pria tampan ini

“Saat So eun memperkenalkan ku pada Kyuhyun dulu. Bocah itu malah berteriak dan ingin memukul ku karena melihat So eun datang ketempatnya bersama ku. Bocah itu benar – benar.” Ia terkekeh geli

“Tanpa mendengarkan penjelasan ku dia malah berteriak seperti kesetanan dan saat aku…” Ia menghentikan ucapan lebarnya saat melihat semuanya menampilkan wajah terkejut saat mendengar cerita pria ini. Ia tidak tahu bahwa ia baru saja membocorkan sebuah rahasia besar pada mereka semua. Ketegangan terlihat jelas diwajah Gyuhyun, dan perlahan Jaejoong melirik wajah So eun yang berada disampingnya. Tak jauh beda dengan Gyuhyun wajah So eun juga terlihat menegang, ketakutan… dan kesedihan yang amat dalam terlihat jelas di wajah gadis ini.

“Kyuhyun? Apa So eun mengenal Kyuhyun kami?” Tanya Tuan Cho yang begitu terkejut mendengar ucapan Jaejoong. Ny. Cho dan Ahra terlihat mengeluarkan keringat mereka saat mendengar pertanyaan pria tua ini. Ayah dan ibu So eun juga terlihat menanti jawaban dari mulut Jaejoong.

“Ne. Bahkan mereka… pacaran” suara nya mengecil saat melihat So eun menundukkan kepalanya. Seperti pasrah saat Jaejoong sudah membuka mulutnya. Pria ini mengerutkan keningnya melihat wajah murung So eun yang tiba – tiba saja berubah sedih seperti ini.

Keterkejutan tak bisa dihilangkan dari wajah Tuan Kim dan Tuan Cho. Mereka menatap Soeun tidak percaya. Kenapa gadis ini tidak mengatakan bahwa ia mengenal Kyuhyun. Kenapa dengan mudahnya ia menerima perjodohan ini tanpa ada penolakan. Apa karena gadis itu begitu merindukan Kyuhyun hingga ia tidak bisa menolak wajah Gyuhyun?

“Ngomong – ngomong Kyuhyun dimana?”

Apa pria ini tidak bisa menutup mulutnya. umpat Ahra kesal yang setiap mendengar Jaejoong berbicara akan menimbulkan suasana yang begitu menyakitkan bagi mereka semua. Tak bisa So eun menahan air matanya. Setetes cairan bening itu keluar dari bola matanya. Ia mengangkat wajahnya menatap Jaejoong tajam. Tenggorokannya seperti ditahan suatu benda padat hingga rasanya sulit untuk berbicara.

“Dia sudah mati” Jawab So eun datar. Mengingat Kyuhyun yang membuangnya dan bayi mereka membuat So eun beranggapan bahwa pria itu benar – benar sudah mati. Jaejoong membulatkan matanya terkejut mendengar penuturan So eun. Belum sempat ia sadar sepenuhnya So eun sudah meninggalkan tempat ini sedikit berlari keluar dari rumah besar ini. Tak ada yang ingin mencegah perginya gadis itu membiarkannya untuk menenangkan diri saat ini. Gyuhyun segera menyusul gadis itu setelah mengucapkan kata ‘permisi’ pada keluarga nya.


Taman belakang rumah itu terlihat sepi hingga membuat So eun dapat menangis sepuasnya dikursi yang berada di bawah pohon itu. Gadis itu meremas buku – buku jarinya sedikit memukul paha nya dan menangis mengingat pria menyebalkan itu. Kursi yang ia duduki terasa sedikit menurun membuat So eun mengalihkan wajahnya dan mendapati kembaran dari pria menyebalkan itu.

Gyuhyun tersenyum tulus pada gadis ini. Ia memberikan boneka beruang berwarna putih itu pada So eun yang ia sembunyikan dibelakang tubuhnya. So eun mendengus dan menatap tajam pada Gyuhyun

“Kau pikir aku anak kecil?”

Gyuhyun menggeleng dan masih menyodorkan boneka beruang itu pada So eun. Dengan kasar ia mengambil boneka itu dari tangan Gyuhyun dan membawanya dipangkuannya.

“Aku hanya ingin mengingatkan mu pada cinta pertama mu” ujar Gyuhyun serius menatap gadis itu yang terlihat sibuk dengan beruang putih itu.

“Tahu apa kau tentang Cinta pertama ku” suaranya masih terdengar serak saat membalas ucapan Gyuhyun

“Bukankah kejadiannya sama seperti ini?”

“Apa?”

“Saat kau sendirian duduk ditaman memperhatikan bocah – bocah itu dengan boneka beruang dipelukan mu dan seorang bocah laki – laki datang duduk tepat disamping mu”

So eun mengangkat wajahnya cepat saat mendengar kata – kata Gyuhyun. Ia menatap pria itu tidak percaya. Bagaimana mungkin ia mengetahui cerita yang bahkan Kyuhyun sendiri tidak mengetahuinya. Berulang kali So eun bertanya pada Kyuhyun tentang pertemuan pertama mereka dan pria itu hanya menjawab pertemuan mereka memang ditaman saat ia bermain bola dan gadis ini datang menghampirinya. Itu memang salah satunya tapi jawaban yang gadis ini inginkan bukan itu melainkan kata – kata yang keluar dari mulut Gyuhyun sekarang. Tidak mungkin kan pria ini adalah Tuan Cho kecilnya? Tidak mungkin jika pria ini cinta pertama nya.

“Benar. Bocah itu aku. Cho kecil mu”

Apa ada seseorang yang mengiris hatinya dengan benda tajam? Kenapa rasanya begitu menyakitkan?


Gyuhyun masih menundukkan kepalanya merasa pusing saat mendengar penjelasan gadis itu yang membuat hatinya hancur tak bersisa. Bagaimana bisa gadis itu mengatakannya dengan mudah. Apa ia tidak pernah memiliki perasaan yang sama seperti Gyuhyun rasakan. Pria itu menatap boneka beruang yang berada disampingnya. Harapannya untuk bertahan hidup kini lenyap sudah. Apa kali ini ia akan menyerah, membiarkan kembarannya itu yang menjadi pemenangnya?

“Mungkin kau benar kalau kau adalah cinta pertama ku. Tapi Gyuhyun-ssi. Sedikitpun aku tidak pernah mengingat hal itu saat aku bersama Kyuhyun dulu. Aku memang sempat menyukai mu dan menganggap Kyuhyun adalah bocah yang kutemui ditaman itu. Tapi saat ia menjelaskan kalau pria itu bukan dirinya dan mengatakan bahwa itu orang lain aku tidak pernah lagi mempermasalahkannya dan tidak lagi mencari tahu siapa pria itu” So eun menghentikan ucapannya sejenak menatap Gyuhyun yang terlihat terkejut saat mendengar ucapan So eun.

“Jika kau pikir aku mencintai Kyuhyun karena mengira bahwa bocah itu adalah kau. Kau salah. Karena saat pertama kali aku bertemu dengannya ditaman itu saat pertama kali ia membentak ku mengatakan tidak mengenalku dan menendang bola sepaknya kekepala ku. Saat itulah aku mencintainya. Aku menyukai sosok nya yang terlihat kasar itu.” Ia tersenyum mengingat betapa kejamnya Kyuhyun kecil dulu yang tidak memperdulikan So eun. Menganggap So eun sama seperti gadis – gadis kecil yang mengejarnya.

“Dan saat kami kembali bertemu di SMA aku menyukainya kembali tanpa mengetahui bahwa ia adalah bocah kecil yang kutemui dulu” ujarnya mengenang kembali saat pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun di SMA. Mengejar pria itu diam – diam hingga ia menjadi manager di klub sepak bola sekolah SMA itu dan menjadi pacar Kyuhyun.

“Aku mencintainya karena memang dia adalah Cho Kyuhyun bukan karena bocah yang kutemui pertama kalinya” gadis itu menyelesaikan kalimatnya. Boneka beruang itu ia letakkan disamping Gyuhyun dan meninggalkan pria itu sendirian ditaman ini yang terlihat sangat terkejut mendengar penjelasan So eun.

Sapasang sepatu berwarna hitam itu membuat Gyuhyun sedikit mengangkat kepalanya melihat pria yang berdiri tepat didepannya ini. Ia menghela napas berat saat melihat wajah yang sama dengannya berdiri tepat didepannya.

“Kau belum menghilang?”

“Aku tidak akan menghilang” tegasnya

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Akan ku kembalikan kehidupan ku”

Gyuhyun mendengus dan tersenyum kecil mendengar ucapan Kyuhyun itu.

“Kalau begitu coba saja. Malam ini begitu pas dengan memberitahu semua orang bahwa kau masih hidup”

“Itu memang rencana ku”

Senyum menyebalkan Gyuhyun memudar saat mendengar ucapan Kyuhyun. Ia menatap mata Kyuhyun yang terlihat tajam saat ini, menatapnya dengan tatapan membunuh miliknya. Gyuhyun berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan pria ini. Kedua pria yang memiliki tinggi yang berbeda beberapa senti itu terlihat saling melemparkan tatapan tajam mereka satu sama lain. Seperti berperang melalui tatapan mata yang tajam mereka

“Gyuhyun-ah, Appa memanggil mu untuk…” Suara Ny Cho terhenti saat melihat kedua pria yang mempunyai wajah sama itu menatap nya bersamaan. Ponsel yang berada di tangannya terlepas begitu saja saat melihat keduanya. Ia menutup mulutnya tidak percaya melihat kedua putranya berdiri bersampingan didepannya. Air mata wanita itu terjatuh begitu saja saat melihat wajah Kyuhyun. Kyuhyun-nya yang begitu ia rindukan.

“Istri ku kenapa kau begitu lama?”

Mendengar suara Tuan Cho semakin membuat Kyuhyun dan Gyuhyun membatu tidak bisa bergerak sama sekali. Dan saat tatapan pria tua itu melihat pada mereka jantung keduanya terasa berhenti saat ini. Sama halnya dengan Tuan Cho yang begitu terkejut saat melihat keduanya.

***
Taman belakang yang begitu sepi beberapa saat yang lalu kini berubah menjadi seperti tempat pesta diruangan besar keluarga Cho itu. Semua orang menatap kedua manusia yang memiliki wajah sama itu dengan tidak percaya. Kyuhyun dan Gyuhyun masih tetap pada posisi mereka yang membatu saat ini. Beberapa kilatan yang berasal dari lensa kamera para wartawan itu mulai menghiasi wajah Kyuhyun dan Gyuhyun. Ini akan menjadi berita besar. Bahwa pria yang selama ini dianggap mati kini hidup kembali.

“Kyuhyun?” suara Jaejoong yang menyadarkan mereka semua untuk kali ini. Kyuhyun mengeraskan wajahnya saat melihat wajah orang tuanya dan wajah So eun yang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Yang bisa menguasi suasana saat ini adalah Kyuhyun. wajahnya sudah kembali terlihat normal. Dingin dan tak bersahabat. Sedangkan Gyuhyun masih diam tidak bisa bergerak sedikit pun.

“Benar. Ini aku” ucapnya tenang. Matanya masih terus tertuju pada So eun yang juga menatapnya saat ini. Seolah mengatakan bahwa semua akan baik – baik saja. Ia tidak perduli jika semua orang menghinanya atau apa, saat ini yang harus ia perjuangkan adalah gadis yang berdiri tepat disamping Jaejoong itu.

Pria itu mendekat kearah mereka. Bisik – bisikan tentangnya sudah mulai terdengar saat pria ini berdiri tepat didepan So eun. Ia menatap gadis itu yang masih belum melepaskan pandangannya dari Kyuhyun.

Kyuhyun memegang tangan gadis itu dengan lembut, mengantarkan sengatan listrik kecil pada tubuh So eun. Matanya terlihat mengabur saat menatap Kyuhyun yang berdiri tepat didepannya. Menggenggam tangannya didepan semua orang.

“Maaf… aku tidak akan meninggalkan mu lagi” Kyuhyun berkata pelan membuat So eun harus membiarkan air matanya kembali keluar karena lelaki ini. Tidak ada yang lebih indah dari ini mengetahui bahwa pria itu kembali padanya. Kembali dalam pelukannya. So eun tersenyum kaku saat mendengar perkataan Kyuhyun ini.

“Kau ingin pergi?” Tanya Kyuhyun padanya yang dijawab dengan anggukan gadis ini. Ia tidak bisa mengeluarkan kata – kata sedikitpun saat ini. Rasanya terlalu bahagia melihat Kyuhyun kembali dan ingin membawanya pergi dari tempat ini.

Kedua orang itu tidak memperdulikan bagaimana tatapan semua orang pada mereka. Yang melihat adegan yang terlihat seperti didalam drama itu. Kilatan blitz yang keluar dari kamera wartawan itu terus mengarah pada Kyuhyun dan So eun. Tidak ingin melewatkan moment ini.

“Kita akan pergi Kim So eun” ibu jari Kyuhyun mengusap lembut air mata yang mengalir dipipi gadis ini. Ia menggengam erat tangan So eun dan tanpa menoleh pada orang tuanya atau yang lain ia membawa gadis itu keluar dari taman belakang rumah besar ini. Tidak memperdulikan teriakan histeris ibunya yang meminta Kyuhyun untuk tidak pergi.

So eun merasakan genggaman tangan Kyuhyun mengeras saat pria itu mendengar tangisan ibunya yang memanggilnya untuk berhenti. So eun menolehkan kepalanya melihat wajah Kyuhyun yang tampak memerah dan matanya yang mengabur saat mendengar suara tangisan wanita itu.

“Eomma!” Pekikan Ahra dan Gyuhyun menghentikan langkah Kyuhyun. Tubuhnya membeku saat mendengar suara pekikan Ahra dan Gyuhyun. Ia membalikkan tubuhnya cepat dan mendapati ibunya tengah terjatuh diatas rumput hijau itu. Tidak sadarkan diri. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dari tangan So eun dan berlari menghampiri tubuh ibunya yang tak sadarkan diri itu. Wajah So eun seperti disiram air dingin saat ia merasakan genggaman tangan Kyuhyun terlepas darinya. Kakinya terasa lemas dan kepalanya terasa pusing, berputar dan menggelap hingga akhirnya gadis itu juga terjatuh diatas rumput hijau ini. Hatinya meraskan sakit lagi saat mengingat pria itu melepaskan genggaman tangannya. Apa pria itu membuang nya lagi?

“Kim So eun!”

Sebelum ia menutup matanya ia sempat melihat Kyuhyun berlari cepat kearahnya dengan wajah panik. Pria itu memeluk tubuhnya erat dan mengucapkan sesuatu yang membuat sudut bibirnya tertarik kebelakang. Mendengar pria itu berteriak pada orang – orang itu untuk memanggil ambulans. Dia terlihat sangat kacau saat ini. Dan detik selanjutnya gadis itu menutup kedua matanya. Ia tidak bisa melihat Kyuhyun lagi, Ia tidak bisa mendengar Kyuhyun lagi. Yang bisa ia lihat hanya kegelapan.

Tbc

.____.

Advertisements

78 thoughts on “7 Years of Love (Part VII)”

  1. wahhh Nae telat lgi coment’t 😀
    akhir’y si kyuppa bisa mengungkapkn identitas yg sebener’y k keluarga’y..and why sso eonni bisa pingsan gitu yaa???
    penasaran ama next part’y..ok d tunggu aja and jgn lupa buat ngelanjutin ff WCKBLK selalu ku tunggu saeng.. ^_^

  2. greget waktu kyu nyuruh sso ngegugurin kandungannya, oh setega itukah kyu ? i think 😀
    tapi kyu kembali perjuangin cintanya yey dan dilepas lagi *lemesdeh kkkk
    eoh gyuhyun cinta kecilnya sso :O
    next author. semangat! 🙂

  3. Akhir ny perlahan- lahan semua ny semakin jelas, ,
    Kyu ud g perlu sembunyi2 lg. . 😦 Sempet gondok waktu nyuruh Sso ngegugurin kandungan ny. .
    Gyuhyuuunnn, , haduuuhhhh, , sebel bgt, , kejam bgt ssih lo sm sdr sendiri. .:(
    Ayo kyu perjuangin cintamu. . 😀
    Makin penasaran sm next part ny. .
    Fighting chingu. . .!!!! 🙂

  4. gmana ya akhirnya jadi penasaran….chogyughun jahat bgd sih….ampe sedih bacanya….ditunggu kelanjutannya

  5. Akhirnya kyuhyun muncul juga dihadapan semua keluarganya. Tapi apa ya yang terjadi dengan soeun? Next chingu

  6. huftt ini ff selalu ditunggu2… fill dpet banget,.. akhirnya CHO KYUHYUN kembali sodara2…
    kebayang waktu kyuhyun membawa so eun dihadapan org tuanya..
    wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa keceh sekali kamu tuan mudah cho kyuhyun.. ❤
    buat baby cho,, baik2 disana y..
    aunty doain semoga kamu baik2 ajha disana..
    jngan nambahin sakit kepala daddy..
    okkeh baby..

  7. Mwoyaaa..??! >_< Teganya kau bang nyuruh kekasihmu untuk ngegugurin anak kalian. Dan itu cuma karena abang takut gak bisa membahagiakan Sso eonni yang akan menikah dengan Gyuhyun? Ck! Mana otakmu yang genius itu, bang? Dititipin di tempat penitipan otak? Ya, dilawan lah hyungmu itu. Jangan mentang-mentang Gyuhyun belum sembuh benar trus abang mau aja dijadiin bonekanya Gyuhyun untuk selamanya.
    Abang harus minta maaf sama eonni karena udah ngucapin hal menyakitkan itu. Awas aja kalo gak, aku sita semua kaset game, psp, laptop sampe hp abang biar gak bisa maen game lagi! :-p #plak
    -_- … Kenapa om? Sirik aja sama abang Kyu. Dia udah capek tahu pura-pura sebagai dirimu dengan ngorbanin perasaannya. Seharusnya om sadar dong. Gak kasian, ya sama adek om sendiri? Please, deh hilangin aja semua rasa dengki dan iri dari hati om. Dan lepasin Sso eonni. Aku tahu, kok yang pertama kali ketemu eonni itu om. Yang pertama kali jatuh cinta sama eonni itu om. Tapi kalo Sso eonni sukanya sama Kyuhyun itu bukan salah eonni ataupun abang. Itu takdir. Udah..ikhlasin aje..
    Nah, gitu dong bang. Jadi laki tu yang gentleman. Jangan pengecut. Udah sono bawa Sso eonninya. Abaiin aja orang-orang. Paling besok jadi headline news di koran dan majalah. :-v (nyante banget lo ngomong)
    Aigoo~ Eomma ini pake acara jatoh segala. -_- Jadi di-pause dulu, deh acara hengkang dari rumah. #plak (dasar anak durhaka!) Eh, iya eomma! Peace! Peace!
    Apa, ya yang diucapin abang sama eonni? Hmmm… Aku penasaran.. Tapi yang lebih bikin penasaran adalah, "Eonni kenapa pingsaaan??!!" ×_× Eonni kecapean kah? Atau bawaan adek bayinya? *panik*

  8. .waaah ff favorit aq,,accch tlat bnget pdhal nie udah lma,,bng evil akhirnya dah bka idnttasny k publik,,sso hmil ,,brta yng pling hboh,,hhe pnsran bnget ma neks crtnya lnjutin dong thour

  9. akhirnya Cho Kyuhyun kembali, kembali ke kehidupannya dan kembali untuk seseorang yang ia cintai 🙂 berharap mereka hidup bahagia tanpa kyu yang harus mengalah lagi sama evil gyuhyun :v Next part kutunggu 🙂

  10. inilah kyuhyun yang sebenarnya. udah cukup dia berkorban selama ini. raih kebahagiaanmu kembali kyu. semoga mereka berdua bisa hidup bahagia dengan calon baby cho dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka.

  11. makin gregetan sumpah
    begitu jahatnya gyuhyun
    bkan hanya so eun yang terluka tapi semua orang
    siapa yang bertanggung jawab coba
    so eun kenapa itu….
    moga aja dia gk papa ama bayinya
    ini udah ada lanjutannya gk ya

  12. Ada apa dengan mereka?
    Kok para wanita yg mencintai kyuhyun terkapar semua??
    Tolong jgn bikin galau di next part udah mah galau juga karena telat update nih author.. Okey saya menunggu..

  13. akhirnya suatu kebenaran terungkap bahwa so eun bukan mencintai kyu karena cinta pertamany tp karena benar diri kyu.kyu semoga kau berhasil mengembalikan semuanya.

  14. chinguuu..kapam epepnya dilanjut lagi? seneng banget sama kisah mereka semua..yeah..akhirnya kyuhyun telah bangkit

  15. akhirnya kyu muncul juga didepan keluarganya yang pasti bikin semua shock terkejut,kembaran kyu pasti tidak akan diam saja

  16. Kkyaaa chingu, ini story keren binggo …
    Hufft aku butuh konsentrasi extra nih bacanya klo ga bakalan bingung wkwk

    Mana nih lanjutannya??
    Udh lama ga dlanjut ya.. klo sempat, lanjutin lg dong Chingu, aku penasaran hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s