Action, Romance

A Love to Kill

Untitled-1

A Love to Kill

Cast: Cho Kyuhyun

Kim So eun

Lee Donghae

Genre: Drama, action, romance

Typo bergentayangan >< FF ini murni dari pemkiran saya. Karena jatuh cinta pada ahjussi tampan Lee Junki saya jadi ingin membuat cerita seperti ini ><
saya tidak tahu apa cerita nya sesuai dengan yang kalian harapkan u.u
Yaudah happy reading bagi semuanya ๐Ÿ™‚

Story Beginning

Suara desahan yang keluar dari mulut sang gadis yang tengah berada diatas ranjang dalam kamar hotel ini terdengar begitu tersiksa dan menikmati setiap perlakuan seorang lelaki yang berada diatasnya. Tak henti – hentinya wanita itu merintih kenikmatan saat pria itu menghujam dan membawanya pada kenikmatan yang diinginkan wanita itu. Pria yang berada diatasnya menyeringai bagaikan iblis saat melihat wanita itu berada dibawahnya pasrah dengan apa yang dilakukan pria ini.

“Aah… Oppa… Lebih dalam lagi…” Wanita itu mendesah saat pria itu kembali menghujam kejantanannya pada diri wanita ini. Pria berambut kecoklatan itu tersenyum miring melihat wanita dibawahnya ini memejamkan matanya karena menikmati perlakuan yang diberikan olehnya.

“Akh!” Jeritan wanita itu tertahan dengan ciuman pria itu dibibirnya. Mata yang terpejam itu terbuka lebar saat ia merasakan sesuatu yang menusuk tubuhnya begitu menyakitkan bukan nikmat lagi yang ia rasakan seperti tadi. Mata wanita itu dapat melihat pria yang diatasnya tersenyum penuh kemenangan. Genjotan yang pria itu berikan terhenti dan ia menatap wanita ini dengan seringaiannya.

“Kau…”

“Kenapa sayang? Bukankah kau ingin lebih dalam lagi” Pria itu semakin menusukkan pisau kecil berbentuk pena itu pada perut wanita yang berada dibawahnya. Menusukkannya lebih dalam dan mengoyak perut wanita itu seperti ia mengoyak vagina wanita ini.

Darah segar mulai keluar dari perutnya dan menempel di tangan pria ini. Wanita itu ingin berteriak dan mendorong tubuh yang berada diatasnya itu tapi kekuatannya sudah tidak ada lagi. Tenaganya sudah habis terkuras saat pria ini melakukan seks bersamanya beberapa jam yang lalu. Tenaganya sudah tidak adalagi. Ingin mendorong pria itu tapi tangannya terasa tak bertulang saat melihat seringaian diwajah tampan itu. Ingin berteriak tapi mulutnya terkunci dengan bibir pria ini yang berada di atas bibirnya.

Pria itu melepaskan ciumannya saat merasakan tubuh wanita itu sudah tidak bergerak lagi. Tubuh polos yang terasa panas itu kini berubah menjadi dingin. Pria itu mengangkat tubuhnya dari atas wanita ini. Menuruni ranjang itu yang sudah dipenuhi darah merah segar dan menatap tubuh telanjang wanita itu dengan senyum meremehkan. Ia menarik pisau kecil berbentuk pena itu dari tubuh wanita ini. Menghilangkan darah wanita itu yang masih tersisa di pisaunya. Ia meraih remote AC yang berada diatas meja disamping ranjang kamar hotel ini, mengatur nya dengan cepat. Kemudian pria ini memasuki kamar mandi yang berada dikamar ini. Membersihkan dirinya dari noda darah yang menempel ditubuhnya.

===>

Pria itu keluar dari kamar hotel ini dengan santai seperti tidak pernah terjadi apapun. Ia melirik sekilas CCTV yang berada di koridor hotel ini. Senyum nya mengembang saat mengetahui bahwa CCTV itu akan menjadi salah satu alibinya nanti. Pria itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana berbahan sutera itu dan berjalan santai seperti pria normal. Sekarang yang harus ia lakukan adalah pergi ke klub untuk menciptakan alibinya yang lebih besar dan tidak akan dicurigai oleh siapapun.

===>

Suara burung yang berkicau masuk kedalam indra pendengaran gadis yang masih membalut tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih itu. Diatas ranjangnya. Sinar keemasan yang terpancar dari matahari menembus jendela kaca yang berada dikamar itu dan menyinari dinding kamar berwarna biru muda itu dan masuk kedalam retina gadis ini seakan memakasanya untuk bangun dari mimpi indahnya semalam.

Kim So eun โ€“ gadis berusia 26 tahun itu menggeliat dalam selimut hangatnya, beranjak dari tempat tidur sambil menguap dan meregangkan otot tangan tanda menikmati suasana pagi ini. Ia berjalan sambil menguap menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya. Mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

Gadis itu keluar dari dalam kamar mandinya setelah berhasil membersihkan tubuhnya. Ia berjalan pelan menuju cermin besar yang berada di dalam kamarnya. Gadis itu mengoleskan sedikit alat make up pada wajahnya. Tidak berlebihan hanya sekedar saja. Ia tersenyum lebar saat melihat penampilannya di depan cermin ini yang lumayan sempurna. Matanya tak sengaja menatap bingkai photo yang berada di atas meja riasnya. Senyum lebar itu menghilang saat ia melihat seorang pria berseragam polisi yang berada disana.

“Seharusnya kau mendengarkan apa kata bos mu, oppa” Ia mengambil bingkai photo itu dan mengusap lembut wajah pria itu. Menatap sedih wajah pria tampan itu yang terlihat tersenyum didalam bingkai photo tersebut.

“Seharusnya kau tidak ke TKP sendirian” lirihnya. Matanya mulai mengabur saat mengingat kejadian mengerikan itu. Disaat kakak kandungnya yang bekerja di kepolisian pusat dapat mengetahui identitas pelaku pembunuhan berantai yang selalu dianggap oleh polisi sebagai bunuh diri biasa. Tapi pria bernama Kim Jong Woon itu dapat memecahkan misteri itu dan hendak mengungkapkan pelakunya. Tapi kesialan memang terjadi padanya. Pria itu ditemukan tewas dengan mengenaskan saat ia mengejar pelaku pembunuhan itu yang sampai sekarang masih berkeliaran di luar sana.

“Aku menemukannya” Pria berseragam polisi itu menempelkan ponselnya pada telinga kirinya dengan tangan kanannya yang sibuk menyetir dan memperhatikan mobil mewah yang berada di depannya. Tak ingin membiarkan pembunuh itu lari lagi.

“Dimana posisi mu sekarang?” tanya suara berat pria tua berusia sekitar 65 tahun diseberang sana pada pria bernama Kim Jong Woon itu.

“Aku tepat berada di belakangnya. Tenang saja pak, kali ini aku pasti akan mendaptkannya” ucap Jong Woon yakin

“Jangan bertindak gegabah Jong Woon. Kau tidak tahu apa yang akan dia lakukan padamu” Suara itu terdengar sedikit emosi saat ia mengetahui bahwa bawahannya sedang mengikuti pembunuh itu seorang diri.

“Tenang saja. Aku sudah memastikan kalau dia sendirian” Jong Woon terus memperhatikan mobil berwarna hitam itu. Pandangannya tiba – tiba mengabur saat hujan turun begitu deras dengan cepat. Ia semakin menajamkan tatapannya pada mobil itu saat mobil itu sudah mulai melaju dengan kecepatan yang diatas rata – rata. Sepertinya pengemudi itu mengetahui bahwa ia sedang diikuti.

“Sial!” Umpat Jong Woon kesal. Ia juga mempercepat laju mobilnya dan terus menajamkan matanya untuk tidak kehilangan targetnya selama ini. Jika ia bisa mengungkap jati diri pria itu sebenarnya maka pria itu pasti tidak akan bisa melosokan dirinya lagi.

“Ada apa?” tanya Suara diseberang sana saat mendengar umpatan Jong Woon.

“Sepertinya dia mengetahui kalau aku mengikutinya”

“YA! Kim Jong Woon. Berhenti mengikutinya sekarang juga. Tunggu lah beberapa menit lagi, aku akan mengirimkan beberapa anggota untuk membantu mu”

“Tidak. Jika aku menunggu beberapa menit saja. Dia pasti akan kabur lagi”

“Dengarkan apa kata bos mu. Hentikan sekarang juga!”

“Maaf. Tapi aku tidak bisa”

Sambungan telepon itu terputus membuat pria paruh baya itu membanting teleponnya. Polisi yang berada di kantor saat itu juga hanya bisa terdiam melihat kemarahan bos besar mereka itu.

“Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Kim Heechul dan kau Hangeng. Ikut aku kelokasi. Kim Ryeowook, lacak dimana terakhir lokasi Jong Woon” perintah pria berusia bernama Park Jung Soo itu pada anak buahnya. Mereka semua menjawab ucapan bos mereka itu dengan mantap dan mulai bergerak mengambil peralatan polisi. Seperti pistol.

Empat mobil polisi bersirene itu menghiasi jalanan kota Seoul di bawah derasnya hujan pada malam ini. Semuanya terlihat begitu tegang saat mengetahui bahwa ponsel Kim Jong Woon sudah tidak aktif lagi. Pikiran negatif mulai menghinggapi setiap akal sehat mereka. Lee Hyuk Jae yang bertugas menjadi supir itu juga terlihat tidak berkonsentrasi saat mendengar suara operator yang selalu menjawab ponsel Jong Woon. Belum lagi umpatan sial yang selalu dilontarkan oleh atasan mereka itu yang berada tepat disampingnya.

“Pak. Aku mendapatkan signal” ujar Ryeowook dari kursi belakang dengan sedikit berteriak. Jung Soo segera bertanya dimana lokasi itu dengan teriakan.

“Setelah jalan lurus ini akan ada persimpangan, belok kiri” Ujar Ryeowook cepat. Hyuk Jae mempercepat laju mobilnya saat mendengar instruksi Ryeowook. Mobil yang berada dibelakang mereka juga mempercepat lajunya saat melihat mobil polisi didepan mereka melaju dengan cepat.

Selang beberapa menit mobil van berwarna hitam itu berhenti tepat di depan sebuah gudang kosong yang dikelilingi oleh rerumputan liar. Segera Jung Soo dan anak buahnya turun dari dalam mobil itu dan berlari kecil – kecilan sambil menunduk memperhatikan sekitar mereka. Mobil polisi yang di gunakan oleh Jong Woon terlihat terpakir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Setelah menerima instruksi dari Jung Soo, para anak buahnya mulai berbondong – bondong memasuki gedung kosong dan tua itu.

Pintunya dibuka paksa dan dengan sigap mereka semua mengarahkan pistol mereka kedepan membuat pertahanan. Tapi yang mereka temukan hanya kekosongan. Park Jung Soo memberikan kode pada anak buahnya untuk melihat sekeliling gedung ini. Mereka menganggukkan kepala mereka dan melangkahkan kaki untuk semakin memasuki gedung ini.

Suara rintihan kesakitan sesorang menghentikan langkah mereka semua dan bersamaan mereka saling memandangi satu sama lain. Suara rintihan kesakitan itu terdengar lagi dan dengan cepat mereka semua berlari menghampiri orang tersebut.

Langkah kaki mereka lagi – lagi terhenti saat melihat Kim Jong Woon duduk diatas kursi dengan keadaan yang mengenaskan. Seragamnya yang sudah mulai sobek, wajah yang berlumuran darah dan tubuh pria itu yang begitu lemas saat ini. Dan yang membuat mereka semua terkejut tak bisa mendekati pria itu adalah karena melihat disekujur tubuh Jong Woon dipasangi bom waktu.

“Lari” lirih Jong Woon saat waktunya sudah tidak terlalu banyak lagi. Ia begitu lemas untuk mengeluarkan suaranya. Mereka semua masih tidak bergerak. tidak bisa berpikir dengan jernih saat melihat bom yang dipasang di tubuh pria itu. Ingin menyelamatkan Jong Woon waktu nya pasti tidak akan cukup mengingat mereka tidak membawa alat penjinak bom. Melarikan diri dan meninggalkan pria itu sendirian disana? Apa mereka semua tega melakukannya mengingat bahwa pria itu sangat berharga bagi mereka.

“Jika… Kalian menyayangi ku.. Lari lah” ucapnya lemas. Bersamaan airmata mereka semua terjatuh mendengar permohonan pria itu. Dengan terpaksa mereka mulai memundurkan langkah mereka dengan tubuh yang bergetar tanpa melepaskan tatapan mereka dari Jong Woon. Berat rasanya melangkah kan kaki untuk menjauh dari Jong Woon. Sekalipun itu membahayakan nyawa mereka. Suara detik yang berasal dari bom itu semakin membuat mereka ketakutan, belum lagi melihat wajah pasrah Jong Woon yang begitu tenang dan masih bisa tersenyum pada mereka semua. Perlahan, satu persatu mereka sudah berlari meninggalkan gedung ini, hingga terakhir pria pendek bernama Lee Donghae itu belum juga melarikan dirinya dari gedung ini.

“Pergilah” mohon pria bermarga Kim itu.

Donghae menggelengkan kepalanya seolah menolak permintaan pria itu.

“Hiduplah. Gantikan aku menjaga So eun. Kumohon” kali ini suara Jong Woon terdengar sangat berat. Napasnya putus – putus saat mengucapkan kalimatnya. Tubuhnya begitu lemas tidak bisa ia gerakkan. Rasa sakit yang diterima tubuhnya begitu menusuk hingga ketulangnya. Donghae menatap Jong Woon dengan mata yang mulai mengabur. Air matanya semakin mengalir deras saat melihat Jong Woon tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Donghae. Dengan berat hati pria pendek itu melangkahkan kakinya mundur.

Satu…

Dua…

Tiga…

Dan langkah keempatnya ia berhenti lagi dan menatap Jong Woon.

“Aku akan menjaganya. Seumur Hidup ku” Janji pria itu dengan suara bergetar. Jong Woon tersenyum lebar mendengar janji itu keluar dari mulut Donghae. Setidaknya ia bisa tenang meninggalkan So eun pada pria seperti Donghae. Pria itu bisa menjaga So eun seperti ia menjaga adik kecilnya itu. Donghae melanjutkan langkahnya. Berlari meninggalkan gedung itu sambil terus menangis.

Waktu itu terus berjalan dan semakin detiknya waktu untuk hidup pria bernama Kim Jong Woon itu akan habis. Ia menutup kedua matanya. Mengadahkan kepala itu keatas dan air mata pria ini mengalir dari kedua sudut matanya. Melihat wajah So eun yang tersenyum padanya, melihat gadis itu yang selalu menunggu kepulangannya dirumah kecil mereka dan melihat tangis gadis itu saat ia merasa ketakutan. Matanya semakin menutup erat dan bibirnya mulai bergetar menahan tangisnya untuk tidak pecah.

“Maafkan Oppa… Kim So eun”

Suara ledakan itu terdengar memenuhi telinga para polisi yang berada tak jauh dari gedung itu. Api mulai membakar gedung itu hingga hangus bersama seseorang didalam sana. Kelima polisi itu menatap gedung itu dengan tangis mereka. Park Jung Soo mengangkat tangannya yang bergetar keatas menembakkan peluru yang berada di pistol kecilnya dan menghormat pada bangunan tua itu. Dan detik berikutnya diikuti oleh Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Hangeng, Kim Heechul dan Kim Ryeowook, juga beberapa anggota kepolisian yang hadir disana saat ini.

Tes

Cairan berwarna bening itu terjatuh dari bola mata So eun dan mengenai wajah pria yang berada di bingkai photo tersebut. Dengan cepat ia menghapus air matanya dan mengusap pelan cairan itu dari bingkai photo tersebut. Ia mendekatkan bingkai photo itu pada wajahnya dan mencium photo tersebut dengan mata tertutup. Mata gadis ini semakin panas dan kembali cairan bening itu keluar dari bola matanya dan menyentuh bingkai photo tersebut.

“Aku merindukan mu… Oppa”

===>

Kim So eun keluar dari taxi saat ia sudah berada di depan gedung pencakar langit milik Cho Group. Gadis ini membayar ongkos taxi nya, kemudian ia melangkahkan kakinya memasuki gedung besar ini. Para satpam dan pekerja yang berada di dalam gedung ini menundukkan kepala mereka memberi hormat pada So eun. Gadis itu cukup dihormati di gedung ini mengingat bahwa jabatannya adalah sekretaris CEO diperusahaan ini. Dengan kemampuan dan kepintaran yang dia miliki membuat gadis ini dapat dengan mudah mencapai posisi tersebut. Sifat pendiam dan sifat cueknya itu membuat ia tak pernah dekat dengan orang lain. Gadis ceria yang dahulu kini berubah menjadi pendiam dan dingin saat ia kehilangan kakak kandungnya. Tidak memiliki keluarga di dunia ini membuat gadis itu berpikir ratusan kali untuk membiarkan orang lain masuk kedalam kehidupannya karena dia tidak ingin tersakiti oleh orang seperti dahulu. Mungkin dulu ia masih memiliki Jong Woon yang bisa menemaninya disaat ia menangis. Tapi sekarang, ia tidak memiliki siapapun untuk bersandar didunia ini. Membuat hidupnya datar dan biasa saja.

Lupakan tentang kehidupan Kim So eun sejenak. Kini gadis itu melangkahkan kakinya memasuki lift karyawan.Suara ketukan halus high heels yang ditimbulkan oleh nya membuat semua orang yang melihat gadis ini pasti akan menunduk hormat dan mempersilahkan So eun untuk lebih dahulu memasuki lift.

Kim So eun melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift saat angka didalamnya sudah berhenti di nomor 23. Dan saat pintunya terbuka segera gadis yang berpakaian blazer dan rok diatas lutut itu melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya. Rambut ikal yang biasa ia uraikan, selalu saja ia ikat menjadi ekor kuda saat sudah berada dikantor. Karena gadis ini sedikit tidak nyaman jika rambutnya digerai saat ia bekerja.

Bertepatan dengan masuknya So eun keruang kerjanya, ia berpapasan dengan seorang wanita yang lebih tua beberapa tahun darinya. Wanita itu mengenakan gaun tipis ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang memang sempurna itu. Ia melirik sinis pada So eun dan mendengus, seperti meremehkan penampilan So eun yang begitu kampungan. Kaki jenjang itu melangkah keluar dari ruangan itu. Bisa ditebak bahwa wanita itu baru saja keluar dari ruangan CEO perusahaan ini.

“Dasar mesum. Apa dia tidak bisa melakukannya diluar kantor” umpat So eun saat melihat wanita itu sudah keluar dari ruangan ini. Ia bergegas menuju kursi yang berada di belakang meja itu, sekilas melirik pintu ruangan CEO nya yang memang berada diruangan yang sama dengan So eun. Sudah menjadi rahasia umum jika bos besar diperusahaan ini sangat suka mengajak wanita keluar masuk kantornya dan melakukan seks disana. Bahkan tak banyak wanita yang bekerja di perusahaan ini yang menginginkan bos mereka dengan melemparkan tubuh mereka secara gratis pada bos muda itu.

===>

Suara deringan yang berasal dari telepon kantor itu menyadarkan So eun dari pandangannya yang fokus terhadap layar monitor yang berada diatas meja kantornya. Gadis itu segera mengangkat telepon itu tepat di dering ketiga dan sedikit mengalihkan perhatiannya dari layar monitor itu.

“Keruangan ku sekarang!” belum sempat dia mengatakan ‘ya’ suara diseberang sana sudah memerintahkannya dengan penuh penekanan dan tidak terbantahkan. Gadis itu menghembuskan napasnya mendengar perintah itu. Ia menatap gagangan telepon yang berada ditangan kirinya dengan malas, setelah memerintahnya seenaknya pria itu tanpa merasa bersalah menutup teleponnya secara sepihak. Menjadi seorang sekretaris itu bukanlah hal yang mudah. Bersusah payah dia menjalani sekolahnya hingga ia memiliki otak yang pintar tapi pada akhirnya ia hanya bekerja sebagai sekretaris dari CEO diperusahaannya. Memang jabatan itu bukanlah hal yang remeh, tapi jika bosnya seperti CEO Cho mungkin akan berpikir ratusan kali untuk melamar diperusahaan besar ini.

Ia langkahkan kakinya menuju ruangan bos besar nya itu, mengetuk pintu terlebih dahulu dan saat sudah mendengar kata ‘masuk’ barulah gadis ini membuka pintunya dan masuk kedalam ruangan ini. CEO nya ini sangat tampan. Memiliki garis wajah yang begitu pas, rahang yang tegas, alis mata yang tebal, rambut kecoklatan, hidung mancung, kulit yang seputih susu, bibir penuh dan mata elang yang begitu tajam. Wajar jika semua gadis yang melihat wajah ini akan melemparkan tubuh mereka dengan senang hati pada CEO nya. Cho Kyuhyun – nama itu tertulis jelas dipapan kaca jabatan CEO yang berada diatas meja berwarna coklat itu.

Suara ketukan high heels yang dikeluarkan oleh langkah kaki So eun membuat wajah tampan yang terlihat sibuk dengan kertas – kertas nya itu melirik sekilas pada So eun dan kembali memeriksa berkas yang berada di depannya.

“Proyek yang di pulau Jeju sudah kau siapkan!?”

“Ne, sajangnim. Sesuai dengan perkiraan anda, Tuan Han dari perusahaan Han Group menerima kerja sama dengan perusahaan kita” ujar gadis ini sopan. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya mendengar jawaban sekretarisnya ini.

Perkiraannya selalu benar dan tidak pernah salah, menyuntikkan sedikit dana pada perusahaan seperti itu bukanlah hal sulit bagi Kyuhyun. Setidaknya ia bisa mendapatkan untung lebih besar dari ini.

“Lusa kita akan ke Jeju. Persiapkan semuanya”

“Ne Sajangnim” jawab So eun.

==>

“Jeju?”

“Benar”

“Berapa hari?”

“Entahlah, mungkin hanya sekitar 2 atau 3 hari”

Kim So eun menyesap capuccino nya dengan sedikit meniup kecil gelas kaca yang berada ditangannya. Wajah pria yang berada didepannya terlihat tidak bersahabat saat mendengar ucapan So eun yang mengatakan bahwa gadis itu akan pergi menjauh darinya. Meskipun hanya untuk pekerjaan tetap saja pria itu tidak menyukainya. Terlebih mengetahui bahwa gadisnya ini akan pergi berdua bersama bos nya.

“Apa kau tidak bisa menolaknya?” Tanya pria berseragam polisi bernama Lee Donghae itu.

“Oppa, kau tahu sendiri bagaimana bos ku. Aku tidak bisa menolaknya” jawab So eun. Ia meletakkan gelas itu dengan pelan diatas meja kafe ini. Jawaban So eun tak membantu Donghae. Tetap saja wajah pria itu terlihat kesal dan sedikit tidak bersahabat mendengar ucapan gadis ini. So eun yang menyadari perubahan sikap Donghae dengan perlahan ia menggenggam tangan kiri Donghae yang berada diatas meja itu dan tersenyum lembut pada pria ini.

“Tak usah khawatir, aku pasti bisa menjaga diriku sendiri”

“Bagaimana aku tidak khwatir, beberapa bulan terakhir ini selalu ada laporan pembunuhan dan 80 persen semua korban adalah perempuan.” Ucap Donghae sedikit kesal saat mendengar kata – kata So eun. Dia memang khawatir dengan keselamatan gadis ini tapi kenyataan lain juga sedikit membuat Donghae khawatir. Donghae berdecak kesal dan mengacak – acak rambutnya gusar. Jika bukan karena pelaku pembunuhan itu mungkin dia bisa ikut menemani So eun ke Jeju. Menjaga gadis itu dari siapapun.

“Sialan! Kenapa harus ada pembunuhan seperti ini. Membuat repot saja” Gerutu Donghae. So eun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Donghae. Merasa geli melihat pria ini yang begitu frustasi

“Aku tidak apa – apa tuan Deketektif” ujar So eun mengulum senyumnya. Donghae meremas tangan gadis ini dan menatapnya dengan sendu. Ia menghembuskan napasnya kasar dan sedikit mengangkat tubuhnya, memajukannya mendekat pada So eun dan mencium kening gadis ini cukup lama. So eun menutup kedua matanya saat merasakan benda lunak itu menyentuh keningnya. Kehangatan menjalar keseluruh tubuh gadis ini. Ia tersenyum mendapat perlakuan manis seperti ini dari kekasihnya.

“Hati – hatilah” pesan Donghae saat ia sudah mengakhiri ciumannya. Ia menatap mata bulat gadis ini.

“Jangan terpesona dengan Kyuhyun” ancam Donghae yang disambut dengan kekehan So eun. Dan gadis itu menganggukkan kepalanya.

===>

Kyuhyun meneguk red wine yang berada di gelas kaca kecilnya. Pria itu meminum red wine itu dalam kegelapan di ruang kerjanya. Suara petir dan hujan yang turun begitu deras dimalam ini membuat suasana hatinya semakin memburuk. Ia memejamkan matanya mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu. Kejadian yang membuatnya menjadi lebih berdarah dingin. Mengingat bagaimana gigihnya polisi muda itu mencari tahu semua tentang kehidupannya. Ingin menggali lebih dalam mengenai dirinya. Mengingat bagaimana pria itu berakhir ditangannya dengan mengenaskan.

Semua itu terjadi karena pria brengsek yang selalu diagungkan oleh setiap anak. Yang biasa dipanggil dengan sebutan ayah. Ya, jika saja dia juga pernah menyebut pria brengsek itu dengan sebutan ayah mungkin kehidupannya akan lebih tenang tidak dihantui oleh rasa takut pada dirinya sendiri dan rasa bersalah pada setiap korban yang habis ditangannya. Ini semua karena pria tua itu yang membuatnya seperti ini. Menjadi lebih dingin dan tidak memiliki perasaan.

Rumah sederhana yang berada di persimpangan kota Seoul yang biasa dipenuhi dengan tawa dan tangisan seorang gadis kecil kini dipenuhi dengan jeritan dan teriakan seorang wanita yang begitu tersiksa melihat putra nya di bawa paksa oleh sekelompok pria berbaju hitam dan bertubuh besar. Wanita itu terus memberontak ingin mengambil kembali putra nya yang masih begitu muda, berusia 14 tahun. Laki – laki remaja itu juga terlihat meronta ingin dilepaskan dari cengkraman kuat oleh kedua pria yang berada disisi kanan dan kirinya. Ia semakin berteriak kencang dan menangis saat melihat ibunya di tampar dan di pukul oleh seorang pria paruh baya. Mata lelaki itu membulat sempurna, ia menggigit tangan kedua pria yang berada disampingnya dan segera berlari menghampiri tubuh ibunya yang tergeletak diatas tanah dengan darah yang keluar dari sudut bibir wanita itu.

Bocah lelaki itu menatap marah pria yang berada didepannya. Pria dewasa itu mendengus melihat kelakuan anak dan ibu yang begitu dramatis menurutnya.

“Oppa!” teriak seorang gadis kecil. Gadis berambut lurus itu segera berlari menghampiri tubuh kakak dan ibunya yang berada di halaman rumah kecil mereka dengan pria berbaju hitam yang mengelilingi mereka.

“Eomma…” tangis gadis kecil itu saat melihat ibunya yang terbaring dipangkuan Oppa nya dengan bekas luka yang berada diwajahnya. Lelaki remaja itu mengepalkan tangannya melihat wajah ibu yang biasanya selalu penuh dengan senyuman disetiap harinya kini digantikan dengan luka di wajah wanita ini. Mata elang milik lelaki itu menatap penuh dendam pada pria dewasa yang berdiri didepannya. Pria itu menyeringai melihat tatapan tajam itu dimata anak ini. Sama seperti miliknya dulu. Tidak salah jika dia memang menginginkan anak ini menjadi pewaris nya.

“Berdiri Cho Kyuhyun. Ikut dengan appa. Ibu dan adik mu akan baik – baik saja jika kau ikut dengan appa, nak” ujar pria itu mencoba lembut, mengulurkan tangannya menyambut tangan bocah bernama Cho Kyuhyun itu.

“Dia tidak akan ikut dengan mu” ujar wanita yang berada di pangkuan Kyuhyun. Seketika wanita itu berdiri dan menatap benci pada pria yang masih menjadi suaminya itu. Dia menyesal pernah menikah dengan pria seperti ini.

Plak

“Eomma!” tamparan itu mengenai wajah wanita itu untuk kesekian kalinya. Kyuhyun dan gadis kecil bernama Cho Yeon Ha itu segera menghampiri tubuh ibu mereka yang terhempas terjatuh ketanah karena kuatnya tamparan yang diberikan oleh lelaki itu.

Kyuhyun merasakan tubuh nya di tarik paksa saat ia hendak menghampiri ibunya. Lelaki itu kembali melontarkan kalimat kasar dan menjerit meminta ingin dilepaskan. Ia meronta melepaskan tangan kedua pria bertubuh besar yang kembali menarik tubuhnya paksa menjauh dari tempat ini.

“Kyuhyun! Cho Kyuhyun!”

“Eomma!”

Wanita itu terus berteriak memanggil nama anaknya dengan menangis begitu juga dengan Kyuhyun yang terus memanggil nama ibunya seperti meminta pertolongan. Ia berusaha keras melepaskan tubuhnya dari cengkraman erat dari kedua pria itu.

Dorrr…

Suara tembakan itu menghentikan aksi berontak Kyuhyun. Ia merasakan tubuhnya melemas saat mendengar suara itu. Tenaganya seolah sirna, mata tajam itu membulat sempurna dengan cepat ia membalikkan tubuhnya dan melihat asal suara tembakan itu. Mata nya yang sudah memerah itu kembali mengeluarkan air mata saat ia melihat tubuh ibunya terjatuh ditanah tidak berdaya yang dipenuhi dengan darah segar. Tangisan dan jeritan Yeon Ha menyadarkan Kyuhyun bahwa pria dewasa itu baru saja menembakkan pelurunya pada tubuh ibu nya.

Ia mengepalkan tangannya, menggigit lagi tangan kedua pria yang memegangnya dan memberikan pukulan yang cukup keras pada kedua wajah pria bertubuh besar itu. Kemarahan Kyuhyun terlihat begitu menarik bagi pria bernama Cho Yeong Hwan itu. Ia tersenyum penuh kemenangan saat melihat bagaimana Kyuhyun bisa mengatasi kedua pria bertubuh besar itu, seorang anak SMP bisa mengatasi kedua pria bawahannya dengan mudah. Kyuhyun berlari cepat menghampiri tubuh ibunya. Berlutut tepat disamping wanita itu, wajahnya sudah membiru dan tubuh nya sudah dingin tidak bisa menghangat seperti biasanya. Yeon Ha gadis berusia 3 tahun itu menangis histeris melihat ibunya yang tidak membuka mata itu. Ia menggoncangkan tubuh ibunya berulang kali guna wanita itu bisa bangun dan menatap padanya.

Kyuhyun ikut menangis bersama Yeon Ha, memanggil ibu nya untuk bangun. Tapi sekeras apapun usaha mereka wanita itu tidak bisa membuka matanya lagi. Ia hanya bisa menutup mata itu selamanya. Cho Yeong Hwan melirik beberapa anak buahnya dan menganggukkan kepalanya tanda memberikan perintah lagi pada pria – pria bertubuh besar itu. Kembali mereka manarik paksa tubuh Kyuhyun hendak membawa lelaki itu meninggalkan tempat ini. Yeon Hwa semakin menangis saat melihat Kyuhyun dibawa paksa oleh orang – orang itu. Berulang kali Kyuhyun meneriakkan nama ibu dan adiknya seperti tidak ingin melepaskan kedua orang itu.

“Berhenti berontak Cho Kyuhyun. Atau aku akan meledakkan kepala adik mu ini” Tuan Cho mengarahkan mulut pistolnya tepat dikepala Yeon Ha yang membuat aksi Kyuhyun kembali terhenti.

“Jangan sentuh dia sedikit pun brengsek!” amuk Kyuhyun.

“Kalau begitu ikut dengan ku. Maka akan kupastikan Yeon Ha tidak akan terluka”

“Kau Gila! Bagaimana bisa kau melakukan ini pada anak dan istrimu!”

“Benar. Aku memang gila. Karena itu aku membutuhkan mu untuk menjadi penerus ku” ucapnya santai

“Aku tidak akan pernah menjadi penerus mu” ucap Kyuhyun dingin. Sorot mata itu memancarkan kekuatan yang begitu besar saat ia melihat wajah pria itu. Dendam. Cho Yeong Hwan semakin tersenyum melihat emosi dimata Kyuhyun yang begitu bernapsu ingin membunuhnya. Pria itu menarik pelatuknya dan kembali mengarahkan benda itu pada Yeon Ha.

Mata Kyuhyun membulat sempurna saat ia melihat pria itu hendak melepaskan pelatuknya itu yang berada tepat didepan kepala Yeon Ha.

“Andwae!” Jerit Kyuhyun. Tubuh pria itu bergetar hebat saat ia melihat nyawa adiknya ini sedang dipermainkan oleh pria itu. Yeong Hwan menarik pistol itu dari kepala Yeon Ha. Ia memperhatikan dengan tenang wajah putraย nya itu.

“Aku akan ikut dengan mu. Lepaskan dia! Aku bilang aku akan ikut dengan mu Brengsek!” Teriak Kyuhyun lagi. Dia begitu frustasi saat melihat wajah ketakutan Yeon Ha, ingin rasanya ia segera berlari dan memeluk tubuh ketakutan itu dan menenangkannya. Tapi kedua tangan pria bertubuh besar sialan itu masih terus menahan tubuhnya untuk tidak melarikan diri.

“Baiklah. Aku akan melepaskannya” ucap pria itu penuh dengan senyuman kemenangan. Kyuhyun menghempaskan tangannya kasar hingga membuat tangan yang memerah karena cengkraman itu terlepas.

Segera ia berlari menghampiri tubuh Yeon Ha yang masih terisak kecil karena ketakutan. Pria remaja ini dengan cepat memeluk tubuh Yeon Ha dan menenangkan adiknya itu.

“Yeon Ha- ya, oppa akan segera kembali” ujar Kyuhyun gemetar dalam pelukan adiknya itu. Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya seperti menahan Kyuhyun untuk tidak pergi. Tangis pria ini kembali pecah saat ia melihat wajah Yeon Ha yang begitu ketakutan dan membutuhkannya. Ia melirik mayat ibunya yang masih terbaring diatas tanah itu dengan tatapan sedih. Kembali ia memeluk tubuh Yeon Ha dan mengusap lembut rambut gadis ini.

“Kau percaya pada Oppa, kan!?” Tanya Kyuhyun. Ia menatap mata gadis ini dengan mata elangnya. Yeon Ha menganggukkan kepalanya. Suara gadis ini tidak bisa keluar lagi karena meraskan ketakutan yang begitu luar biasa.

“Oppa akan segera kembali. Menjemput mu dan membawa mu ketempat yang aman. Kau harus menunggu Oppa” ucap Kyuhyun lagi. Gadis kecil itu lagi – lagi menganggukkan kepalanya menjawab ucapan Kyuhyun. Ia kembali memeluk tubuh Kyuhyun sebelum akhirnya lelaki yang ia panggil dengan sebutan Oppa itu menghilang dari pandangannya bersama pria berbaju hitam itu.

Suara sembaran petir yang cukup kencang itu membuat Kyuhyun membuka kedua matanya seketika karena terkejut, dan kenangan itu menghilang dalam sekejap dari kepalanya. Ia mengusap kasar wajahnya dan kembali meneguk red wine nya. Ia menatap kosong pada meja yang dia jadikan sebagai sandaran tangannya itu, memikirkan bagaimana hidup adik kecil nya itu sekrang ini. Apa gadis itu tumbuh dewasa dengan baik, apa gadis itu masih mengingatnya dan yang lebih penting apa gadis itu masih hidup? jantung Kyuhyun seolah berhenti berdetak saat poin yang ketiga masuk kedalam pikirannya. Tidak. Gadis itu harus hidup. Ia melakukan semua ini demi membawa adik kecilnya agar keluar dari tempat yang gelap itu. Tapi, Kyuhyun terlalu lambat hingga pada akhirnya saat ia kembali kerumah mereka, rumah itu sudah kosong tidak mempunyai penghuni. Ia tidak tahu dimana keberadaan adik kecil nya itu sekarang ini.

“Yeon Ha- ya. Tunggulah sebentar lagi. Oppa pasti akan menemukanmu”

Suara deringan ponsel yang berada diatas meja kerjanya mulai mengusik telinga pria ini. Ia melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu sebelum menajawab terlebih dahulu. Pria itu mendengus dan dengan malas ia mengangkat panggilan tersebut.

“Apa lagi?” Tanya nya malas saat mendengar suara diseberang sana menggerutu tak jelas padanya.

“Cho Kyuhyun ini terakhir kalinya kau membawa gadis ku bersama mu”

Kyuhyun mendengus malas mendengar suara emosi pria itu.

“Aku membawanya karena urusan pekerjaan”

“Kau bisa mengambil karyawan mu yang mana saja, kenapa selalu So eun yang kau bawa”

“Dia sekreartis ku Lee Donghae. Jadi berhentilah mengeluh. Ini sudah kesepuluh kalinya kau meneleponku hanya karena masalah kecil ini” ujar Kyuhyun sedikit kesal yang tidak mengerti dengan sifat kekanak – kanakan sahabatnya ini.

“Dia memang sekretaris mu. Dan aku tidak ingin kau menggodanya disana”

“Apa salahnya kalau aku menggodanya. Lagi pula kalau dia tergoda, itu bukan salahku”

“YA!”

Kyuhyun terkekeh mendengar teriakan diseberang sana. Dia segera menutup telepon itu secara sepihak tanpa perduli dengan teriakan Donghae yang mungkin menyumpahinya. Perlahan senyum pria itu memudar saat ia mengingat bahwa orang – orang yang berada didekatnya belum mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Mempunyai sahabat seorang detektif dan mempunyai seorang sekretaris yang begitu pintar membuat Kyuhyun merasa terancam berada didekat mereka. Pandangan pria itu mulai dingin dan tajam. Ia menatap dinding yang penuh dengan tempelan photo orang – orang yang dia lingkari dengan garis merah. Mengambil pisau kecil yang berada diatas meja kerjanya. Ia melemparkan benda kecil runcing berbentuk pisau itu pada salah satu photo yang dia tempel didindingnya.

Kilatan cahaya yang ditimbulkan oleh petir dimalam ini membuat ruangan gelap itu diterangi cahaya warna putih dan memperlihatkan sekilas pisau kecil yang dilemparkan oleh Kyuhyun mengenai photo seorang lelaki berseragam polisi.
.
.
.
.
.
Lee Donghae.

TBC

Gimana>< FF nya gimana readers??? Aneh kan!? u.u ini pertama kalinya saya membuat ff seperti ini jadi saya kurang mengerti dengan adegan tembak – tembakan seperti itu >< Biasanya Yesung yang menembak ku dengan cinta nya tapi kali ini –abaikan
Karena saya lagi tergila – gila sama drama nya Lee Junki Ahjussi yang Joseon Gunman ceritanya jadi sepert ini. ^^
Okhae kritik dan saran sangat saya butuhkan silahkan di komen ^
^ kalian mau protes juga gak apa – apa asalkan kalian tahan aja nanti dimarahi Yesung ๐Ÿ˜€
Silahkan komennya my lovely readers :* #kisseufromDdangkoma.

Advertisements

80 thoughts on “A Love to Kill”

  1. syoook bnarr bnarr syook ttng riwayaat kyu sungguh menyeramkn…hwaaa gwaat suamiiiq jdi korban selanjutnyaa gmna ini haeppa jga dirimu baik2 jangn2 setelah itu kim so uen hwaaa knpa kyu jdi monster kyk gnii

  2. new reader is here ~^^
    aku suka ff nya >_< Kyu vs Hae!!!
    gimana nasib soeun selanjutnya~
    next part ditunggu ^^

  3. anyeong cingu sy reader bru ijin bc ffny ya.. ^_^)Y
    pertm kali bc ff yg bergenre action kyu jd pembunuh brdrh dingin.. ^ ^
    penasaran knapa kyu jd pembunuh ap krn masa laluny yg kelam n ap hubungany dgn pembunuhan yg dlkukany skrg.. #huaa..-_-b penasarantingkatinggi#
    trus aq mw komplain knapa bang yeye critany dsni dikit bgt ud gt meninggl huwa cingu knapa?!?! knapa?!?! :-O author : hey u reader bru blagak komplain lg -_-# #sembunyidipojokan# tkt dtimpuk ma author ma reader laen kekeke~
    g sbr bc ntr moment kyusso d jeju n apkh sso nanti akn jth cinta k kyu? ato kyu yg jth cinta sm sso? ๐Ÿ˜€
    dtnggu part slanjtny keep writing ya thor :D:D hwaiting
    ohy ijin ff yg laeny #bown# gumawo.. ^_^)Y

  4. Kyuhyun jadi monster di sini
    ga nyangka dech
    tapi tenang aja, kan ada angel yg nantinya merubah dia
    di tunggu ne part selanjutnya…..

  5. apa target selanjut’a lee donghae ?? waaah kyuhyun sarap ni bocah..jd pembunuh -_- ..tp knp harus mmbunuh ?? lg donghae kan detektif masa gk mngetahui kalo shbt’a tu seorang pembunuh..??

  6. Waaah…
    Kerennya ff mu eoon..
    Bisa bisa wp favoritku
    Berpindah ke eoon.
    Kyuhyun sadis banget disini.
    Jarang ketemu ff kaya gini.
    Menarik banget.
    Penasaran part brktnya
    Cepet” posting ya eoon
    Jangan buat readers satu ini
    Mati penasaran#lebayku kumat author

  7. omg target slanjutnya suami gw JANGAAAANNNNN#teriakpketoakk #ditabok author
    kyuppa jgn buat haeppa aq trlukaa dy trllu romantis untuk dijadiin trget ๐Ÿ˜ฅ ..mndingg nargetin aq ajh kpn qta liburn breng kkkeeekeeee#dlmpar batu ma para readers ๐Ÿ˜€

  8. Wow.. hih gila keren banget, kira2 kyuhyun nanti mw bunuh siapa ya.. and kpan ya dia bakalan jatuh cinta ama so eun, pasti seru kalo itu terjadi…lanjut eun… aku tunggu.. semangat..!!!

  9. ga nyangka kelam banget kehidupan kyuhyun sekali punya bapa bapanya berdarah criminal akut apalagi dia di paksa buat jadi penerusnya eh tapi penasaran selain jadi pembunuh berdarah dingin cho group itu emang aset keluarga cho apa itu didiriin sendiri sama kyuhyun kaya banget kalo kaya gitu o.o

  10. Kejamm….. >.< cho kyuhyun kejam banget,nggak nyangka klo ayahnya tega bnget bunuh idtrinya di dpn anak"nya,pasti kyuhyun pnya dendan yg bsr sma ayahnya,smoga aja donghae nggak jdi target pembunuhannhya kyuhyun
    eonni cpet" publish next chapternya ya ๐Ÿ™‚

  11. Kaaaaaakkkk ditunggu banget lanjutannyaaaaa >o<
    Jadi selama ini Cho Kyuhyun jadi pembunuh berdarah dingin gara" ayahnya? ๐Ÿ˜ฎ
    Trus Kyuhyun juga belum tau dimana adeknya skarang?
    Aaaa sedih pas baca bagian Yesung, padahal dikit lagi dia bisa nangkep si Kyu..
    Tapi apa Kyuhyun gak tau kalo polisi yg dia bunuh dulu itu kakaknya Soeun sekertarisnya?

  12. APakh ada seorg ayah yg sekejam i2? Kurasa haxa org gila yg kejam yg dpt mlakuknx, membnuh istri n memishkn seorg ank dr ibu n adikx n yg lbh gilax lg meninggalKn drah dagingx sndri yg msi kcil brsma myat wanita yg msi brstats istrix, ya kurasa ff in crtax sngt luar biasa pmbunuhn yg sangt2 sadis, bhkn org trdkat pun tdk lupt dr kmarahan n brujung maut, yg buat aku pnasarn bgmana khdupn yeon ha skrg? Apkh appax tdk pxa hti sdiktpun u mrwat ankx yg msi 3 thn i2, mgkn appa kyu bsa menitpkn pd bwahanx ato membwa putri kcilx k pantiasuhan, n yg palng buat aku pnasarn apkh bnr kyu dalang dr kmtian kk sso krn tdi blum bgi2 jelas, tpi kuhrp bukn kyu plakux krn pasti sso akn sngt membnci kyu, sbnrx smw yg trjd pd kyu bukn spnuhx salah kyu smw krn appax yg kejam, kyu n adikx harus mendrta d usia yg sngt muda haxa krn kekejaman k egoisn appax

  13. Eonni baru pertama kali buat ff genre macan ini aja udahh luarbiasa bnget serunya… Apalagi kalau udah sering buat yahh gimana hebatnya tuh..!!! Waah eonni benar-benar daebak aku selalu suka sama semua karyamu.. Cuman satu kekurangan author favoritku ini.. Kekurangannya itu adalah LAMA BNGET BARU NGELANJUTIN LAGI FANFICTIONYA:(.. Bad boys udah lama bnget aku tunggu kelanjutannya.. Nappeun sunbe juga.. 7 year of lovenya juga.. Ff yg itu semua kapan dilanjut;(;(…. Huaaaaaa pengen nangis krna sakin gantungnya tuh ff semua:( tpi fighting aja dahgh buat eonnie..

  14. jadi bisa ajakan kyuhyunlah dalang pembunuhan jong woon dan semua pembunuhan berantai yang sedang ditangani donghae
    ya berbahaya emang posisinya sekarang

  15. Aigoo kyuhyun psycho ya sadis bgt… Omona awalnya syur bgt tp jadi sadis… Keren sih crtnya ngeri lagi tapi penasaran pengenbaca lanjutannya ๐Ÿ˜€

  16. o_O oh trnyt aye da bc n koment ๐Ÿ˜› corya thor nie lupa ma judulny ud gt hampir lupa jg ma jln critany :O #sembunyiDpojokan #tkutDtimpuk ๐Ÿ˜›
    yadah lah mw lanjt lg ใ…‹ ใ…‹ ใ…‹

  17. wahhhhhhh……br pertma x bc ff yg bergenri action ky gini…pembunuhan….whaaaaa….serreeemmmmmm….

    kenapa kyuhyun jd pmbunuh ky gt.apa krn ayahnya….ayahnya msih hidup kah?????

    kenapa donghae jd sasaran.berikutnya….lalu so eun….??????๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต

  18. Msllu yg kejam mmbuat Kyuhyun brubah mnjdi psychopat,,,yg hrus d slhkn dsni adlh ayahnya,,yg mnjdikn dy seorng pmbnuh…
    Penasaran siapa ya adiknya Kyu,, jgn bilng klo Soeun adiknya oh noooooooo… Snggh Tragis kmtian Yesung,,ksian Soeun yg hrus dtinggl prgi kkknya…

  19. Ah.. kenapa jongwoon bentar. Dan… uh kyuhyuh nya jahat. Seram.
    Benarkah Donghae targetnya? Dan kyu tau gaj kalo Soeun adik dr polisi yg dia bunuh secara tragisss..?

  20. jadi appanya sendiri yang membuat kyu jadi seperti ini kelam banget kehidupannya,gimana nasib adiknya kyu tu

  21. Aslii, tegang bngt baca ini cerita heohh… #tariknafasdalam
    Aduhh, kasian amat kisah hidupnya kyuhyun, sedih euy pantas dia jd orang yg sprti ini.. Kuat” ya Sso hadapin bosmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s