Romance, School Life

Nappeun Sunbae (4th)

1989453 copy

Typo bergentayangan -_-

Story Beginning

Suara kendaraan yang melaju di jalan raya yang berada di kota Seoul itu mulai terdengar di pagi hari ini. Bermacam jenis kendaraan yang berada di jalanan itu mengeluarkan suara bising dan mencemari udara segar di pagi hari yang cerah ini. Para pengemudi yang berada di dalam kendaraan tersebut sibuk berlomba untuk membelah jalanan yang sudah mulai ramai akan kendaraan, berlomba untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka masing – masing. Anak – anak kecil, remaja dan orang dewasa juga tampak memenuhi jalanan di kota ini bersiap untuk berangkat kesekolah mereka dengan menggunakan bus atau semacam nya.

Disaat semua orang terlihat sibuk di pagi hari ini, kedua manusia yang berada di atap sekolah Daewoo High School itu masih terlihat nyaman menikmati tidur mereka. Berpelukan masih sama seperti semalam. Pria berusia paruh baya yang mengenakan seragam satpam sekolah itu terlihat menggelengkan kepalanya melihat kedua remaja yang masih tertidur pulas itu. Disaat dia sedang memeriksa sekolah dan membuka seluruh ruangan dan pintu digedung ini mata nya menangkap sosok kedua remaja yang sedang dimabuk cinta itu masih menikmati tidur mereka.

Cho Kyuhyun dan Kim So eun. Sang pria masih terlihat sangat nyaman dengan tidurnya. Meskipun tak tidur diatas ranjang mahal dan nyaman nya pria itu justru merasa lebih nyaman dan bisa tidur pulas hanya dengan gadis itu berada dipelukannya. Sedangkan gadis bernama Kim So eun itu mulai terusik dari tidurnya saat matahari pagi ini mencoba masuk kedalam matanya yang masih tertutup rapat itu. Ia menggeliat pelan dalam pelukan Kyuhyun hingga mengakibatkan pria itu mengerang karena merasakan pergerakan So eun dalam pelukannya. Mata So eun mulai menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina nya dan seketika ia membulatkan matanya saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengan wajahnya. Keterkejutannya tak sampai disana, ia semakin membulatkan matanya saat mendengar deheman keras seseorang dan menemukan satpam sekolah yang memperhatikan mereka berdua dengan wajah sedikit merah.

So eun melepaskan tubuhnya dari pelukan Kyuhyun dengan cepat saat menyadari tatapan tidak nyaman pria tua itu. Bukannya bisa lepas, Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh So eun hingga membuat gadis itu kembali dalam pelukan Kyuhyun.

“Su… Sunbae…” panggil So eun berusaha membangunkan pria ini. Kyuhyun hanya menanggapinya dengan erangan yang keluar dari mulutnya. Sepertinya pria ini masih sangat malas untuk sekedar membuka mata.

“Sunbae…” So eun mencoba memanggil Kyuhyun dengan menyingkirkan tangan pria itu yang melingkar di punggungnya. Seketika Kyuhyun berdecak dan membuka matanya saat gadis ini melepaskan pelukannya. Kembali dia menarik tubuh So eun hingga So eun berada dalam pelukannya lagi, tanpa pemberitahuan pria itu mendaratkan ciuman kecil di bibir So eun membuat tubuh gadis itu menegang karenanya.

“Morning kisseu” ujarnya dengan senyuman polos tanpa memperdulikan bagaimana reaksi So eun saat menerima perlakuan manis Kyuhyun. Pria itu hanya terkekeh geli melihat kekauan tubuh So eun. Ia mendekatkan wajahnya lagi, mencoba untuk meraih bibir gadis ini tapi terhenti saat ia mendengar deheman berat seseorang.

Kyuhyun membalikkan badannya cepat dan mendapati satpam sekolah ini yang berdiri mematung karena begitu terkejut dengan kelakuan Kyuhyun pada So eun. Belum lagi wajah pria tua itu tampak sangat memerah melihat yang tidak seharusnya ia lihat.

“Ahjussi, apa yang kau lakukan disini?” dengan datar nya pria ini bertanya pada satpam itu.

“Ekhm…” ia berdehem sejenak sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aku membuka pintu dan melihat kalian di tempat ini. Cepatlah turun, satu jam lagi kalian akan masuk” ujarnya datar dan tanpa permisi ia segera melangkahkan kakinya keluar dari atap sekolah ini. Pria tua itu sepertinya masih terlalu terkejut dengan pemandangan yang ia terima di pagi hari ini. Melihat kedua bocah remaja sedang berpelukan dan berciuman. Astaga, umurnya sudah begitu tua, tapi dia masih melihat pemandangan seperti itu. Rasanya begitu memalukan.

~~ Nappeun Sunbae ~~

Kim So eun tampak sedang mempersiapkan beberapa peralatan untuk dibawanya ketempat kemah yang akan mereka tuju esok hari. Gadis itu sibuk memasukkan beberapa baju dan jacket hangat kedalam bag pack nya. Kamar bernuansa putih dan biru itu tampak berantakan, baju, sepatu dan berbagai macam lainnya tampak berserakan di lantai kamar milik gadis remaja bermaga Kim ini.

Suara ketukan yang berasal dari balik pintu kamarnya tidak ia dengar karena suara music yang dikeluarkan dari laptopnya membuat kamar itu dipenuhi dengan music pop itu. Wanita berusia sekitar 45 tahun tampak masuk kedalam kamar gadis ini sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putri tunggal nya itu.

“Kau terlihat sibuk, sayang” So eun menolehkan kepalanya saat mendengar suara itu. So eun segera mematikan music yang berasal dari laptopnya.

“Eoh, besok mungkin akan jadi hari yang membosankan” ujarnya sedikit tidak bersemangat mengingat hari esok. Sang ibu mengerutkan keningnya mendengar keluhan putrinya ini.

“Ibu lihat kau justru sangat bersemangat membenahi keperluan mu” ujar sang ibu yang merasa heran dengan putrinya ini. So eun mamasukkan coklelat batang yang berada di atas ranjang nya kedalam mulutnya. Mengunyah benda lunak itu, menatap barang bawaannya yang bisa dibilang sedikit berlebihan kemudian menatap wajah sang ibu.

“Semua ini bukan untuk ku” sahut gadis itu

“Lalu?”

“Wookie”

“Ryeowook?”

“Benar. Dia tidak tahu harus membawa apa saja untuk besok. Jadi dia menyuruhku mempersiapkan keperluannya. Tas ku hanya itu” tunjuknya pada tas ransel kecil yang berada di bawah ranjangnya. Tas itu hanya setengah dari tas besar berwarna hitam yang dia masukkan beberapa benda tadi.

“Kau yakin? Bukannya itu terlalu kecil, sayang?” Tanya ibunya khawatir

“Aku tidak suka membawa banyak barang. Lagi pula kami hanya sekitar 2 atau 3 hari disana. Jadi beberapa baju saja sudah cukup”

“Bagaimana dengan makanan ringan mu?”

So eun menangkat plastic putih yang penuh dengan makanan ringan di depan wajah ibunya.

“Ryeowook sudah membelinya untuk kami. Ku pikir itu cukup” jawabnya sambil memasukkan plastik putih itu pada bag pack milik Ryeowook. Ia mengunci tas itu dan menatap nya bergidik negri membayangkan benda sebanyak itu akan di bawa oleh sahabatnya itu.

Suara ponselnya kembali terdengar hingga membuat dia mengalihkan perhatiannya dari tas besar itu pada benda persegi itu. Nama Ryeowook terlihat jelas di layar ponselnya.

“Apa lagi?” sahutnya malas. Entah sudah keberapa kalinya pria itu menghubunginya di hari ini

“Eunnie… Kau sudah memasukkan sepatu ku?” Tanya nya disebarang sana

“Apa untuk urusan kaki mu aku juga yang akan mengurusnya?” kesal So eun

“Ayolah, aku tidak tahu harus membawa sepatu yang mana. Menurut mu mana yang lebih bagus, merah, hitam, hijau, pink, putih atau biru?”

“Biru lebih baik”

“Tapi aku suka warna putih”

“Ya sudah warna putih saja”

“Tapi warna merah lebih cocok, eh, tunggu, kupikir hitam lebih cocok untuk kemah. Ah, tidak hijau lebih cocok karena sesuai dengan alam. Bukan kah pink juga imut atau_”

“Akan ku belikan sesuai dengan pilihan ku” potong So eun cepat yang merasa bosan dengan celotehan Ryeowook. Ibu So eun hanya bisa tertawa geli melihat percakapan keduanya. Ryeowook yang banyak keluhan dan So eun yang sangat sabar menghadapi kelakuan sahabatnya itu.

Jjinja? Baiklah ku serahkan padamu” So eun segera mematikan panggilan tersebut dan mendesah berat.

“Apa itu menjawab pertanyaan ibu kenapa aku yang harus mengurus kepentingannya?”

Ibunya hanya tertawa geli melihat sikap putrinya yang terlihat sangat kesal saat ini. Wanita itu menganggukkan kepalanya menjawab ucapan putrinya.

“Dari subuh dia sudah meneror ku dengan teleponnya, bertanya mana yang bagus ini atau itu. Dari pada mendengarkan ocehannya kuputuskan aku yang mengatur barang bawaannya” ujar So eun menjelaskan pada ibunya. Wanita itu kembali tertawa melihat ekspresi wajah putrinya saat ini yang benar – benar menggelikan.

“Berhenti tertawa” sinis So eun.

“Baiklah… Aigoo… perut ku”

So eun mengambil dompet nya dan berjalan keluar dari kamar besar ini untuk membelikan sepatu pria kurus itu.

“Bawa payung, sepertinya akan hujan” teriak sang ibu saat ia melihat anak gadisnya melangkahkan kaki keluar dari kamar ini. Tapi teriakan itu tidak begitu keras hingga membuat So eun tak dapat mendengar nya.

~~ Nappeun Sunbae ~~

Gadis yang mengenakan T- Shirt putih dan celana pendek diatas lutut itu manatap kesal pada hujan yang sedang turun membasahi kota ini. Ia terjebak di depan toko sepatu untuk pria itu. Bodoh, seharusnya ia membawa payung tadi saat melihat awan hitam yang menggumpal di langit ini. Meskipun ia merutuki kebodohannya situasinya tak akan berubah, tetap saja ia terjebak dalam hujan lebat ini.

Gadis itu memperhatikan orang – orang yang sedang terlihat berlari menghindari siraman hujan dengan menggunakan tangan mereka untuk menutupi kepala mereka. Percikan air hujan mulai mengenai gadis ini, ia berdecak kesal lagi saat merasakan air hujan itu mulai membasahi kakinya sedikit demi sedikit. Pandangannya tertuju pada seekor anjing kecil yang terlihat sedang kesusahan karena kakinya terjepit diantara selokan yang berada tak jauh dari So eun. Tak ada seorang pun yang berniat menolong anjing kecil itu, beberapa orang berlalu dari depan anjing itu tapi tetap tak ada yang berniat menolongnya. Hingga akhirnya jiwa sosialnya kembali menyeruak dalam hatinya untuk menolong anjing malang itu. Saat ia hendak melangkahkan kakinya menerobos hujan deras ini dan menyelamatkan anjing malang itu seorang pria bertubuh tegap tampak berlari menghampiri anjing itu dan membantu nya untuk keluar dari tempat tak menyenangkan tersebut.

So eun menyunggingkan senyum tulusnya saat melihat pria itu berusaha menyelamatkan anjing kecil itu dengan tubuhnya yang terus disirami oleh air hujan. Ternyata masih ada lelaki seperti itu didunia ini. Senyumnya mengembang saat melihat punggung lelaki itu yang berhasil mengeluarkan anjing itu dari selokan dan saat pria itu membalikkan badannya So eun terkejut saat melihat sosok lelaki itu. Pria itu sangat ia kenali, pria yang menyita perhatiannya saat pertama bertemu. Lelaki itu ketua Osis nya. Choi Siwon.

“Sunbae” panggil So eun sedikit kencang saat melihat Siwon hendak membawa anjing itu kedalam mobilnya. Siwon menoleh dan mendapati So eun sedang berlindung di depan toko sepatu itu. Siwon sedikit terkejut saat melihat So eun di depannya. Pria itu menghampiri So eun dengan anjing kecil yang masih berada di pelukannya.

“Kim So eun. Apa yang kau lakukan disini?” Heran Siwon. Gadis itu mengerjapkan matanya berulang kali dan mengangkat barang yang ia beli di tempat ini.

Siwon yang melihat benda itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

“Kau tinggal dimana?”

“Ne?”

“Sepertinya kau tidak membawa payung, aku bisa mengantar mu pulang” tawar pria ini yang seperti mengerti kenapa So eun masih berdiri didepan toko ini padahal ia sudah selesai membeli keperluannya.

“Tidak apa – apa, sunbae… aku bisa pulang sendiri” tolak gadis ini

“Tak usah menolak. Lagi pula aku sudah sangat kedinginan. Ayolah” ajak pria itu yang mulai menggigil dibawah siraman hujan itu. So eun yang melihat pria itu merasa khawatir saat Siwon terus berbicara padanya di bawah siraman hujan. Sedangkan dirinya tidak terkena siraman hujan kecuali hanya percikan nya saja.

“Baiklah” ujar gadis itu akhirnya. Siwon berlari cepat kearah mobilnya, diikuti oleh gadis itu yang berlari di belakangnya menyusul Siwon masuk kedalam mobil pria ini.

~~ Nappeun Sunbae ~~

“Terima kasih sunbae” ucap So eun saat ia sudah berada di depan rumahnya. Siwon hanya menyunggingkan senyumnya menjawab ucapan terima kasih So eun.

“Kau basah sunbae, masuklah dulu akan ku buatkan teh hangat” tawar gadis ini yang merasa tidak tega melihat keadaan mengenaskan Siwon saat ini.

“Tidak usah. Lagi pula aku harus segera pulang. Jiwon akan khawatir kalau aku pulang terlambat” ujar Siwon sopan.

“Jiwon?” entah kenapa saat mendengar nama itu keluar dari mulut Siwon terdengar ganjil karena ia tidak pernah mendengar nama itu. Lagi pula apa hubungannya dengan dirinya. Kim So eun sadarlah. Dia itu senior tampan mu yang tak mungkin kau miliki. Meskipun ia cinta pertama mu tetap saja kau tidak berhak masuk kedalam kehidupannya.

“Dia adik ku” jelas Siwon dengan senyuman yang melengkung di bibir tipisnya.

“Ne? Ah, maaf sunbae… aku_”

“Aku pergi dulu” ujar Siwon pamit pada gadis itu. Ia masuk kedalam mobilnya dan meleset pergi meninggalkan rumah besar gadis ini. So eun terus memperhatikan mobil itu menjauh dari rumahnya dan saat sudah tidak terlihat lagi, ia berniat masuk kedalam rumahnya.

“Siapa?”

Suara ibunya segera tertangkap oleh So eun saat melihat wanita itu tiba – tiba muncul didepan wajahnya. Gadis itu terlonjak kaget dan mendelik tidak suka pada ibunya ini.

“Senior ku” jawabnya cuek sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya.

“Kau yakin? Eomma lihat dia sangat tampan, apa dia tidak menyukai mu?”

Eomma…”

“Kenapa?”

“Aku lelah”

Wanita itu hanya menghembuskan napasnya pasrah melihat putrinya. Ia mengikuti putrinya itu masuk kedalam rumah mereka dan memberikan handuk untuk mengeringkan tubuh putri tercinta nya itu.

~~ Nappeun Sunbae ~~

Seluruh murid kelas satu di Daewoon High School ini tampak berdiri didepan bus besar yang akan membawa mereka ketempat tujuan hari ini. Cuaca mendung di pagi ini tidak meruntuhkan semangat mereka semua untuk tetap melanjutkan acara yang sudah di rencanakan seminggu yang lalu itu.

Kim So eun dan Kim Ryeowook tampak duduk di atas kursi yang berada di depan bus itu menunggu senior – senior mereka untuk hadir dalam pagi ini dan membawa mereka semua.

“Ternyata pilihan mu memang yang terbaik” ujar Ryeowook senang saat ia mengenakan sepatu yang So eun berikan padanya. Pria itu tampak menikmati sepatu pemberian So eun padanya. Gadis itu hanya tersenyum puas saat Ryeowook menyukai sepatu yang ia belikan. Awalnya So eun sempat berpikir kalau pria ini tidak akan menyukai sepatunya, entah ukurannya yang sempit atau terlalu longgar. Ia takut Ryeowook tidak akan memakainya. Tapi ternyata kekhawatirannya itu tidak berlangsung lama karena Ryeowook memang menyukainya dan ukurannya juga pas di kaki Ryeowook.

“Apa kita mempunyai kontak batin. Bagaimana bisa kau mengetahui ukuran kaki ku?”

“Mungkin kita memang mempunyai ikatan batin” jawab gadis itu yang membuat mereka berdua tertawa geli. Tanpa mereka sadari bahwa pria tinggi berwajah tampan dan dingin itu memperhatikan mereka dengan tatapan datar nya. Tidak menyukai kedekatan keduanya.

“Pe_permisi” suara gemetaran yang berasal dari seorang gadis menghentikan tawa Ryeowook dan So eun. Mereka menoleh pada seorang gadis berambut pendek sebahu yang menatap keduanya takut. Ryeowook dan So eun saling berpandangan kemudian mereka melihat kearah gadis itu lagi.

“Saya Park Hyura, apa saya bisa bergabung dengan kalian?” Tanya nya ragu dan sedikit takut. Kembali So eun dan Ryeowook berpandangan heran kemudian menatap gadis itu. So eun mengukir senyumnya dan menganggukkan kepalanya.

“Tentu. Kim So eun” ujar gadis ini sambil mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada gadis ini. Dengan senang hati gadis bernama Park Hyura itu menyambut uluran tangan So eun, kemudian Ryeowook yang menyambut tangan gadis itu. Memperkenalkan dirinya.

“Tapi ini pertama kalinya aku melihat mu Park Hyura – ssi. Kau dari kelas mana?” Tanya So eun mengajak gadis pendiam itu berbicara.

“Aku berada satu tahun diatas kalian. Karena tahun lalu aku tidak ikut, tahun ini Siwon sunbae menyuruh ku untuk ikut bersama anak tahun baru” jelas Hyura lembut

“Aah, jadi kau adalah sunbae kami” Tanya So eun takjub

“Ne”

Ryeowook terlihat memandangi wajah gadis bernama Park Hyura itu. Merasa ada yang ganjil dengan gadis ini, rasanya ia pernah mendengar nama Park Hyura, tapi dimana. Kalau tidak salah nama itu pernah keluar dari mulut Kim Myung Soo, tapi waktu itu mereka sedang membicarakan gadis yang tengah di botaki oleh Yuri dulu.

“Omo…” Ryeowook seketika menutup mulutnya saat ia teringat sesuatu. Pria itu segera mendekatkan tubuhnya pada So eun berbisik pelan ditelinga gadis ini.

“Apa?!” So eun tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya saat ia mendegar ucapan Ryeowook. Gadis itu melirik sekilas pada Hyura yang menundukkan kepalanya seperti merasakan ketakutan. Ia mengerti perasaan gadis itu, perasaan takut, tertekan dan malu karena di perlakukan seperti itu oleh Yuri. Sudah dapat di tebak bahwa gadis itu pasti tidak memiliki teman di sekolah ini mengingat betapa memalukannya dirinya dulu. Rambut pendek itu seperti menjelaskan bahwa ucapan Ryeowook itu memang benar adanya. Rasa kasihan jelas dirasakan oleh So eun saat ini.

“Kau yakin?” balas So eun sambil berbisik. Ryeowook menanggukkan kepalanya menjawab pertanyaan So eun. Wajah pria ini begitu dekat dengan So eun karena ia takut suara nya terdengar oleh Hyura. Siapapun yang melihat keduanya pasti akan berpikir bahwa saat ini Ryeowook tengah mencium So eun. Bisikan tidak suka dari para gadis yang berada di tempat ini tertuju pada So eun dan Ryeowook karena mengira mereka melakukan Sesuatu yang tidak layak di depan umum. Dan telinga pria itu sudah begitu panas mendengar bisikan dari junior – junior nya itu sama seperti matanya yang memanas melihat kedekatan kedua orang itu.

Tidak tahan dengan kedekatan mereka, akhirnya ia beranjak dari duduknya dan menghampiri keduanya tapi niatnya terhenti saat melihat seorang pria menghampiri keduanya terlebih dahulu.

“YA! Kim Ryeowook sudah berapa kali kukatakan jangan terlalu dekat dengan So eun. Dia ini milik ku” suara berat Kim Myung Soo menghentikan bisikan So eun dan Ryeowook. Keduanya menatap pria tampan itu dengan heran. Hyura yang mendengar suara itu juga ikut melihat kesampingnya. Seorang pria tampan yang menjadi incaran para gadis di kelasnya juga gadis dari kelas lain. Si junior tampan incaran senior wanita. Kim Myung Soo.

“Myung Soo…”

“Sayang, jangan terlalu dekat dengan nya. Kau tahu aku tidak suka” ujar Myung Soo pada So eun

“Sayang?” Tanya kedua nya bersamaan dengan intonasi yang sama.

“Siapa yang kau panggil dengan sebutan ‘sayang’” suara berat pria lainnya terdengar ikut dalam pembicaraan ini yang jelas saja membuat semua mata menatap nya. Cho Kyuhyun. Pria berbahaya itu terlihat mendekat pada mereka. Hyura segera menundukkan kepalanya saat melihat seniornya itu mendekat pada nya, atau mungkin lebih tepatnya mendekat pada So eun.

Kyuhyun menatap dingin Myung Soo yang dibalas dengan tatapan tak kalah dinginnya dari Myung Soo. Kedua pria tampan itu terlihat sedang berperang melalui tatapan membunuh mereka. Semua orang yang berada di sana memperhatikan keduanya yang tampak seperti memperebutkan gadis bernama Kim So eun itu. Yuri menatap datar kearah Kyuhyun yang seperti sangat ingin mendapatkan gadis itu. Sepertinya Kim So eun benar – benar berpengaruh besar untuk seorang Cho Kyuhyun.

“Aish… Wanita jalang itu benar – benar. Apa Myung Soo saja tidak cukup hingga dia juga ingin Kyuhyun Oppa” suara manja yang keluar dari mulut Hyunji membuat Yuri yang berada disamping gadis itu menatap Hyunji dengan sinis.

“Jalang? Bukannya kata – kata itu lebih pantas untuk mu” ujar Yuri dingin melihat gadis ini. Dia begitu mengenal Hyunji karena gadis ini selalu terang – terangan menggoda Kyuhyun dengan tubuhnya. Bahkan saat ini gadis itu mengenakan pakaian yang sangat terbuka. Padahal cuaca begitu dingin dan tempat yang akan mereka tuju nanti sangatlah dingin. Jelas sekali kalau gadis ini ingin menggoda Kyuhyun dengan tubuhnya itu.

“Su… Sunbae…” Hyunji tergagap saat mendengar ucapan sinis Yuri. Gadis cantik itu berlalu meninggalkan Hyunji yang tampak sangat ketakutan karenanya. Yuri memasuki bus itu terlebih dahulu tanpa menunggu perintah Siwon yang belum terlihat di pagi ini.

“Dasar. Dia juga wanita jalang yang selalu menggoda Kyuhyun Oppa. Sudah jelas Kyuhyun Oppa menolaknya dia tetap menggodanya seperti wanita malam” ujar Hyunji saat Yuri sudah tidak terlihat lagi. Teman yang berada di samping Hyunji membenarkan kalimat tersebut.

Donghae dan Hyuk Jae yang baru saja tiba bersama Siwon segera menghampiri Kyuhyun yang terlihat ingin menerkam Myung Soo saat ini. Mereka melihat gadis yang berada di tengah – tengah kedua pria tampan itu dan senyuman jahil terukir di wajah kedua pria tampan bermarga Lee itu.

“Lama tidak bertemu Kim So eun” sapa Donghae dan Hyuk Jae bersamaan. Mereka segera menarik gadis itu untuk menjauh dari Kyuhyun dan Myung Soo yang masih melakukan perang dingin keduanya.

“Ye, selamat pagi sunbae –nim” ujar gadis ini kaku saat ia kembali melihat kedua sunbae nya ini. Terutama Hyuk Jae yang pasti akan menggodanya lagi.

“Aigoo… kau masih terlihat manis seperti dulu. Sayang sekali aku dulu tidak melihat paha mu” goda Hyuk Jae yang membuat wajah So eun memerah karenanya. Hyuk Jae segera tertawa keras saat melihat So eun menundukkan kepalanya mendengar ucapan Hyuk Jae.

“YA! Lee Hyuk Jae!” teriak Kyuhyun tidak terima mendengar ucapan sahabatnya itu.

“Kau tidak adil. Kau memperlihatkanya pada Kyuhyun tapi kau tidak memperlihatkannya pada kami”

Sungguh gadis itu ingin mati sekarang ini karena ucapan Lee Hyuk Jae yang membuatnya benar – benar seperti ditelanjangi didepan umum karena ucapan pria ini. Hyuk Jae menahan tawanya untuk tidak keluar saat melihat wajah cantik gadis ini yang memerah karena ucapannya.

“Jangan dengarkan dia. Dia sedikit gila” ujar Donghae mencoba menghibur gadis ini. Ucapan Donghae saat ini benar – benar tidak menolong So eun.

“So eun –ssi apa benar kau menolak Kyuhyun. Dia selalu bercerita padaku kalau kau begitu susah untuk diajak keatas ranjang. Benarkah?” Tanya pria ini setengah berbisik agar orang- orang tidak mendengar ucapannya.

Kenapa orang ini bisa ikut. Teriak So eun dalam hati yang merasa frustasi mendengar ledekan Hyuk Jae. Pria itu tertawa keras saat melihat wajah So eun yang tak hentinya memerah karena ucapannya itu. Dia tertawa keras dan memegang perutnya saat ucapannya itu benar adanya. Ternyata Kyuhyun benar – benar gagal mengajak gadis ini. Bisa dipastikan bahwa ia setingkat lebih tinggi dari Kyuhyun. Akhirnya untuk pertama kalinya dia bisa mengalahkan Kyuhyun.

Kyuhyun segera menarik So eun menjauh dari Hyuk Jae. Membawa gadis itu dibelakang punggungnya tapi tangan Myung Soo yang menarik sebelah tangan So eun membuat gadis itu harus berakhir ditengah – tengah keduanya. Kembali mereka melemparkan tatapan saling membunuh satu sama lain.

“Apa yang kalian lakukan?” suara Siwon menyadarkan keadaan yang menegangkan itu. Pria itu baru saja tiba dengan menggunakan pakaian santai nya. Ia melihat semua juniornya yang menyambutnya dengan senyuman hangat sehangat senyumna pria ini. Kyuhyun dan Myung Soo segera melepaskan tangan So eun bersamaan dan menghilangkan tatapan membunuh mereka, melihat kearah Siwon. Pria itu tampak lebih tampan dengan pakaian santainya membuat So eun sedikit merona karena melihat ketampanan Siwon.

“Maaf membuat kalian menunggu lama” sesal pria ini sambil menundukkan kepalanya.

“Tidak apa – apa Sunbae –nim” jawab mereka serentak

“Apanya yang tidak apa –apa, kau membuatku lumutan” kesal Heechul dari kursi yang sedang ia duduki . Siwon hanya menanggapinya dengan senyuman dan kekehan mendengar keluhan sahabatnya itu.

“Eoh, Park Hyura. Ternyata kau datang juga” Siwon tersenyum ramah pada Hyura saat melihat kehadiran gadis ini. Hyura menundukkan kepalanya menjawab sapaan Siwon. Mata Siwon memperhatikan semua juniornya yang berjumlah 51 orang itu. Dan matanya bertemu dengan So eun yang berada di tengah – tengah Kyuhyun dan Myung Soo.

“Kau tidak merasa sakit kan, Kim So eun?” Tanya Siwon saat melihat wajah gadis ini. Mengingat kemarin mereka sempat terkena siraman air hujan. Kyuhyun dan Myung Soo bersamaan melihat gadis ini saat Siwon menanyakan kabar nya. Apa maksud si ketua osis ini?

“Aniya sunbae” jawab So eun dengan senyuman.

“Syukurlah kalau begitu” Siwon mulai memberikan instruksinya didepan sana sambil berbicara dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibir nya.

“Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun yang penasaran dengan ucapan Siwon itu.

“Tidak ada” jawab gadis ini seadanya.

~~ Nappeun Sunbae ~~

Hutan itu tidak begitu lebat dan juga tidak terlalu berbahaya mengingat sudah terlalu sering anak sekolahan yang mengunjungi tempat ini untuk acara kemah dari sekolah. Tapi hutan itu juga bukan hutan lindung yang bisa menemukan jalan jika kau tersesat. Anak – anak remaja dari Daewoo High School itu tiba di tempat gelap, dingin dan penuh dengan nyamuk itu disaat matahari sudah berada tepat diatas mereka. Perjalanan dari kota ketempat ini tidak lah jauh hanya membutuhkan empat atau lima jam saja.

Mereka berbondong – bondong keluar dari dalam bus, meregangkan otot karena lelah duduk di dalam bus kemudian berteriak histeris saat melihat sungai besar yang tak jauh dari tempat pemberhentian mereka.

Ryeowook dan So eun juga tampak keluar dan ikut berteriak seperti yang lainnya. Kedua orang itu terlihat saling merangkul satu sama lain dan tertawa senang melihat tempat ini.

“Apa kalian suka?” Tanya Siwon saat mereka semua sudah berkumpul lagi.

“Ne Sunbae –nim” dengan semangatnya mereka menjawab ucapan Siwon yang membuat Siwon terkekeh geli karenanya.

“Tapi bukan tempat ini yang kita tuju” ujar Siwon yang membuat semangat mereka seketika runtuh.

“Kita akan ke bukit sana” tunjuk Siwon pada bukit yang berada tak jauh dari mereka

“Kita akan berjalan mendaki bukit itu dan disana kita akan tidur. Tidak usah khawatir disana ada villa yang bisa kita tempati untuk tidur nanti malam” lanjut Siwon dan kembali mengeluarkan semangat mereka semua.

“Dari atas sana kita juga bisa melihat sungai besar ini” suaranya ia tinggikan mengingat betapa derasnya aliran sungai ini. Rasa bahagia jelas terlihat dari wajah mereka semua. Kecuali gadis itu, ia hanya menatap dingin seseorang, kemudian pandangan nya tertuju pada sungai yang mengalir deras ini. Sepertinya jika salah satu dari mereka menghilang tidak akan ada yang tahu. Dan senyuman mengerikan miliknya terlihat saat ia melihat betapa senangnya gadis itu tertawa bersama pria yang berada di sampingnya.

~~ Nappeun Sunbae ~~

“Aku lelah…” keluh So eun saat mereka masih setengah jalan untuk menuju bukit tempat mereka menginap. Ryeowook yang berada di samping So eun segera memberikan air mineral pada gadis ini dan seketika di sambut oleh So eun.

“Mau kubawakan tas mu?” tawar Ryeowook yang kasihan melihat sahabatnya ini. So eun tersenyum simpul kemudian menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan membiarkan Ryeowook membawa tasnya mengingat betapa besarnya tas yang dibawa oleh Ryeowook. Gadis ini tidak setega itu untuk menyiksa sahabatnya ini.

“Tidak apa – apa aku masih bisa sendiri” jawabnya dan melanjutkan langkahnya lagi. Myung Soo segera menghampiri So eun cepat membuat langkah Ryeowook sedikit terhuyung kebelakang karena pria itu.

“Aish… si playboy itu” desisnya tidak suka. Tampak Myung Soo yang berusaha keras ingin membawa tas So eun karena gadis itu kelelahan tapi yang namanya Kim So eun tidak akan merepotkan orang lain. Jadi dengan sopan ia menolak tawaran Myung Soo.

So eun merasakan sesorang mengambil paksa tas ranselnya membuat gadis itu dengan cepat melihat kearah orang yang menyentuh tas ransel nya. Bukan Myung Soo ataupun Ryeowook pelakunya melainkan Cho Kyuhyun. Pria itu melemparkan tas ransel So eun pada Myung Soo yang dengan spontan di tangkap oleh pria itu.

“Bawakan tas nya” perintah Kyuhyun kemudian dengan sigap pria itu membawa So eun dalam gendongannya. Mata Myung Soo membulat sempurna saat ia melihat seniornya itu membawa So eun dan matanya melihat tas So eun yang berada di tangannya. Pria itu benar – benar…

“Bukannya kau ingin membawa tas So eun. Kalau begitu bawakan saja” ujar Ryeowook yang tiba – tiba muncul di sampingnya, pria kurus itu segera melanjutkan langkahnya dan menyusul So eun di bawa oleh Kyuhyun.

~~ Nappeun Sunbae ~~

Malam ini sesuai rencana Siwon mereka menginap di villa berukuran besar itu. Tak menghilangkan kesempatan ini mereka semua membuat api unggun di depan villa ini, memasak dan melakukan kegiatan lainnya. Mereka semua tampak terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka saat ini, kecuali Kim Heechul yang memang tidak suka berkeringat itu hanya sibuk memberikan perintah pada juniornya untuk melakukan ini dan itu. Dan dengan bodohnya mereka semua menuruti perintah Heechul.

So eun terlihat sibuk memasak bersama Ryeowook dan beberapa siswa lainnya, Hyura tampak membantu mereka dan sesekali mereka berbicara dengan candaan dan cerita konyol Ryeowook. Donghae dan Hyuk Jae segera bergabung dengan kelompok memasak ini yang tentunya menggoda So eun lebih mengasikkan bagi keduanya dari pada membantu memasak yang tidak mereka tahu apa yang akan dilakukan. Mereka semua tertawa sesekali dengan So eun yang menjadi bahan tertawaan mereka. Bahkan Ryeowook terlihat bersemangat ikut bersama Hyuk Jae dan Donghae yang menggoda So eun. Hyura hanya tertawa kecil melihat kelakuan mereka semua.

“Apa kau tidak tahu? Perusahaan CK group ku dengar mengalami penurunan. Semua karena Yuri sunbae yang tidak bisa mengontrol nya” ucapan seorang gadis bernama Nari itu terdengar oleh So eun, Ryeowook Hyura, Donghae dan Hyuk Jae yang sedang memasak untuk makan malam mereka. Seketika kelima orang itu berhenti sejenak mendengarkan gossip yang dibawakan oleh kedua orang itu.

“Benar, syukurlah. Akhirnya gadis itu merasakan penderitaan juga, wajar saja hari ini dia terlihat begitu pendiam” lanjut teman satunya lagi. Mereka menicicpi masakan Ryeowook dan So eun tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Mendengar ucapan kedua orang itu entah kenapa membuat So eun merasa iba pada seniornya itu. Bukankah seharunya dia merasa senang karena wanita itu akhirnya mendapatkan penderitaan. Tapi hati nuraninya berkata mengasihani gadis itu.

“Kalian sudah selesai membicarakan orang” sinis Donghae dengan senyuman manisnya. Kedua orang itu tampak ketakutan saat mendengar ucapan sinis Donghae

“Su… sunbae…”

“Kalau tidak tahu apa – apa labih baik diam saja” suara Hyuk Jae terdengar emosi saat melihat wajah kedua orang itu. Ingin rasanya ia meneriaki kedua orang itu karena membicarakan dan menyumpahi Yuri seperti itu. Dengan ketakutan kedua wanita itu segera menghilang dari hadapan mereka dengan langkah gemetar dan sedikit berlari.

“Aku… mau ke toilet sebentar” ujar So eun pada mereka. Mereka hanya bergumam dan melanjutkan masakan mereka.

Belum sempat So eun memasuki villa besar itu dia melihat Yuri keluar dari dalamnya dengan mata yang memerah. Sepertinya gadis itu baru saja selesai menangis, tak lama kemudian Kyuhyun terlihat setengah berlari mengejar gadis itu keluar dari dalam villa besar ini. Dan lagi – lagi hatinya merasa sakit saat melihat pria itu mengejar Yuri, tapi untuk saat ini entah kenapa hatinya tidak terlalu begitu menyakitkan saat melihat Kyuhyun mengejar Yuri. Dengan gerakan cepat dia segera bersembunyi dibalik pohon agar tidak terlihat oleh keduanya.

Kyuhyun mencengkram erat lengan Yuri saat gadis itu berusaha menghindar darinya lagi. Ia membalikkan paksa tubuh gadis itu agar berhadapan dengannya. Yuri membuang wajahnya menghindari tatapan Kyuhyun yang membuat hati pria itu semakin teriris saat melihat Yuri yang tidak ingin menatap nya.

“Maaf… Aku tidak tahu kalau akan seperti ini” Kyuhyun mencoba menjelaskan pada Yuri yang dibalas dengan dengusan kasar gadis itu.

“Tentu saja kau tidak akan tahu” sinisnya

“Yuri”

“Jangan perdulikan aku. Kembali saja seperti Kyuhyun yang tidak perduli masalah orang lain”

Kyuhyun mendesah berat mendengar kata – kata sinis gadis ini

“Kau bukan orang lain” ujar Kyuhyun lembut

“Sejak kau meninggalkan rumah dan mengalihkan semua tanggung jawab mu pada ku. Aku sudah mengaggap mu sebagai orang lain” ujar gadis ini dengan nada yang mulai emosi.

So eun semakin menajamkan pendengarannya saat mendengar kata – kata Yuri yang tidak ia mengerti. Biarlah ia di katakan gadis buruk karena mencuri pembicaraan orang lain. Tapi saat ini ia begitu penasaran dengan pembicaran keduanya.

Kyuhyun menutup kedua matanya saat mendengar ucapan Yuri yang benar – benar memukul keras hatinya. Ini sangat menyakitkan saat melihat orang yang begitu ia sayangi menganggapnya seperti orang lain.

“Yuri…”

“Jangan memanggil ku dengan panggilan menjiikan seperti itu Cho Kyuhyun” bentak Yuri emosi. Ia menatap marah pria yang berada didepannya ini. Melampiaskan seluruh kekesalannya pada Kyuhyun.

“Maaf… aku benar – benar tidak tahu kalau kau mengalami kesulitan seperti ini”

Yuri tertawa hambar mendengar ucapan Kyuhyun, kenapa rasanya begitu memuakkan mendengar ucapan pria ini.

“Apa kau sedang bertingkah seperti kakak yang perduli terhadap adiknya?” Tanya Yuri dengan nada mencemooh.

Kyuhyun tak menjawab dia masih diam membiarkan gadis ini meluapkan seluruh emosinya.

“Saat kau meningalkan ku sendirian di rumah itu kau sudah bukan kakak ku lagi. Saat kau memutuskan pergi dari rumah karena ayah menikah lagi kau bukan kakak ku lagi. Saat ayah mengalihkan semua tanggung jawab perusahaan padaku kau bukan kakak ku lagi. Saat kau merebut kebebasan ku kau bukan kakak ku lagi” ujarnya tenang dan tanpa di perintah air mata gadis ini kembali mengalir.

“Aku bersyukur kita kembar. Jadi kau bisa merasakan sakit yang kurasakan sekarang” lanjutnya dengan tawa sinis miliknya. Kyuhyun menutup kedua matanya saat mendengar pengakuan gadis ini. Yuri benar. Dia memang bisa merasakan rasa sakit yang dialami saudara nya ini, dan dia juga bersyukur dia bisa merasakan kesakitan Yuri saat ini.

“Kalau kau benar – benar merasa bersalah, kembali lah kerumah dan kembalikan kebebasan ku” ujarnya dingin. Gadis itu segera berlalu dari hadapan Kyuhyun membiarkan pria itu mematung karena ucapannya. Ia memperhatikan punggung gadis kecilnya itu yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja dan menjadi seorang yang begitu kesepian. Bukankah semuanya dikarenakan oleh nya. Meninggalkan gadis itu karena ego nya dan membiarkan Yuri menjadi gadis kejam tak berperasaan. Menyiksa setiap gadis yang berada di dekat Kyuhyun hingga membuat semua orang berpikiran bahwa dia menyukai Kyuhyun. Tentu saja tidak ada yang mengetahui status mereka sebagai saudara kecuali Kim Heechul, Choi Siwon, Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae. Juga gadis yang bersembunyi di balik pohon itu. Dia masih begitu terkejut dengan apa yang dia dengar. Tubuhnya membeku dan tidak bisa ia gerakkan untuk melangkah menjauh dari tempat itu. Kakinya terasa di gigit semut dan badannya begitu lemas. Pandangannya membulat sempurna melihat kakinya yang gemetaran. Hingga akhirnya kehadiran gadis itu di ketahui oleh Cho Kyuhyun.

“Kau mendengar nya?” Tanya Kyuhyun dengan ekspresi tak terbaca melihat So eun yang masih membeku ditempatnya. Gadis itu menatap wajah Kyuhyun yang entah sejak kapan berada di depannya. Wajah pria itu terlihat sangat kelelahan dan juga sedih. Beban jelas sekali terlihat di wajahnya. Dan So eun membenci wajah tampan itu jika menggunakan ekspresi seperti itu.

“Su… Sunbae_” belum sempat So eun berkata pria itu memeluk erat tubuh So eun. Membenamkan kepalanya di lekukan leher So eun dan menghembuskan napasnya disana. Seperti ingin melepas beban yang berada di pundaknya.

“Temani aku malam ini. Aku membutuhkan mu Kim So eun” pinta pria itu dengan lembut, tak ada paksaan ataupun nada memerintah di dalam suaranya. Kali ini dia benar – benar meminta seperti orang yang sangat membutuhkan.

So eun tak bisa menjawab dia hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan menjawab permintaan Kyuhyun yang begitu terlihat sangat kelelahan saat ini. Lagi pula dia juga ingin melepaskan beban senior nya ini.

Advertisements

134 thoughts on “Nappeun Sunbae (4th)”

  1. hah syok qu baca part ni,
    ternyata yuri sodara kyu udah gitu kembar pula..huh tak di sangka
    jaan cerita ff nya benar” daebak, gx bisa di tebak, salut qu

  2. ga nyangka yuri saudara kembar cho kyuhyun. wkwk itu mereka berdua hobby banget ngegoda so eun.

  3. Ciie…di anter pulang ama cinta pertamanya,,
    sodara..kembar,,
    kirain aku cinta prtmany si Evil atau apalah ternyata sodara kembar..
    huft..
    “Temani aku malam ini.aku membutuhkanmu kim soeun,,”ekhmzz..hati hati ne,,!

  4. Cieeeee :p hahaha. Kyuhyun…. Kau pintar mengiba huh. Wkwkwks. Setiap scenenya aku senyum2 geli aja hahaha
    Scene terakhir juga. 😂 ngiba2 gitu. Bikin pengen nabok haha.
    Yg jahatnya… Mungkin murid yg dibotakin itu/?

  5. yuri adikny kyupil -,- n g ad yg tau kecuali shbt mreka nie n nambh 1org lg yaitu sso ^^ wah kykny sso smkn terperosok msk k ddlm kehdupan kyu >_< n kyu jg trjerat jg ma kepolosan sso ^^
    suka bgt kedekatan duo shbt nie bkin kyu terusik :-\ aplg dgn satu namja cool yg sdng berusha dktin sso #lirikL 😛 tmbh bkin kyupil g suka 🙂 cie ela sso kykny salu dkelilingi cow kece ma cute ^^

  6. Wah trnyata yuri itu kembarannya kyuhyun , gue kira pacarnya -_-
    Sumpah, kelakuannya dia nyiksa cewe yg ada di dkat kyuhyun tuh kayak orang yg cintanya bertepuk sebelah tangan ._.

  7. Jdi yuri saudara kyuhyun, kmbaran pula. N yuri jdi kejam gtu krna kyu ninggalin dia. Jdi ttg hbngan kyu ama yuri udah jlas ya. Jdi so eun ga usah cmburu lagi apabila kyu dket2 ama yuri. Siwon ttep sprti krakter aslinya yg jdi orang baik hati. Ngmong2 si so eun bkal jdi bhan rebutan cowok2 ganteng tuh.

  8. Hahhh,yuri adk kyu??? 😮
    D kra cma cwe yg trobsesi dgn kyu?
    Bnr2 kjutan yg trduga????
    Enk bgt y jdi so eun d rebutin bnyk cwo????

  9. Seneng banget liat Kyu ngejar-ngejar So Eun tapi agak kesel juga liat Kyu masih bernafsu sama wanita-wanita Jalang apalagi si Hyunji onoh_- , ternyata Yuri adiknya Kyu pantesan sama-sama kejam :v, kasian Yuri dia terlihat seperti senior jahat tapi ternyata penderitaannya banyak banget T.T, yang mau dorong So Eun siapa ? Hyunji ? Hyuri ? Apa Yuri ? Aish kenapa So Eun selalu ada yang ganggu aja :@ , ckck Eunhyuk kenapa yadong mulu godain So Eun nya , woooah So Eun mending sama Myung So kayaknya dia tipe pria setia 😀

  10. Gak yngka jadi yuri tuh adiknya kyuhyun,kembar pula ,, jln critanya benar” gk bsa dtebak..bagusss

  11. Ohh jadi gitu ternyata yuri itu saudara kembarnya kyuhyun kirain yuri itu suka ke kyuhyun ternyata dia adiknya tok. Akhirnya rasa penasaranku terbongkar.

  12. Whoah. Sudah kuduga, hubungan yang ada diantara mereka itu persaudaraan. Tapi gak nyangka kalo ternyata mereka kembar euy! Haiiih~
    Jadi yang ngebuat Kyuhyun jadi brengsek kayak gini tuh ayahnya? Wow.

  13. Ada L juga. Seru waktu si evill dan L cerebutan so eun. Kayaknya siwon juga suka dg so eun eonni.
    Rupanya si evill dan yuri saudara kembar, mudah2an yuri bisa luluh dg kebaikan so eun.

  14. Astagaaaaa qu bnr2 kaget trnyata Yuri itu saudara kembarnya Kyuhyun,,,Yuri jd jahat krna mlmpiaskan kksalannya pd Kyu dan jg dy mrasa kspian…
    Siapa ya gadis jahat yg ingin mnghilangkn Soeun ke air terjun yg deras???

  15. Ohh my. . Ternyata saudaraann, aku pikir td sukaaa, sama kayak kata author, smua berpikiran pasti yuri naksir kyu… hihihi
    Smakin greggettann akuuu

  16. G nyangka klo yuri ma kyu itu saudara kembar
    Waduh gawat ni so eun jangan jatuh k pesona kyu
    Nt gawat
    Bahaya tingkat tinggi

  17. oh god !!!!

    mereka sodara kembar ? kyhuhyun ? yuri ?
    heol

    cuma penasarab sih siapa gadis yg bakal ngeceburin so eun ke sungai ?

  18. Gak nyangka klo Yuri itu kembarannya Cho..
    Trus kyaknya ada yg mau brbuat jahat deh.. Enth knapa mlah curiga sma Hyura tpi gak tau jga sih.. Smoga aja So Eun gpp slama camping

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s