Romance, School Life

Nappeun Sunbae 6th

Untitled-1

Hello semuanya… istri tercintanya Yesung kembali hadir 😀

Tak banyak kata deh, silahkan baca saja bagi pengunjung yang berada di blog ini. Sertakan komentar kalian karena itu membuat saya semakin semangat menulisnya 😀

Typo bergentayangan. Harap dimaklumi 🙂

Salam hangat dari Ddangkoma :*

~~Nappeun Sunbae~~

Ketegangan benar – benar menyelimuti ketiga orang yang berada di tepi bukit itu. Yuri membulatkan matanya sempurna dengan pandangan kosong kedepan. Masih jelas di ingatannya bagimana Kyuhyun terjun bebas di depannya demi menyelamatkan gadis bernama Kim So eun itu. Mata Yuri memerah dan tanpa sadar air matanya terjatuh begitu saja tanpa diperintah.

Hyuk Jae terlihat begitu frustasi, menjambak rambutnya kasar dan berjalan kesana kemari bagaikan seterika yang tak bisa diam. Pria itu melirik kebawah dengan ngeri kemudian ia berteriak kencang dan menjambak rambutnya lagi. Pikirannya saat ini benar – benar kacau, bagaimana bisa Kyuhyun berbuat sebodoh itu?!

“Arrgh… Cho Kyuhyun… Jjinja!!!” teriaknya sambil terus menjambak rambutnya. Matanya tampak memerah dan berlinang air mata. Dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini, pikirannya benar – benar kosong.

Hyura sama halnya dengan kedua orang itu. Gadis itu hanya bisa diam dengan wajah ketakutan, melihat kedua tangannya yang gemetaran karena telah mendorong So eun, meskipun ia tak berniat mendorong So eun tapi tetap saja gadis itu terjatuh karenanya.

Beberapa orang mulai menghampiri tempat ini, melihat ketiga orang itu yang begitu frustasi entah karena apa. Siwon dengan cepat menghampiri Hyuk Jae hendak memberikan banyak pertanyaan pada pria itu. Donghae dan Heechul segera beralih pada Yuri yang tadi sempat tak mereka temukan keberadaannya.

“Yuri-ya… Gwenchana?” Heechul menggoyangkan sedikit bahu gadis itu yang terlihat seperti mayat hidup. Wajah pucat dan bibirnya yang tak bisa tertutup dengan rapat. Donghae juga melakukan hal yang sama, sedikit menggoyangkan tubuh gadis ini. Yuri masih tetap diam, bayangan tentang kejadian beberapa menit yang lalu benar – benar menggoncangkan hatinya. Bayangan So eun yang menyelamatkannya hingga membuat gadis itu terjatuh kebawah sana dan bayangan kakaknya yang ikut melompat kebawah sana benar – benar memukul keras hati gadis ini.

Pandangan kosong itu beralih menatap Hyura yang berdiri tak jauh darinya. Seketika mata tajam yang terlihat kosong tadi berubah mengerikan saat ia melihat Hyura. Segera gadis itu menghampiri Hyura dengan sedikit berlari. Memberikan tamparan keras di pipinya dan menarik rambut Hyura dengan keras. Donghae, Heechul dan Siwon yang melihat kejadian itu membulatkan mata mereka sempurna kemudian dengan cepat mereka memisahkan keduanya.

“Yuri… Hentikan!” bentak Heechul yang berusaha keras melepaskan jari Yuri dari rambut Hyura, gadis itu meringis kesakitan saat ia merasakan tarikan Yuri di rambutnya. Emosi Yuri benar – benar tersulut melihat wajah gadis itu.

Donghae berusaha keras melepaskan tangan Yuri hingga akhirnya jari – jari gadis itu terlepas juga dari rambut Hyura. Mereka segera menahan Yuri yang hendak menyerang Hyura lagi, beberapa murid lainnya terlihat memekik dan menutup mulut mereka melihat kelakuan Yuri yang tak seperti biasanya.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka aku akan membunuh mu!” teriaknya lantang sambil terus meronta dari pelukan Donghae dan Heechul.

“Lepaskan aku brengsek!” teriaknya lagi pada kedua orang yang sedang menahan tubuhnya. Donghae sampai harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan gadis ini. ia mengumpat kesal karena gadis ini memiliki cukup kekuatan lebih. Sama seperti Kyuhyun. Tentu saja, bukankah keduanya kembar.

“Yuri-ya… kumohon tenanglah” Heechul mencoba menenangkan gadis ini tapi Yuri tetap saja meronta ingin lepas dan terus menjerit meneriakkan nama Kyuhyun. Membuat Donghae dan Heechul semakin tidak mengerti dengan situasi saat ini.

“Hei, hei, hei… Lihat aku” Siwon segera menghampiri Yuri. Menangkup kedua wajah Yuri dan menuntun mata gadis itu untuk menatap matanya. Meskipun sudah tak meronta tapi Yuri tetap mengeluarkan air matanya.

“Kyuhyun akan baik – baik saja, begitu juga dengan So eun. Kita akan memanggil tim SAR dan kita pasti bisa menemukan mereka” jelas Siwon. Yuri tetap menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kata – kata Siwon.

“Tim SAR?” Tanya Heechul, Donghae, Ryeowook, Myung Soo bersamaan. Anak – anak yang lainnya juga tampak mengerutkan kening mereka saat mendengar tim SAR keluar dari mulut Siwon.

Siwon melepaskan tangannya dari wajah Yuri, sedikit menundukkan kepalanya saat mereka memberikan pertanyaan pada si ketua osis ini. Penjelasan dari Hyuk Jae benar – benar membuat Siwon terkejut, sama seperti Yuri, Hyura dan juga Hyuk Jae. Tapi karena disini dia yang harus bertanggung jawab maka pria itu berusaha keras untuk mengontrol emosinya.

Siwon melihat sekumpulan adik kelasnya itu, kemudian menatap Donghae dan Heechul yang seperti meminta penjelasan dari pria ini.

“Kyuhyun dan So eun terjatuh kedalam sungai” jelasnya dengan suara datar. Seketika semua orang memekik tidak percaya. Donghae dan Heechul melepaskan tangan mereka dari Yuri, merasakan lemas saat mendengar penuturan Siwon. Myung Soo tampak kalut saat mendengar So eun terjatuh kesungai yang berada di bawah bukit ini. Dan Ryeowook tanpa sadar mengeluarkan air matanya, menggelengkan kepalanya dan menjerit histeris.

Andwae! So eun tidak bisa berenang!” teriaknya sambil menggelengkan kepalanya. Secara bersamaan Myung Soo dan Siwon menatap kearah pria kurus itu sambil mengerutkan kening mereka, wajah keduanya tampak pucat. Terutama Myung Soo. Pria itu segera terjatuh karena tidak bisa menahan lututnya yang terasa begitu lemas.

“So eun – ah…” teriaknya sambil berlari ketepi bukit itu. Pikiran Ryeowook benar – benar kosong sama halnya seperti mereka yang tidak bisa menerima kenyataan ini. Siwon segera menangkap tubuh pria itu saat Ryeowook berusaha untuk mencari So eun.

“Semuanya kembali ke villa. Jangan ada yang keluar!” titah Siwon pada mereka semua dengan suara keras. Mereka mengangguk patuh dan menuruti perintah Siwon berjalan menjauhi bibir bukit ini dan kembali kedalam penginapan mereka. Sepertinya malam ini benar – benar akan ada badai.

Ryeowook masih terus berusaha hendak lepas dari Siwon yang memegang erat perutnya. Pria kurus itu terus memberontak dan meneriakkan nama So eun dengan air matanya.

“YAK! Kim Ryeowook! Tenanglah!” teriak Siwon lagi. ia segera melayangkan tinjunya pada pipi pria ini membuat Ryeowook berhenti memberontak dan terlihat sedikit tenang. Ia menghembuskan napasnya kasar saat melihat bibir pria itu berdarah karena pukulannya. Tenang Choi Siwon. Jangan terbawa emosi. Hatinya meneriakkan kata – kata itu padanya. Menutup matanya kemudian membuka matanya lagi dan melihat Ryeowook dengan rasa bersalah.

“Heechul kembalilah ke villa bersama yang lainnya. Jangan lupa menghubungi tim SAR dan menyuruh mereka datang secepatnya” perintah Siwon karena saat ini yang bisa ia andalkan adalah Heechul sebagai anggota osis. Pria itu bergumam, ia juga masih tampak terkejut, tapi jika ia juga kehilangan pikirannya seperti yang lain siapa yang akan membantu mereka semua. Tak mungkin Siwon bisa mengatasi semua ini sendirian.

“Bawa Hyura, Yuri dan Ryeowook. Sementara menunggu tim SAR, aku Donghae dan Hyuk Jae akan membantu mencari mereka” ujarnya lagi

“Andwae! Ijinkan aku ikut” mohon Ryeowook dan Yuri bersamaan. Siwon menatap mereka lelah, menghembuskan napas beratnya.

“Tidak! Kalian harus istirahat terutama kau Yuri, aku tidak bisa membawa kalian”

“Bagaimana bisa aku istirahat sedangkan Kyuhyun berada dalam bahaya” protesnya

“Percayalah, kami akan menemukan mereka dan kalian hanya akan menghalangi jalan kami jika kalian ikut” terang Siwon mencoba memberikan pengertian pada keduanya.

Melihat Yuri dan Ryeowook yang tampak terdiam, Siwon melirik pada Heechul memberi isyarat untuk membawa kedua orang ini. Heechul segera menarik pelan tangan keduanya membawa keduanya masuk kedalam villa.

“Aku akan ikut” suara Myung Soo mengalihkan pandangan Siwon. Pria itu menatap Myung Soo yang melihatnya penuh harap.

“Baiklah” putus Siwon.

~~Nappeun Sunbae~~

Eomma….

 

Aku melihat hal yang aneh…. Aku melihat seorang gadis kecil yang berada dilapangan rumput hijau. Gadis itu tersenyum seperti ku, dia memiliki rambut sebahu yang sama seperti ku…. matanya juga begitu bulat sama seperti ku…

Eomma….

Aku melihatnya berlari dengan gembira… aku juga melihat eomma dan appa berada disana bersama gadis kecil itu. Tapi… kenapa dia memanggil kalian dengan sebutan eomma, appa…

Eomma…

Apakah gadis kecil adalah aku saat aku masih kecil?

Eomma…

Aku melihat diriku saat pertama kali berdiri diatas panggung…. Menerima penghargaan sebagai pelukis terbaik waktu di SMP… aku melihat kalian tersenyum penuh bahagia karena kemenangan ku… kalian memberikan ku hadiah seperti biasanya….

Eomma…

Aku juga melihat diriku saat pertama kali aku masuk SMA… saat senior ku memberikan tugas mencari orang bernama Cho Kyuhyun… saat pertama kali Ryeowook memperkenalkan dirinya dan menawarkan pertemanan dengan ku… eomma… kenapa semuanya terlihat begitu jelas didepanku… kenapa aku bisa melihat wajah mu saat kau tersenyum… kenapa aku bisa melihat dengan jelas wajah appa saat tersenyum dan mengusap kepala ku… kenapa aku bisa melihat dengan jelas wajahnya… wajah senior ku yang begitu kuingin kan… kenapa aku bisa melihat dengan jelas wajah dinginnya… dan senyum tipis miliknya yang begitu mempesona…

Eomma…

Saat ini aku melihatnya berenang menghampiriku… wajahnya tampak pucat…. Dan tanganya terulur hendak menarik tanganku. Aku bahkan bisa merasakan kehangatannya…

Eomma…

Apa aku sudah mati?

~~Nappeun Sunbae~~

Kyuhyun terus menekan dada So eun yang terlentang didepannya. Membuka dua kancing teratas kemeja gadis itu agar tidak meraskan sesak dan terus menekan dada So eun mencoba untuk mengembalikan kesadaran gadis ini. Ia menempelkan bibirnya diatas bibir So eun, mengangkat sedikit kepala gadis itu dan menghembuskan napasnya didalam mulut So eun. Masih tak ada reaksi, dengan wajah paniknya ia terus menekan berulang kali dada So eun dengan kedua telapak tangannya, kemudian memberikan napas buatan lagi. Masih tak ada pergerakan dari gadis ini, Kyuhyun memeriksa denyut nadi nya, berdetak begitu lemah. Pria itu segera menekan kembali dada So eun dan memberikan napas buatan pada gadis ini hingga akhirnya So eun terbatuk kecil dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya.

Kyuhyun melemaskan kedua bahunya. Pria itu segera melemaskan tubuhnya saat mendengar suara batuk So eun. Menghembuskan napasnya lega dan memejamkan kedua matanya. So eun mengerutkan keningnya saat ia mendapati awan hitam yang berada tepat diatas nya. Melirik kesamping dan melihat Kyuhyun yang terduduk lemah disisinya. Gadis itu dengan sigap bangun dari posisinya yang terlentang dan duduk tepat dihadapan Kyuhyun. Memperhatikan penampilan pria itu yang basah kuyup sama sepertinya. Suara aliran sungai yang berada disamping mereka seperti menyadarkan So eun dengan keadaan mereka sekarang. Ia baru saja mengingat bahwa dirinya telah terjatuh dari bukit karena berusaha menyelamatkan Yuri.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun lemas

So eun mengguman dan menganggukkan wajahnya menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pandangan So eun teralihkan pada kepala Kyuhyun yang terluka dan mengeluarkan darah.

“Sunbae… kau berdarah” ujar So eun khawatir saat melihat darah segar mengalir dari pelipis pria itu. Kyuhyun menyentuhkan jarinya pada pelipisnya dan melihat warna merah menghiasi jari – jarinya.

“Ah… ini… tidak… apa… apa….” Suaranya mulai terputus dan detik berikutnya pria itu menjatuhkan kepalanya tepat kebahu So eun dengan lemas.

~~Nappeun Sunbae~~

Kyuhyun mengerjapkan matanya saat ia merasakan kepalanya terus berdenyut nyeri karena luka yang ia dapatkan. Kepalanya tak sengaja membentur batu besar saat ia melompat dengan gegabahnya hendak menolong So eun. Pria itu sedikit meringis dan mencoba untuk bangun dari tidurnya saat ia melihat So eun yang terus berusaha keras membuat api untuk mereka. Gadis itu terlihat sibuk dengan kayunya dan terus menjaga agar api itu tidak mati. Kyuhyun meraba luka yang berada di kepalanya, tangannya merasakan perban berada disana. Melihat pada tubuhnya yang tertutupi oleh selimut. Pakaiannya yang basah sudah mengering. Senyumnya terukir saat ia mengetahui bahwa gadis itu pasti pelakunya. Kyuhyun mengedarkan pandangan nya pada tempat ini. Sedikit kotor tapi terlihat bahwa tempat ini bukanlah tempat terlantar. Seseorang pasti sering berkunjung ke pondok ini.

So eun membalikkan tubuhnya dan ia begitu terkejut melihat Kyuhyun sudah sadar bahkan pria itu sudah duduk tidak tertidur lagi.

“Kau merasa baikan sunbae?” Tanya gadis ini pelan. Kyuhyun menggumam dan tersenyum tipis. So eun melebarkan senyumnya mengetahui bahwa pria ini sudah baik – baik saja.

Go… gomawo sunbae…”

“Untuk apa?”

“Karena sudah menyelamatkan ku”

Kyuhyun menarik bibirnya membentuk senyuman mendengar ucapan So eun.

“Dari mana kau menemukan tempat ini?” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan mereka.

“Entahlah, aku hanya menemukannya saat ingin membawamu yang tak sadarkan diri” jawab gadis ini.

“Sepertinya pondok ini milik seseorang, aku menemukan selimut dan juga tempat obat disini.” Ujarnya menunjuk pada laci meja yang berada di pondok kecil ini. Kyuhyun mengikuti arah pandanganya kemudian pria itu menanggukkan kepalanya seolah mengerti.

Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Keduanya tenggelam dalam keheningan hanya suara api yang membakar kayu – kayu itu yang terdengar memecah keheningan keduanya. Keduanya duduk berdampingan didepan api itu untuk menghangatkan tubuh mereka, sesekali So eun menatap Kyuhyun dari sudut matanya, melihat pria itu yang begitu focus memperhatikan api didepannya.

“Kau bisa melubangi wajahku dengan tatapan mu nona Kim” ujarnya datar tanpa melepaskan tatapannya dari api itu. So eun segera menundukkan kepalanya malu saat ketahuan tengah menatap wajah Kyuhyun. Pria itu terkekeh geli melihat wajah So eun yang tampak memerah. Kyuhyun menarik tubuh So eun semakin mendekat padanya, membagi selimut yang menutupi tubuhnya pada gadis itu. So eun tersenyum lebar mendapatkan perlakuan hangat Kyuhyun, pipi nya kembali memerah karena pria ini.

“Kau ingin mengatakan sesuatu?” tebak Kyuhyun karena So eun terus saja menatapnya, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi ia urungkan niatnya kembali.

“Eng… itu… apa benar kau dan Yuri sunbae saudara kembar? Maksud ku, bukankah marga kalian tidak sama?” Tanya gadis ini setelah ia cukup lama berperang dengan hati dan pikirannya. Kyuhyun memperlihatkan wajah datarnya, memberikan ekspresi yang So eun tidak bisa ketahui. Apa pria ini marah karena ia memberikan pertanyaan seperti itu? Tentu saja. Bukankah itu adalah urusan pribadi Kyuhyun, apa haknya ingin mengetahui tentang pria itu. Dia bukan orang yang berarti bagi Kyuhyun.

So eun menundukkan kepalanya merasa bersalah karena memberikan pertanyaan seperti itu pada Kyuhyun. Hatinya juga merasakan sakit saat pria itu tidak menjawabnya, bukankah ini berarti dia sama saja dengan wanita yang lain. Tak berarti bagi Kyuhyun.

“Maaf… aku tidak akan bertanya lagi” sesalnya semakin menundukkan kepalanya.

“Yuri… menggunakan marga ibu ku. Kim Hana” ujar Kyuhyun datar, memandang api yang terus menyala didepannya seperti mengenang masa lalu. So eun melihat wajah Kyuhyun yang terlihat begitu terluka saat ini, rahangnya terlihat mengeras dari samping dan matanya juga tampak memerah.

“Kehidupan kami dulu begitu tenang dan damai. Appa yang begitu hangat dan tegas mendidik anak – anaknya, eomma yang selalu menyayangi kami dengan sepenuh hatinya. Setiap hari tak ada kesedihan didalamnya. Semuanya ku miliki, keluarga, sahabat, kekayaan, semuanya… apapun yang kuinginkan” matanya masih terus menatap lurus api itu, mengingat dengan jelas setiap moment yang ia habiskan dengan keluarganya.

“Tapi, semuanya berubah saat eomma mulai sakit – sakitan dan akhirnya meninggal” ia menghentikan sejenak ceritanya. So eun tak melepaskan sedetik pun matanya dari Kyuhyun memperhatikan bagaiamana reaksi pria itu.

“Seminggu setelah kepergian eomma, appa menikah lagi dengan wanita lain yang merupakan sahabat baik ibu ku” So eun membekap mulutnya tak percaya saat ia mendengar cerita Kyuhyun.

“Awalnya aku bisa menerima karena kupikir appa pasti sangat terluka karena kepergian eomma, tapi…. setelah menyelidikinya aku baru mengetahui bahwa ibu ku selalu meminum obat penenang selama setahun terakhir sebelum ia meninggal”

“Dia meninggal bukan karena sakit, tapi karena terlalu banyak mengkomsumsi obat penenang hingga overdosis” matanya mulai berkaca – kaca saat mengingat bagaimana terakhir kalinya ia melihat wajah pucat ibunya yang begitu menyedihkan.

“Saat aku menyelidiki kenapa ibuku meminum obat seperti itu aku mengetahui bahwa sebelum ayahku menikahi ibu tiriku dia sudah berselingkuh dengannya” So eun ingin menghentikan cerita Kyuhyun saat melihat wajah pria itu semakin mengeras dan matanya semakin memerah. Sungguh ia tidak sanggup jika membuka luka pria itu yang tersimpan begitu dalam.

“Tentu saja ibu ku mengetahuinya, dia mulai depresi saat itu, meminum obat penenang untuk menenangkan dirinya didepan ku dan Yuri agar terlihat baik – baik saja. Aku tidak pernah mengetahui kalau ibu ku selalu menangis setiap malamnya, saat ayahku pulang terlambat dan tidur ditempat selingkuhannya. Aku tidak pernah tahu bagaimana terpukulnya ibu saat itu. Aku tidak tahu dan aku tidak ada untuk nya” Kyuhyun benar – benar tidak bisa menahan air matanya, cairan bening itu keluar begitu saja membayangkan bagaimana ibunya menangis diam – diam tanpa sepengetahuan mereka semua.

Pria itu memejamkan matanya sejenak, menarik napasnya dan menghembuskannya pelan. Membuka kembali kedua matanya dan menatap api yang masih terus menyala memberikan kehangatan pada mereka berdua.

“Saat mengetahui kebenarannya aku memutuskan untuk meninggalkan rumah, ayah menentangnya dengan keras karena ia membutuhkan pewaris untuk meneruskan mengurusi hartanya. Sebelum aku memasuki bangku SMA aku memutuskan untuk pergi karena saat aku sudah SMA aku tahu dia pasti akan menahanku dengan segala caranya dan dia pasti akan menyuruhku untuk meneruskan perusahaannya seperti Yuri sekarang ini” Dia merasa bersalah lagi jika mengingat bagaimana Yuri mengurusi perusahaan itu, meskipun ayahnya masih tetap ikut campur tetap saja Yuri tidak akan bisa melakukannya. Kyuhyun tahu Yuri bukan gadis yang bisa belajar cepat tentang dunia bisnis, berbeda dengannya yang sudah diajari oleh ayahnya saat ia masih kecil. Yuri lebih suka keluar dan bermain tanpa harus perlu susah payah mengurusi perusahaan mereka. Dan kini ia meninggalkan gadis itu sendirian didalam rumah ayahnya hingga semua tanggung jawabnya dulu dialihkan pada Yuri.

“Apa Yuri mengetahuinya?” Tanya So eun pelan

“Hmmm… Dia mengetahuinya saat aku memutuskan pergi dari rumah. Waktu itu dia gadis lemah dan dia sangat menyayangi ayah. Dia hanya seorang gadis kecil yang tidak bisa melakukan pemberontakan seperti ku. Satu – satunya cara dia memberontak hanya dengan melepaskan marga keluarga Cho dan menggantinya dengan marga ibu” jelasnya dengan suara parau

“Dia sangat membenci ayah sama seperti ku karena mengakibatkan ibu meninggal, tapi… kurasa dia jauh lebih membenci ku karena meninggalkannya sendirian”

So eun mengangkat sebelah tangannya menyentuh pelan bahu Kyuhyun. Mendekatkan tubuhnya kemudian memeluk tubuh pria itu yang terlihat begitu rapuh saat ini. Kyuhyun tak menolak, ia membenamkan wajahnya diantara leher dan bahu So eun, menutup kedua matanya menahan tangisnya yang hendak keluar. Dengan perlahan So eun mengusap lembut punggung dan rambut Kyuhyun secara teratur, menenangkan Kyuhyun sementara waktu ini.

Sementara itu beberapa tim SAR dan juga Siwon terlihat masih sibuk mencari keberadaan Kyuhyun dan So eun. Beberapa orang tim SAR berada didalam sungai untuk melihat keberadaan kedua orang itu. Hujan lebat yang mengguyur tubuh mereka tak meruntuhkan semangat Siwon untuk mencari keberadaan Kyuhyun dan So eun. Begitu juga dengan Myung Soo, Donghae dan Hyuk Jae. Keempat orang itu terus menyusuri hutan semakin dalam, mencari keduanya.

~~Nappeun Sunbae~~

Matahari memancarkan sinarnya di pagi ini kesuluruh penjuru kota Seoul. Hutan tempat siswa Daewoo High School melaksanakan acara camping mereka masih tampak seperti semalam yang begitu kacau karena kedua orang itu belum juga kembali kedalam villa tempat seharusnya mereka semua berkumpul. Dengan hati cemas Yuri dan Ryeowook terus melihat keluar, berharap Siwon pulang dengan membawa So eun dan juga Kyuhyun. Kedua orang itu tidak bisa tidur dengan tenang hingga mereka memutuskan untuk terus menunggu kabar dari Siwon atau siapapun yang bisa memberitahu mereka bahwa Kyuhyun dan So eun selamat.

Siwon terus berusaha keras mencari keberadaan Kyuhyun maupun So eun. Seperti tak mengenal kata lelah, pria itu terus berjalan menyusuri hutan ini bersama Myung Soo, Donghae dan Hyuk Jae. Beberapa dari anggota SAR juga masih terus mencari keberadaan keduanya. Masih terus melanjutkan pencarian mereka di pagi hari yang dingin ini.

“Pak! Aku menemukan mereka!” seruan dari salah seorang petugas SAR membuat Siwon dan yang lainnya segera berlari cepat menghampiri asal suara itu, melihat kedalam pondok kecil yang berada di depan sipemilik suara. Siwon dengan cepat membuka pintu pondok itu dan mendapati Kyuhyun juga So eun masih terlelap dengan bersandar pada dinding pondok ini, keduanya tampak pucat, bibir mereka tampak membiru dan selimut yang menyelimuti keduanya tampak begitu tipis dan tidak bisa menolong mereka dari kedinginan malam itu. Siwon menatap iba pada mereka, segera membuka jas hujannya, kemudian membuka jacket yang ia kenakan dan segera ia memberikan jacket itu pada tubuh So eun. Donghae melakukan hal yang sama, memberikan jacketnya pada Kyuhyun. Kedua orang itu bergeming saat merasakan tangan seseorang menyentuh tubuh mereka, mata yang masih terpejam dan kelelahan itu mendapati wajah Siwon dan Donghae yang tampak khawatir pada mereka.

“Su… sunbae…”lirih So eun menatap lemas pada Siwon.

“Kau disini…” lirih Kyuhyun lemas saat melihat Donghae

“Aku disini Kyuhyun-ah” jawab pria pendek itu cepat dan segera ia membawa Kyuhyun dalam gendongannya. Petugas SAR segera membantu Donghae mengangkat tubuh Kyuhyun untuk berada di punggung pria itu. Siwon dengan mudah juga mengangkat tubuh So eun membawa gadis malang itu meninggalkan tempat ini menuju villa mereka.

Advertisements

117 thoughts on “Nappeun Sunbae 6th”

  1. Oke Fix part 5 di pw pasti enceh isinya anak volos penasaran 😀 , aish ternyata Hyura niat dorong Yuri dan salah sasaran jadi ke So Eun ck bener-bener gadis itu pasti bales dendam karena udah dibotaki sama Yuri harus kasih pelajaran kalo perlu botakin lagi *evilLaugh* , Kyu-Yuri kasian punya appa malah selingkuh pasti mereka tertekan banget T.T , cieee yang tidur di gubuk berduaan sambil cerita masa lalu:D

  2. Keren thor,, bingung mo koment pa
    Seneng banget nemu blog ini soalnya saya readers baru
    Kalo boleh minta pw part 2 &5 nya thor
    Sebelumnya makasih udah bikin cerita kyk gini
    Tetep semangat buat author

  3. Akhirnya mrka dtmukan,,,oh jd gtu cerita tntng knpa mrka bda marga pdhl mrk saudara kembar,, jd gdis yg ingin d jatuhkan ke jurang bukn Soeun tp Yuri…
    Mgkin Hyura msi dendam pd Yuri krna wkt MOS dlu…
    Coz qu lum baca part 5 jd gk tau kjdian sbnrnya gmn,,,

  4. Ahhhh… bnarer benerrr,, menegangkannn…
    Si kyu ternyata bgtu rapuuuhhh…
    Rada ikut sedih juga huhuhu

  5. Ah jd penasaran part 5 gan
    Kak aku penasaran bngt ni
    Ceritanya bagus bngt
    Kayu ma so run so S weeet bngt sih

  6. aduh ini loncat2 lho aku bacanya
    belum dapat pwnya lho kak aku
    udah kirim email tapi belum dibales

    plis kak minta pw part 2 sama 5 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s