Romance, School Life

Nappeun Sunbae (7)

Warning: Typo seperti biasa 😀

~~ Nappeun Sunbae~~

Awan hitam yang menggumpal di langit biru itu perlahan mulai menghilang dan menampilkan matahari yang memancarkan sinar keemasannya untuk menyelimuti kota Seoul ini. Burung – burung mulai berkeluaran dari sangkar dan berterbangan untuk mencari makan mereka sendiri. Pepohonan segar dipagi ini yang mengeluarkan air dari dedaunan tampak begitu sejuk dan menyegarkan.

Bus yang membawa beberapa pelajar SMA untuk kepulangan mereka dari acara perkemahan yang dilakukan oleh ketua Osis mereka tampak diselimuti dengan kebisuan. Tidak seperti saat mereka pergi yang diselimuti dengan canda dan tawa dari setiap siswa disana. Tapi kali ini mereka seperti tak ada yang berani mengeluarkan suara membiarkan semuanya terasa hening hanya suara mesin bus saja yang terdengar.

Cho Kyuhyun – pria yang menghilang beberapa jam lalu bersama Kim So eun tampak terlihat begitu dingin, mata elangnya seperti siap menerkam siapa saja yang ingin mengganggu kedamaian pria ini. Entahlah, semenjak dia ditemukan bersama So eun oleh Donghae dan Siwon pria itu terlihat lebih dingin dan wajahnya sangat tidak bersahabat. Dia hanya diam membisu meskipun Hyuk Jae selalu mencoba mengajaknya berbicara dengan kata – kata konyol yang selalu terlontarkan dari bibir sexy nya, tapi yang dia dapatkan hanya tatapan mematikan dari Kyuhyun seolah menyuruhnya untuk menutup mulut saat itu juga. Pria itu menghela napas, melihat kesamping memperhatikan pemandangan yang ada diluar dengan tatapan kosong. Ingatan tentang bagaimana ia menolong So eun tanpa berpikir dua kali membuatnya frustasi. Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu? Benar – benar mustahil.

Bus yang ditumpangi oleh para siswa Daewoo High School itu melaju dengan kecepatan rata – rata, seperti sengaja untuk memperlambat jalan pulang bagi semua siswa yang berada didalamnya. Mereka sudah ingin cepat keluar dari Bus ini mengingat bagaimana kondisi didalam bus ini sangatlah menyebalkan. Tidak boleh ada yang bersuara karena perintah Cho Kyuhyun dan dengan bodohnya ketua Osis mereka tidak bisa melakukan apapun, dia hanya menganggukkan kepalanya menuruti permintaan dari Cho Kyuhyun seperti orang bodoh.

Myung Soo dan Ryeowook tak henti – hentinya memberikan perhatian mereka pada gadis yang masih terlihat pucat itu. Berulang kali So eun menggelengkan kepalanya menolak setiap suapan dan minuman yang diberikan keduanya, gadis itu terlalu lelah dan yang dia butuhkan hanya istirahat, tapi kedua pria ini tidak mengerti keingan So eun hingga akhirnya gadis itu harus lelah menuruti sikap Ryeowook dan Myung Soo.

Gadis berambut sebahu itu duduk dibangku belakang bus ini, menyendiri dengan kepalanya yang menunduk, meremas jari – jarinya yang berada diatas kedua pahanya. Gadis itu terlihat ketakutan dengan apa yang telah ia perbuat, wajahnya pucat pasi meskipun So eun dan Kyuhyun sudah dipastikan selamat tapi perasaan gadis itu terus merasa tidak tenang, dia selalu ketakutan. Terlihat begitu menyedihkan.

Yuri tampak melirik sekilas Hyura yang duduk dengan menundukkan kepalanya di tempat duduk belakang, menatap sinis gadis itu dan membuang wajahnya kemudian. Tidak ingin perduli ataupun ikut campur dengan urusan gadis itu.

“Kau tidak minta maaf?” Suara Heechul yang duduk disampingnya menyapa indra pendengaran Yuri

“Untuk apa?” ia balik bertanya dengan nada ketus

“Jangan membodohi ku, aku tahu ini semua terjadi karena ulah mu” tuduh Heechul. Yuri tak menjawab, gadis itu menghembuskan napasnya kasar sejenak, kemudian membenarkan posisi duduknya dan mulai memejamkan kedua matanya.

“Bangunkan aku jika sudah tiba” Sepertinya gadis ini tidak ingin membahas tentang masalah yang cukup membuat semua orang kesusahan itu.

“Aish… bocah ini” cibirnya. Heechul melihat kearah Kyuhyun yang duduk dibelakang mereka. Pria itu tampak dingin dan menatap Hyuk Jae yang terus mencoba untuk mengajaknya bicara. Pria itu seperti tidak ingin diganggu dengan tidurnya yang sudah mulai nyaman.

“Kembar memang sama” dengus Heechul melihat kelakuan keduanya sama persis. Melihat Kyuhyun dan Yuri bergantian kemudian ia menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk ikut terlelap seperti kedua kembaran ini.

~~ Nappeun Sunbae~~

Mobil hitam mewah itu terlihat berhenti diparkiran Daewoo High School ini. Beberapa siswa yang masih berada di tempat parkir ini tak melepaskan mata mereka dari mobil hitam itu. Meskipun kelihatan sama tapi mereka bisa membedakan mana yang asli dan tidak, dan tentu saja ini pertama kalinya mereka melihat mobil mewah seperti ini memasuki parkiran sekolah mereka. Meskpun sekolah ini termasuk sekolah elit tapi tak ada satupun dari mereka yang mampu membeli mobil semewah ini, Tidak ada kecuali Cho Kyuhyun dan Choi Siwon. Ya, siapa lagi pelakunya kalau bukan kedua pria tampan itu yang membawa mobil semewah ini kesekolah.

Tidak biasanya mereka memperlihatkan kekayaan mereka seperti yang lainnya. Choi Siwon hampir tak pernah terlihat menggunakan mobil mewah, meskipun ia sangat kaya raya tapi pria itu sangat rendah hati hingga ia tak pernah terlihat menaiki mobil mewah. Jika bukan Siwon hanya tinggal satu orang lagi pelakunya. Cho Kyuhyun, tapi pria itu juga sama halnya dengan Siwon, meskipun dia dari keluarga kaya pria itu tidak pernah terlihat menaiki mobil mewah, ia lebih senang mengendarai motor gedenya dari pada mobilnya. Lalu siapa yang membawa mobil mewah ini jika bukan kedua manusia sempurna itu? Rasa penasaran siswa siswi semakin menggebu, menunggu pemilik mobil itu keluar dari dalamnya.

“Kau tidak turun, sayang?” Pria paruh baya itu bertanya pada putrinya yang terlihat menampilkan wajah masamnya, ia melirik kesal ayahnya yang mengantarnya kesekolah dengan mobil ini. Dia memang tidak keberatan jika ayahnya mengantarnya sekolah, tapi tidak dengan mobil seperti ini dan mengundang perhatian seluruh siswa. Gadis itu bahkan tidak ingin keluar karena mata semua siswa diluar sana menatap lapar pada mobil yang ia tumpangi. Apa jadinya jika ia keluar dari mobil ini, Oh pasti saja dia akan menjadi bahan gosipan semua orang lagi. Menyebalkan.

“So eun -ah” lirih ayahnya mencoba membujuk putrinya ini

“Bagaimana aku bisa keluar jika mereka terus melihat seperti itu” kesal So eun seraya mengerucutkan bibirnya.

Tuan Kim terkekeh kecil melihat wajah kesal putrinya ini. Mengusap pelan kepala So eun dan tersenyum hangat. Pria paruh baya ini begitu menyangai Kim So eun, mengetahui bahwa anak gadis nya hampir saja kehilangan nyawa membuat pria paruh baya ini ketakutan setengah mati. Meskipun So eun kembali dengan keadaan selamat padanya tapi rasa khawatir dan cemas terus menghantuinya setelah mendengar cerita Siwon. Dia tidak ingin kehilangan sosok putrinya ini, maka ia putuskan untuk tidak membiarkan gadis ini hilang dari pengawasannya. Tuan Kim semakin ekstra hati – hati dalam menjaga So eun, pergaulan nya yang begitu dibatasi dan kini Ryeowook yang menjadi sahabatnya pun ikut bekerja sama dengan kedua orang tua So eun untuk menjaga gadis itu, melaporkan kemana saja gadis itu melangkah, dengan siapa dan berbuat apa.

Kejadian itu sudah berlangsung lamanya satu minggu, tapi kebebasan So eun tak lagi ia dapatkan seperti dulu, atau mungkin ia memang tidak akan mendapatkan kebebasan lagi selamanya.

“Turun lah, sepertinya mereka benar – benar penasaran dengan pemilik mobil ini” canda Tuan Kim yang mendapat semburan amarah So eun lagi.

“Appa!”

Tuan Kim mendekat pada putrinya, memeluk sebentar dan mencium kening gadis ini, merapikan rambut nya yang sedikit berantakan. Dengan senyuman pria tua itu berkata

“Belajarlah dengan baik”

So eun menggumam dan menganggukkan kepalanya. Ia menghembuskan napasnya kasar dan membuka pintu mobilnya. Dan seperti dugaan So eun, setiap mata yang berada sana menatapnya dengan mata membulat sempurna. Terkejut melihat gadis itu keluar dari mobil mewah. Benarkah gadis itu berasal dari keluarga chaebol?

So eun menundukkan kepalanya melangkahkan kakinya terus berjalan menuju kelasnya, tidak memperdulikan tatapan heran dan rasa penasaran mereka semua, bahkan kini ada yang mengejar So eun dan memberikan pertanyaan pada gadis itu. Siapa dia sebenarnya, apa dia berasal dari keluarga chaebol, benarkah mobil tadi milik So eun. Tak satupun dari pertanyaan mereka ia jawab, dia terus berjalan cepat semoga bisa menghindar dari pertanyaan memuakkan itu.

~~ Nappeun Sunbae~~~

Ruangan kelas itu terdengar sunyi dan hening hanya suara guru laki – laki yang berdiri didepan kelas ini yang terdengar menjelaskan pelajaran yang sedang mereka pelajari. Guru Matematika si tampan Park Jung Soo tampak menjelaskan dengan suara yang cukup keras. Pria itu menatap satu persatu murid – murid nya yang sedang memperhatikannya dengan serius, mencatat apapun yang diucapkan pria itu yang menurut mereka penting. Mata bulat yang berada di balik kacamata itu tak sengaja menangkap sosok muridnya yang terlihat termenung dengan kepala yang menghadap keluar. Jung Soo berhenti berbicara sejenak kemudian menatap gadis itu yang belum menyadari bahwa Jung Soo sedang memperhatikannya.

“Kim So eun” panggil Guru muda itu dengan nada pelan dan halus. Tapi muridnya itu tidak bergeming sama sekali, fokusnya masih tetap keluar jendela

“Kim So eun” panggilan kedua suara Jung Soo sedikit meninggi, Ryeowook yang duduk disamping gadis itu mulai ketakutan, menyenggol bahu So eun untuk menyadarkannya dari lamunanya tapi gadis itu tetap tak bergeming.

“Kim So eun!”

“Ye?”

Untuk panggilan ketiga akhirnya gadis itu bersuara dan menyahut dengan cepat saat namanya dipanggil. Ia menatap Jung Soo didepan sana yang menatapnya dengan menakutkan.

“Keluar Dari Kelas Ku Sekarang Juga!” perintahnya dengan nada suara tinggi.

So eun menghembuskan napasnya pelan seraya menutup kedua matanya. Bangun dari duduknya dan berjalan pelan keluar dari dalam kelas ini. Terlihat Ryeowook dan Myung Soo menggeleng prihatin pada gadis ini. Lagi – lagi dia memikirkan seniornya yang tak pernah kelihatan sejak seminggu yang lalu. Sejak mereka pulang dari acara kemah yang begitu mengenaskan.

;

So eun melangkahkan kakinya menyusuri sekolah ini sejak ia diusir dari kelas Park Jung Soo. Kelas pria itu masih belum berakhir hingga satu jam kemudian, dan dia harus berada diluar selama satu jam kemudian. Kakinya menyusuri setiap ruangan yang ia temui, terkadang ia hanya melewatinya jika kelas itu sedang digunakan untuk belajar. Melangkah dengan santai sampai akhirnya kaki yang di hiasi dengan sepatu itu terhenti tepat di depan pintu kelas kosong yang sedikit terbuka. Gadis itu berhenti melangkah, menatap kedalamnya dengan hati – hati saat ia mendengar desahan dari mulut seorang wanita didalamnya. Membuka pelan pintu itu dan kepalanya sedikit ia masukkan kedalam ruangan itu, tak lama kemudian matanya menangkap sosok wanita yang sangat ia kenali sedang bercumbu bersama lelaki yang begitu ia kenali juga. So eun membulatkan kedua matanya sempurna melihat pakaian wanita itu sudah mulai terbuka sepenuhnya dibagian atasnya, wanita itu terlihat sibuk mendesah karena lelaki itu terus menciumi leher nya dan meremas kedua dada wanita itu secara kasar. Tangan So eun yang memegang handle pintu itu terjatuh begitu saja dan membuat pintunya terbuka sempurna.

Wanita dan lelaki itu menghentikan aktifitas mereka saat mendengar pintu terbuka, wanita itu terlihat begitu terkejut mendapati wajah So eun yang menatap mereka dengan tatapan nanar, wanita itu terlihat membenahi pakaiannya secapat mungkin. Sedangkan lelaki itu hanya menatap So eun dengan pandangan datarnya tanpa ekspresi.

“So eun – ah” panggil wanita itu setelah ia sudah selesai membenahi pakaiannya, bibirnya ia paksakan untuk tersenyum pada gadis ini tapi So eun tak menanggapinya, ia hanya terus menatap lelaki itu dengan pandangan marah, jijik dan terluka.

“Kau bahkan melakukannya dengan seorang guru?” Suaranya terdengar tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan. Mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya menatap lelaki itu.

“Kau benar – benar menyedihkan Cho Kyuhyun!”

Sesaat setelah ia meneriakkan kata – kata itu So eun berlari meninggalkan ruangan terkutuk itu dengan air mata yang berkumpul dikedua bola matanya. Meninggalkan Kyuhyun yang hanya diam berdiri ditempatnya dengan wajah datarnya. Wanita itu terlihat cemas saat melihat So eun meninggalkan mereka tanpa penjelasan, guru cantik itu menatap Kyuhyun sebentar kemudian ia memberikan kecupan singkat di bibir Pria ini dan setelahnya segera keluar dari ruangan ini meninggalkan Kyuhyun.

~~ Nappeun Sunbae~~

Sejak hari itu So eun tak pernah lagi bertemu dengan Kyuhyun, niatnya ingin mengucapkan terima kasih pada pria itu karena menyelamatkannya sirna sudah karena kelakuan brengsek pria itu. Dia masih bisa menerimanya jika Kyuhyun selalu bercumbu dengan gadis lain, tapi tidak dengan seorang guru yang menjadi guru Fisika mereka benar – benar membuat So eun tak percaya dengan apa yang mereka lakukan. Hatinya begitu sakit mengingat bagaimana kelakuan Kyuhyun terhadapnya selama ini, dia memang gadis bodoh yang rela memberikan apa saja pada pria itu bahkan dia terlihat begitu gampangan untuk seorang Cho Kyuhyun dan dia sekarang sibuk menangisi kebodohannya itu.

Pria tampan incaran para senior wanita itu terlihat mengembangkan senyumnya saat melihat So eun duduk diatas kursi yang berada di bawah pohon taman sekolah ini. Gadis itu terlihat begitu cantik saat ia membiarkan rambutnya terurai begitu saja, terjatuh lemas di bahunya dengan kepala menunduk sambil membaca buku. Myung Soo semakin mengembangkan senyumnya melihat wajah cantik itu, dia benar – benar sudah jatuh cinta pada gadis bermarga Kim ini. Dengan langkah pelan ia menghampiri So eun dan mengambil tempat duduk disamping So eun. Merasakan kehadiran seseorang ia melihat kesampingnya dan mendapati wajah cerah Myung Soo yang tersenyum ramah padanya.

“Kau sendirian?” Myung Soo bertanya hanya untuk sekedar membuka percakapan diantara mereka. So eun mengangguk dan menggumam menjawabnya.

“Kemana si penakut itu?” Tanya Myung Soo lagi yang tak melihat kehadiran Ryeowook. Pria ini memang memanggil Ryeowook dengan sebutan penakut, karena sifat penakut Ryeowook yang begitu berlebihan.

So eun tersenyum kecil mendengar sebutan Myung Soo terhadap sahabatnya itu

“Dia ada urusan dengan Siwon sunbae” jawabnya

Myung Soo menganggukkan kepalanya mengerti kemudian mereka kembali diam lagi. Memikirkan kata – kata apalagi yang ingin ia sampaikan pada So eun. Sebenarnya banyak sekali yang ingin ia ucapkan pada gadis ini tapi dia tidak tahu harus memulainya dari mana.

“Ya, Apa kalian tahu kalau Kyuhyun sunbae sakit?” suara melengking gadis yang berada tak jauh dari mereka tertangkap jelas oleh So eun, mata gadis ini berhenti sejenak untuk melihat deretan hurup yang tertera diatas kertas putih yang dijadikan buku itu. Mendengarkan perbincangan siswa – siswa perempuan yang duduk tak jauh darinya.

“Benarkah? Kau tahu dari mana?”

“Aku mendengarnya saat berada di ruang Osis, kudengar Yuri sunbae mengatakan pada Heechul sunbae kalau Kyuhyun sedang sakit, bahkan dia sampai membawa dokter kerumahnya”

“Jjinja? Kenapa Yuri sunbae bisa tahu?”

Molla… Jangan – jangan mereka memang memiliki hubungan” sahut yang lain.

So eun yang mendengarkan perbicangan gadis – gadis itu merasakan tubuhnya sedikit menegang dan bergetar saat mengetahui bahwa Kyuhyun saat ini sedang sakit. Apa penyakitnya begitu parah hingga dia memanggil dokter segala. Raut wajahnya tampak sekali memancarkan kecemasan dan ketakutan, dia tidak mengetahui bahwa pria yang duduk disampingnya terus memperhatikan ekspresinya yang berubah dengan wajah yang terlihat menyedihkan.

“Apa kau begitu mengkhawatirkannya?”

~~ Nappeun Sunbae~~

Setelah berperang cukup lama dengan hati dan pikirannya kini gadis itu berdiri didepan pintu apartement pria yang menjadi seniornya itu. So eun menarik panjang napasnya dan menghembuskannya pelan saat ia hendak menekan bel yang berada tepat didepannya. Menarik kembali jarinya yang sudah hendak menekan bel pintu apartment ini, terlihat begitu ragu untuk pilihannya saat ini. So eun menutup kedua matanya kemudian menghembuskan napasnya lagi sebelum ia menekan bel pintu yang berada dihadapannya.

Ting…Tong…

Melepaskan jarinya sesegera mungkin kemudian menghela napas lagi. Menunggu beberapa saat sebelum pintu didepannya terbuka lebar dan menampilkan sosok Kyuhyun yang membuka pintu dengan wajah kusutnya. Pria itu terlihat begitu terkejut saat melihat kehadiran So eun didepan apartmentnya, mengerutkan keningnya melihat penampilan So eun yang masih mengenakan seragam SMA.

So eun menatap wajah Kyuhyun yang tampak kurus dihadapannya ini, pria itu terlihat begitu berantakan, wajahnya masih terlihat begitu pucat dan tubuhnya yang berisi dulu kini terlihat begitu kurus. Apa dia benar – benar kesakitan? Rasa iba langsung saja menghampiri hati gadis ini saat melihat penampilan Kyuhyun yang terlihat begitu mengenaskan, tapi masih tetap tampan.

Kyuhyun membuka pintu nya lebar seolah membiarkan So eun untuk memasuki apartementnya dan tanpa sepatah katapun ia membalikkan tubuhnya dan berjalan memasuki apartement ini diikuti dengan So eun yang berjalan pelan dibelakang pria ini. Sedikit gugup dan ragu menghampiri diri So eun saat ia harus melangkahkan kakinya mengikuti langkah Kyuhyun, beberapa detik kemudian pintu dibelakangnya tertutup secara otomatis membuat So eun terlonjak kaget.

“Kau sendirian?” Kyuhyun bertanya tanpa melihat kearahnya. Pria itu berjalan dengan langkah yang terlihat gontai menuju dapurnya. Sesekali Kyuhyun terlihat hendak terjatuh tapi kemudian dia langsung bisa menguasai tubuhnya yang lemah. Membuat So eun begitu khawatir terhadapnya.

So eun menggumam menjawab pertanyaan Kyuhyun, keningnya selalu mengerut menatap punggung Kyuhyun yang berjalan dengan langkah lemah nya, tangannya terlihat selalu terulur kedepan setiap kali Kyuhyun hendak terjatuh tapi kemudian ia menariknya lagi dan menghembuskan napasnya sedikit lega setiap Kyuhyun tidak jadi terjatuh.

Pria yang mengenakan celana panjang dan T-shirt berwarna putih itu terlihat membuka kulkasnya, mengambil minuman orange jus, menuangkannya pada gelas yang terdapat diatas meja nya kemudian memberikannya pada So eun yang berdiri tak jauh darinya, memperhatikan pria itu dengan raut wajah khawatir.

“Minumlah, Kau pasti lelah” ujarnya seraya menyodorkan gelas berisi orange jus itu pada So eun.

Dengan pelan tangan kanan gadis itu terulur untuk meraih gelas yang berada di tangan Kyuhyun, mengambil benda kaca itu dan tanpa sengaja ia menyentuh tangan Kyuhyun yang terasa begitu panas. Pria itu memang selalu panas, tapi kali ini panas yang keluar dari tubuhnya berbeda dari biasanya. Dia benar – benar demam.

“Sunbae….” lirihnya dengan nada khawatir, menatap Kyuhyun yang terlihat sangat pucat saat ini

“Kau sudah melihat ku, kalau begitu pulanglah. Aku ingin istirahat” ucap Kyuhyun cuek tanpa memperdulikan kekhawatiran gadis ini. Dengan langkah yang tak seimbang pria itu berjalan kelantai dua, memasuki kamarnya dan beristirahat kembali. Tapi baru beberapa langkah saja ia berjalan tiba – tiba saja kepalanya terasa sakit dan penglihatannya mulai mengabur detik selanjutnya pria itu terjatuh dengan kegelapan yang menyelimutinya.

“Sunbae!”

~~ Nappeun Sunbae~~

Suara kenderaan di luar sana terdengar begitu bising, lampu – lampu di jalanan kota ini terlihat menghiasi setiap sudutnya memberikan penerangan dimalam yang dingin ini. Berbagai macam kenderaan dijalanan kota besar Seoul ini terlihat melaju dengan kecepatan rata – rata, tapi beberapa diantaranya juga ada yang sedang melajukan mobilnya dengan cepat. Suara ambulans, suara mobil polisi dan setiap kalakson terdengar begitu berisik menghiasi jalanan kota Seoul yang ramai akan setiap orangnya.

Tapi suara kebisingan yang terjadi disana tidak akan pernah terdengar sampai keapartment yang bangunannya menjulang tinggi, seperti yang terjadi pada apartement berpenghuni kamar 2301 itu. Pria yang berbaring diatas ranjangnya tampak membuka kedua matanya perlahan. Terbangun ditengah malam yang dingin ini. Mata tajamnya terlihat menatap kosong langit – langit kamarnya, bangun dari tidurnya dan terduduk sambil memegang kepalanya yang terasa begitu berat. Bola matanya terlihat menyusuri ruangan kamarnya mencari keberadaan gadis itu dan dia tidak menemukan adanya tanda – tanda kehadiran gadis itu didalam apartmentnya lagi.

Apa yang kau harapkan Cho Kyuhyun, bukankah kau sudah mengusirnya. Tentu saja dia akan segera pergi. Menggelikan. Memangnya apa yang bisa kau harapkan, jangan terlalu banyak berharap padanya. Batinnya mengingatkan.

Kakinya ia gerakkan untuk menuruni ranjangnya, berjalan keluar dari kamarnya menuju ke dapur mengambil air dingin untuk membasahi tenggorokannya yang terasa begitu kering. Langkahnya terasa begitu berat dengan mata yang sesekali terpejam dengan kening yang mengerut ia terus melangkah keluar menuju dapurnya, keringat dingin terlihat membasahi tubuh kurus Kyuhyun.

Bugh

Suara seperti benda terjatuh itu menghentikan langkah Kyuhyun yang sedang berada diruang tamunya yang gelap. Mata pria itu terlihat waspada saat mendengar bunyi suara yang tidak ia ketahui asalnya. Mengambil kuda – kuda mengantisipasi jika saja sesuatu yang buruk menimpanya saat ini, dengan pelan pria itu berjalan menuju arah sumber suara tadi memastikan apa sedang terjadi didalam apartmentnya. Mata Kyuhyun terlihat membulat sempurna dengan kening yang sedikit mengerut saat melihat buku Matematika SMA itu terjatuh dibawah sofa miliknya dan suara dengkuran kecil yang berasal dari bibir mungil gadis yang sedang terlelap itu membuat Kyuhyun tak bisa menggerakkan tubuhnya ketika mendapati gadis itu masih berada didalam apartmentnya.

Perlahan kedua sudut bibirnya tertarik kebelakang saat mendapati So eun masih berada di dalam apartmentnya, tak bisa ia sembunyikan bahwa hatinya terasa begitu hangat melihat gadis itu yang terlelap seperti ini.

Gadis Bodoh

;

So eun menggeliat dalam tidurnya dengan susah payah karena ruangnya untuk bergerak terlalu begitu sempit, mungkin karena ini pertama kalinya gadis itu tertidur diatas sofa bukannya diatas ranjangnya yang nyaman seperti biasa. Tangan yang cukup besar melingkar dipinggangnya ikut bergerak bersamaan dengan gerakan kecilnya. Tubuh yang memeluknya terasa begitu hangat tanpa sadar membuatnya tersenyum dipagi hari ini.

Tunggu… bukankah dia baru saja merasakan tangan seseorang dan tubuh seseorang yang memeluknya?

Dengan cepat So eun membuka kedua matanya dan mendapati wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya. Kedua mata pria itu masih tertutup rapat saat So eun melihatnya dengan jarak yang sedekat ini. Tiba – tiba saja napas gadis ini berhenti dan mencoba melepaskan tangan Kyuhyun yang memeluknya, berusaha untuk tidak membangunkan Kyuhyun. Tapi setiap pergerakan kecil yang dia lakukan semakin membuatnya untuk tetap berada dalam pelukan Kyuhyun, pria itu semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan saat ini hidungnya sudah bersentuhan dengan Kyuhyun yang masih terlelap dan lagi – lagi So eun harus kembali menahan napasnya.

Kembali So eun menggerakkan tangannya untuk melepaskan lengan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya dan usahanya itu juga kembali harus sia – sia. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya dan merapatkan tubuh mereka, membawa tubuh kecil gadis itu dalam dekapannya dan membenamkan wajahnya pada leher So eun yang sontak saja membuat tubuh So eun menegang dan menelan salivanya gugup.

So eun kembali menggerakan tangannya, memegang bahu Kyuhyun ingin menyingkirkan pria itu tapi pergerakan Kyuhyun lagi – lagi membuatnya berhenti bernapas dengan mata yang membulat. Ia merasakan material lembut yang sedikit basah menyentuh lehernya. Bibir pria itu menghisap lehernya lembut yang mengakibatkan tubuhnya kembali menegang.

“Su… Sunbae…” Panggilnya takut, memastikan bahwa Kyuhyun sudah sadar atau tidak. Pria itu tak menjawab dia masih terus menghisap leher So eun dengan gerakan lembut yang menggoda.

“Su… Sunbae…” Panggilnya lagi, kini dengan suara sedikit keras dari sebelumnya walaupun masih terdapat ketakutan didalamnya.

Kyuhyun menggumam menjawab panggilan So eun tanpa berniat ingin melepaskan mangsa nya di pagi ini.

“Kau masih demam” lirih So eun mencoba menghentikan kelakuan Kyuhyun. Apa pria ini tidak bisa bersikap seperti pria normal jika disampingnya. Kenapa Kyuhyun selalu antusias ingin sekali memiliki tubuhnya? Dengan sedikit dorongan keras ia kembali mencoba peruntungannya untuk melepaskan Kyuhyun dari tubuhnya, tapi lagi – lagi ia harus gagal.

“Diamlah Kim So eun atau aku akan menelanjangi mu saat ini” ucapan vulgar dengan suara serak itu membuat So eun membulatkan matanya sempurna tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Seharusnya kau pergi saja saat dia mengusir mu tadi malam dan sekarang kau tidak akan bisa lari lagi darinya Kim So eun.

Advertisements

111 thoughts on “Nappeun Sunbae (7)”

  1. kyuu player banget..
    kayaknya kyu kangen banget sama so eun soalnya udah 2 minggu nggak nyentuh so eun, semoga part selanjutnya kyu mau jujur sama perasaannya ke so eun…tapi sepertinya kyu takut jatuh cinta, makanya perasaannya nggak di ungkapin…

  2. gmn g marah..udh seminggu dtunggu sama soeun buat ucapin terima ksh eh malah ketemunya wkt kyu hbs main sa gurunya.
    kurng baik apa coba soeun.,udh kyu sakitin msh ttp dy dtng menjenguk.

  3. Y ampun d saat sakit masih aj nyari kesempatan dalam kesempitan
    Aduh kyu itu emang n amja mesum bngt deh

  4. Maaf kalau tidak selalu komen pada setiap part nya. Tapi aq benar-benar semakin penasaran dg kelanjutan ceritanya. Semangat authornim..

  5. Ÿaampun gak guru gak murid sma aja.. Sma2 pngen bnget di sntuh sma Cho -,- Cho mah emng mesumnya tingkat akut -,- msih skit tpi msumnya kdar tnggi -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s