Hurt, Romance, sad

Let’s Not

CEkCC8dUsAACODi copy_副本

Hai… saya kembali dengan membawa FF pendek ^_^ . Ditengah kesibukan mengerjakan tugas yang menumpuk sambil mendengarkan lagu Super Junior para calon suami saya yang tak bisa disentuh tiba – tiba saya mendapatkan ide untuk membuat FF super pendek seperti ini. Tepatnya saat mendengarkan lagu Super Junior KRY Let’s Not. . .   karena itu judul FF nya pun menjadi Let’s Not sesuai dengan lirik yang dinyanyikan oleh orang – orang tampan seperti mereka 😀

Cerita nya mungkin sangat pasaran, tapi saya masih berharap kalian bisa membacanya walaupun tak sebagus FF yang lainnya. 😀

Okhae bagi yang ingin membaca Happy Reading untuk kalian semua dan kalau bisa mohon ditinggalkan komentar nya ^_^

Typo bergentayangan seperti biasa 😀

Story Beginning

Kupandangi wajah gadis itu yang terduduk didepan ku sejak beberapa menit yang lalu. Gadis yang memiliki senyum indah itu kini terlihat duduk gelisah didepan ku saat ini. Ya, siapa yang tahan jika terus dipandangi selama beberapa menit oleh pria yang bahkan tak kau inginkan kehadirannya di hidup mu lagi. Ia berdehem sejanak mencoba mencairkan suasana canggung diantara kami dan aku masih tetap sibuk menatapnya yang terlihat menghindari kontak mata dengan ku. Tangannya terulur mengambil gelas berisikan orange jus kesukaannya kemudian meminum jeruk jus itu dengan bibir yang sedikit mengerucut. Senyum ku sedikit tertarik kebelakang saat melihatnya duduk gugup dihadapan ku seperti ini. Ia meletakkan kembali gelas nya dan tanpa sengaja mataku melihat cincin yang melingkar di jari manis nya dan seketika itu juga senyumku menghilang dan digantikan dengan tatapan datar ku.

“Bagaimana kabar mu?” Ku buka percakapan diantara kami setelah cukup lama kami terdiam di kafe ini.

“Aku – baik – baik saja_ Kyuhyun –ssi” jawabnya masih dengan bola mata yang bergerak gelisah merasa tidak nyaman dengan kehadiran ku mungkin. Seperti yang dia katakan dia memang terlihat baik – baik saja, bahkan kini dia semakin cantik dengan gaun biru pendek yang membalut tubuh mungil nya. Aku menyunggingkan senyum ku mengetahui bahwa ia baik – baik saja. Tentu saja, apa yang kau harapkan Cho Kyuhyun, kau berharap gadis ini akan terpuruk hanya karena kau meninggalkannya selama 5 tahun? Tidak, dia tidak akan merasakan hal seperti itu karena kau sendiri yang menendangnya keluar dari kehidupan mu.

“Kau . . .  Sudah bertunangan?” berat rasanya untuk mempertanyakan hal itu kepadanya tapi melihat respon yang diberikannya benar – benar memukul keras hati ku. Dia memegang cincin nya dengan ibu jarinya kemudian menunduk dan tersenyum malu – malu. Senyum yang sama seperti dulu, senyum yang selalu dia perlihatkan padaku jika aku menggodanya – kini senyum itu bukan untuk lagi melainkan untuk lelaki lain. Kini gadis ini bukan milik ku lagi tetapi hatinya sudah bersahil di curi oleh lelaki lain.

“Ne…” akunya seraya tersenyum malu – malu. Hancur sudah harapan ku untuk kembali ke Korea. Keinginan ku untuk mengajaknya memulai semuanya dari awal, melupakan masa lalu yang begitu kejam untuk nya.

Gadis ini adalah segalanya untuk ku, dia sangat berarti dalam hidup ku. Sejak kami kecil gadis ini selalu berada di dekat ku, selalu berada disampingku untuk terus mendukungku. Memulai semuanya dengan senyuman dan hari – hari bahagia, sampai akhirnya kami beranjak dewasa dan hubungan kami semakin erat menjadi hubungan sepasang kekasih. Dia – terus berada disampingku memberi dukungan saat aku ingin mencapai cita – cita ku yaitu sebagai seorang Dokter. Kami menghabiskan waktu bersama untuk mencapai mimpi ku, dia selalu menemaniku tetap berada di perpustakaan meskipun hari sudah malam, rela melakukan apapun ketika aku meminta nya dan ketika aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ku ke London dia masih tetap mendukungku dan memberikan ku semangat, hingga akhirnya aku kembali ke Korea lima tahun yang lalu.

Aku kembali bukan untuknya, aku kembali bukan untuk memenuhi keinginannya untuk bertemu dengan ku, aku kembali bukan untuk memberikannya kebahagiaan seperti yang ku janjikan. Aku kembali untuk mengakhiri hubungan kami. Dengan kejam nya aku meninggalkannya disaat aku mengetahui bahwa dia selalu menunggu ku dan akan tetap menungguku hingga aku kembali. Hari itu dia menangis mendengar kata perpisahan yang keluar dari mulut ku, dia menuntut penjelasan kenapa aku melakukannya, dan lagi – lagi dengan kejam aku mengatakan alasan yang sesungguhnya. Bahwa aku lebih memilih gadis yang berasal dari keluarga bangsawan yang sangat menggilai ku. Aku memilih gadis bernama Han Hyera – gadis keturunan Korea – inggris itu untuk kujadikan sebagai istriku.

Dia hanya menangis, gadis ku hanya menangis pilu mendengar ucapan ku. Gadis ku ini tidak memaki ku, dia tidak memukulku dia hanya menangis, menangisi kebodohannya karena membiarkan ku pergi. Dia menyalahkan dirinya karena tidak bisa membuat dirinya berada dihatiku. Dia bahkan dengan mudahnya memaafkan ku dan memberikan ku selamat dengan bibirnya yang bergetar dan jujur saja saat itu aku benar – benar hancur melihatnya menangis seperti itu. Aku tidak pernah bisa mengerti dengannya karena dia begitu baik terhadap ku bahkan aku tidak mengerti kenapa dia tidak memukul ku saat itu. Aku melepaskannya – tidak. Aku membuangnya, menendangnya keluar dari hidup ku dan dengan kejamnya aku menyuruhnya untuk mencari lelaki lain yang akan mencintainya setulus ia mencintai ku.

Dan sekarang dia benar – benar menemukan orang itu

Kini aku kembali lagi setelah lima tahun aku meninggalkannya. Aku kembali untuknya tetapi dia tidak menunggu ku lagi seperti lima tahun yang lalu. Kini dia sedang bersama seseorang yang entah kenapa membuat hatiku merasakan sakit yang teramat dalam. Jantung ku seperti dilubangi paksa olehnya ketika mendengar bahwa dia sudah memiliki orang lain dihatinya.

Apakah aku terlihat egois menginginkannya kembali?

“Kyuhyun –ssi” lihatlah panggilannya padaku pun sudah berubah. Dimana panggilan oppa yang biasa ia berikan dulu dengan manjanya. Kini dia memanggilku seolah aku bukanlah seseorang yang berarti dalam hidupnya.

Kubalas panggilannya dengan gumaman kecil dari mulut ku, berusaha tersenyum untuk memberikan kesan bahwa aku baik – baik saja dengan berita yang dia berikan untuk ku.

“Nggg…. Bisakah aku permisi lebih dulu?” dengan ragu – ragu ia bertanya padaku. Ku kerutkan keningku saat mendengar pertanyaannya.

“Siwon oppa sudah menunggu ku” lanjutnya seolah mengerti dengan keraguan dalam diriku. Aku tersentak mendengar nama pria lain keluar dari mulutnya, tapi beberapa detik kemudian ku normalkan raut wajahku dan memberikan nya senyuman tipis seraya menganggukkan kepalaku.

“Pergilah” ujarku pelan.

Untuk kedua kalinya aku menyuruhnya pergi dari hidup ku.

Dia tersenyum kemudian mengambil tas nya, berdiri dan membungkuk hormat didepanku kemudian melangkah keluar dari kafe ini. Ku ikuti langkah kakinya dengan kedua bola mataku yang tak lepas dari pungunggnya. Kulihat ia setengah berlari menghampiri lelaki yang sedang berdiri didepan kafe ini. Pria yang kuyakini bernama Siwon itu terlihat berdiri didepan pintu mobil nya, lelaki itu tersenyum menyambut kedatangan gadis ku – ah tidak, kurasa dia bukan gadis ku lagi. Siwon memeluk erat tubuhnya kemudian memberikan ciuman singkat di keningnya. Aku hanya tersenyum miris melihat pemandangan yang menyayat hati ku ini, melihatnya berada di pelukan orang lain dan kemudian dia masuk kedalam mobil pria bernama Siwon itu. Setelahnya mobil itu pergi meninggalkan parkiran dan kafe ini bersama ku. Kali ini dia yang meninggalkan ku dan pergi bersama orang lain. Apakah rasanya sesakit ini? Apakah ini yang kau rasakan saat aku meninggalkan mu dulu?

.

.

.

.

.

.

.

Jika begitu berbahagialah . . .  Kim So eun . . .

.

.

.

Cinta pertama ku.

The End

Advertisements

65 thoughts on “Let’s Not”

  1. Salah sendiri itu mah kyu.. Harus terima akibat dari keegoisan kamu..
    Tapu gag hurt banget sih. Kan so eunnya jg bahagia.. He

  2. Salah sendiri itu mah kyu.. Harus terima akibat dari keegoisan kamu..
    Tapu gag hurt banget sih. Kan so eunnya jg bahagia.. He..

  3. singkat. padat. dan jelas…
    kyu-ah kau ini kenapa sih…??? penyesalan memang selalu datang terlambat dan sekarang Sso sudah menemukan kebahagian nya sendiri dengan laki laki lain.

  4. hwaaaaaaaaaa😭😭😭😭😭😭😭
    aq nggak relaaaaa..nggak relaaaaaa…..
    kenapa sad ending ky gini…hrs nya ada sequel nya…mski kyusso gk bs bersatu,paling tdk sso th klo kyu msh mencintai nya…😭😭😭😭
    mreka hrs menemukan kebahagiaan masing2….

    tp pastinya,aq ingin mrk kmbli bersama….

    😭😭😭😭😭😭menyedihkan

  5. suka ma alurnya, penyesalan selalu datang terlambat setelah dia da jadi milik orang lain baru merasakan apa itu sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s