Friendship

Destiny

FF ini sedikit membingungkan, akan saya perjelas sedikit disini. Ceritanya tentang Flashback gitu tapi tulisan Flashback nya tak diperlihatkan di FF ini. Kalimat yang diawali dengan kalimat miring berarti Flashback nya sudah bermula (?) kemudian ada beberapa kalimat miring dengan cetak tebal – itu adalah kalimat Cho Kyuhyun saat ia mengingat kenangannya dulu. Yah, sedikit ribet sih – tapi kuharap kalian masih bisa memahaminya dan bisa mengikuti alur cerita nya. Jika tidak…. Ya sudahlah saya benar – benar payah u,u.

Oke selamat membaca bagi semuanya :D.

TYPO!!!

Destiny

~Story Beginning~

Mobil sport berwarna hitam itu memperlambat lajunya ketika sudah memasuki persimpangan yang berada di salah satu kota ini. Pengemudi yang berada di dalamnya melajukan mobilnya dengan kecepatan rata – rata, menatap jalanan yang ia lewati dengan tatapan kosong yang ia miliki. Bola mata berwarna hitam itu tampak memandang dengan kekosongan, alis tebal itu terlihat begitu tajam dan wajah pria yang duduk di belakang kemudinya terlihat begitu dingin tanpa ekspresi. Ia terus melajukan mobilnya, melewati beberapa perumahan hingga akhirnya mobil sport itu berhenti bergerak didepan sebuah gedung besar yang biasa di huni oleh mahasiswa.

Ia melepaskan kedua tangannya dari kemudi dengan lemas dan memandang bangunan besar itu dengan ekspresi dinginnya. Menatap kampus itu dari dalam mobilnya. Menghela napas sejenak kemudian ia mengarahkan tangannya membuka seat belt dan membuka pintu mobilnya tersebut. Keluar dari dalamnya dan berdiri tepat di depan kampus tersebut dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celana dasarnya.

Pria berpakaian rapih itu berjalan dengan pelan memasuki lingkungan kampus yang sudah sepi ini. Terang saja, pria itu mengunjungi tempat ini ketika dimana semua mahasiswanya sedang libur hingga ia bisa menyusuri tempat ini tanpa perlu gangguan orang lain.

Masih dengan kedua tangannya yang berada di dalam saku celana dasarnya, pria itu berjalan dengan pelan – sangat pelan seperti tidak ingin melewatkan setitik hal apapun di dalam tempat ia pernah menuntut ilmu sepuluh tahun yang lalu.

Pria yang mengenakan jas hitam dengan kemeja putih didalamnya berjalan dengan matanya yang sibuk menyusuri setiap bangunan yang berada di tempat ini. Kaki panjang itu berhenti sejenak di depan lapangan basket yang berada di kampus ini, melihat dengan pandangan kosongnya terhadap lapangan tersebut.

“Yak! Cho Kyuhyun!”

Perlahan pria berambut coklat itu berbalik dan mendapati seorang gadis yang menatapnya penuh dengan kemarahan. Gadis itu tidak seperti kebanyakan gadis lainnya, gadis itu tampak seperti seorang lelaki yang begitu cantik – ya, pria cantik, itulah sebutan mereka terhadap gadis yang sedang berjalan kesal menuju kearahnya. Gadis yang memiliki rambut pendek yang hampir sama pendeknya dengan rambut pria itu – Cho Kyuhyun.

Pria itu memperhatikan gadis itu dengan senyuman kecil yang terbit di bibir nya, ia melihat gadis tomboy itu berjalan begitu saja melewatinya dan menghampiri lelaki yang sama umurnya dengan gadis tomboy itu. Lelaki itu adalah dirinya saat ia berusia 22 tahun – dimana ia masih menjadi mahasiswa di kampus ini. Kyuhyun menatap malas gadis yang menghampirinya, bola basket yang berada di tangannya ia letakkan begitu saja kemudian beralih mengikat tali sepatunya dan mengambil tas ranselnya kemudian mengambil bola basket itu lagi.

“Apa? Kau tidak terima dengan kekalahan mu?” Kyuhyun berkata dengan sinis nya. Ada senyum meremehkan yang tergambar jelas di wajah lelaki tampan itu.

“Kau bermain curang!” teriaknya emosi yang hanya ditanggapi dengan kekehan dari pria yang sudah menjadi sahabatnya itu.

“Ku pikir tidak ada aturan yang mengatakan kalau kita tidak boleh bermain curang” balasnya dengan senyuman kemenangan di wajah tampannya.

“Yak!”

“Lagi pula kau terlalu pendek, karena itu aku bisa menang dengan mudahnya” lanjut Kyuhyun masih dengan senyuman penuh kemenangan di wajahnya. Kini pria itu bahkan memperlihatkan deretan giginya membuat gadis tomboy itu semakin merasa kesal karena nya.

“Kau curang! Kalau saja kau tidak mendorong ku kau tidak mungkin bisa menang Tuan Cho!” amuknya dengan kedua tangan yang bertengger manis di kedua pinggangnya. Senyum Kyuhyun perlahan menghilang dan mentap So eun dengan mata sedikit menyipit, mendekat pada gadis ini yang dibalas dengan So eun sedikit mencodongkan tubuhnya kedepan – menantang Kyuhyun.

“Aissh…” Kyuhyun mengangkat tangannya ingin menjitak kepala So eun tapi sebelum hal itu terjadi So eun menatapnya dengan kedua mata membulat sempurna dan menatap Kyuhyun tak percaya.

“Woah… Kau ingin menggunakan kekerasan? Woah… aku tidak percaya kau bahkan ingin memukul seorang gadis. Pukul saja. Pukul saja” ia histeris seraya menyodorkan kepalanya kearah Kyuhyun dibalas dengan decakan kekesalan dari pria ini.

“Yak! Sejak kapan kau seorang gadis” dengusnya seraya menjauhkan kepala So eun darinya menggunakan jari telunjuk dan tengahnya menjauhkan kepala So eun kemudian menjitak kepala gadis ini. So eun merasakan sakit di kepalanya ketika mendapatkan jitakan Kyuhyun – gadis tomboy itu meringis kesakitan yang seketika dibungkam oleh Kyuhyun dengan tangan kanannya.

“Jangan meringis seperti seorang gadis. Itu tidak cocok untuk mu” desisnya kemudian melepaskan tangannya dari mulut So eun. Mengambil bola basketnya lagi dan meninggalkan gadis ini. So eun berdecak, menghentakkan kaki kanannya dengan keras kelantai kemudian detik selanjutnya seringaian tampak di wajah gadis berambut pendek itu ketika melihat punggung Kyuhyun yang menjauh darinya. Dengan cepat ia berlari kearah pria itu, menjatuhkan tas ransel Kyuhyun dan melompat di punggung Kyuhyun, segera melingkarkan kedua kakinya di perut pria itu dan kedua tangannya dengan cepat melingkar di leher Kyuhyun.

“Yak!” Kyuhyun berteriak ketika merasakan So eun kembali berada di punggungnya. Memaksa pria itu untuk menggendongnya.

“Kau bermain curang. Sebagai gantinya kau harus menggendongku sampai ke rumah” ujarnya diakhiri dengan tawanya.

“Turun sekarang juga” perintah Kyuhyun dengan giginya yang bersentuhan karena terlalu kesal dengan sikap sahabatnya ini.

“Tidak” jawabnya semakin mengeratkan kaki dan lengannya di tubuh pria ini.

“Turun!”

“Tidak!”

“Turun Kim So eun!”

“Tidak Cho Kyuhyun!”

Keduanya terus saja bertengkar hingga pertengkaran itu dimenangkan oleh So eun. Ya, gadis ini memang selalu saja menang dari Kyuhyun dalam hal apapun, pria itu selalu terkalahkan olehnya dan gadis tomboy itu tak pernah kalah dari Kyuhyun kecuali jika memang Kyuhyun bermain curang maka dipastikan So eun akan kalah begitu mudahnya.

Lelaki berusia 32 tahun itu tertawa kecil melihat keduanya yang terus saja bertengkar dengan mulut yang tak henti – hentinya berteriak. Tetapi lelaki berusia 22 tahun itu tetap melanjutkan jalannya dan menggendong gadis yang berada di punggungnya menuju jalan pulang. Perlahan kedua anak muda itu menghilang dari pandangannya dan tawa di bibir nya pun perlahan menghilang digantikan dengan bibir yang tertutup rapat tanpa adanya senyuman di sana.

Ia melanjutkan kedua langkahnya meninggalkan lapangan basket itu berjalan mengitari kelas yang pernah ia tempati bersama gadis tomboy itu dahulu. Dengan langkah pelan matanya menyusuri setiap jalan yang ia ambil, sesekali mendongak keatas kemudian menatap kesamping, kanan dan kirinya kemudian kedepannya.

“Yak Cho Kyuhyun! Berhenti!” langkah kakinya terhenti saat mendengar teriakan seorang gadis dibelakangnya. Ia perlahan membalikkan tubuhnya dan mendapati gadis tomboy itu berlari dikoridor ini seraya mengejar seorang pria. Gadis yang mengenakan celana jins dan T – shirt itu berlari cepat mengejar seorang lelaki bernama Cho Kyuhyun. Keduanya melewati pria yang berusia 32 tahun itu yang menatap mereka terlihat saling mengejar di koridor ini.

“Argh!” Jeritan dari lelaki tampan itu terdengar ketika So eun berhasil mendapatkannya dan seketika menerima pukulan dari So eun di wajah, perut dan terakhir kakinya.

“Katakan dimana kau menyembunyikannya” Gadis tomboy itu menarik tangan kanan Kyuhyun kebelakang dan memutarnya dengan sekuat tenaga yang ia miliki.

“Argh! Kim So eun Kau Gila” teriak Kyuhyun saat tangannya mulai terasa sangat kesakitan karena ulah gadis tomboy ini.

“Yak, kau bisa mematahkan lengannya” suara pria lain terdengar bergabung dengan mereka berdua. Choi Siwon – si pria tampan nan tinggi itu sedikit meringis melihat betapa brutalnya gadis itu menghabisi Kyuhyun. Sedangkan kedua pria lainnya hanya terkekeh geli melihat kelakuan kedua orang tersebut. Lee Hyuk Jae dan Lee Dong Hae, kedua pria tampan itu tampak puas dengan apa yang dilakukan oleh sahabat tomboy mereka tersebut.

“Lepaskan!” Jeritnya saat tangannya benar – benar seperti dipatahkan oleh gadis ini. Tapi So eun sedikit pun tak memperdulikan teriakan kesakitan pria ini.

“Berikan atau aku tidak akan melepaskan tangan mu”

“Untuk apa kau menyimpan benda aneh seperti itu – Arggh!” Teriaknya lagi saat So eun semakin mengencangkan serangannya terhadap lengan Kyuhyun.

“Argh! Baik! Baik! Akan Kuberikan!” teriaknya susah payah. Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae tertawa lebar melihat kekalahan Kyuhyun. Inilah yang mereka sukai – mendapati kekalahan pria ini.

So eun melepaskan tangan Kyuhyun dan pria itu segera berdiri menjauh darinya, berdiri dibelakang Siwon seperti meminta perlindungan terhadap pria bertubuh besar ini.

“Cepat berikan!” So eun menjulurkan tangan kanan nya kehadapan Kyuhyun meminta pria itu memberikan benda yang ia sembunyikan dari So eun. Dengan dengusan kasar Kyuhyun mengambil jepitan rambut yang ia sembunyikan di saku celananya, memberikan benda yang terbuat dari kayu itu pada So eun dengan kesal.

“Kau berani melukai ku hanya karena benda seperti ini” ujarnya dengan tatapan kesal pada gadis tomboy itu.

“Aku tidak akan melukai mu kalau kau tidak mengambilnya dariku” balas So eun sengit

“Apa berharganya benda aneh seperti itu, bahkan kau tidak cocok memakainya” teriak Kyuhyun tak mau kalah.

“Tentu saja berharga! Ryeowook membuatnya sebulan penuh!”

“Woah Kim So eun!” ia mendongak dan menghembuskan napasnya kasar mendengar kata – kata gadis ini. “Jadi kau melukai ku karena pria idiot itu yang membuatnya padamu” desisnya tak terima.

“Berhenti memanggilnya idiot, dia bukan idiot Cho Kyuhyun”

“Lihatlah! Kau bahkan membelanya. Apa bagusnya pria culun itu?!” teriaknya

“Setidaknya dia tidak menyebalkan seperti mu” balas So eun. Gadis itu segera berbalik meninggalkan keempat pria itu yang menatapnya dengan tidak percaya setelah mendengar apa yang diucapkan oleh gadis ini. Gadis tomboy itu rela melukai Kyuhyun hanya demi benda yang dibuat oleh Kim Ryeowook?! Catat. Seorang Kim Ryeowook. Pria culun yang mengenakan kacamata tebal seperti burung hantu dan selalu berkeliaran dengan buku – buku tebal, tak memiliki seorang teman dan tak pernah berbicara dengan orang lain kecuali dengan So eun. Dan hanya karena pria itu dia bahkan rela melukai lengan Kyuhyun.

“Jangan bilang dia menyukai pria culun itu” komentar Hyuk Jae yang masih menatap punggung So eun.

“Eigh… tak mungkin gadis sepertinya menyukai pria. Aku bahkan ragu dia seorang gadis” komentar Donghae tanpa melepaskan tatapannya dari punggung So eun.

“Kau benar. Dia bukan seorang gadis” tambah Kyuhyun yang menatap kesal punggung gadis tomboy itu.

Beda halnya dengan tanggapan ketiga pria itu, Siwon justru tersenyum lembut menatap punggung gadis tomboy itu.

“Tidak. Dia seorang gadis. Tidakkah kalian lihat betapa cantiknya dia” ujarnya dengan senyuman dan meninggalkan ketiga lelaki yang mentapnya dengan tatapan bingung dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Siwon. Tidak percaya dengan pendengaran mereka sendiri.

“Apa yang dia katakan?” kening mereka bertiga mengerut bersama melihat punggung kekar Siwon yang menghampiri So eun dan berjalan bersama gadis itu berdampingan.

Senyum pria yang mengenakan jas hitam itu tak pernah pudar melihat kelima orang yang berada di depannya. Ia tampak seperti menyaksikan adegan masa lalu nya bersama keempat sahabatnya dahulu. Dan seperti yang terjadi dilapangan basket tadi perlahan bayangan mereka semua memudar dan menghilangnya tertelan oleh waktu. Dia melanjutkan langkah kakinya menyusuri kampus sepi ini dan disetiap langkahnya tak ada satupun kenangan dengan gadis tomboy itu ia lewatkan. Ketika mereka tertawa bersama – sama, ketika bermain basket dan juga ketika mereka bermain volley. Segala jenis kegiatan oleh raga selalu mereka lalui bersama – sama. Berlima tanpa adanya gangguan.

Langkah kakinya berhenti di depan pintu besar. Ia menatap pintu itu sejenak, ragu untuk masuk kedalamnya atau tidak karena didalam sanalah kenangan indahnya bersama gadis tomboy itu mulai rusak tidak seperti dahulu saat pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di universitas ini. Tapi tangan kanannya mulai terangkat dan memegang gagangan pintu besar berlapiskan kaca itu kemudian mendorongnya untuk terbuka.

Pria itu melihat beberapa orang sedang berlalu lalang di hadapannya, wanita didalam sini terlihat mengenakan bikini mereka dan melompat masuk kedalam kolam renang yang berada di sana dan beberapa pria yang hanya mengenakan bawahan mereka tampak menggoda beberapa gadis di sini. Dapat ia lihat Lee Hyuk Jae sedang melakukan aksinya menggoda beberapa wanita berbikini yang tampak sexy dan Donghae tampak sibuk dengan ponselnya duduk dipinggiran kolam renang. Pria itu sibuk memposting sesuatu di akun sosialnya untuk diperlihatkan kepada fansclub yang dimiilikinya di kampus ini. Sedangkan Siwon terlihat santai duduk diatas kursi mengamati mereka semua – tidak, pria itu hanya mengamati seorang gadis. Gadis yang satu – satunya tak memakai bikini kecuali hanya mengenakan kaos oblong hitam dan hot pants nya. Terlihat sedang berenang bersama Cho Kyuhyun. Seperti biasa beradu kekuatan.

“Kau kalah lagi” Gadis tomboy itu muncul kepermukaan dengan senyum puas yang tergambar jelas di wajahnya. Kyuhyun mengumpat kesal dan menatap sinis pada gadis ini. Dia segera keluar dari kolam renang diikuti dengan So eun dibelakangnya. Terlihat Kyuhyun berjalan dengan cepat, kekesalan juga terlihat jelas di wajahnya, merasa diikuti oleh So eun ia berhenti kemudian berbalik cepat menghadap gadis ini.

“Apa?” Sinis Kyuhyun seraya mendorong bahu gadis ini kesal. Siwon yang melihat tindakan kasar Kyuhyun mulai mengerutkan keningnya mendapati So eun diperlakukan kasar oleh Kyuhyun, pria itu mulai berdiri dari duduknya untuk melepaskan So eun dari kelakuan kasar Kyuhyun. Memang melihat kedua orang itu bertengkar dengan sesekali Kyuhyun mendorongnya tidak pernah membuat mereka khawatir karena pria itu tidak akan pernah melukai So eun, tapi entah kenapa melihat kelakuan Kyuhyun yang seperti ini selalu membuat Siwon marah dan tidak terima karena bagaimanapun Kim So eun masih tetap seorang gadis.

Ia berjalan menghampiri keduanya tapi belum sempat ia berada diantara mereka Siwon dapat melihat So eun terjatuh ke kolam renang dan bahunya tak sengaja menyenggol bagu seorang gadis lain yang sedang berdiri ditepi kolam renang, hingga gadis berambut panjang bernama Park Seo Mi itu hampir saja terjatuh jika saja Kyuhyun tidak segera menangkap pergelangan tangan gadis cantik itu dan membiarkan So eun terjatuh dengan kaki gadis itu yang terkilir di bawah sana.

Siwon membulatkan matanya sempurna melihat So eun terjatuh – tanpa berpikir pria itu segera melompat kedalam kolam renang tersebut dan membawa So eun keluar dari dalamnya. Hyuk Jae dan Donghae seketika menghentikan aktifitas mereka dan berdiri cepat menghampiri Siwon dan So eun. Terlihat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

“Kau tidak apa – apa?” Kyuhyun bertanya dengan nada khawatir.

Ah, sayangnya pria itu tidak bertanya pada So eun melainkan pada Seo Mi yang masih berada di pelukannya karena menyelamatkan gadis cantik itu dari bahaya. Gadis bernama Seo Mi itu mengangguk pelan dan tersenyum malu – malu mendapati tubuhnya di peluk oleh Kyuhyun. Tanpa Kyuhyun sadari seulas senyuman tampak jelas diwajahnya melihat senyum Seo Mi. Ia menatap lekat wajah gadis yang berada didekapannya ini – cantik. Benar. Kecantikan gadis ini benar – benar perlu di agungkan karena wajah mulusnya yang terlihat selalu bersinar bahkan ketika ia berada begitu dekat dengan Kyuhyun.

“Sepertinya kaki mu terkilir”

Suara cemas Siwon menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya akan kecantikan gadis ini. Ia melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Seo Mi dan melihat kesamping tempat dimana So eun dikelilingi oleh ketiga pria tampan itu. Kyuhyun segera ikut bergabung bersama mereka, melihat keadaan So eun yang benar – benar kesakitan karena ulahnya.

“Kau tidak apa – apa?” Suara Kyuhyun terdengar akan kekhawatiran dengan keadaan gadis ini. So eun menatapnya sejenak, kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya menengangkan Kyuhyun yang tampak merasa bersalah karena ulahnya.

Siwon menatap geram Kyuhyun, berdiri cepat dan mendorong pria itu hingga membentur dinding yang membuat semua orang didalam koram ini memekik histeris melihat pertengkaran keduanya. Pertama kalinya mereka melihat sahabat ini bertengkar didepan umum.

“Kau melukainya” Desis Siwon. Matanya menyiratkan kemarahan yang dalam ketika berhadapan dengan Kyuhyun. Sedikitpun Kyuhyun tak membalas perlakuan Siwon karena menurutnya itu hal yang wajar jika Siwon marah karena ulahnya.

“Siwon –ah” Hyuk Jae tampak ikut berdiri dan menengahi pertengkaran keduanya. Sedangkan Donghae tampak sibuk dengan kaki So eun yang terkilir, memijitnya perlahan menghilangkan rasa sakit dikaki gadis ini.

“Siwon. Aku tidak apa – apa. Sungguh” So eun mencoba bersuara mencoba menghentikan mereka. Baru pertama kalinya mereka melihat Siwon – pria pendiam dan hangat itu emosi seperti ini, So eun tahu ini bukan pertanda baik karena itu dia ingin menghentikan pertengkaran mereka terutama karena dirinya kedua lelaki itu bertengkar.

Siwon melepaskan cengkramannya di bahu Kyuhyun, berbalik dan mengampiri So eun yang masih duduk di tepi kolam renang ini. Pria itu segera mengangkat tubuh So eun dan membawanya keluar dari tempat ini, di ikuti oleh Donghae dan juga Hyuk Jae. Sedangkan Kyuhyun hanya terdiam ditempatnya menatap punggung sahabat – sahabatnya itu dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan. Marah, kesal, sedih, kecewa semuanya bercampur jadi satu hingga ia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan sekarang ini.

“Dia melukai So eun hanya demi menolong Seo Mi. Pantas saja Siwon marah”

“Aku tahu rubah betina itu pasti akan menargetkan salah satu dari mereka, tidak kusangka itu Kyuhyun”

“Bukankah Kyuhyun terlalu mudah?”

“Ku kira dia akan memilih Siwon karena Siwon lebih kaya dari Kyuhyun, tapi ternyata dia lebih memilih Kyuhyun”

“Tidak kah kau tahu, Siwon tidak berniat melanjutkan persuhaan ayahnya karena itu si jalang itu tidak memilihnya”

“Sudah kuduga dia memang rubah betina yang mengerikan”

Bisikan – bisikan dan umpatan yang jelas – jelas mereka berikan pada Seo Mi membuat gadis itu hanya bisa menundukkan kepalanya dan menautkan kedua tangannya di depan kedua pahanya. Meremasnya ketika lagi – lagi mereka semua mengumpatnya dengan kata – kata seperti itu. Kyuhyun melirik gadis di belakangnya, tampak menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya karena umpatan kasar yang diberikan oleh orang – orang ditempat ini terus saja dihujamkan untuk gadis ini. Merasa iba –Kyuhyun segera menarik tangan Seo Mi, membawa gadis cantik itu keluar dari tempat ini yang tentu saja mendapat keterkejutan bagi semua orang di sana.

Bodoh.

Kau begitu bodoh Cho Kyuhyun.

Pria berjas itu menatap ngeri pada gadis yang berada di belakang Kyuhyun, terlihat wajah cantik itu menampilkan seringian tipis dibibirnya ketika Kyuhyun membawanya dari tempat ini. Dan ketika tubuh Kyuhyun dan Seo Mi menghilang dari balik pintu itu seketika orang – orang yang berada di kolam renang ini juga ikut menghilang bagaikan ditelan oleh bumi. Perlahan pria tampan berjas itu menundukkan kepalanya dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan kolam renang besar ini.

Kini langkahnya tidak dipenuhi dengan kenangan akan gadis tomboy itu lagi melainkan dengan gadis bernama Park Seo Mi yang berhasil mencuri perhatiannya dahulu. Pria itu melihat Kyuhyun remaja selalu menolak So eun saat mereka akan bermain bersama, berlari menjauhi So eun dan mendekat pada Seo Mi yang selalu menunggu pria itu selesai bermain basket. Tak hanya itu, janji – janji yang selalu ia buat terhadap sahabatnya sering kali ia ingkari hanya karena Seo Mi ingin bersama nya. Kedekatannya bersama gadis cantik asal Jepang itu terus berlanjut hingga mereka menjadi sepasang kekasih dan hubungan Kyuhyun bersama So eun benar – benar tak pernah terlihat lagi. Mereka terlihat hanya saling bertegur sapa karena Seo Mi pada saat itu akan segera menarik Kyuhyun menjauh dari So eun. Gadis itu tampak tidak menginginkan So eun berada di dekat Kyuhyun bahkan dia pernah mengundang sahabat – sahabat Kyuhyun untuk hadir dipesata ulang tahun nya tanpa adanya So eun.

Dan tak jarang So eun selalu ia singkirkan dari hadapan Kyuhyun, Donghae, Hyuk Jae dan Siwon. Yah, walaupun sedikit susah menghindarkan Siwon dari So eun tapi gadis cantik itu selalu saja berusaha untuk menjauhkan mereka semua dari So eun. Seperti saat itu – pria berjas hitam berambut kecoklatan itu berhenti tepat di taman kampus mereka. Mengingat kenangan itu lagi.

“Yak Kim So eun!” Suara Donghae memanggil gadis yang sedang berjalan bersama Ryeowook yang ditemani oleh buku – buku Ryeowook yang tebal. Keduanya menghentikan langkah mereka dan melihat kearah Donghae yang melambaikan tangannya semangat kearah So eun. Gadis itu tersenyum lebar melihat Donghae tapi senyum itu tidak bertahan lama saat ia melihat Seo Mi duduk diantara mereka. Gadis itu duduk tepat disamping Kyuhyun dan Siwon. Tempat duduk yang biasa ia gunakan kini diduduki oleh Seo Mi membuat senyum nya menghilang dan tanpa kata ia segera melanjutkan langkahnya bersama Ryeowook yang tampak melongo dengan sikap So eun menghindari sahabat – sahabatnya itu.

“Eoh. Apa dia tidak mendengar ku?” Heran Donghae saat melihat So eun menjauhi mereka. Pria itu terlihat murung dan kesedihan tampak diwajahnya. Seo Mi segera memberikan kue yang ia bawa didepan Donghae mengalihkan kemurungan pria itu karena So eun.

“Oppa… Makanlah. Ini sangat enak. Aku sengaja membuatnya untuk kalian” ujarnya dengan senyuman cerah dibibirnya yang seketika mendapat tatapan lapar dari Hyuk Jae dan Donghae. Segera mereka mengambil potongan kue tersebut seraya memuji betapa hebatnya gadis ini memasak.

“Kau mau kemana?” Kyuhyun bertanya saat Siwon berdiri dari duduknya. Ia melirik Kyuhyun dengan malas.

“Menjauh dari si rubah betina ini” jawabnya cuek

“Yak Choi Siwon” Suara Kyuhyun mulai meninggi karena panggilan Siwon selalu saja tak pernah berubah terhadap Seo Mi. Jujur saja Siwon tak menyukai gadis itu berada di tengah – tengah mereka.

Donghae dan Hyuk Jae segera berhenti mengunyah saat melihat situasi yang mulai tak bersahabat diantara mereka.

“Hentikan Cho Kyuhyun. Aku tidak ingin bertengkar dengan mu hanya karena Wanita ini” sinisnya sambil mendelik tak suka pada gadis yang sekarang terlihat menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya. Sungguh, Siwon begitu muak melihat wajah gadis ini terus saja muncul dihadapannya.

Tanpa mengatakan apapun lagi Siwon segera meninggalkan tempat duduknya menyusul So eun dan juga Ryeowook yang terlihat susah membawa buku – bukunya karena kaca mata besar pria itu selalu saja melorot jatuh.

Pria yang mengenakan celana dasar itu membalikkan tubuhnya melihat sekumpulan remaja itu dengan sedih, kenapa ia begitu bodoh dahulunya. Kenapa ia tidak bisa melihat dengan jelas bahwa gadis yang duduk disampingnya itu sedang tertawa puas melihat kebodohannya. Ia meninggalkan kenangan itu begitu saja dan melanjutkan langkahnya dengan pelan menghampiri ruangan besar yang berada di kampus ini. Ballroom – ruangan tempat dimana ia melihat gadis tomboy nya terakhir kali.

Pria berusia 32 tahun itu membuka pintu besar nya pelan dan seketika ia mendapati banyak orang yang berada didalamnya dengan pakaian formal. Tempat diadakannya pesta dansa untuk kampus ini sekali dalam lima tahun. Dia melihat dirinya berdiri disana – melihat Cho Kyuhyun berdiri berdampingan dengan gadis nya Park Seo Mi. Tampak begitu serasi jika dilihat dari fisik keduanya. Kyuhyun yang tampan dengan tuxedo yang membalut tubuhnya dan Seo Mi – yang selalu tampak cantik setiap saat semakin cantik dengan gaun merah indahnya yang sexy. Hingga tak sedikit mata lelaki yang melirik Seo Mi – meskipun mereka tahu bagaimana gadis itu tetap saja daya tarik Seo Mi selalu bisa melumpuhkan lelaki lainnya.

Pintu dibelakangnya terbuka – pria itu melihat Siwon masuk kedalam dengan senyuman cerah yang pertama kalinya ia lihat, kemudian ia melihat gadis yang masuk bersama Siwon yang terlihat begitu malu dengan penampilannya saat ini. Pria itu – semakin mendekat pada gadis yang disamping Siwon, memperhatikannya secara dekat.

Gadis itu menahan tangan Siwon dengan kedua tangannya dan memberikan tatapan memelasnya terhadap pria ini untuk tidak membawanya masuk kedalam sana. Siwon hanya tersenyum geli melihat wajah memelas So eun.

“Kumohon. Ijinkan aku pulang” rengeknya seperti anak kecil. Pertama kalinya Siwon mendengar nada seperti ini keluar dari mulut gadis ini hingga tak sanggup ia menahan senyumnya.

“Kau tampak luar biasa. Percayalah” Siwon meyakinkan.

Benar. Kau tampak luar biasa.

Pria itu menambahkan dengan tatapan memuja dari wajah cantik gadis ini.

“Tidak. Kumohon Choi Siwon”

Siwon memegang kedua tangan gadis itu yang berada di lengannya, menjauhkannya kemudian pria itu segera melingkarkan tangannya di pinggang gadis ini yang sontak mendapat tatapan tidak terima dari gadis tersebut.

“Kau mau mati” desisnya ketika ia merasa tangan Siwon melingkar di pinggang rampingnya. Ya, gadis ini sangat membenci jika seseorang menyentuh tubuhnya.

“Ayolah Kim So eun. Malam ini saja. Kau pasti bisa melewatinya” ujar Siwon dengan senyum meyakinkan. Gadis ini menarik napasnya panjang kemudian menghembuskannya kasar dan mendelik tidak suka pada Siwon.

“Tidak akan lama” ujarnya

“Aku janji” balas Siwon masih dengan senyuman diwajahnya. Kemudian kedua orang itu memasuki ruangan ini layaknya sepasang kekasih. Pria itu tersenyum tipis melihat keduanya dan tersenyum masam melihat bagaimana Kyuhyun terlihat begitu terkejut dengan perubahan So eun, tak ada So eun si rambut pendek yang ada rambut panjangnya yang lurus, sepertinya Siwon memberikan pelayanan terbaik pada gadis ini hingga membuatnya tampak begitu bersinar dan sukses menarik perhatian semua orang – tak terkecuali dengan Kyuhyun.

“Woah Daebak. Apa aku perlu mengajak mu berkencan?” tawar Hyuk Jae dengan nada tidak percaya sekaligus takjub. So eun mendesis mendengar nya dan hendak memukul kepala pria ini tapi deheman Siwon membuatnya sadar untuk berlaku sopan malam ini.

“Aku haus” ujarnya malas kemudian menghindari keempat lelaki yang mengelilinginya. Ketika gadis itu pergi mereka tak sedetikpun melepaskan pandangannya dari gadis tomboy itu – tidak. Dia bukan gadis tomboy saat ini.

“Siwon –ah, bagaimana bisa kau merubahnya seperti itu?” Donghae bertanya tanpa mengalihkan tatapannya dari So eun yang meneguk air minumnya. Tampak tak begitu anggun hingga menghasilkan kekehan diantara mereka bertiga. Kecuali Kyuhyun – ia masih diam memandangi gadis itu yang sibuk dengan air minumnya.

Siwon – pria itu melirik Kyuhyun disampingnya, pria itu tak sedikit pun menghilangkan tatapannya dari So eun membuat kekesalan di wajah Siwon tampak jelas.

Beberapa saat kemudian keempat lelaki itu membulatkan mata mereka sempurna saat So eun berbalik dan menyiramkan air berwarna merah tepat di wajah Seo Mi membuat seluruh isi di Ballroom ini behenti bergerak dan menatap kedua gadis cantik tersebut.

Pria itu terus mengikuti So eun, melihat gadis ini menjauh dari rombongan Kyuhyun dan yang lainnya kemudian mengambil air minum karena begitu haus. Ia tersenyum melihat gadis ini yang masih tetap memiliki sifat tomby dalam dirinya.

“Kyuhyun?”

So eun berhenti minum ketika mendengar nama Kyuhyun tersebutkan oleh orang yang dibelakangnya. Gadis ini mengenal betul suara itu adalah suara Seo Mi dan sepertinya Seo Mi tengah berbicara dengan seseorang di teleponnya.

“Kau tenang saja Oppa, aku sudah mendapatkannya. Ternyata dia begitu mudah, melihat tubuh ku yang pakai bikini saja dia sudah tertarik. Hmm… seperti yang kau katakan dia memang kaya dan aku begitu puas karena dia selalu membelikan ku barang mahal” Seo Mi terkekeh pelan sebelum ia melanjutkan pembicaraannya.

“Tidak, aku tidak bisa mendapatkan Siwon – si jalang So eun selalu menempel padanya. Tapi tenang saja, setelah aku mendapatkan semuanya dari Kyuhyun aku akan membuangnya dan mengejar Siwon. Apapun akan ku lakukan untuk mendapatkan mereka.” ujarnya bangga.

So eun merasakan jantungnya seperti diremas kuat saat ia mendengar ucapan Seo Mi yang begitu memukul keras hatinya. Ternyata gadis ini mempermainkan Kyuhyun yang begitu tulus padanya, dengan teganya gadis itu hanya memanfaatkan Kyuhyun untuk kepentingannya saja. Hatinya memanas mendengar gadis ini yang selalu saja menjelekkan Kyuhyun dengan kata – kata bodohnya, ia meremas gelas yang berada di tangannya tampak menahan amarahnya.

Pria berjas itu menatap nanar pada So eun melihat gadis ini yang tampak kesal sekaligus marah.

Jangan. Pria bodoh itu akan memarahi mu. Kau tak perlu membelanya.

Tapi ucapannya itu hanya seperti angin lalu bagi So eun karena gadis itu tak pernah melihatnya sedikitpun. Jangankan untuk melihat, bayangannya saja tak terlihat oleh So eun.

So eun berbalik cepat dengan menyiramkan air yang berada di gelasnya pada gadis itu membuat semua orang memekik dan menatap keduanya tak percaya.

Seo Mi terlihat sangat terkejut dengan apa yang So eun lakukan. Bisa dipastikan gadis ini mendengar semua percakapannya dan mungkin saja gadis ini akan mengadu pada Kyuhyun. Tidak dia tidak bisa kehilangan Kyuhyun setelah semuanya. Tidak, hanya karena ulah gadis ini. Seo Mi dapat melihat Kyuhyun dan yang lainnya menghampiri mereka, gadis ini segera menundukkan kepalanya dan mulai menangis – berakting layaknya korban bully.

“Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun menatap marah So eun, ia segera membawa Seo Mi di belakang punggungnya seperti melindungi gadis itu dari So eun. Melihat perlakuan Kyuhyun benar – benar memukul keras hati gadis ini, tanpa sadar ia meneteskan air matanya melihat Kyuhyun memperlakukannya seperti orang jahat. Tapi dengan cepat ia menghapus air matanya.

Seo Mi terus terisak dibelakang punggung Kyuhyun dan pria itu dengan segera menenangkannya dan merangkul tubuh Seo Mi masih dengan menatap marah pada So eun.

“Tanyakan pada si rubah betina itu kenapa aku melakukannya” balasnya sengit

“Kim So eun!”

Siwon segera berdiri didepan So eun ketika mendengar teriakan Kyuhyun terhadap nya. Pria itu tampak siap melindunginya seperti benteng yang tak bisa ditembus oleh siapapun.

“Berapa kali ku katakan jangan pernah berteriak padanya” ucap Siwon dingin.

“Minggir” geram Kyuhyun

“Tidak. Aku tidak akan menyingkir. Aku akan melindunginya. Sampai kapan pun”

Bugh

Tinju Kyuhyun melayang tepat diwajah Siwon. Mendengar pria itu mengatakan akan melindungi So eun membuatnya tak terima. Selama ini hanya dia yang boleh melindungi gadis tomboy itu, hanya dia tempat gadis tomboy itu berlindung dan dengan seenaknya Siwon mengucapkan kalimat itu tanpa berpikir dua kali membuat emosi Kyuhyun semakin memuncak.

Pekikan histeris dan juga jeritan semua orang terdengar memenuhi Ballroom ini, Donghae dan Hyuk Jae dengan segera memisahkan keduanya tapi yang ada keduanya menjadi korban kekerasan Kyuhyun dan Siwon. So eun tampak kacau melihat mereka yang terus saja saling memukul, dia tidak tahu harus melakukan apa, ingin menolong tapi gaun sialan dan high hells nya pastilah tidak akan mendukungnya untuk ikut campur dalam urusan kedua pria ini. Dia tidak bisa melakukan apapun kecuali menangis. Ya, gadis ini menangis untuk pertama kalinya ketika melihat kedua sahabatnya saling memukul, tangis gadis ini pecah untuk pertama kalinya melihat Kyuhyun sudah dipenuhi oleh darah, wajahnya sudah tak beraturan sedangkan Siwon terus saja memukulinya. Berulang kali ia berteriak untuk berhenti tapi keduanya tak ada yang mau berhenti seakan – akan lebih baik mati dari pada menghentikan perkelahian ini. So eun tampak frustasi tidak tahu apa yang harus ia lakukan hingga akhirnya ia nekat untuk berdiri di tengah – tengah mereka berdua ketika Kyuhyun siap melayangkan pukulannya terhadap Siwon maka saat itu kepalan tangan Kyuhyun terhenti diudara dan menatap gadis ini yang menangis didepannya.

“Kumohon Hentikan” ujarnya dengan nada bergetar.

Kyuhyun terdiam. Pria itu membeku melihat So eun memohon padanya demi Siwon. Ia melepaskan Siwon dan melemparkan tubuh pria itu kelantai – tubuh Siwon sama halnya dengannya sudah tak berbentuk karena pukulan Kyuhyun. Dan dengan segera So eun menghampiri tubuh Siwon membantu pria itu berdiri, dibantu oleh Donghae dan juga Hyuk Jae. Seo Mi tampak begitu menikmati pertunjukan ini dengan wajah sinisnya, seringaian tampak keluar dari mulutnya melihat kemarahan Kyuhyun karena So eun melukai dirinya. Ini yang dia inginkan dari dulu. Pria itu berada di sampingnya. Membelanya.

“Aku tidak ingin melihat mu lagi. Kim So eun” ucapan dingin itu membuat tubuh So eun berhenti bergerak dan dengan perlahan ia melihat Kyuhyun yang menatap marah padanya dan detik berikutnya pria itu menarik tangan Seo Mi dari tempat ini – meninggalkannya tanpa menoleh sedikit pun.

“Yak Cho Kyuhyun!” Donghae dan Hyuk Jae segera berteriak memanggil pria itu. Tidak terima dengan perkataan terakhir yang diucapkan oleh pria yang baru saja meninggalkan ruangan ini.

Pria berjas hitam itu menutup kedua matanya saat kenangan itu telah selesai. Ia berdiri ditengah – tengah ruangan ini dengan mata yang tertutup rapat dan setetes air bening itu perlahan turun dari matanya dan membasahi wajah pria ini. Beberapa saat kemudian ia membuka kedua matanya dan menatap ruangan besar yang kosong ini.

Drrrtt… Drrrtt… Drrrrtt…

Getaran ponsel yang berada di saku celana dasarnya membuat pria ini membuka kedua matanya dan melihat kelayar ponsel touchscreen itu tertera nama yang sudah sangat ia kenal. Lee Hyuk Jae.

“Ada apa?” Tanya nya dengan malas setelah ia kembali mengendalikan suaranya yang serak

Kau dimana?” Tanya Hyuk Jae dengan nada kesal karena pria ini seharian menghilang tanpa adanya kabar.

“Aku ada urusan” jawabnya sambil berjalan keluar dari gedung ini.

Tsk. Sebenarnya siapa yang akan menikah kenapa aku yang menamani calon istri mu melakukan semuanya” kesalnya diseberang sana.

Pria itu terkekeh geli mendengar keluhan sahabatnya.

Kau tidak tahu bagaimana kesalnya Hye In saat ini” ujarnya setengah berbisik dan dapat Kyuhyun dengar gadis itu kembali berteriak diseberang sana.

“Maaf tapi sepertinya kau harus menemaninya. Aku akan ke Shanghai. Ada urusan penting” jawabnya tenang.

Woah. Lihatlah. Biasanya pengantin pria akan marah jika mengetahui calon istrinya sedang bersama lelaki lain. Tapi kau… kau bahkan menyuruhku menjaganya” ucapnya tak percaya.

Pria itu terkekeh lagi.

“Sampaikan salam ku pada Hye In” ujarnya kemudian.

Sampaikan? Heol… apa kau benar – benar menikah dengan nya? Kenapa sekarang aku merasa bahwa aku yang jadi calon suaminya?” Hyuk Jae masih terus berceloteh panjang lebar tanpa sadar bahwa pria itu sudah mulai tertawa mendengar keluhan sahabatnya ini.

“Kyuhyun –ah” panggil Hyuk Jae pelan membuat langkah pria bernama Kyuhyun ini terhenti dan menyahutinya dengan gumaman.

“Apa kau masih mencarinya?” Dan tubuhnya berhenti bergerak ketika mendengar pertanyaan Hyuk Jae. Tubuhnya tiba – tiba saja membeku dan berubah menjadi dingin entah karena apa.

“Kalau kau pergi ke Shanghai hanya untuk mencarinya maka hentikanlah. Kau sudah mencarinya selama sepuluh tahun ini dan dia – mungkin dia sudah mempunyai keluarga Kyuhyun –ah”

Kyuhyun merasakan jantungnya kembali berdetak kencang, pria itu memegangi dadanya yang terasa begitu sakit dan tanpa sengaja ponselnya terjatuh begitu saja dari tangannya. Pria itu terlihat meringis kesakitan dan terus saja memegangi dadanya yang berdetak kencang sekaligus memberikan rasa nyeri yang luar biasa sakitnya. Dengan langkah kesakitan ia berjalan menghampiri mobilnya tanpa perduli lagi dengan suara Hyuk Jae yang terus memanggilnya. Pria itu segera masuk kedalam mobilnya, mencari obat penenangnya dan meminum obat tersebut dengan sekali telan tanpa adanya air putih. Ia bersandar pada pintu mobilnya dengan kepalanya yang menatap keatas menatap langit cerah berwarna biru itu. Pria itu terlihat menenangkan hatinya yang selalu saja kesakitan ketika ia mengingat gadis itu.

Gadis tomboy nya.

Kim So eun.

.

Jauh beratus – ratus kilo meter dari tempat nya bersandar didepan mobilnya, rumah besar milik pengusaha sukses di Shanghai itu tampak terlihat ramai dengan celotehan anak perempuan berusia lima tahun yang terus saja memarahi bocah lelaki yang berumuran sama sepertinya.

“Oppa!” teriakan bocah perempuan itu kembali menggema di rumah ini. Ia menjerit hingga suara lengkingannya terdengar merusak telinga ketiga maid yang sedang mengasuh keduanya.

“Terima saja kekalahan mu Zhou Yun” seringaian tampak jelas di wajah sang kakak ketika ia mengakhiri kalimatnya. Zhou Yun atau biasa dipanggil dengan nama Korea nya Kim Yoo Jin – bocah berusia 5 tahun itu tampak mulai membendung air matanya yang siap ia luncurkan begitu saja mendengar kata – kata pedas yang diucapkan oleh kakaknya – Zhou Xian – Atau Kim Jae Hyun.

Melihat Yoo Jin yang hendak menangis ketiga maid yang berada bersama mereka terlihat siap sedia menahan tangisan melengking gadis ini sedangkan satu diantaranya terlihat berusaha memohon pada Yoo Jin untuk tidak menangis saat itu juga.

“Yun… Nanti bermain bersama bibi saja biar Yun bisa menang” perempuan itu terlihat mencoba peruntungannya yang tak ditanggapi oleh bocah kecil itu, matanya masih terus menatap kakaknya yang terlihat sedang mengejek padanya dengan wajah menyebalkan yang membuat bocah ini benar – benar akan menangis karena ledekan kakaknya.

“Huaaaaa….” Tangisan melengkingnya akhirnya keluar juga saat melihat Jae Hyun menjulurkan lidahnya kedepan dan ketiga maid yang bersama kedua bocah itu bersamaan menutup telinga mereka, berbeda dengan Jae Hyun yang tertawa lepas mendengar suara tangisan adiknya.

Mendengar tangisan Yoo Jin membuat wanita cantik yang sedang berada di ruang kerja suaminya segera melangkah keluar dan menghampiri putrinya. Diikuti dengan pria tampan yang terlihat dibelakang wanita itu. Wanita yang mengenakan gaun panjang itu terlihat berlari kecil – kecilan di dalam rumah besar nya dan menghampiri Yoo Jin yang terus saja menangis. Membawa bocah itu dalam pelukannya.

“Yoo Jin – Kau kenapa sayang?” wanita itu segera mendekapnya untuk menghentikan tangisan Yoo Jin, sedangkan Jae Hyun masih tampak begitu puas mendengar tangisan adiknya.

“Jae Hyun Oppa mengambil boneka ku” ujarnya sesenggukan seraya menunjuk Jae Hyun yang bermain dengan boneka Yoo Jin. Bocah laki – laki itu terlihat melemparkan keatas boneka tersebut dan sesekali tertawa mengejek kepada adiknya. Wanita itu menggeleng melihat kelakuan nakal putranya. Memberikan tatapan tegas pada bocah itu untuk berhenti bermain dengan boneka beruang Yoo Jin.

“Kim Jae Hyun – berapa kali eomma katakan jangan membuat Yoo Jin menangis” tegur ibunya.

“Aku tidak membuatnya menangis Mom. Kami bermain. Dia kalah dan hadiah nya aku mengambil boneka nya” bela bocah itu tidak terima. Ia sedikit meninggikan suara nya memberikan pembelaan pada dirinya sendiri.

“Dia bermain curang!” teriak Yoo Jin seketika menghancurkan pembelaan kakaknya.

“Dia mendorong ku karena itu dia menang” lanjut bocah perempuan itu dengan air mata yang terus mengalir. Wanita itu semakin mendekap putrinya dan mengelus lembut rambut ikal gadis kecil ini.

“Kim Jae Hyun” tegur wanita itu padanya.

“Tidak ada peraturan yang mengatakan tidak boleh main curang Mom” bocah ini masih terus membela dirinya. Tidak ingin disalahkan.

Mata bulat hitam wanita itu berhenti bergerak mendengar ucapan putranya. Entah kenapa dia meresa pernah mengalami hal seperti ini, situasi yang sama seperti ini. Bagaikan dejavu ia memandang lekat wajah putranya yang terlihat kesal – wajah tampan itu memang mirip sekali dengan ayahnya, tapi kenapa dengan sifatnya begitu bertolak belakang dengan sang ayah. Kenapa dia merasa bahwa putranya ini seperti seseorang yang ia kenal dalam hidupnya dahulu. Lelaki yang tak pernah menjadi miliknya.

Pria yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran kecil mereka hanya tersenyum tipis pada ketiganya. Pria tampan dengan jas hitam yang membalut tubuhnya itu mendekat pada wanita itu dan juga pada gadis kecil yang masih berada di pelukannya.

“Berikan padaku” pria itu mengulurkan kedua tangannya pada wanita didepannya, meminta Yoo Jin untuk berada di pelukannya. Sesaat wanita itu tersadar dari lamunannya dan tersenyum melihat pria yang berdiri didepannya – memberikan putrinya untuk di gendong oleh lelaki tampan itu.

Samchon…” Yoo Jin memanggilnya dengan manja dan segera melingkarkan lengannya di leher pria itu yang seketika mendapatkan kekehan dari pria yang dipanggil dengan sebutan samchon itu.

“Bagaimana kalau kita jalan – jalan sebentar” ujar pria itu kepada Yoo Jin. Tangisan gadis kecil itu berhenti seketika dan memandang pria itu dengan mata berbinar dan mengangguk antusias. Wanita itu hanya tersenyum melihat kebahagiaan di wajah putrinya.

“Xian?” Tanya pria dewasa itu padanya.

Boca lelaki itu tak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya saja.

“Tapi bagaimana dengan boneka ku?” ujar Yoo Jin sambil menghapus air matanya.

“Biar ibu yang menyimpannya” wanita itu segera mengambil boneka beruang yang berada di tangan Jae Hyun dan tersenyum pada putrinya.

“Henry – apa tidak apa –apa? Bukankah kau harus ke kantor saat ini?” wanita itu teringat akan pekerjaan pria ini yang selalu menyita begitu banyak waktunya di perusahaan besarnya.

“Tak usah khawatir Noona. Aku bisa menjaga keponakan ku dengan baik. Lagi pula kurasa Tuan Cho dari Korea itu pasti tak keberatan menunggu sekitar 15 menit” ujarnya dengan senyuman menampilkan gussy nya.

Terlihat keraguan di wajah cantik wanita itu, dia tidak tega harus membiarkan Henry menjaga anak – anaknya karena pria itu sudah begitu sibuk untuk meneruskan perusahaan suaminya yang tak terurus setelah beberapa tahun ini.

“Lagi pula bukankah besok hari peringatan kepergian Hyung, kurasa Noona bisa mempersiapkan nya dari sekarang” ujar Henry dengan wajahnya yang masih dipenuhi oleh senyuman. Tapi senyuman itu kini tampak sedikit murung saat ia mengatakan tentang Hyung nya.

Wanita itu tak menjawab, ia hanya bergumam dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan lelaki ini dan membiarkan pria itu membawa kedua anaknya meninggalkan rumah besar nya.

Wanita itu – Kim So eun. Wanita yang sudah menjadi istri dari seorang pengusaha sukses Shanghai bernama Zhou Mi. Pria tampan dan sopan itu telah berhasil menikahinya dan memberikan keluarga kecil untuk nya. Memberikan si kembar Zhou Xian dan Zhou Yun pada So eun sebelum akhirnya pria itu pergi meninggalkan mereka selamanya.

4 tahun setelah kematian Zhou Mi karena kecelakaan yang menimpa pria itu setelah pulang dari New York untuk melakukan perjalanan bisnis nya. Pria itu meninggal karena kecelakaan pesawat dan beberapa hari kemudian mayatnya bersama rekan – rekan nya yang lain di temukan dengan keadaan hangus. Mendengar kepergian pria itu pasti suatu bencana bagi keluarga besar Zhou dan juga istrinya. Baru saja istrinya melahirkan putra putri mereka yang kembar, pria itu harus pergi untuk selamanya. Kedua anak nya hanya memiliki waktu satu tahun untuk merasakan kasih sayang dari Zhou Mi – selebihnya mereka habiskan dengan kasih sayang yang diberikan oleh So eun dan juga keluarga besar mereka. Nenek, bibi, dan juga pamannya Henry.

Henry – pria yang memilih tinggal di Canada itu harus rela pulang ke Shanghai sejak kepergian Zhou Mi dan menggantikan posisi kakaknya untuk melanjutkan perusahaan yang sudah di bangun oleh ayah mereka dan pria itu dengan senang hati memberikan perhatian terhadap kedua keponakannya agar tidak pernah merasakan kurangnya kasih sayang seorang ayah untuk keduanya. Pria itu rela melakukan apa saja untuk membuat keduanya bahagia – membahagiakan anak anak dari kakaknya.

Kim So eun – wanita itu berjalan anggun menuju ruang kerja suaminya dan mulai mengurung diri didalamnya seharian melakukan tugas – tugas suaminya untuk tetap membantu Henry menjalankan perusahaan besar itu karena dia tidak pernah membiarkan Henry selalu bekerja sendirian – dia terlalu kasihan terhadap pria bebas itu karena hidupnya harus bekerja seperti ini.

Matanya terlihat focus untuk memeriksa berkas – berkas penting yang bertumpukan diatas meja kerja Zhou Mi, membacanya teliti dan mencoba memahami apa saja yang tertera diatas nya. Kening So eun terlihat sedikit mengerut saat ia melihat berkas yang akan diserahkan oleh Henry hari ini pada rekan bisnis nya yang baru tiba dari Korea. Pria itu lupa membawa berkas yang hendak ia berikan pada rekan bisnisnya dan dengan asal So eun mencoba membaca isi dari tulisan – tulisan yang terdapat didalamnya.

Proyek tentang pembangunan Mall. Ya, proyek ini adalah impian besar Zhou Mi – pria itu sering kali bercerita padanya sebelum mereka tidur bahwa dia sangat ingin membangun pusat perbelanjaan di Korea – dimanapun itu asalkan di Korea. Pria itu ingin sekali mengembangkan bisnisnya di tempat istrinya berasal – Kim So eun, dan tidak hanya itu saja kelak dia akan menamakan pusat perbelanjaan itu sesuai dengan nama anak – anak nya dan impian pria itu baru akan terlaksanakan dalam waktu dekat ini.

Tes.

Air mata wanita itu terjatuh begitu saja saat ia mengingat kenangan manisnya bersama pria itu. Pria yang mencintainya setulus hati dan sabar, pria yang rela menikah dengannya meskipun ia tahu bahwa istrinya mencintai pria lain. Pria yang rela memberikan segalanya untuk So eun. Pria yang menghabiskan waktunya menemani So eun dan merubah kebiasaan kasar nya menjadi wanita lembut dan penyayang. Dan pria yang sudah berhasil mengambil sebagian hatinya dari pria lain.

Entah kenapa dia merasakan rindu yang begitu dalam terhadap suaminya. Dia merindukan pria itu yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta dan dengan teganya kembali meninggalkan So eun sendirian. Kesabaran dan ketulusan Zhou Mi mampu membuat So eun berpaling dari lelaki itu, mampu membuat So eun membuka hatinya untuk Zhou Mi dan sekarang dia benar – benar merindukan suami tercintanya.

So eun membalik lembaran kertas itu hingga akhir dan tanpa sengaja matanya melihat nama seseorang yang begitu ia kenal. Nama yang tak pernah terhapuskan dari hatinya. Nama pria itu tercetak begitu jelas diatas kertas itu lengkap dengan jabatannya. Melihat nama itu saja sudah mampu membuat tubuh wanita ini berhenti bergerak dan dengan gemetar tangannya terangkat untuk menyentuh tulisan tersebut. Benarkah nama itu adalah nama yang sama dengan nama lelaki di masa lalu nya? Benarkah itu hanyalah sebuah kebetulan, tapi mengingat nama perusahaan nya sangat begitu jelas tertulis disana dan seolah mengatakan bahwa orang itu adalah pria yang ia kenal selama ini.

.

.

.

Lelaki itu. Cho Kyuhyun.

TBC

Bagaimana? Panjangkan? Typo? Sudah jelas bertebaran. Ceritanya aneh? Sudah jelas >,<

Ya sudah lah, silahkan di respon bagaimana tanggapan kalian mengenai FF aneh ini 😀

Advertisements

101 thoughts on “Destiny”

  1. Sedih banget ya allah. Klo aku jdi so eun duuh gk kebayang.. Rasakan cho kau sudah menyakiti sso dan kau menyesal? Hahaha.. Kuharap sso gk kembali ke si cho.. Aku lebih rela sso sma siwon.. Hiks 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s