comedy, Friendship, Romance

Because of Coffee I’m Falling in Love

kyuhyu

Sebenarnya FF ini sudah begitu lama berada di dalam note saya dan belum pernah di post, karena itu untuk memenuhi perminta maaf an saya terhadap semua readers di blog ini saya mempostnya, karena belum bisa melanjutkan cerita yang lain.

Maaf karena harus membuat kalian kecewa dan menunggu lagi. Janji untuk melanjutkan ff di blog ini harus saya tunda lagi karena alasan pribadi yang begitu mendesak. Sekali lagi maafkan saya.

Urusan kuliah yang begitu sibuk membuat saya belum bisa melanjutkan tulisan yang ada di blog ini. Mohon dimengerti karena ini adalah semester yang begitu menyita waktu, tenaga dan pikiran.
Sekali lagi saya benar – benar minta maaf untuk kalian semua 😦 Walau terdengar begitu amatir, mau bagaimana lagi . . . Maaf kan saya semuanya #bow

Happy Reading ^_^

Warning: TYPO

Story Beginning

Gadis itu berlari dengan sangat cepat meninggalkan rumah kecil nya di pagi hari yang cerah ini. Ia mengikat asal rambutnya sambil terus berlari karena sudah tidak punya banyak waktu. Selesai mengikat rambut panjangnya, gadis ini melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Jam itu sudah menunjukkan pukul 08:30. Sial. Dia benar – benar terlambat. Apa kali ini dia akan dipecat? Larinya semakin ia percepat dan beberapa langkah kemudian ia sudah memasuki gedung pencakar langit itu dengan napas tak beraturan.

Tatapan satpam dan orang – orang yang bekerja digedung ini menatap heran gadis itu dengan kening mengerut, kemudian mereka kembali melanjutkan langkah mereka dengan focus terhadap kertas yang berada ditangan mereka.
Tak menyiakan waktu, gadis itu akhirnya kembali melanjutkan langkahnya berlari menuju ruangan ganti untuk mengenakan seragamnya.

“Terlambat lagi?” suara dingin dari seorang pria berhasil menghentikan langkah gadis itu. Ia menutup kedua mata dan menggigit bibir bawahnya saat mendengar suara yang seperti pelahap maut itu ditelinganya. Perlahan gadis ini berbalik, dan menampilkan wajah polos yang dihiasi dengan senyuman lebarnya.

“Selamat pagi Sajangnim” sapa gadis ini sopan sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada atasannya itu.

“Apa aku harus memecat mu Kim So eun –ssi” ujar pria itu sambil pura – pura berpikir serius

“Kumohon sajangnim, aku janji aku tidak akan terlambat lagi” mohon gadis bernama Kim So eun ini segera pada atasannya yang bernama Lee Sungmin dengan wajah memelas miliknya.

“Kalimat itu selalu kau ucapkan setiap hari” sinis Sungmin

“Hari ini_”

“Alasan apalagi? Ketinggalan Bus? Alarm mu dimakan kucing? Sepatu mu diisi kotoran anjing? Atau tidur mu dihantui maknae Super Junior?”

“Mmm… Sebenarnya malam ini aku benar – benar memimpikan maknae Super Junior, kau tau aku bahkan bermimpi berkencan dengannya. Karena itu aku tidak mendengar alarm ku berbunyi” ujarnya antusias dengan senyuman lebar di bibir tipisnya.

“YAK Kim So eun!”

“Maafkan aku” sesal gadis ini sambil menundukkan kepalanya.

“Aku benar – benar akan memecat mu”

“Kumohon Sajangnim …. Aku tidak tahu harus memberi makan apa nenek ku nanti. Jong Woon oppa masih wamil. Komohon” pinta gadis ini dengan nada menyedihkan. Mendengar kata – kata menyedihkan itu membuat Sungmin menghela napas nya berat, apa ia setaga itu membiarkan gadis muda ini mencari pekerjaan diluar sana yang bahkan mungkin tidak akan di terima dimanapun mengingat bagaimana So eun sangat ceroboh. Memang ia akui cara kerja gadis ini sangat memuaskan, hanya satu kesalahannya. Selalu datang terlambat.

Sungmin menghembuskan napasnya menatap So eun yang masih menundukkan kepala di depannya. Merasa iba pada gadis ini.

“Lain kali kalau kau terlambat aku benar – benar akan memecat mu”

Ucapan Sungmin itu terdengar seperti sebuah hadiah besar bagi So eun. ia mengangkat wajahnya segera dan menatap Sungmin dengan tatapan berbinar. Selanjutnya gadis itu menundukkan kepalanya berulang kali didepan Sungmin mengucapkan kata terima kasih dengan senyuman lebar membuat Sungmin tak bisa menahan senyumannya.

“Bekerja dengan baik” perintah Sungmin

“Ne Sajangnim”

“Sebagai hukuman mu siapkan kopi untuk Tuan Cho, antarkan sendiri keruangannya”

“Ye…?”

“Kenapa? kau tidak suka?”

“Bu… Bukan begitu, bukankah tugas mengantarkan kopi Tuan Cho adalah tugas Ryeowook. Tugas ku hanya menyiapkan kopi untuk pegawai biasa, dan membersihkan tempat ini”

“Yang memberikan tugas mu itu aku. Bukan kau. Terserah aku mau memberikan mu pekerjaan apapun Kim So eun-ssi”

“Tapi_”

“Kau ingin aku memecat mu?”

“Tidak”

“Kalau begitu kerjakan”

“Baik”

.

.

.

Gadis itu berdiri didepan pintu yang bertuliskan ‘CEO Office’ itu dengan jantung yang berdegup kencang. Kopi yang berada ditanganya terlihat gemetar karena kegugupan dan ketakutannya. Gadis itu sangat takut untuk melangkahkan kakinya memasuki ruangan ini. Pasalnya ini pertama kalinya ia memasuki ruangan ini, rasa takut dan gugup jelas sekali ia rasakan. Ryeowook selalu saja bercerita setiap kali ia sudah selesai mengantarkan kopi tuan Cho, setiap saat pria itu pasti akan menerima amukan Kyuhyun karena rasanya yang tidak pernah sesuai dengan selera orang itu.

Dingin. Tidak berperasaan dan kejam. Itulah gambaran dari CEO nya tempat ia bekerja. Pria itu memang tampan tapi sayang karena sifat nya yang kejam dan hatinya yang sedingin es itu tidak pernah tersentuh membuat siapa saja tidak berani mendekat pada lelaki ini.

Ia menelan ludahnya susah payah, menyiapkan mental untuk menerima amukan dari CEO nya saat ia masuk nanti. Dengan tangan gemetar, gadis ini mengetuk pintu ruangan ini dengan pelan, berharap lelaki itu tidak mendengar nya atau mungkin pria itu tidak berada di dalam ruangan ini. Tapi tak satupun doanya yang terjawab saat ia mendengar suara berat dari dalam menyuruhnya untuk masuk.

“Masuk” bagaikan ditusuk benda tajam dan dingin. begitulah yang So eun rasakan saat pria itu memanggilnya masuk kedalam. Kembali ia menelan saliva nya dan menghembuskan napasnya pelan.

“Tenang Kim So eun. Tenang” bisiknya kemudian membuka pintu itu dengan pelan.

Pemandangan pertama yang ia lihat adalah pria itu duduk diatas kursi kebesarannya dengan mata yang focus terhadap kertas – kertas yang berada diatas meja dan tangannya. Pria itu terlihat sangat menyeramkan sekaligus mempesona diwaktu yang bersamaan. So eun mengerjabkan matanya berulang kali dan menormalkan jalan pikir nya. Ia menghampiri tempat bosnya itu berada dan dengan pelan ia meletakkan gelas kaca itu di atas meja CEO nya, sedikit menjauhkan gelas itu dari kertas – kartas diatas meja ia takut gelas itu akan membasahi benda putih itu.

Belum sempat So eun meletakkannya gelas itu sudah dengan cepat berpindah tangan pada tangan bosnya. Ia melihat pria itu meminum kopi dengan perasaan takut dan gugup, dan saat pria itu mengerutkan sedikit keningnya membuat hidup So eun seperti akan segera hancur.

“Dingin” komentar pria itu

“Ye?”

“Kopinya sudah dingin” ujar pria itu lagi sambil menatap So eun dengan tatapan datar dan dingin miliknya. So eun menelan ludahnya susah payah saat mendengar komentar bosnya ini

“Ma… Maafkan aku Tuan, akan kubuatkan lagi. Ah tidak Ryeowook yang akan membuatkannya Tuan”

“Kau pikir kau siapa bisa memberikan perintah pada pegawai ku” sinis pria ini
So eun tergagap, ia tidak tahu harus berbicara apa pun. Apalagi tatapan bosnya itu belum lepas sedikitpun darinya sejak pria itu menyesap kopi buatannya.

“Buatkan lagi”

“Baik” ujarnya patuh. Gadis itu membungkukkan badannya didepan pria ini kemudian ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan bosnya ini.

Pria itu – Cho Kyuhyun, ia memandang punggung gadis itu dengan tatapan sulit diartikan. Saat pertama kali ia menyesap kopi buatan gadis ini rasanya sama seperti dulu. Saat Ha Na membuatkannya kopi disetiap harinya. Kini ia menemukan rasa yang sama pada karyawannya yang seorang cleaning service di perusahaan ini, mempunyai keahlian yang sama seperti Ha Na untuk membuatkan nya kopi. Kim Ha Na – Ibunya.

.

.

.

Sejak hari itu tugas Ryeowook yang biasa mengantarkan kopi untuk Kyuhyun digantikan oleh So eun yang memang ditugaskan secara pribadi oleh Kyuhyun, tentu saja tanpa pengetahuan mereka. Sungmin yang menjadi sekretaris Kyuhyun memberikan tugas itu karena dengan alasan So eun pasti tidak akan terlambat lagi. Dan benar saja, gadis itu tidak pernah terlambat datang bekerja lagi meskipun kadang – kadang ia pernah telat tapi tidak sesering dahulu. Seperti saat ini.

“Terlambat lagi nona Kim?”

“Selamat pagi Sajangnim” sapa gadis ini ramah sambil membungkuk hormat pada Sungmin

“Aku akan kembali bekerja” ujarnya cepat sebelum Sungmin memberikan teriakan ataupun ocehannya pada So eun.

“Siapa suruh kau bisa pergi begitu saja” So eun menghentikan langkahnya mendengar suara Sungmin. Dengan wajah kesal ia berbalik menatap Sungmin dan memasang wajah manis dan polosnya, tersenyum lebar seperti orang bodoh.

“Tuan Cho memanggil mu” ujar Sungmin santai tersenyum lebar menirukan senyum So eun. Senyum gadis itu menghilang seketika saat mendengar kata – kata Sungmin yang bagaikan badai untuk nya.

“Y… Ye?”

“Cepatlah… dia tidak suka menunggu” lanjut Sungmin yang tidak memperhatikan bagaimana reaksi So eun yang terkejut sekaligus takut. Senyumnya semakin melebar melihat raut wajah So eun yang terlihat cemas.

“Ku harap dia tidak memecat mu, kau tahu aku begitu menyukai karyawan seperti mu” ujar Sungmin prihatin dan menepuk pundak gadis ini pelan. Meninggalkan So eun sambil bersiul senang.

.

.

Knock … Knock …

Suara ketukan itu menyadarkan Kyuhyun yang sedang termenung menatap pemandangan kota Seoul ini dari balik jendela kaca ruangannya yang besar, memandangi kota ini salah satu kebiasaan Kyuhyun jika ia sedang merasa resah, karena dengan memandang kota itu ia bisa melihat semuanya dari atas sini. Seolah mengatakan bahwa pria ini masih paling berkuasa karena gedung pencakar langit miliknya belum ada yang bisa mengalahkan. Membuat ia sangat sombong. Rumah, hotel, dan juga persuhaan lainnya hanya terlihat seperti semut bagi Kyuhyun tidak merepotkan dan bisa dimusnahkan dengan sekali hentakan kecil.

Suara langkah kaki yang memasuki ruangan nya membuat Kyuhyun bergeming, pria itu menatap sekilas dari bahu kanannya melihat gadis yang bekerja jadi cleaning service itu. Kemudian meluruskan kepalanya lagi menatap kota Seoul itu.

“Ku… Kudengar tuan memanggil ku” dengan gemetar gadis itu berkata. Ia meremas kedua tangannya didepan tubuhnya merasa takut kalau Kyuhyun akan memecat nya. Pria itu berjalan pelan menghampiri meja nya tanpa perduli dengan ucapan So eun. Mengambil Sesuatu dari dalam lacinya, sebuah amplop berwarna putih, ia melemparkannya diatas meja kerjanya. Memasukkan kedua tangannya di saku celana dasar nya dan menatap So eun dingin.

“Gaji mu” ujar Kyuhyun dingin

So eun mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun tak percaya. Kenapa pria itu memberikannya gaji disaat seperti ini. Ini bahkan belum waktunya gajian. Apa dia benar – benar akan dipecat.

“Tuan…” suaranya terdengar memelas ingin meminta belas kasih Kyuhyun agar tidak memecatnya. Tapi sepertinya usahanya kali ini harus gagal karena Kyuhyun sama sekali tidak merasa simpati dengan permohonan So eun.

“Kau dipecat Kim So eun”

Benar. Habislah kau Kim So eun. Sekarang siapa yang akan memberi makan nenekmu. Bayangan neneknya yang sudah tua langsung menari dikepalanya yang terlihat sangat tua, lelah dan keriput. Wanita tua itu pasti akan bekerja lagi jika ia tahu So eun dipecat dan dia tidak ingin neneknya kembali bekerja seperti dulu yang akan membahayakan kondisinya. Dan setetes butiran Kristal itu keluar dari bola mata So eun mengenai punggung tangannya yang mengepal didepan tubuhnya.

“Sebagai gantinya kau bekerja di rumah ku” lanjut pria ini yang menghentikan tangis So eun sektika. Ia perlahan berani menatap wajah Kyuhyun, menghapus cepat air matanya dan menatap bos nya ini.

“Gaji mu bisa tiga kali lipat dari kau bekerja sebagai cleaning service, yang kau kerjakan hanya seperti biasa, membersihkan rumah ku dan menyipakan seluruh keperluan ku” ujar Kyuhyun tenang masih dengan wajah datarnya

“…”

“Sungmin akan menjelaskannya padamu. Sekarang keluar lah”

Dengan patuh gadis itu keluar dari ruangan Kyuhyun tanpa mengambil uangnya. Ia masih terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Benarkah ini, apakah ia tidak bermimpi. Dengan pandangan kosong ia keluar dan berjalan melewati siapa saja yang ia temui.

“Kenapa wajah mu seperti itu?” suara Sungmin menyadarkan nya. Gadis itu menoleh pada Sungmin masih dengan tatapan kosong, ia mengangkat tangannya – mendekatkannya pada wajah Sungmin dan mencubit pipi pria itu dengan keras

“Akh” pekik Sungmin saat ia merasakan sakitnya cubitan dari So eun

“Apa rasanya sakit?” Tanya gadis ini masih dengan tatapan kosong dan datar

“Tentu saja. Gadis gila”

“Berarti ini bukan mimpi”

“YAK! Kalau kau ingin mengetahui ini mimpi atau bukan sebaiknya kau cubit atau kau tampar pipi mu, bukan pipi ku yang jadi korban” teriak Sungmin kesal sekaligus marah. Gadis itu tersenyum mendengar teriakan Sungmin, entah kenapa rasanya ia begitu senang mendengar teriakan Sungmin kali ini.

“Kyaaaa….” Jeritnya senang dan memeluk tubuh Sungmin seketika. Memeluk leher pria ini tidak perduli kalau derajat lelaki ini lebih tinggi darinya atau tidak. Dia terlalu senang mengetahui bahwa ia punya pekerjaan baru, dan gajinya akan lebih besar dari gaji sekarang. Sungmin hanya bisa tertawa kecil menerima pelukan keras So eun dilehernya yang terlalu senang dan melompat kecil – kecil bahagia.

“Ya… ya… ya… tarik napas” ujar Sungmin yang melihat So eun begitu bersemangat. Gadis itu menurut dan menarik napasnya kemudian melepaskannya dengan panjang. Tawa mereka kembali terdengar saat So eun melakukan hal itu berulang kali. Tidak memperhatikan bahwa orang – orang melihat mereka dengan tatapan iri dengan kedekatan keduanya. Lelaki itu menatap mereka dengan ekspresi datar, ia berencana mengejar gadis itu untuk memberikan gaji yang ia tinggalkan di ruang kerja Kyuhyun. Sepertinya dia harus membatalkan niatnya memberikan uang itu pada So eun, melihat gadis itu begitu bahagia bersama Sungmin saat ini.

.

“Bangunkan Kyuhyun jam 6 pagi, dia sudah harus berada di kantor sebelum jam 8, kalau dia sampai telat aku akan menyalahkan mu” ujar Sungmin saat mereka sudah berada di penthouse milik Kyuhyun yang membuat So eun tak bisa menutup mulutnya sejak ia tiba di tempat ini. Memandang penuh kagum pada rumah ini.

“Siapkan pakaian kerja nya saat ia sedang mandi, siapkan sarapan untuknya. Dia tidak suka sayur, jadi jangan pernah memasak sayur untuknya” lanjut Sungmin terus mengoceh dan membawa So eun berkeliling penthouse ini.

“Ini dapurnya” ujar Sungmin pada So eun. Mata So eun kembali berbinar saat melihat dapur ini. Dapur ini persis seperti yang selalu hadir dalam mimpinya.

Dapur impiannya

“Apa aku memasak disini?” Tanya gadis itu antusias

“Tentu saja”

Senyumnya kembali mengembang dan menatap Sungmin dengan tatapan penuh terima kasih.

“Saat dia pulang, siapkan air panas untuknya, dia tidak bisa mandi dengan air dingin sepenuhnya, kau harus membersihkan rumah ini selama ia tidak ada, karena Kyuhyun tidak suka debu.” Ujarnya lagi. so eun hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan setiap ucapan Sungmin

“Sungmin –ssi” panggil So eun

“Apa? Oh ya, tidak ada kata telat. Mengerti” Tegas Sungmin saat ia mengingat kebiasaan buruk So eun.

“Baiklah. Tapi, kenapa dia tidak mencari pembantu lain? Maksud ku, kenapa harus aku?” rasa penasarannya akhirnya keluar juga. Ia tidak sanggup untuk tidak bertanya

“Ahjumma yang biasa membersihkan rumah ini sudah pensiun karena sudah tua. Kyuhyun menyuruhku mencari maid baru untuk nya, dan kupikir pekerjaan ini cocok untuk mu” jelas nya

“Kenapa?”

“Kenapa? Karena cepat atau lambat kau pasti akan dipecat karena sifat buruk mu itu. Sebelum itu terjadi dan kau tidak punya pekerjaan lain makanya aku merekomendasikan mu pada Kyuhyun”

So eun terdiam mendengar ucapan Sungmin yang terdengar begitu merdu ditelinganya. Meskipun nada bicaranya begitu ketus tapi makna dari kalimat Sungmin itu begitu membuatnya terharu. Kenapa pria ini baik sekali.

“Kenapa kau baik sekali”

“Hmm… jujur saja aku menyukai mu, bukan dalam artian aku menyukai mu sebagai wanita, kau tahu_”

“Apa aku boleh memeluk mu?”

“Tidak”

“Ayolah sekali saja”

“Tidak”

“Sungmin-ssi”

“YAK! Kemana panggilan bos mu”

“Aku bukan karyawan mu lagi jadi panggilan itu tidak akan berlaku lagi” ujarnya santai yang mendapat dengusan kasar dari Sungmin.

“Aku tidak percaya ini”

“Sungmin –ssi”

“Diam, dan kerjakan tugas mu”

“Baik”

.

Setiap pagi – pagi buta sekali So eun selalu sudah berangkat dari rumahnya menuju penthouse Kyuhyun yang jaraknya bisa dibilang cukup jauh. Gadis itu berangkat sebelum fajar memperlihatkan wujud nya di balik gunung sana dan pulang saat matahari sudah tenggelam di dalam gunung sana. Kebiasaan gadis itu hingga selalu membuatnya kelelahan. Ternyata memiliki gaji besar seperti inilah resikonya, dia hanya bisa istitahat dirumahnya hanya sekitar 8 jam. Dan dia akan kembali bekerja pada tuan kaya itu.

Gadis itu tiba di depan pintu penthouse Kyuhyun, ia memasukkan password kedalam pintu itu dan otomatis benda itu terbuka dengan sendiri nya. Ia segera masuk kedalam rumah ini dan mulai membersihkan rumah ini dengan cepat. Karena sebentar lagi waktunya membangunkan Kyuhyun.

Kurang – lebih setengah jam gadis itu selesai membersihkan rumah Kyuhyun yang memang tidak terlalu kotor. Ia segera berlalu menuju kamar tuan muda nya, mengetuk pintunya selama tiga kali dan menunggu Kyuhyun bangun untuk membuka pintu kamar nya. Tapi, sudah lebih dari tiga kali ketukan pintu itu belum terbuka juga hingga akhirnya gadis itu berinisiatif sendiri untuk masuk kedalam kamar Kyuhyun. Membangunkannya. Dia tidak ingin pria itu terlambat ke kantor, dia bisa mati jika pria ini terlambat. Sungmin pasti akan membunuhnya.

So eun melangkahkan kakinya memasuki kamar Kyuhyun. Dengan pelan ia menghampiri ranjang yang sedang ditempati oleh Kyuhyun. Mengguncangkan pelan tubuh Kyuhyun dan membangunkannya.

“Tuan… Tuan… sudah waktunya bangun” Suara gadis itu tak membuahkan hasil apapun seolah suaranya seperti pengantar tidur bagi pria ini. Dengan cepat ia memutar otaknya untuk membangunkan pria ini dan satu ide mundul di benaknya. Dia melihat jam beker yang berada di atas meja kecil disamping ranjang Kyuhyun, mengatur waktunya agar berbunyi tepat dalam menit berikutnya. Benar saja, benda itu langsung berbunyi dengan suara nyaring membuat So eun harus menutup kedua telinga nya karena mendengar suara mengerikan itu.

Kyuhyun bergerak dalam tidurnya, merasa terganggu dengan suara berisik itu. ia mengerjapkan matanya sesekali kemudian mematikan benda itu dengan tangannya yang meraba kearah benda itu.

“Waktunya bangun tuan”

Suara So eun membuat Kyuhyun membuka lebar matanya dan mendapati gadis itu berdiri didepannya dengan senyuman. Kyuhyun menyerngitkan dahinya dan secepat kilat ia bangun dan mengambil selimut menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan singlet putih dan celana boxer saja. So eun menundukkan wajahnya segera melihat kelakuan Kyuhyun yang seperti menyadari keadaan mereka. pria itu memperhatikan wajah So eun hingga sebelah sudut bibirnya tertarik kebelakang, melihat ekspresi wajah gadis ini yang begitu malu melihat Kyuhyun pagi ini.

“Kau sudah menyiapkan air panas ku?” suara serak itu entah kenapa sangat seksi ditelinga So eun.

“Su… sudah tuan” dengan gugup dia menjawabnya.

Kyuhyun menyibakkan selimut itu, membuangnya jauh – jauh, berdiri didepan So eun untuk mengenakan sandal nya, sengaja ia berdiri tepat didepan gadis ini membuat tubuh mereka sangat dekat. So eun hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya, menelan ludahnya susah payah. Kemudian Kyuhyun segera berlalu menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya ini. Meninggalkan So eun yang begitu kesusahan karena harus mengatur napas dan detak jantung nya yang menggila karena tuan muda nya itu.

.

“Kim So eun!”

Akhirnya setelah sekian lama gadis itu mendengar suara teriakan Sungmin lagi padanya. Sudah jelas kenapa pria itu berteriak padanya, karena hari ini Kyuhyun sedikit terlambat datang ke kantor. Pria itu tiba pukul 08: 13. Hanya telat 13 menit, dan itu sudah membuat Sungmin murka. Dia memang tidak marah pada Kyuhyun karena tidak ada satupun yang bisa memarahi pria itu, sebagai pelampiasan dia menyalahkan So eun.

“Jam berapa kau tiba dirumah Kyuhyun pagi ini?” dia mulai mengintrogasi gadis ini

“Sekitar jam 5: 30” jawabnya masih terus menundukkan kepalanya

“Lalu jam berapa kau membangunkan Kyuhyun?”

“Aku sudah membangunkannya dari jam 6 tapi dia tidak mau bangun” lirihnya membela diri sendiri

“Kau menyalahkan Kyuhyun?”

“Bukan begitu”

“Mulai sekarang kau tinggal di rumah ini”

“Ye?” dengan cepat dia mengangkat kepalanya melihat Sungmin yang masih berdiri didepannya dengan tangan yang melipat didada.

“Kau tahu, ini mungkin yang pertama kalinya, tapi kau akan selalu melakukan kesalahan membuat Kyuhyun terlambat ke kantor lagi”

“Apa salahnya dia telat, bukankah itu perusahaannya” protes So eun tidak terima

“Kau tahu hari ini dia telat 13 menit, apa kau tahu dengan 13 menit itu dia bisa menyelasikan berapa banyak pekerjaannya. Kau pikir waktu itu tidak berharga untuknya, Hah?!” bentak Sungmin. Kembali So eun menunduk dan
menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku”

“Tidak ada bantahan Kim So eun. Mulai sekarang kau pindah ke rumah ini”

“Lalu bagaimana dengan nenek ku?”

“Kau masih bisa pulang setiap minggu karena hari itu kau bisa libur. Katakan alasan yang bisa membuat nenek mu percaya.” Sinis Sungmin. Tak bisa So eun membantah kali ini, dia hanya bisa pasrah menuruti keinginan lelaki ini.

.

Mobil berwarna hitam mengkilat itu berhenti tepat di garasi rumah besar ini. Pria yang mengemudi di dalamnya terlihat keluar dari mobil mewah itu dan melangkah memasuki rumah nya yang besar dan sepi. Ya, sepi hanya ada dia seorang di dalam rumah itu. Hanya ada Jung Ahjumma yang menunggunya di dalam rumah besar itu saat Kyuhyun pulang, disambut oleh wanita lanjut usia itu dengan senyumannya membat lelah Kyuhyun sedikit berkurang. Setidaknya dia bisa menemukan sosok ibu di dalam diri maid nya itu. Dan sekarang saat wanita tua itu sudah pensiun hanya ada dia seorang yang menempati rumahnya. Dia memang mempunyai maid baru, tapi gadis itu pasti sudah pulang saat ia belum tiba di rumah itu.

Kyuhyun membuka pintu rumahya, membuka sepatu yang berada di kakinya dan suara sambutan seorang gadis membuat Kyuhyun melihat kearah suara itu. Sedikit terkejut kenapa gadis itu masih berada di rumah ini.

“Selamat datang Tuan” sambutnya di depan pintu dengan senyum manis miliknya. Kyuhyun tercengang melihat kehadiran gadis ini, melihat wajah So eun yang tersenyum tulus menyambut kepulangannya seperti seorang istri yang menunggu kepulangan suaminya. Pandangan Kyuhyun turun pada gaun tidur gadis itu yang sedikit terbuka dan memperlihatkan bentuk tubuh gadis ini yang memang bisa dikatakan mengundang Kyuhyun dan sedikit menantangnya.

“Kenapa kau masih disini?” Pria itu menyerngit dan menatap heran So eun yang berada di penthousenya. Senyum So eun menghilang, ia menggigit bibir bawahnya merasa gugup dengan pertanyaan Kyuhyun.

“I.. itu… Sungmin… Menyuruh ku untuk tinggal disini tuan” jawab gadis ini takut

“Sungmin?”

“Ye tuan…”

“Lalu kenapa kau menggunakan pakaian seperti itu?” Tanya nya lagi yang tak melepaskan tatapannya dari pakaian gadis ini, melihat belahan dada nya yang sedikit terbuka. Bagaimana pun dia seorang pria dewasa, melihat wanita berpakaian minim seperti ini membuat naluri laki – lakinya keluar, belum lagi warna nya yang Merah terlihat sangat menantang Kyuhyun.

“Ah… Sungmin yang mengatakan kalau aku harus berpakaian seperti ini” jawabnya sambil menundukkan kepalanya sedikit malu.

“Lee Sungmin… sebenarnya apa mau mu” geramnya tertahan, menggertakkan gigi – giginya menahan luapan emosi terhadap pria itu.

“Jangan pernah mengenakan pakaian itu lagi. Ganti dengan yang lain” perintah Kyuhyun dan segera berlalu menuju kamarnya meninggalkan So eun yang masih berdiri didepan pintu. Gadis itu menghela napasnya dan menutup pintu penthouse Kyuhyun kemudian berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya menjadi gaun tidur.

;

Gadis itu mengambil sikat gigi dan pasta nya kemudian menuju kamar mandi utama di rumah ini, berhubung dikamarnya tak ada kamar mandi berbeda dengan kamar Kyuhyun yang memang memiliki kamar mandi didalamnya. Gadis itu membuka pintunya dan mendengar suara air yang bergemericik dari dalam, mengerutkan keningnya dan melirik pada tempat suara air mengalir.

“Apa aku lupa mematikannya?” So eun berjalan menghampiri tempat air yang masih terus mengeluarkan suaranya, membuka pintu kaca tersebut dan menyibakkan kain putih yang menutupi tubuh nya saat ia mandi dan saat So eun menyibakkan kain putih itu tubuh gadis ini berhenti bergerak dan menegang sempurna saat melihat apa yang sedang berada dihadapannya.

Kyuhyun membulatkan mata sempurna saat melihat So eun membuka pintu kamar mandi ini dengan sikat gigi yang berada di tangannya, menatap Kyuhyun dengan mata membulat sempurna juga. Terkejut dengan apa yang ia lihat. Mendapati Kyuhyun sedang mandi, ah tidak dia tidak hanya melihat pria itu mandi saja, tapi juga melihat pria itu telanjang bulat dihadapannya.

“Apa Yang Kau Lihat?!” Teriak Kyuhyun menyadarkan keterkejutan So eun.

.

Bugh… Bugh… Bugh…

So eun terus membenturkan kepalanya diatas meja dengan keras mengingat kejadian semalam yang benar – benar memalukan. Melihat tubuh Kyuhyun tanpa balutan busana di bawah shower panas dengan rambut basah dan juga tubuhya yang basah membuat So eun tak bisa melupakan kejadian memalukan tersebut.

“Aah… aku bisa gila”

Ia kembali membenturkan kepalanya, kali ini lebih keras dari pada sebelumnya. Berharap dengan kejadian ini dia akan kehilangan ingatannya dan melupakan kejadian memalukan tersebut.

“Kau memang sudah gila” Sungmin meletakkan gelas berisi kopi hangat itu dihadapan So eun. Pria itu terkekeh geli melihat ekspresi So eun saat ini yang benar – benar terlihat sangat hancur. Jujur saja dia tidak bisa menghentikan tawanya saat mendengar cerita So eun tentang apa yang ia lakukan semalam di rumah Kyuhyun.

So eun mengangkat wajahnya dari meja tersebut, meminum kopi yang dibawakan oleh Sungmin. Kemudian menghela napasnya panjang.

“Aku tidak bisa tinggal disana lagi. Tidak, aku tidak bisa bekerja dengan nya lagi” ujarnya frustasi, mengeluh pada Sungmin yang hanya di balas dengan kekehan geli dari Sungmin melihat betapa frustasinya So eun saat ini.

“Lalu kau akan membiayai hidup mu dengan apa?”

Ia menghela napas lagi dan meringis menyadari betapa mengerikannya hidup yang ia jalani. So eun kembali membenturkan kepalanya diatas meja tersebut yang lagi – lagi mengundang perhatian pelanggan di kafe ini terhadapnya.

“Ya, Hentikan… kau membuat ku malu” kesal Sungmin seraya mengangkat paksa kepala So eun untuk tidak membenturkan kepalanya lagi.

.

Semenjak kejadian dimana – So eun – melihat Kyuhyun telanjang bulat dengan tidak disengaja, kini hubungan keduanya semakin dingin dan hampir tak pernah saling bertegur sapa jika mereka saling berpapasan. Kini gadis itu hanya akan keluar dari dalam kamar nya ketika Kyuhyun tak ada di dalam penthouse nya. Ketika pria itu sedang bekerja maka So eun akan keluar dari dalam kamarnya dan membersihkan rumah Kyuhyun cepat sebelum pria itu pulang, bahkan untuk membangunkan Kyuhyun pun dia hanya menggunakan jam beker yang suaranya sangat nyaring hingga dalam hitungan menit saja dapat membangunkan Kyuhyun. Jika mereka tak sengaja saling bertatapan, maka dengan cepat keduanya membuang muka dan berdehem kemudian berlalu cepat ke dalam kamar masing – masing. Kejadian itu terus berlangsung hingga dua minggu terakhir ini.

“Apa kau ada masalah?”

Sungmin memperhatikan wajah CEO Cho Enterprise ini ketika melihat wajah Kyuhyun akhir – akhir ini terlihat tidak cukup baik. Pria itu segera mengangkat wajahnya melihat Sungmin yang berada tepat didepan nya, kemudian ia kembali melihat berkas yang dibawakan oleh Sungmin keruangannya.

“Tidak. Aku baik – baik saja” ujarnya tanpa menoleh pada Sungmin dan tangannya terus menandatangi berkas – berkas itu.

“Tapi sepertinya kau terlihat gelisah” komentar Sungmin yang melihat mata pria itu terlihat kelelahan dibalik kacamata putih nya. Kyuhyun kembali mengangkat wajahnya melihat Sungmin, kemudian pria ini memberikan berkas – berkas yang dibawakan oleh Sungmin tadi, mengembalikannya pada pria ini.

“Aku hanya merasa sedikit tidak nyaman” ujarnya seraya mengusap tengkuk nya yang terasa begitu sakit.

“Tidak nyaman kenapa?” Sungmin kembali bertanya. Bahkan pria ini duduk diatas kursi yang berada didepan Kyuhyun tanpa meminta ijin terlebih dahulu dari bos besarnya ini. Kyuhyun menatapnya sejenak, memperhatikan Sungmin yang tampak begitu tertarik dengan kisah ‘tidak nyaman’ nya.

“Kau tahu, gadis yang kau bawa ke rumah ku”
Sungmin mengangguk mengingat So eun yang ia berikan pada Kyuhyun untuk pembantu pria ini. Kemudian matanya melebar memikirkan jika gadis itu kembali membuat masalah terhadap Kyuhyun.

“Apa dia membuat masalah lagi?” Tanya Sungmin cepat

“Tidak. Dia tidak membuat masalah” sergahnya cepat

“Lalu?”

“Hanya saja sejak kejadian_” ia berhenti sejenak. Berpikir apa dia akan memberitahu Sungmin tentang kejadian dua minggu yang lalu. Dimana gadis itu melihat nya – ah tidak, dia tidak mungkin mengatakannya pada pria ini, bagaimana pun juga Sungmin masih karyawannya. Image nya bisa hancur saat karyawannya mengetahui hal memalukan itu.

Sungmin tampak mengerutkan keningnya melihat Kyuhyun yang menghentikan ucapannya, terlebih kini di pipi pria itu terdapat sedikit rona merah yang menghiasi pipinya yang sedikit berjerawat. Sungmin menaikkan sebelah alisnya melihat sikap Kyuhyun yang tampak malu saat ini.

Malu?

Kenapa pria ini harus malu dihadapannya? Kejadian apa yang dia maksud?

Sejenak kedua mata Sungmin membulat sempurna menatap Kyuhyun, kemudian detik selanjutnya pria itu tertawa lebar hingga mengagetkan Kyuhyun dengan sikap Sungmin.

“Apa maksud mu kejadian So eun melihat mu_” ia tak melanjutkan kata – katanya, Sungmin menatap seluruh tubuh Kyuhyun dari atas hingga bawah kemudian mengedikkan kedua alisnya secara bersamaan menggoda Kyuhyun. Dan benar saja kini wajah pria itu lebih memerah dari sebelumnya.

“Y… Yak. Dari mana kau tahu?” Tanya nya dengan nada sedikit berteriak, mencoba mengambalikan sikap wibawanya, tapi seperti nya Sungmin tak terpengaruh dengan nada suara pria ini. Ia bahkan kini semakin tertawa lebar melihat kegugupan Kyuhyun.

“Tentu saja aku tahu. So eun selalu mengatakan semuanya padaku” ujarnya masih dengan kekehan geli dan tawa di mulutnya.

Mendengar jawaban Kyuhyun entah kenapa membuat Kyuhyun kesal, pria itu kembali menormalkan wajahnya menjadi datar dan dingin, kemudian menatap Sungmin dengan rahangnya yang sedikit mengeras.

Kenapa rasanya dia tidak terima mendengar kedekatan kedua orang itu.

“Kau terlihat dekat dengannya” ujar Kyuhyun dingin yang seketika menghentikan tawa geli Sungmin. Pria ini menatap Kyuhyun yang balik menatapnya dengan wajah datarnya membuat wajah Sungmin kembali mengerut.

“Kami tidak terlalu dekat, hanya saja So eun selalu menghubungi ku jika dia membutuhkan sesuatu” akunya yang entah kenapa semakin membuat Kyuhyun merasa kesal.

“Benarkah? Apa kalian berkencan?” suaranya masih terdengar dingin dan bahkan kini pria itu menatap sinis terhadapnya.

“Hng? Tidak_ kami hanya_” Sungmin menghentikan ucapannya, matanya sedikit menyipit menatap Kyuhyun. Mencodongkan tubuhnya mendekat pada bos nya ini.

“Katakan sejujurnya. Apa kau cemburu?”

Kyuhyun membulatkan mata lebar mendengar pertanyaan Sungmin. Pria itu terlihat gugup dan tertawa hambar kemudian

“Te… Tentu saja tidak” elaknya gugup.

Sungmin menganggukkan kepalanya mengerti.

“Kau cemburu” ujar Sungmin seraya menjauhkan tubuhnya dari hadapan Kyuhyun. Tatapannya terlihat mengejek Kyuhyun.

“Aku tidak cemburu Lee Sungmin” tegas nya.

“Kau jelas cemburu padanya” kini suara pria lain terdengar ikut berkomentar dan mendukung ucapan Sungmin. Kedua pria ini melihat secara bersamaan kearah suara pria yang ikut berkomentar tersebut. Terlihat jelas Lee Hyuk Jae sedang duduk diatas sofa ruangan Kyuhyun sedang bersantai dengan ponselnya.

“Sejak kapan kau ada disini?” Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat kehadiran sahabatnya itu di ruangan ini.

“Woah Cho Kyuhyun. Aku tidak mengira kau akan menyukai seorang gadis” ia kembali berucap tanpa memperdulikan pertanyaan Kyuhyun. Kini Hyuk Jae berjalan menghampiri kedua pria tersebut.

“Aku. Tidak. Menyukainya” ia menekankan setiap katanya pada Hyuk Jae dengan kesal.

“Kau jelas menyukainya” Kini Sungmin kembali berucap

“Kubilang Tidak!” teriaknya pada kedua orang ini.

“Benarkah? Kalau begitu apa aku bisa mengencaninya?” Hyuk Jae terlihat tertarik dengan gadis yang bisa membuat Kyuhyun terlihat gelisah, gugup dan resah seperti ini.

Benar saja, ketika Hyuk Jae meminta ijinnya untuk mengenal gadis bernama Kim So eun itu kini ia terlihat terkejut dan semakin gelisah dengan ucapan Hyuk Jae.

“Untuk apa kau mengencaninya? Kau bahkan memiliki banyak wanita diluar sana” sinis Kyuhyun

“Benar. Wanita. Bukan gadis. Sepertinya ‘dia’ masih gadis. Karena itu aku ingin mengencaninya” balasnya seraya memperlihatkan giginya dihadapan Kyuhyun yang semakin membuat pria ini kesal karena nya.

“Kau tidak boleh menyentuhnya Lee Hyuk Jae” geramnya. Ia semakin menatap kesal Lee Hyuk Jae dengan pandangan membunuhnya membuat Hyuk Jae dan Sungmin tertawa seketika melihat respon yang diberikan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengerjapkan kedua matanya melihat tawa mereka, pria ini menyadari betapa bodohnya ia terlihat saat ini dihadapan kedua orang bodoh ini. Menutup kedua matanya dan berdecak pelan.

Sialan. Kenapa dia begitu bodoh terjatuh dalam perangkap Hyuk Jae hanya karena gadis itu.

“Kau benar – benar menyukainya” ejek Sungmin masih dengan tawa di mulutnya.

“Kau sudah tidak terselamatkan” sambung Hyuk Jae masih dengan tawa di mulutnya seperti Sungmin.

“Keluar dari ruangan ku sekarang juga” desisnya

Sungmin dan Hyuk Jae menuruti permintaan pria ini. Keduanya keluar dari ruangan Kyuhyun dan tepat didepan pintu ruangan ini, Hyuk Jae berhenti dan berbalik melihat wajah Kyuhyun yang masih menatap kesal pada keduanya.

“Kyuhyun -ah” panggil pria yang memiliki gummy smile itu terhadapnya. Tak ada sahutan dari Kyuhyun, ia masih menatap dingin sahabatnya ini.

“Jika kau ingin mengetahui apa kau menyukainya atau tidak. Kau hanya perlu melakukan satu hal” ujar Hyuk Jae memperlihatkan gummy smilenya kepada Kyuhyun. Kyuhyun masih diam menatap dingin terhadap Hyuk Jae membiarkan pria itu berbicara.

“Lakukan seks dengannya” ujarnya seraya melemparkan tawanya pada Kyuhyun

Kyuhyun membulatkan mata lebar mendengar ucapan Hyuk Jae, dengan segera pria itu melemparkan bingkai poto yang berada diatas meja kerjanya pada Hyuk Jae, mengusir pria itu dari hidupnya.

“YAK!”

.

.

.

Pria itu mengemudi dengan gelisah, kata – kata Hyuk Jae terus saja berputar di kepalanya seperti tidak ingin lenyap dari pikirannya. Selama sisa perjalanan dari kantor menuju penthouse nya Kyuhyun tak pernah tenang didalam mobil hitamnya, dia terlihat duduk gelisah, pikirannya selalu saja mengingat kata – kata terakhir Hyuk Jae diruangannya hari ini.

“Lakukan Seks Dengannya”

Sial. Kenapa dia tidak bisa menghilangkan kata – kata menjijikan itu dari kepalanya.

Dia bukan pria naif yang tak pernah melakukan seks sebelumnya, hanya saja pria ini tidak pernah melakukan hal tersebut dengan seseorang yang ia kenal sebelumnya. Biasanya dia melakukannya hanya bersama wanita – wanita yang berada di dalam pub malam menghibur lelaki yang haus akan kasih sayang dan belaian wanita. Dia juga mengenal dunia kelam itu dari sahabatnya Lee Hyuk Jae.

Kyuhyun tampak terlihat begitu berantakan. Ia menghentikan laju mobilnya setelah tiba di garasi rumahnya.

Pria itu keluar dengan keadaan yang begitu mengenaskan, rambut berantakan dan kemeja putihnya yang digulung asal hingga siku, kemudian dasinya tampak tidak begitu rapi berada dilehernya. Jas hitamnya ia tinggalkan begitu saja didalam mobilnya kemudian pria itu melangkah menuju pintu depan rumahnya.

Membuka pintu rumah tersebut dan seketika mata sayunya perlahan mulai membulat melihat gadis itu sedang berada didalamnya dengan keadaan yang berantakan. Berkeringat karena membersihkan rumah Kyuhyun di sore hari ini.

So eun menghentikan kegiatannya yang membersihkan rumah ini saat mendengar pintu rumah Kyuhyun terbuka. Dengan segera gadis itu berdiri dan menghadap Kyuhyun yang berada tak jauh darinya. Pria itu menatapnya tanpa berkedip melihat penampilan So eun yang memang sedikit mengundangnya untuk meniduri gadis itu dengannya sekarang juga.

“Kau pulang lebih cepat” ujar So eun pelan yang melihat kepulangan Kyuhyun lebih cepat dari biasanya. Pria itu hanya bergumam menjawab ucapan So eun tanpa melepaskan matanya dari gadis ini. Melihat gadis itu dengan rambut yang diikat asal memperlihatkan leher putih jenjangnya. Kaos biru tanpa lengan itu tampak mencetak bentuk tubuh gadis ini, dan terakhir mata Kyuhyun menurun pada kaki gadis ini. Melihat celana hitam pants So eun yang hanya menutupi sebagian pahanya saja membuat sesuatu diantara selangkang pria ini berdiri dengan cepat.

Sial.

Yang benar saja dia terangsang hanya dengan melihat tubuh gadis ini.

“Lakukan Seks Dengannya”

“Lakukan Seks Dengannya”

Kata – kata itu bagaikan mantra di kepala Kyuhyun saat ini. Pria itu terlihat mulai berkeringat melihat So eun, menelan ludahnya gugup dan sesuatu dibawah sana meronta ingin dikeluarkan.

“A.. Akan kusiapkan air Panas nya” ujar So eun cepat dan ingin menghindar dari pria ini seperti biasa. Gadis itu segera berlalu cepat dan memasuki kamar Kyuhyun mempersiapkan pria itu untuk mandi.

Mata Kyuhyun masih setia melihat pergerakan So eun hingga akhirnya gadis itu menghilang di dalam kamarnya. Menghembuskan napas panjangnya kemudian memijit kepalanya yang terasa berdenyut.

“Lakukan Seks Dengannya”

Sial. Bisakah kata – kata itu menghilang dari kepalanya?

Dengan kekesalan pria itu melangkah cepat memasuki kamarnya, sepertinya dia memang harus melakukan apa yang dikatakan oleh Hyuk Jae. Benar – benar sialan.

.

.

.

Pria bermata sipit yang mengenakan seragam militer itu menatap kedua manusia yang berada didepannya dengan pandangan membunuh miliknya. Menatap gadis yang hanya terus menundukkan kepalanya tak berani melihat wajah kemarahan yang terlihat jelas dari wajah kakak nya.

Rumah kecil milik Ny. Kim itu tampak di penuhi dengan ketegangan karena kehadiran So eun dan Kyuhyun yang berkunjung kerumah mereka, kunjungan yang sangat tidak tepat karena hari ini adalah hari libur bagi lelaki yang sedang mengenakan seragam militer nya.

“Menikah?” Kim Jong Woon – lelaki tampan yang memiliki tubuh pendek itu kembali mengulang kata – kata yang mampu membuatnya berhenti bergerak seperti orang bodoh. Mata tajamnya beralih pada lelaki berkemeja putih yang duduk tepat disamping adiknya.

“YAK! Kim So eun! Aku hanya meninggalkan mu dua tahun dan lihat lah kekacauan yang kau lakukan?!” Teriaknya pada adik kecilnya itu, berdiri cepat dari duduknya dan segera mengambil tongkat nenek nya untuk memukul adik kecilnya itu.

Kyuhyun, So eun dan wanita tua itu membulatkan mata mereka secara bersamaan saat tongkat kayu itu hendak memukul tubuh So eun.

“Oppa!” teriaknya dan segera menghindar dari pukulan sang kakak. Berlari dan berlindung di belakang Kyuhyun yang dengan sigap melindungi tubuh kurus wanita itu.

“Aku akan membunuh mu” geramnya

“Hyung, aku yang salah” Kyuhyun segera menenangkan Jong Woon, mencoba mengambil tongkat kayu itu dari tangannya. Tapi usaha itu harus gagal total.

“Jong Woon –ah, jangan lukai adikmu” wanita tua itu juga ikut melindungi So eun dari amukan Jong Woon saat ini.

“Kau benar – benar keterluan Kim So eun. Apa? Hamil? Menikah? Aku benar – benar akan membunuh mu” teriaknya lagi dan hendak memukul So eun.

“Bukan Seperti Itu” teriaknya sambil terus berlindung dibelakang punggung Kyuhyun, menghindar dari pukulan Jong Woon.

“Kau pikir aku percaya dengan mu, Hah? Cepat Keluar!”

“Aku Yang Salah” wanita tua itu segera berteriak histeris mampu membuat Jong Woon berhenti memukul adiknya.

“Pukul saja wanita tua ini, kalau saja aku masih bisa bekerja So eun tak akan bekerja di rumah itu. Aku yang salah Jong Woon –ah” ujarnya seraya meneteskan air matanya dan memukul dadanya berulang kali.

So eun berjalan pelan dari belakang punggung Kyuhyun, menghampiri tubuh neneknya yang terduduk lemas diatas kursi ini, wanita itu berjongkok tepat didepan neneknya, menyentuh kedua tangan wanita yang sudah begitu keriput, dan wanita tua itu masih terus mengeluarkan air matanya.

“Maafkan aku – nenek” lirihnya pelan, menyandarkan kepalanya di kedua paha sang nenek. Wanita tua itu tak menyahut, ia hanya terus mengeluarkan air matanya tanpa suara.

Jong Woon melemparkan tongkat kayu itu sembarangan, menatap sinis Kyuhyun yang melihat mereka dengan tatapan datarnya.

“Kau. Ikut dengan ku” sinisnya terhadap pengusaha muda itu.

.

Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya sejak kembali dari rumah kecil keluarga Kim itu, matanya juga tak pernah lepas dari wanita yang duduk disampingnya. Wanita itu tampak terlihat kelelahan saat ini karena kejadian yang mereka alami hari ini begitu mengerikan. Mengunjungi rumah So eun, memberitahu keluarganya bahwa ia sedang mengandung anak dari bosnya, mendapatkan amukan Jong Woon yang memukuli Kyuhyun hingga wajah tampan pria itu begitu mengenaskan dan berakhir dengan Jong Woon yang memberikan ijin untuk nya menikah dengan Kyuhyun.

Kyuhyun masih tersenyum senang mengetahui bahwa ia telah mendapatkan gadis ini seutuhnya, yah walaupun dengan pengorbanan wajahnya harus di rusak oleh Jong Woon tidak akan masalah baginya selama pria itu memberikan ijin untuknya menikah dengan So eun.

So eun melirik Kyuhyun sekilas yang masih terus tersenyum melihat wajahnya, gadis itu menghembuskan napasnya pelan melihat wajah bos nya yang terus tersenyum.

“Kau bisa gila jika terus tersenyum seperti itu Sajangnim” sinisnya

“Kurasa aku memang gila karena mu” jawab Kyuhyun masih dengan senyum diwajahnya.

So eun mendengus mendengar nya. Sepertinya pria ini benar – benar gila. Gadis itu kembali melihat keluar jendela, memandang kota Seoul yang terlihat tampak indah dibandingkan dengan pria yang duduk disampingnya. Mobil hitam itu terus berjalan dengan sopir yang mengemudikannya. Kyuhyun masih terus melihat wajah cantik gadis ini. Senyumnya benar – benar tidak pernah memudar sejak ia mendapatkan restu dari Jong Woon.

Licik memang jika mengingat bahwa ia mendapatkan gadis ini dengan cara yang begitu mengerikan, hampir saja malam itu dia memperkosa So eun karena ucapan Hyuk Jae yang menyuruhnya untuk melakukan seks dengan gadis ini. Hampir saja. Tapi akal sehatnya masih berfungsi hingga melepaskan gadis itu dari napsu brengseknya.

Memberikan penawaran pada So eun untuk menikah dengannya yang jelas saja di tolak oleh gadis ini. Memikirkan berbagai cara hingga akhirnya ia begitu nekat mengunjungi rumah gadis ini dengan So eun dan mengatakan bahwa ia telah menghamili putri dari keluarga Kim ini. Penjelasan So eun tak didengarkan oleh Jong Woon dan neneknya, mereka lebih percaya dengan ucapan pria sukses itu dari pada So eun.

Kemudian berakhir dengan kemarahan Jong Woon dan ijinnya untuk mereka agar segera menikah secepatnya.

Disinilah gadis itu sekarang, berada di penthouse Cho Kyuhyun dan terjebak dalam kurungan pria tampan ini. Kyuhyun menghampiri So eun yang hendak berjalan menuju kamarnya, mencekal lengan gadis itu membuat So eun mendelik tidak suka pada bos nya ini.

“Apa lagi?” sahutnya malas. Senyum miring pria itu tampak terlihat diwajah tampannya.

“Mulai sekarang kau akan tidur dikamar ku” ujarnya

“Tidak akan” tolak So eun

“Kau tidak bisa menolak Nona Kim. Lusa kau akan resmi menjadi istri ku” Senyum mengerikan itu masih terlihat jelas di wajah nya.

Mata gadis ini semakin melebar mendengar ucapan Kyuhyun. Ia menarik lengannya dari cengkraman pria ini tapi Kyuhyun semakin merapatkan tubuh mereka hingga wajah keduanya kini tampak begitu dekat.

Pria ini mendekat, menghembuskan napas hangatnya di pipi So eun, senyum miringnya kembali terukir di wajah tampannya melihat wajah terkejut So eun. Bibir tebal nya ia dekatkan pada telinga So eun dan berbisik di sana.

“Dan akan kupastikan pada malam itu aku akan memasuki mu dengan begitu keras hingga membuat mu terus menjeritkan namaku” suaranya terdengar begitu serak.

Seketika So eun membulatkan matanya melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya, berada tepat disamping wajahnya. Pria itu tampak tersenyum senang, mata tajam pria itu tampak menggelep sekarang ini.

“Mau melakukan foreplay?” tawarnya yang membuat kedua mata So eun semakin melebar lagi.

“Dasar Mesum” ujarnya seraya mendorong tubuh Kyuhyun tapi pria ini dengan sigap menahan tubuh So eun dan detik selanjutnya bibir tebal Kyuhyun ia benamkan di bibir gadis ini. Merasakan bibir tipis itu kembali ia cicipi dan lidahnya mulai melakukan tugasnya sendiri, membelit lidah mereka berdua.

Dan seperti yang Kyuhyun katakan, keduanya melakukan foreplay yang membuat So eun terus mengerang nikmat dengan sentuhan kasar Kyuhyun ditubuhnya.

Cho Kyuhyun – pria dingin dan datar itu mulai merasakan kehangatan sejak ia mengenal Kim So eun – gadis yang bekerja sebagai karyawannya di Cho Enterprise miliknya. Hanya dengan kopi buatan gadis itu ia sudah jatuh dalam pesona nya, kemudian menjadikan gadis aneh itu sebagai pembantu dirumahnya dan berakhir dengan menjadi suami dari gadis itu. Meskipun So eun tak mencintainya tapi dia yakin kalau gadis itu menyukainya. Dari rasa suka gadis itu terhadapnya akan ia ubah menjadi rasa cinta yang tak akan pernah gadis itu lupakan. Cho Kyuhyun – pria tampan itu berjanji akan membuat gadis ini mencintainya dan gadis itu akan tersiksa karena mendapatkan cinta Kyuhyun disetiap detik dalam hidupnya.

Semuanya akan dimulai dari saat ini. Kehidupan barunya dengan gadis yang ia cintai dan gadis yang tidak mencintainya. Ironis, tetapi pria itu berjanji bahwa pernikahan ini akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Menjadikan gadis bermarga Kim itu melahirkan anak – anak nya kelak.

The End.

Advertisements

59 thoughts on “Because of Coffee I’m Falling in Love”

  1. Enak ya kalo punya nasib kaya So Eun hanya gara-gara kopi wah mulai hari ini harus belajar bikin kopi siapa tau ada CEO yang suka :v , Kyuhyun bener-bener nekat dia udah gila kaya Psycho cuman pengen dapetin So Eun dasar cowok pantang menyerah dan gentle ^^ , kenapa Hyuk Jae disetiap FF selalu berjiwa yadong hihihi , keren banget Eon FF-nya ^^

  2. kyu sadis banget ampe bilang di udah bikin Sso tekdung duluan. dasar Bos kejam dan dingin kenapa gak langsung bilang sayang aja kenapa langsung mo hajar aja. tapi itu juga gara gara si gummy smile yang udah naro Virus “Y” di otak kyuhyun. hahaha nasib Sso beneran mujur banget dah.

  3. kyu sadis banget ampe bilang di udah bikin Sso tekdung duluan. dasar Bos kejam dan dingin kenapa gak langsung bilang sayang aja kenapa langsung mo hajar aja. tapi itu juga gara gara si gummy smile yang udah naro Virus “Y” di otak kyuhyun. hahaha nasib Sso beneran mujur banget dah…..

  4. waw cool guy meet good girl?
    i love it
    apalagi kl itu Kyusso couple. huah tambah jingkrak2 kesenengan.
    Sso manis gak nyangka bakal dpt bosnya yg cool. meskipun Kyu kena hajar kakaknya tp ternyata dia mau nerima Kyu
    Kyu…ttp manjain Sso yaaaa

  5. Kyuhyun lucu bgt…
    demi mendapatkan so eun dia rela berbohong ama jongwoon ama nenekx kalau so eun hamil.
    padahan enggak.
    akhirx restu didapat meski wajahx hancur.
    hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s