Romance, Uncategorized

Because I Miss You

Cast:      Kim So eun

                Cho Kyuhyun

                Lee Donghae

                Lee Hyuk Jae

Rating: AMAN 😀

TYPO BERTEBARAN -.-

Story Beginning

Langit di malam ini tampak tak berbintang, bulan yang biasa menghiasi langit kelam itu kini tampak tertutupi oleh awan yang menggumpal. Salju putih yang terus berjatuhan membuat cuaca di malam awal tahun baru ini begitu dingin. Gadis yang mengenakan jacket tebal dan kaki pendek yang di hiasi dengan sepatu sneekers itu tampak berhenti berjalan ketika ia melihat kembang api sudah di luncurkan di malam ini. Mungkin ada ratusan kembang api yang di luncurkan untuk menyambut pergantian tahun ini. Kepala gadis itu sedikit terangkat keatas menyaksikan ratusan kembang api yang menghiasi langit kelam di malam ini, kembang api itu bagaikan pengganti bintang di malam yang tampak kelam ini.

Teriakan, senyuman dan tatapan kagum pastinya akan keluar dari setiap mulut yang melihat ratusan kembang api yang tampak begitu indahnya terbentuk di atas sana. Tetapi tidak dengan gadis ini, ia memandang ratusan kembang api itu dengan pandangan datar nya, mata itu tidak menampilkan rasa kagum melihat ratusan kembang api itu, bibir tipis gadis berambut ikal itu tidak memperlihatkan senyuman ketika ia menatap ratusan kembang api diatas sana. Sebaliknya, mata bulat hitam itu terlihat memancarkan kesedihan saat ia menatap ratusan kembang api itu, mata nya tampak berkaca – kaca bukan karena ia terkagum pada bunga api itu, keningnya sedikit mengerut dan bibir tipis yang seharusnya menampilkan senyum menawan itu terlihat bergetar menahan tangisnya.

Kim So eun – nama gadis berusia 23 tahun yang sedang berdiri di bawah salju putih dengan kedua bola matanya menatap ratusan kembang api diatas sana. So eun tidak membenci kembang api, dia bahkan sangat menyukainya – hanya saja, jika ia melihat kembang api indah itu pastinya akan mengingatkannya pada lelaki sempurna nya yang tampan. Lelaki yang masih merayakan hari natal dan tahun baru bersamanya setahun yang lalu. Lelaki yang hampir menjadi kekasihnya. Lelaki yang selalu membuat nya tersenyum indah dan tertawa lepas. Lelakinya – Lee Donghae.

Lee Donghae – pemuda tampan itu mengajarkannya segala hal yang belum pernah ia rasakan selama ini. Kehidupannya yang bagaikan putri dengan kelakuan angkuhnya harus berubah total ketika ayahnya – kepala di kepolisian pusat Seoul ini membawa Lee Donghae ke rumah mereka. Menugaskan pria tampan itu untuk menjadi pengawal So eun.

Pertemuan yang membosankan dan menyebalkan untuk So eun. Karena gadis bebas sepertinya sangat tidak menyukai lelaki seperti Donghae – terutama lelaki itu bekerja sebagai polisi. Ia selalu merepotkan pria itu dengan segala kejahilannya, membuat Donghae harus repot karena mengurusnya. Menjaga gadis ini bagaikan memecahkan kasus sulit yang pernah Donghae lakukan. Dia tidak bisa mengerti dengan sikap manja dan arrogant gadis ini. Berulang kali ia selalu membuat Donghae kewalahan karena sifat usilnya. Hingga akhirnya gadis ini terlalu biasa untuk mengikuti Donghae dan merecoki kehidupan polisi muda itu membuatnya tanpa sadar mulai mencintai lelaki tampan itu.

Lee Donghae mengajarkannya segala hal. Pria itu mengajarkannya bagaimana kebahagiaan walaupun itu hanyalah hal yang sederhana. Pemuda itu juga mengajarkan padanya bagaimana rasa sakit nya menderita.

Senyuman tipis mulai terukir di sudut bibir nya dengan tatapan miris mengingat kenangan indah nya bersama Lee Donghae. Bahkan sampai detik ini pun dia masih merindukan pemuda tampan itu. Ketika musim semi berakhir dan musim dingin sudah dimulai bahkan ketika waktu telah berlalu gadis ini berpikir ia bisa melupakan pria nya tetapi tertanya gagal. Bahkan setiap harinya ia semakin merindukan pemuda itu, merindukan pelukan hangat pemuda tegas itu . Berusaha keras untuk menahan laju air matanya tapi pada akhirnya cairan bening itu mengalir juga membasahi kedua pipinya. Hatinya terlalu keras meneriakkan nama pria itu dan mengatakan bahwa ia sangat merindukannya.

Di seberang jalan yang tak jauh dari tempat gadis itu berdiri terlihat sosok seorang lelaki berparas tampan menatap gadis itu dengan tatapan iba nya. Melihat gadis yang selalu saja terlihat kuat dan tegar itu kini terlihat begitu rapuh menandakan bahwa ia hanya gadis biasa yang bisa merasakan sakit dan juga rindu yang begitu dalam. Lelaki tampan bernama Cho Kyuhyun itu tampak sangat tidak menyukai ketika melihat air mata itu mengalir membasahi pipi mulus gadis itu. Melihat betapa terlukanya gadis itu saat ini.

Cho Kyuhyun mengenalnya sekitar dua bulan yang lalu, ketika ia kembali ke Korea Selatan karena harus mengurusi perusahaan ayahnya yang berada di Seoul. Menetap di London selama 15 tahun dan setalah ia pulang ia tak di ijinkan oleh orang tuanya untuk tinggal sendirian di Seoul. Ayahnya menitipkannya pada temannya yang seorang kepala polisi pusat di kota ini dan disanalah awal pertemuannya dengan gadis bermarga Kim ini.

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Hal terkonyol yang pernah ia rasakan. Tapi tak ia pungkiri, berada di rumah yang sama dengan gadis itu semakin membuatnya yakin bahwa ia sangat menyukai gadis bermarga Kim ini. Atau mungkin mencintainya. Sikap sinis dan cuek gadis itu membuatnya semakin tertantang untuk mendekati nya terutama saat ia mengetahui bahwa gadis ini ternyata mengenal teman masa kecilnya Lee Hyuk Jae – yang lebih sialnya bahwa Lee Hyuk Jae juga menyukai gadis ini.

Tiada hari tanpa kunjungan Hyuk Jae ke rumah So eun, membuat So eun harus kewalahan menghadapi sikap kekanakan kedua pria ini. Lee Hyuk Jae yang menjadi teman masa kecilnya harus berubah menjadi saingannya untuk mendapatkan hati gadis ini. Tetapi setelah dua bulan lamanya pria itu belum juga mendapatkan hati So eun. Gadis itu memang terlihat tegas dan sinis tapi terkadang Kyuhyun menemukan gadis ini termenung seperti mengingat sesuatu yang membuatnya selalu saja terlihat sedih. Dia yang memang tidak tahu apapun tentang gadis ini terpaksa harus menanyakan tentang masa lalu So eun pada Hyuk Jae. Walau pada awalnya Hyuk Jae terlihat tidak ingin menceritakan masa lalu So eun dan mengejek Kyuhyun bahwa ia lebih tahu tentang gadis itu dan harus membuat Kyuhyun bersabar dan menuruti kemauan Lee Hyuk Jae selama seminggu penuh tanpa adanya bantahan.

Lee Hyuk Jae mengatakan bahwa hati gadis itu telah di bawa oleh pria bernama Lee Donghae. Pria pertama yang berhasil merebut hati dingin So eun dan menolak untuk mengembalikannya pada gadis itu. Pria itu membawanya hingga membuat So eun tak bisa membuka hatinya untuk pria lain. Mendengar cerita menyebalkan itu tentu saja membuat emosi Kyuhyun memuncak, pria brengsek bernama Lee Donghae itu telah berhasil merebut hati gadis impiannya. Sial. Jika saja ia lebih cepat pulang ke Korea mungkin ceritanya tidak akan seperti ini.

“Lalu dimana pria brengsek itu?” ujarnya sinis. Lee Hyuk Jae tersenyum kecut mendengar pertanyaan Kyuhyun, ia mengambil winenya kemudian menyesap minuman berwarna merah itu pelan. Seperti ingin membasahi kerongkongannya yang tiba – tiba saja mengering mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Dia meninggal” ujarnya pelan

“Eh?”

“Demi menolong ayah So eun. Gugur dalam tugas nya ketika melakukan penangkapan terhadap kelompok illegal Yakuza yang menyusup ke Korea” mata Hyuk Jae tampak mengenang polisi muda itu, meskipun ia tidak terlalu menyukai Donghae tapi pria itu terlampau baik untuk nya. Jari – jarinya terlihat memainkan gelas berisikan wine di hadapannya.

“Jika So eun terus memikirkannya… kita benar – benar tidak ada kesempatan untuk masuk kedalam hatinya” lanjutnya pelan disertai dengan helaan napas berat.

Kyuhyun masih terus memperhatikan gadis itu dengan tatapan datarnya. Ia benar – benar tidak suka melihat gadis itu yang terlihat sangat rapuh hanya karena pria lain. Hatinya memberontak ingin menghapus raut wajah sedih itu dari So eun dan menggantinya dengan senyuman indah di setiap harinya. Hatinya menolak untuk membiarkan gadis itu menangis sendirian.

Sial.

Seandainya pria itu masih ada dia akan bersaing secara adil untuk mendapatkan hati So eun. Tapi nyatanya pria itu sudah tidak ada dan ia membawa hati gadis cantik itu. Bagaimana caranya melawan bayangan orang sudah mati. Benar – benar menyebalkan.

~Because I Miss You~

Natal dan Tahun Baru di lalui oleh So eun dengan biasa, tanpa ada nya perayaan yang istemewa. Gadis itu tampak tenang dan bersikap seperti biasa lagi ketika matahari sudah menampilkan senyum hangatnya di pagi yang cerah ini. Selesai dengan aktivitas paginya, gadis ini menuruni anak tangga di rumahnya kemudian berjalan menuju ruang makan untuk melakukan sarapan pagi sebelum ia berangkat bekerja.

Dapat ia lihat bahwa orang tuanya beserta Kyuhyun sudah duduk di meja makan bahkan pria yang menjadi tetangga nya – Lee Hyuk Jae juga tampak terlihat ikut duduk disana. Sarapan pagi bersama mereka.

“Apa yang kau lakukan disini?” sinis So eun yang melihat Hyuk Jae tengah sibuk mengunyah sarapannya. Ia mengambil tempat duduk disamping ibunya kemudian mulai membuat sarapannya sendiri.

“Aku hanya ingin sarapan bersama calon mertua ku” ujarnya santai yang mendapat tatapan horror dari Kyuhyun yang duduk disampingnya. Pria itu terlihat mencibir melihat senyum manis Hyuk Jae yang ia perlihatkan pada So eun dan ibunya. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya tak ingin ambil pusing dengan sifat jahil sahabatnya ini, berbeda dengan ibu So eun yang menanggapinya dengan senyuman.

“Apa di rumah mu tidak ada makanan hingga kau selalu sarapan di sini?” suara Kyuhyun terdengar lebih sinis. So eun menutup kedua matanya dan menghembuskan napasnya pelan. Sepertinya pertengkaran keduanya akan dimulai lagi. Ia tak begitu memperdulikan keduanya dan sibuk memilih sarapannya dan mengisi perutnya sebanyak mungkin.

“Sudah ku katakan bahwa aku hanya ingin sarapan dengan calon mertua ku”

“Jangan bermimpi Lee Hyuk Jae. Yang akan menjadi menantu di rumah ini hanya aku” dengan nada mantap Kyuhyun berucap disertai dengan seringaian sinisnya.

“Yang benar saja. Bagaimana mungkin orang seperti mu menjadi suami So eun-ku”

“Tentu saja bisa. Aku tampan, kaya, sukses dan sexy, sedangkan kau apa yang kau miliki?”

“Sexy? Jangan bercanda, kau hanya si pria tua dengan perut besar” ledek Hyuk Jae yang di susul dengan tawa kecil ayah, ibu dan So eun. Seperti biasanya pagi ini dihiasi dengan suara Kyuhyun dan Hyuk Jae yang tak mau kalah berdebat siapa yang lebih pantas untuk So eun.

.

.

.

Kyuhyun terlihat mati kebosanan karena seharian ia harus terkurung di ruang kerja nya yang penuh dengan berkas – berkas sialan yang membuat kepalanya semakin pusing. Berpikir keras bagaimana caranya untuk mendapatkan hati So eun dan ia tak menemukan caranya sedikitpun, ditambah lagi dengan berkas – berkas yang hampir tiap jam nya selalu saja bertambah dan meminta tanda tangannya. Pria itu benar – benar ingin meledak saat ini juga. Bahkan sudah 5 jam ia tak melihat wajah cantik So eun hari ini. Kembali ia mengerang dan membenturkan kepalanya diatas meja berharap menemukan cara untuk mendapatkan So eun dan memperbaiki segala berkas di atas meja nya.

Drrt…. Drrt…

Deringan ponsel yang berada diatas meja nya membuat perhatian pria itu teralihkan dan menatap layar ponselnya. Ia melihat nama kakaknya tertera disana dan dengan helaan napas berat ia mengangkat panggilan tersebut.

“Kenapa?” ujarnya lesu

“Kau baik – baik saja?” suara wanita diseberang sana terdengar khawatir

“Tidak. Hati ku sakit, bahkan otak ku juga ikut sakit” jawabnya semakin lesu dan di iringi dengan helaan napas berat.

Wanita di seberang sana terkekeh geli mendengar keluhan Kyuhyun yang sudah lama tak ia dengar.

“Benarkah? Apa yang terjadi padamu?” Cho Ahra – nama kakaknya yang sedang berbicara pada nya melalui ponsel itu bertanya kembali pada adiknya ini.

“Noona… Jika seandainya kau menyukai seseorang dan orang itu sudah mati apa yang akan kau lakukan?” ia bertanya masih dengan suara lesu.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Maksud ku bisakah kau melupakan orang itu?”

Ahra terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan adiknya.

“Tidak. Aku tidak akan bisa melupakan orang itu”

“Sudah kuduga” ujarnya semakin lesu mendengar jawaban Ahra. Ia membenamkan wajahnya pada tumpukan kertas diatas meja nya – terlihat begitu menyedihkan.

“Tapi… aku akan mencoba untuk membuka hatiku lagi, memberi kesempatan pada pria lain untuk mengisi kekosongan hati ku. Mencintai lagi tapi bukan berarti aku akan melupakannya”

Kyuhyun segera mengangkat wajahnya mendengar jawaban Ahra. Matanya terlihat kosong memikirkan sesuatu yang terlintas di kepalanya saat itu juga.

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau menyukai seseorang yang sudah mati?”

“Noona kututup. Aku ada urusan penting” ujarnya cepat dan menutup teleponnya tanpa perduli dengan umpatan Ahra yang ia abaikan begitu saja. Pria itu mengambil jas nya yang terletak di sofa ruangan ini kemudian ia berlari cepat keluar dari ruangannya menuju lobi dan parkiran. Secepat kilat menyalakan mesin mobil nya dan menuju ke tempat gadis itu berada.

<

Suara tawa, teriakan dan tangisan terdengar di tempat yang cukup luas ini. Tempat dimana anak – anak kecil menghabiskan masa kecil mereka jika orang tua tak bisa menjaga mereka di pagi sampai sore hari. Gadis muda itu tampak begitu antusias bermain bersama anak – anak kecil berumuran 5 tahun. Tertawa bersama dan terkadang mereka mengejar So eun meminta untuk di gendong oleh guru cantik itu. Taman kanak – kanak lebih tepatnya tempat dimana para anak – anak kecil berkumpul bersama, bermain tanpa mengetahui siapa yang menang dan kalah, dimana mereka semuanya merasakan kesenangan tanpa mengetahui apa itu rasa sakit. Dunia mereka memang sangat menyenangkan tanpa ada beban.

Cho Kyuhyun memperhatikan gadis itu dengan senyuman manis di bibirnya, melihat bagaimana gadis cantik itu tertawa lepas dan tersenyum senang mendapati dunianya yang begitu menyenangkan. Melihat So eun yang bermain bersama para bocah – bocah itu, terkadang ia berlari di kejar anak muridnya, kemudian berbalik ia yang mengejar mereka dan berakhir dengan gendongan So eun pada salah satunya. Dunia gadis itu terlihat begitu indah penuh dengan tawa, seperti masalah yang berada di dunia ini sirna begitu saja melihat bagaimana ia tertawa begitu bahagia.

Dan senyum di bibir tebal Kyuhyun harus hilang perlahan ketika ia mengingat bahwa gadis ini bekerja di tempat seperti ini karena Lee Donghae. Gadis itu ingin terus mengenang Donghae dengan menjaga tetap hidup impian pria itu yang dulunya sangat menginginkan menjadi guru tapi takdir berkata lain hingga ia harus menjadi seorang polisi.

Rasa cemburu itu kembali hadir dalam diri Kyuhyun, jujur saja cemburu pada orang yang sudah meninggal benar – benar membuatnya kesal. Ia tak bisa melampiaskan emosinya pada pria itu, tak bisa memukulnya atau menunjukkan bahwa ia juga bisa melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan oleh si polisi itu. Benar – benar menyebalkan.

Ia melangkahkan kakinya mendekat pada So eun yang masih terlihat belajar sambil bermain bersama murid – murid nya di lapangan TK ini. Merasa kehadiran seseorang menghampirinya, So eun melihat sosok Kyuhyun yang berdiri tak jauh darinya seperti meminta gadis itu untuk menghampirinya saat ini juga. So eun mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun ke murid – muridnya, gadis itu memperlihatkan senyum lebarnya lagi mencoba mengabaikan sosok Kyuhyun yang tampak melongo melihat So eun mengacuhkannya. Pria itu berdecak kemudian mengumpat kecil dan dengan nekat Kyuhyun mendekati So eun dan hampir duduk disamping gadis itu jika saja seorang guru lain menahan langkahnya.

“Ada yang bisa di bantu tuan?” Tanya si guru dengan lembut dan memperlihatkan senyum menawannya pada Kyuhyun. Terlihat jelas sekali bahwa guru muda ini tertarik pada ketampanan Kyuhyun.

“Ya, aku ingin berbicara dengan So eun” ujarnya dengan senyuman tipis di bibirnya.

Senyum guru itu menghilang seketika kemudian dengan cepat kepalanya berbalik melihat gadis yang masih asik dengan murid – muridnya itu.

“Ah tentu” ujarnya dengan senyuman yang kembali mengembang di wajahnya.

“So eun songsaengnim” panggilnya dengan raut wajah yang dipaksakan untuk tersenyum ketika memanggil nama junior nya itu. Mendengar namanya di panggil membuat So eun harus berhenti sejenak mengajar dan meminta ijin pada murid – muridnya. Bersamaan para bocah itu melihat kemana So eun pergi dengan tatapan sinis yang mengarah pada Kyuhyun. Pada Pria yang membuat mereka kehilangan kesempatan belajar bersama guru cantik mereka.

So eun berdiri disamping guru yang memanggilnya dan menatap datar Kyuhyun.

“Kalau begitu silahkan bicara saja” ujar sang guru tanpa ada niatan ingin pergi dari hadapan keduanya. Ia masih terus tersenyum manis pada Kyuhyun.

“Aah… apakah saya bisa membawa nya sebentar?” ijin Kyuhyun yang disertai dengan senyuman menawannya membuat si guru hampir meleleh melihat senyum menyenangkan itu.

“Tentu” ujarnya cepat “tapi… kalian ada hubungan apa?” Tanya semakin penasaran.

“Kami….”

“Sepupu” jawab So eun cepat membuat mata Kyuhyun melotot tidak terima

“Dia sepupu ku” lanjutnya yang semakin membuat Kyuhyun kesal. Guru itu tampak menghela napas lega dan kembali tersenyum manis pada Kyuhyun.

“Baiklah, jika begitu silahkan bicara dengan sepupu mu Tuan” guru itu memberikan ijin dengan senyuman di wajahnya yang tak pernah pudar.

Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya dan bergumam pelan, terlalu terkejut dengan pengakuan So eun terhadap dirinya. Sepupu? Yang benar saja.

.

Mobil Kyuhyun tampak berhenti di tepi laut sepi yang berada di kawasan Mokpo itu. Ia keluar dari dalamnya seraya menghembuskan napas beratnya. Berjalan pelan menuju pantai indah yang berada tak jauh darinya. Langkahnya terhenti ketika ia merasakan bahwa So eun tak mengikutinya, membalikkan tubuhnya dan mendapati tubuh tegang gadis itu yang memandang kosong lautan yang terbentang luas di depannya. Wajah cantik itu tampak terlihat pucat bahkan tubuhnya terlihat bergetar melihat lautan yang berada di depannya. Sekali lagi Kyuhyun harus merasakan sakit di hatinya mendapati keadaan So eun yang masih belum lepas dari mimpi buruknya. Ia bersumpah bahwa ini terakhir kalinya ia mendapati wajah menyedihkan gadis itu yang tercetak jelas di wajah cantik miliknya.

Tak bisa So eun bergerak, kakinya terasa seperti di paku ketika melihat lautan sepi yang tak di kunjungi oleh orang – orang. Ia tak bisa mengeluarkan kata – katanya dan mengumpat Kyuhyun yang membawanya ketempat seperti ini. Angin sore ini seperti mengingatkannya pada kenangan pahitnya bersama lelaki tercinta nya Lee Donghae.

Di tempat ini, bahkan di waktu ini pula ia bersama Lee Donghae untuk yang terakhir kalinya, melihat matahari terbenam dengan pria itu yang berada di pelukannya. Ia mengingatnya lagi, kenangan menyakitkan itu kembali hadir di kepalanya – kenangan yang ingin ia lupakan selamanya tapi harus teringat kembali karena pria bernama Cho Kyuhyun itu.

Tempat ini adalah saksi dimana ia melihat Donghae menghembuskan napas terakhirnya, tempat dimana pria itu ingin berada di sisa akhir hidupnya. Ketika Lee Donghae mengalami pendarahan hebat karena luka tembakan di perutnya pria itu di larikan ke Rumah Sakit secapt mungkin, So eun tak henti – hentinya menangis mengetahui keadaan pria itu yang terluka saat menjalankan tugasnya, berlari ke rumah sakit dengan pikiran kosong ketika mendengar bahwa Lee Donghae terluka.

Pria itu di operasi, tetapi pendarahannya tak bisa di hentikan, ia kekurangan banyak darah dan persedian darah di Rumah Sakit tak begitu banyak untuk diberikan kepadanya. Di tengah kesadarannya yang hampir menghilang ia sempat tersenyum pada So eun yang terus menangis di samping ranjangnya. Mata gadis itu sangat memerah dan membengkak, tetapi pria yang kesakitan itu memaksakan senyum nya untuk membuat tangis gadis ini terhenti.

“Hei… bisakah kau membawa ku?” ujarnya pelan. Sangat pelan bahkan hampir seperti bisikan. So eun yang memang begitu dekat dengannya dapat mendengar bisikan pria ini dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

“Jangan bicara. Kau banyak kehilangan darah” ujar So eun di sela tangis nya. Tapi pria itu semakin tersenyum lembut dan mencoba memegang wajah gadis nya. Dengan pelan So eun memegang tangan besar Donghae yang mencoba menyentuh wajahnya.

“Bisakah kau membawaku ke pantai yang pernah kita kunjungi” ucapnya tanpa perduli dengan jawaban So eun yang menolaknya. Gadis itu mengangguk cepat dan memaksakan senyumnya pada Donghae.

“Aku akan membawa mu kesana, tapi setelah kau sembuh”

“Tidak. Aku ingin sekarang” bisiknya semakin lemah

“Kau tidak mungkin pergi sana sekarang” ujar So eun semakin terisak

“Kumohon. Mungkin ini terakhir kalinya aku ketempat itu”

Mendengar ucapan Donghae membuat So eun semakin menangis keras dan menggelengkan kepalanya. Seperti tidak ingin mendengar kata – kata pria ini.

“Donghae –ya”

“Sekali saja. Bisakah aku minta tolong pada mu. Nona Kim So eun” lanjut Donghae yang membuat So eun kebingungan untuk menerima atau tidak permintaan Donghae. Beberapa polisi yang berada di ruangan yang sama dengan Donghae tampak terlihat sedih dan menangis melihat keadaan polisi muda itu yang terluka saat ini. Kibum tampak menahan keras emosinya untuk tidak menangis di hadapan sahabatnya itu dan pada akhirnya ia mendesak So eun untuk memenuhi permintaan Donghae walaupun sebenarnya ia begitu tidak setuju dengan permintaan konyol Donghae. Tetapi, mungkin ini permintaan terakhir pria itu.

Matahari yang memancarkan sinar kejinggaannya didepan lautan sana tampak begitu sedih dengan melihat sepasang kekasih yang duduk di tepi pantai itu ditemani oleh suara derunya ombak. Lee Donghae terbaring lemah di bahu So eun, tangannya tampak memeluk erat tubuh mungil gadis ini seraya matanya memandang matahari disana yang tampak mulai terbenam. So eun menggenggam erat sebelah tangan Donghae di balik selimut yang menyelimuti keduanya. Air mata gadis itu terus saja mengalir perlahan membasahi kedua pipinya, membuat Donghae kembali tersenyum mendengar suara isakan kecil gadis nya.

“Kau memperlakukanku seperti orang yang akan mati” ujarnya pelan disertai dengan kekehan kecilnya. So eun tak menjawab ia terus terisak dan semakin menggenggam erat jari – jari Donghae.

“Kau sudah melihatnya. Bagaimana jika kita pulang saja” usul So eun yang berusaha keras untuk menyembunyikan suaranya agar tidak terdengar bergetar. Tetapi tetap saja suara itu terdengar sangat begitu jelas di telinga Donghae.

“Aku masih ingin melihat mataharinya terbenam” ujar Donghae pelan. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada So eun dan membenarkan letak kepalanya di bahu So eun. Kedua mata pria itu tertutup menikmati harum tubuh So eun, keringat dingin terus berkeluaran dari seluruh tubuh polisi muda ini.

“So eun –ah” panggilnya pelan.

So eun hanya menggumam menjawab panggilan pria ini. Suaranya terlalu serak untuk dikeluarkan.

“Kurasa aku menyukai mu” lirihnya yang membuat tubuh gadis ini menegang. Perlahan matanya menatap wajah Donghae yang berada di bahunya. Pria itu terlihat nyaman berada di bahunya dan menutup kedua matanya.

“Donghae –ya”

“Maaf karena menyukai mu. Aku hanya seorang pelayan” lanjut pria itu pelan

“Aku bahkan lebih sekedar menyukai mu” ujar So eun cepat memotong ucapan pria itu yang selalu merendah. Senyum Donghae terlihat terukir mendengar ucapan So eun seperti sudah mengetahui jawaban dari nona muda nya ini.

“Benarkah? Kalau begitu aku pria beruntung” bisiknya pelan yang di jawab dengan anggukan So eun hingga membuat pria itu terkekeh kecil. So eun memang selalu mengatakan bahwa pria yang ia sukai adalah pria yang sangat beruntung karena mendapatkan cinta darinya – cinta dari seorang gadis yang cantik.

“Tapi… bisakah kau berjanji pada ku?”

“Hmm… apa itu?” jawab So eun tak kalah pelannya

“Buatlah dirimu bahagia. Seperti sebelum kita bertemu” suaranya semakin terdengar lemah dan napasnya terdengar berat dan putus – putus.

“Bagaimana bisa aku membuat diriku bahagia jika kau tidak ada disamping ku” jawab So eun pelan.

Donghae membuka kedua matanya pelan – pelan, menatap matahari yang hampir terbenam sepenuhnya. Ia terlihat berpikir sejenak sebelum ia mulai berbicara lagi.

“Kumohon. Berjanjilah”

“Donghae –ya”

“Jika mengingatku jangan pernah menangis, kau tahu kan aku sangat tidak suka melihat mu menangis”

“Lee Donghae” Suara So eun semakin terdengar bergetar mendengar kata – kata Donghae yang tak ingin ia dengar.

“Berjanjilah Kim So eun. Kumohon” pintanya dengan nada lemas. Napasnya sudah mulai terasa berat.

Tak bisa So eun menjawab, ia mengamati wajah pria yang berada di bahunya, memandang cukup lama sebelum ia menjawab permohonan Donghae.

“Aku berjanji”

Bersamaan dengan jawaban yang keluar dari mulut So eun, matahari itu terbenam sepenuhnya dan langit yang berwarna ke jinggaan itu digantikan dengan warna kemerahan menyambut tibanya malam ini. Donghae tersenyum mendengar jawaban So eun yang membuat hati pria itu merasakan lega yang luar biasa.

“Terima kasih. Kim So eun” Setelah mengucapkan kalimat itu ia menutup kedua matanya dengan tenang, dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Napasnya tak terdengar berat lagi, yang terdengar hanya suara ombak yang menyentuh karang yang semakin terdengar keras.

Merasakan tubuh relax Donghae dan napasnya yang tak terdengar lagi membuat air mata So eun semakin mengalir deras. Ia menangis keras merasakan jari – jari yang ia genggam begitu kaku dan dingin. Suara tangisnya beradu dengan suara keras ombak yang berada di depannya. Tangis gadis itu terdengar pilu membuat beberapa polisi dan dokter yang berada tak jauh dari mereka menatap keduanya iba dan meneteskan air mata mereka. Berulang kali So eun memanggil nama Donghae dengan suara serak nya berharap pria itu membuka kedua matanya dan tersenyum lembut pada nya, menghentikan tangisnya yang begitu keras dan pilu.

Tapi, sekeras apapun So eun menangis pria yang berada di pelukannya tak bisa membuka kedua matanya lagi. Tak bisa menyahuti teriakan So eun lagi. Tak bisa menghukum gadis itu karena kejahilannya lagi. Dan tak bisa memberikan pelukan hangat untuk menenangkannya lagi.

Air mata itu keluar tanpa di perintah melihat lautan dan pasir pantai yang menjadi saksi bisunya melepas kepergian pria itu. Kyuhyun mendekat padanya, berdiri didepan So eun hingga membuat kesadaran gadis ini kembali dan menatap Kyuhyun penuh Tanya. Bagaimana bisa ia mengetahui tempat ini.

“Kenapa kau membawaku kesini?” berusaha keras untuk membuat suaranya tidak bergetar tapi tetap saja Kyuhyun mendengar suara serak gadis ini. Kyuhyun menatapnya sayu tapi sedikit amarah juga terlihat jelas di wajah Kyuhyun.

“Untuk mengingatkan mu bahwa kau harus bahagia” jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun sedikit membuat kening So eun mengerut. Seingatnya ia tak pernah bercerita tentang tempat ini dan kata – kata Donghae padanya.

“Kibum yang memberitahu ku” seolah mengerti dengan pertanyaan yang berada di kepala gadis ini Kyuhyun menjawabnya pelan. So eun melepaskan tatapannya dari wajah Kyuhyun dan menatap pasir yang ia pijak, air matanya kembali terjatuh membasahi pasir – pasir itu.

“Bukankah kau berjanji untuk bahagia. Tidak akan menangis jika mengingat nya. Tapi kenapa kau tidak menepati janji mu?” Tanya Kyuhyun pelan.

So eun menggelengkan kepalanya pelan mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Jangan” ucapnya dengan suara isakan tangisnya “Kumohon jangan ingatkan aku. Biarkan aku melupakannya” lanjutnya dengan suara serak yang keluar dari bibir tipis nya.

Kyuhyun menatap wajah gadis ini dengan pandangan terlukanya, tatapan matanya terlihat kosong mendapati wajah tersiksa So eun yang terlihat begitu keras untuk melupakan kenangannya bersama Lee Donghae. Cukup lama ia terdiam sampai akhirnya ia kembali membuka suaranya.

“Tidak. Jangan Lupakan” lirihnya. “Jika itu memang kenangan berharga jangan dilupakan”

So eun terdiam mendengar kata – kata Kyuhyun yang diluar dugaannya. Tak mengira bahwa pria ini akan mengatakan hal yang tak pernah ia duga. Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah Kyuhyun dengan mata yang masih memerah.

“Ingatlah. Karena orang yang sudah mati hanya bisa hidup di kenangan orang yang masih hidup. Jika kau melupakannya bukankah Donghae benar – benar akan mati”

Bagus. Bagaimana bisa mengatakan hal semanis itu yang tentunya akan membuat So eun terus mengingat Donghae. Sial. Kenapa mulutmu begitu cepat berucap tanpa berpikir Cho Kyuhyun. Umpatnya dalam hati.

“Bukankah kau juga harus menepati janji mu untuk bahagia. Jika kau tidak menepatinya kau bisa dimarahi Donghae”

Oh sial. Ada apa dengan mulutnya yang tak bisa diajak bekerja sama. Sial. Dia pasti tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hati So eun.

Terlihat So eun yang menatapnya dengan pandangan tak terbaca. Mata gadis itu terlihat kosong menatap mata Kyuhyun yang terlihat gelisah sekarang ini.

“Walaupun orang itu bukan aku, kau harus tetap bahagia”

Hei. Ada apa dengan mu? Batinnya berteriak memberontak dengan kata – kata yang keluar dari mulutnya. Seharusnya bukan seperti ini, seharusnya kau meyakinkan gadis itu untuk menjadi milik mu. Dasar bodoh. Umpat otaknya tak terima. Seperti berperang dengan otak dan hatinya kemudian mulutnya berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.

So eun tersenyum kecil dan menghembuskan napasnya pelan kemudian ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.

“Kau terlihat begitu menyedihkan berperang dengan dirimu sendiri” ujar So eun disertai dengan kekehan kecil di mulutnya. Tangannya terus saja mengusap pipinya yang basah. Gadis ini seperti bisa membaca isi hati Kyuhyun hanya dengan melihat mata pria itu yang terkadang bergerak gelisah kemudian tenang di saat yang bersamaan.

“Eh?”

“Kau benar. Mungkin orang yang akan membuatku bahagia bukan dirimu. Tapi…” So eun berhenti sebentar dan menatap Kyuhyun dengan wajah senyuman.

“Sebelum aku menemukan orang itu bisakah kau membuatku merasakan bagaimana indahnya jatuhcinta lagi?” lanjutnya yang membuat Kyuhyun terkejut, sesaat kemudian senyum Kyuhyun terukir dan matanya tampak terlihat berbinar.

“Tentu saja. Bahkan ketika kau menemukan orang itu kau tidak akan bisa melepaskan ku karena terlalu mencintai ku” ujarnya yakin disertai dengan senyuman kemenangan di wajahnya.

“Kau terlalu percaya diri”sinis So eun yang di balas dengan senyuman di wajah Kyuhyun. Gadis itu tertawa kecil melihat senyum menyebalkan Kyuhyun yang entah kenapa mulai membuatnya terlihat terpesona dengan senyum menawan pria itu.

Pada akhirnya tempat yang pernah ia kenang sebagai kenangan buruk bersama Donghae harus berubah menjadi kenangan manis baginya. Benar, di tempat ini tidak semuanya kenangan buruk tentang pria bermarga Lee itu. Di tempat ini ia mengetahui bagaimana perasaan Donghae terhadapnya, di tempat ini juga pria itu menghabiskan waktu terakhirnya bersama So eun. Tempat ini tidak lah buruk bahkan begitu indah. Dan kenangan barunya juga akan di mulai dari tempat ini. Dimana ia bisa membuka hatinya untuk pria lain tanpa harus melupakan Lee Donghae.

Hampir selama satu tahun ini ia selalu bersedih dan menutup dirinya dari lelaki. Ketika pria tampan di hadapannya ini mengisi hari – harinya membuat So eun merasakan sedikit kebahagiaan di hati terkecilnya dan mendapatkan kembali rasa hangat seperti dulu. Ia terlalu bodoh untuk mengenang pria itu dengan rasa sakit, seharusnya ia mengenangnya dengan rasa bahagia dan senyuman di wajahnya bukannya tangisan. Dan Cho Kyuhyun mampu membuatnya merasakan kebahagian itu lagi setelah hatinya kembali membeku.

Mungkin pria itu adalah dia. Pria yang akan membuat hidupnya berwarna seperti dahulu lagi. Pria sombong bernama Cho Kyuhyun. Mungkin dialah orang yang mampu membuka hati So eun untuk memberi kesempatan pada seorang pria. Dan pria yang akan ia beri kesempatan adalah pria ini. Cho Kyuhyun.

The end

Bagaimana? Gaje? Saya juga merasa begitu -,-

Maaf ya, mungkin menurut kalian ini hanyalah alasan saya atau apa, tapi terserah kalian ingin beranggapan bagaimana.Saya akan tetap menjelaskan kenapa FF yang berada di blog ini belum juga di sambung ceritanya. Sejujurnya Laptop saja sedang sakit berat dan dia baru saja di operasi dan membuatnya kembali sehat seperti semula. Tapi, seperti yang kalian ketahui jika laptop di install atau di perbaiki sebagian atau mungkin seluruh data yang berada di dalamnya akan ikut menghilang bersama penyakit yang ada di dalam laptop. Bukan hanya FF, bahkan tugas saya pun ikut termakan penyakit nya hingga ia harus di hilangkan.

Bagaimana pun juga ini terdengar seperti alasan, tapi saya benar – benar mengatakan yang sebenarnya. Oleh karena itu, seminggu setelah laptop saya kembali ke rumah, saya membuat FF ini karena mendengar lagu babang Kyuhyun ‘Because I Miss You’ yang entah kenapa ingin membuat saya menangis. Mungkin efek kangen Donghae 😦 dan terjadilah FF oneshot yang begitu aneh dan feel yang tak begitu mengena.

Sekali lagi saya mohon maaf karena harus membuat kalian semua menunggu. Saya janji akan melanjutkan ceritanya kembali. Haah….. padahal sambungan Destiny dan Nappeun Sunbae sudah selesai tinggal ngedit lagi. Sial. Seharusnya waktu itu langsung di post saja walapun typo bertebaran, tapi karena faktor malas dan otak berkata ‘malam minggu aja biar para jones ada kerjaan’ dan sialnya sebelum malam minggu malah terjadi kejadian tak di duga. Aaah…. Nulis ulang lagi doong 😥 #curhat

Sekali lagi maaf ya dan terima kasih sudah berkunjung ke blog yang tak terawatt ini ^_^

Advertisements

45 thoughts on “Because I Miss You”

  1. Aigoo…….welcome back…senengnya bisa baca karyamu lagi.aku suka sama karakter kyu ma hyuk…..pasti 2 orang manusia itu sama2 konyol jika bertemu.mengenang donghae rasanya sangat menyedihkan….love you dah hae oppa!!?kyu sama sso berbahagialah!!!ditunggu next karyanya yaaa…..

  2. lama banget thor g muncul. kangen nih sama ff nya. semoga bisa lancar nulis lagi ff yg udh ke hapus n bsa cepet update hehe,,

  3. Sedih bangeeet ff’a,,,,
    Wooow cinta’a eonnie so eun ma haeppa kuat bangeeet bukti’a eonnie so eun menutup hati’a buat pria lain tpi untung zh ad kyuppa yg bisa membuka hati’a eonnie so eun tanpa harus melupakan kenangan bersama haeppa,,,,

  4. Yaah bgitulah klu lepi sakit berat, pasti ddlmny hrs ikutan ilang biar.pnyakitny jg ilang.
    Semangaaat chingu, dtunggu lanjutan ff’nya atau ff baruny.

  5. Yaampun ini bukan gaje tapi nyesek Eon T.T Feel-nya dapet, Sumpah sampe nangis pas baca So Eun sama Donghae T.T , 1 thn hidup So Eun sia sia buat nangisin Donghae , Kyuhyun penyelamat hidup So Eun semoga Kyu selalu bisa ngasih kebahagian dan senyuman buat So Eun ^^

  6. feelnya ngena bnget yg bagian haesso … smph sedih bgt euyy… 😣😣
    btw kshan hyukjae yahh.. pad ahkirmya kyu yg brhasil dapetin hatinya sso .. wkwkwk .. bagus ff.y … mndengar itu apa masih mngkin ff yg lain di lnjutin yahh thor.. pasti file yg ksimpan bkal hilang.. tpi mudah2han masih bisa di lnjut.. apalgi bnyk ff yg di tunggu klnjutannya.. >< tpi ttp smngat yah ..

  7. kangen banget dg karya mu thor, tiap waktu aku sering buka nih blog kali aja ada ff tpi tetep aja gak ada. akhirnya baru bisa publish kali ini dg cerita baru, sebenernya aku ff yg paling aku tunggu itu nappeun sunbae.
    tpi ff ini juga bagus, entah knp klo setiap ff yg kmu buat selalu dapet feelnya 😀

  8. Eeeh gila dewasa bnget kyuuuuu ,,,,, dan saluuuuut buat kegigihan kyu buat supaya sso bisa suka sma dia ,,,, di tunggu ff kyusso2 lainnya ,,, dan moga laptopnya cepat sembuh

  9. Makan sahur sambil baca fic ini dengan airmata bercucuran, huweeeeee….. Abang Dong Haeeee TT_TT fic ini membuat hatiku sakit, tapi tidak berdarah. Lol

  10. bang dongek tewasss π_π

    “Sexy? Jangan bercanda, kau hanya si pria tua dengan perut besar”
    hahahahaha si kunyuk gak sadar kalo dirinya lebih tua dari kyuhyun ya meskipun perutnya kyuhyun emang buncit a
    si -_-

    wahh bener juga ya. kenang dengan cara yg bahagia. bukan menyedihkan

  11. Akhirnya setelah sekian lama ngumpet nongol jg si author kece.
    Oke,, alasan diterima. Hihihi
    Ayo lanjutin ff yg lain,, apalagi destiny sm nappeun snbae.y

  12. seenggaknya ini udah bikin happy tapi yang lain masih ditunggu semua kelanjutannya pake bangetttt
    sempet nangis bentar efek kangen juga ama siikan
    tapi kesedihan ditinggal belahan jiwa pergi itu masih bisa diobati dibanding ditinggal kekasih berkhianat
    nice story
    kaao laptopnya udsh sembuh segera ya destiny ama nappeun sunbae nya

  13. aaaah kyuuuu^^
    kata kata mu ito lohhhh yg bikin cewe melted…. pantes sso akhir nya tersentuh 😀
    btw tragis amat donghae meninggal T.T

  14. Huaaaaa gk kerasa nangis bneran lho gara2 bca ini apalg yg pas Donghae mninggal yaampuunn itu bkin nyesekk 😭😭
    Kyk ngerasain bgt rasanya jd sso hrus dtinggal sama org yg kita cintai😩😩
    Smoga kyu bner2 bsa bkin sso ceria lg tanpa ngelupain donghae *amiinn 😇😇
    Eonninya sukses nih bkin baper skalinya update lngsung bkin sedih 👏👏
    Ditunggu klnjutan story yang lainnya keep fighting ✊✊

  15. Oh jadi gitu yach alasannya, jadi ikutan sedih dan ngerasa bersalah uda selalu nanyain ke chingu kapan ff nya di lanjut, maaf ya thor…. Kembali ke cerita ini, huft sedihnya jika mengingat kisah donghae sang p0lisi muda, rendah hati dan baik budi, pantas kalau so eun tak bisa melupakannya tapi untunglah si evil kyuhyun bisa mengembalikan senyumnya

  16. Huhuhu…awalnya sedih donghae harus mninggal…
    Tapi pda akhirnya kyuhyun datang mengisi hati sso..smoga hbungan mreka kedepannya makin berkembang…akhirnya author update lagi yeaaahh… ditunggu lanjutan ff kyusso yg lain..semangay author ^^

  17. Menanti FF Destiny Kak…

    Semangat aja dehhh !!!

    Pdhal tadi udh mau ngerepet aja..
    Hehehehhe v.v
    habis ilang tiba2 bagai ditelan bumi (?)

    ditunggu keelannjutaannnyaaa yg lainn~

  18. Ini kerennn vrohhh wehhhhhhhhh aku suka aku suka ahhahhaha astaga si hae bener” kasian yehh dan pekerjaanya juga cukup keren sperti skrng dia wamil jdi polisi wehh sungguh tamvan dan seksehhh 😅😅😅
    #very nice

  19. Huaaahh d bikin mewek ama author 😭
    Feel ny dapet banget apalagi pas moment haesso d pantai bikin nangis bneran 😭
    Yeeaayy akhirny kyu mndptkn sso ^^ sso emang harus bngkit n ngjalnn kbahagian brsama orang lain yg bnar2 mncintai ny ☺buat hyukie yg sabar ye bang *puk puk puk 😁
    D tunggu ff destiny ny thor 😉

  20. D bikin nangis bneran ama author 😭 apalagi pas moment haesso d pantai nangis bneran 😭
    Akhirny kyu bisa naklukn sso n ngrubh jalan pikir sso ^^
    Ff destiny ny dg tunggu segera 😉

  21. Moment kyussony kurang bangetttttt…..pdhl yg kutunggu adalh kyusso…ehhh sampe akir mlh larut ma ceritanya haesso, tp gak pa2 deh walau setengah hati tp lumyn buat pnghburan krn author lamaaaaa bgt gak ngepost.

  22. Baguss ceritanyaa! Tapi moment kyusonyakyusonya kurang thor;( terlalu byk nama donghae jadi sedih…
    Tapi ini keren oh ya nappeun sunbaenya dilanjutin dong…

  23. Feel.y dpt bgt ni ff

    Nyesek bgt liat sso trpuruk ma cinta.y pd donghae yg ud tiada
    Tp akhir.y kyu dtg n sso bsa mmbuka hati.y wat cinta yg baru

  24. so eun bener-bener nggak bisa move on dari donghae,, tapi untung aja ada kyuhyun yang sabar sama so eun,, dan akhirnya so eun dapat membuka hatinya untuk pria lain…

  25. Hahaha, kok lebih suka baca curhatannya kim siregar
    Kyu bersaing dengan donghae
    Ngaren sekali ini kalah, biasanya juga selalu menang dari siapapun
    Kyuhyun gitu lho

  26. Hahaha, kok lebih suka baca curhatannya kim siregar
    Kyu bersaing dengan donghae
    Ngaren sekali ini kalah, biasanya juga selalu menang dari siapapun
    Kyuhyun gitu lho

  27. Akhirnya ada story bru lg yeaaaaah , hummm angguk2 ma alasan author yg blg lappy sakit n skg ru sembuh , smoga uthor iso semangat melanjutkan karya karyanya cos aye suka bingid thor hhhhhe walopun lama bakalan ttp di nantikan , makasih dah udeh sempat bikin ff oneshoot ini buat nyenangain hati pr readers mu :*
    Ttp smnagat ya thor , sukses dh buat kuliah n kerjaaan nya aithor … smoga author beres jg ngerjain tgs nya ;*

    Wah ni story bikin sso terlarut dlm kesedihan cos d tinggal hae dg cr yg sedih pula cos hae meninggal karna mau nolng ayah sso n hae kehabisan drah tp untunglah ada kyu yg menyadarkan sso .. jdi tempat terakhir kenangan sso ma hae menjdi tempat terindah setelahnya ketika kyu menyadrkan sso untuk bahagia … tempat itu pula menjdi awal yg bahagia buat kyusso .. ciee kyu iso menunjukan taring nya ketika sso ingin kyu membuat sso iso merasakan jatuh cinta lgi :*
    Aye suka endingnya thor … ni story berasa kisah nyata lo yak ..feel nya kerasa bgr thor …aye suka ♡♡♡♡♡

    Thumbs up (y)
    Banyak jempol gajah buat author (y)
    Ttp smangat ya thor n slalu sukses untuk mu {}

  28. Akhirnya ada story bru lg yeaaaaah , hummm angguk2 ma alasan author yg blg lappy sakit n skg ru sembuh , smoga uthor iso semangat melanjutkan karya karyanya cos aye suka bingid thor hhhhhe walopun lama bakalan ttp di nantikan , makasih dah udeh sempat bikin ff oneshoot ini buat nyenangain hati pr .readers mu :*
    Ttp smnagat ya thor , sukses dh buat kuliah n kerjaaan nya aithor … smoga author beres jg ngerjain tgs nya ;*

    Wah ni story bikin sso terlarut dlm kesedihan cos d tinggal hae dg cr yg sedih pula cos hae meninggal karna mau nolng ayah sso n hae kehabisan drah tp untunglah ada kyu yg menyadarkan sso .. jdi tempat terakhir kenangan sso ma hae menjdi tempat terindah setelahnya ketika kyu menyadrkan sso untuk bahagia … tempat itu pula menjdi awal yg bahagia buat kyusso .. ciee kyu iso menunjukan taring nya ketika sso ingin kyu membuat sso iso merasakan jatuh cinta lgi :*
    Aye suka endingnya thor … ni story berasa kisah nyata lo yak ..feel nya kerasa bgr thor …aye suka ♡♡♡♡♡

    Thumbs up (y)
    Banyak jempol gajah buat author (y)
    Ttp smangat ya thor n slalu sukses untuk mu {}

  29. Ya ampun feelnya ngena bgt,sampe aku jadi ikut nangis pas baca donghae udh gk ada dan pas soeun inget kenangan dia sama donghae dipantai.keren aku suka bgt !~ 😀

  30. nangis….,bgitu besar cinta yg donghae tinggalkan dihati soeun,shg dia tdk bisa mencintai orang lain selain dia…..kepergian donghae hari terakhir dia brsama soeun membuatku sedih,nangis bacany……tp nie ff bikin ngakal jg dgn lelakuan kyu dan unyuk kkkk~~ suka dgn endingny hoho btw welcome back authornim ^_^ ditunggu ffny yg laen…^^

  31. Lagunya Kyuhyun di album AMP yang paling ngena emang Because I Miss You 😂
    Aigoo~ sempet netesin air mata tadi pas scene detik detik terakhir So-Hae *plaak tapi emang sih–disini alurnya kecepetan…

  32. Huahuahuaaa Donghae harus mati ternyata:””
    Gue kira ujungnya bakal cinta bertepuk sebelah tangan ala-ala So Eun yang gabisa ngelupain Donghae gitu.
    Ternyata happy ending sukaaaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s