Action, Friendship, Romance

Stupid Love (1/2)

Cast: Cho Kyuhyun

                Lee Donghae

                Kim So eun

                Lee Hyuk Jae

                Choi Siwon

Warning: TYPO ^o^

 

Story Beginning

07 January 2001

Bocah lelaki yang mengenakan seragam sekolah dasar itu berlari sekuat tenaga yang ia mampu untuk menghindari sekumpulan bocah yang mengejarnya dengan teriakan murka untuk menyuruhnya berhenti. Kaki mungil yang di hiasi dengan sepatu sneekers itu berulang kali terjatuh setiap ada lubang kecil di jalanan sepi yang ia lalui. Wajar saja, jalan yang ia pilih untuk menghindar dari serangan bocah – bocah seumurannya itu adalah jalan gelap yang menuju hutan. Dengan napas tak beraturan bocah itu terus berlari, berdoa dalam hatinya semoga ada orang yang dapat menolongnya. Keringat tak henti – hentinya berkeluaran dari seluruh tubuh bocah itu, sesekali ia melihat kebelakang dan menemukan bahwa keempat bocah itu masih terus mengejarnya dengan suara teriakan yang menyuruhnya untuk berhenti.

Kaki mungil itu akhirnya kembali terjatuh saat ia tak melihat jalan yang dihadapannya sudah mengarah pada jurang. Dengan wajah panik ia berteriak dan detik selanjutnya bocah itu terjatuh kedalam jurang yang gelap dan menakutkan.

Keempat bocah yang sudah sampai di bibir jurang itu tampak begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat. Melihat dengan kedua bola mata yang terbuka lebar menyaksikan sendiri bahwa bocah itu terjun bebas ke bawah jurang sana. Bisa di pastikan bahwa bocah itu tak akan selamat. Ketakutan dan wajah pucat pasi keempatnya tampak menghiasi wajah tampan itu dengan jantung yang berdetak tak karuan.

“Ki… Kita tak membunuhnya, kan?!” suara ketakutan yang terdengar dari salah satu diantaranya memecahkan keheningan malam yang hanya diselimuti oleh deru napas mereka yang putus – putus.

“A… apa yang harus kita lakukan?” suara lain ikut terdengar. Sama halnya dengan suara yang pertama terdengar sangat ketakutan, dan pelan – pelan ia melihat pada bocah yang berada di sampingnya. Bocah tinggi yang juga terlihat ketakutan – sepertinya ia adalah ‘ketua’ dari keempat bocah ini.

“Ini kecelakaan” si ketua angkat bicara seraya matanya masih menatap kebawah sana dengan pandangan ngeri.

Bersamaan ketiga bocah itu melihat wajah ketua mereka dengan pandangan takut dan panik.

“Ta.. tapi… jika kita tidak mengejarnya dia… dia…”

“Kita tidak membunuhnya, tenangkan dirimu Lee Donghae” bentak si ketua seraya menatap wajah pria yang penakut itu dengan wajah yang masih panik. Jujur saja dia juga sangat ketakutan, tapi jika mereka melaporkan hal ini dan menceritakan kejadian sebenarnya mereka pasti akan mendapat hukuman dan dia sangat membenci segala jenis hukum yang ada di dunia ini. Termasuk jika itu ditujukan pada dirinya sendiri.

“Ini kecelakaan. Katakan pada yang lain jika kita hanya melihatnya memasuki hutan” putusnya yang mendapat anggukan dari teman – temannya.

07 January 2016

Ruangan yang penuh dengan suara music yang keras dan bau alcohol itu tampak begitu nyaman bagi orang – orang yang berada di dalamnya. Beberapa pria tua, muda dan wanita – wanita disana tampak menikmati malam ini dengan segala jenis hiburan yang menyenangkan mereka. Dan diantara puluhan orang di ruangan besar ini yang dapat menarik perhatian adalah sekumpulan pria muda kaya yang sedang berada di ruang VVIP yang terlihat bersantai dengan wine dan juga wanita yang berada di samping mereka.

“Sial” umpatan kasar yang keluar dari mulut si penggila seks bernama Lee Hyuk Jae itu terdengar di ruangan ini yang membuat wanita nya berhenti sejenak melakukan aksinya yang sedang menciumi leher jenjang pria tampan ini.

“Ada apa?” Choi Siwon – si pangeran tampan itu terlihat sedikit terusik dengan umpatan tak bersahabat dari Lee Hyuk Jae.

“Kenapa dia tidak mengangkat telepon ku juga” ujarnya dengan kekesalan yang tergambar jelas di wajahnya setiap kali ia menghubungi seseorang dan yang menjawab panggilannya selalu saja si operator. Siwon terlihat menghela napas kecil kemudian melanjutkan kembali cumbuannya bersama wanita nya yang sempat terhenti karena ulah Hyuk Jae.

“Biarkan saja. Si bodoh itu mungkin sedang berkencan dengan buku – bukunya” ujar pria lain yang tampak gemas dengan tingkah sahabatnya itu. Lee Hyuk Jae mendelik tidak suka pada pria itu yang tampak tak mengacuhkan nya lagi dan sibuk kembali dengan wanitanya yang mulai memuaskan dirinya.

“Oppah…” wanita yang menciumi leher jenjang Hyuk Jae tampak gelisah karena Hyuk Jae belum juga menyentuhnya dan lebih sibuk pada ponselnya. Pria itu terlihat mengumpat kesal karena lagi – lagi orang yang ia hubungi tak juga mengangkat panggilannya.

“Aish. Bisakah kau berhenti!” teriak Hyuk Jae pada wanita yang sudah membuka celananya dan siap untuk memainkan permainan dengan pria ini. Tapi sepertinya Mood pria ini sedang tidak dalam keadaan ingin bersenang – senang sebelum panggilannya di jawab oleh orang itu. Lee Donghae – sahabatnya.

“Kau begitu merusak suasana. Kalau kau ingin melihatnya pergi saja” teriak Siwon emosi

“Sepertinya kita harus melihat si kutu buku itu” usulan dari pria yang berada di ruangan yang sama dengan mereka membuat mata Hyuk Jae dan Siwon melotot tak percaya. Dengan sendirinya pria itu menawarkan untuk melihat Lee Donghae ditempat yang sangat ia benci.

“Ye? Kau serius?”

“Apa wanita itu tidak memuaskan mu?”

“Begitulah” jawabnya acuh. Kemudian mengambil jas nya setelahnya ia keluar dari ruangan VVIP ini diikuti oleh Hyuk Jae dan Siwon.

<

Pria itu tampak sibuk dengan rak buku yang berada di depannya. Sesekali ia membenarkan letak kaca mata bulat yang membingkai matanya ketika ia melihat ke bawah mencari buku – buku yang sedang ia cari. Dan ketika matanya menemukan buku tersebut dengan cekatan tangannya kembali mengambil buku tersebut dan membawanya dalam pelukannya. Setelahnya pria itu terlihat menghampiri gadis yang sedang duduk sendirian di perpustakaan ini di malam hari yang begitu dingin.

Tanpa permisi pria itu meletakkan buku – bukunya diatas meja dan mengambil tempat duduk tepat disamping gadis yang sedang focus pada buku nya juga. Pria itu melirik sekilas pada gadis yang mengenakan cardigan merah dan kemeja pendek putih itu dengan senyuman yang terlukis di wajah tampannya. Memperhatikan wajah gadis itu yang terlihat serius pada buku – bukunya, kemudian pria itu juga kembali focus pada buku – buku tebalnya.

“Kenapa kau belum pulang?” pria bernama Lee Donghae itu membuka suaranya ketika mereka sudah hampir terlarut pada bacaan masing – masing.

“Kau sendiri?” gadis itu balik bertanya. Ia kembali melingkari deretan huruf yang berada di buku tebalnya dan setelahnya kembali memahami isi – isi yang berada di dalamnya.

“Aku tidak mungkin meninggalkan gadis ku sendirian di tempat seperti ini pada malam hari” ujarnya yang mendapat kekehan dari gadis disampingnya.

“Ya! Siapa yang menjadi gadis mu, Hah?!” gadis itu menghentikan bacaan nya dan menarik telinga Donghae yang mendapat ringisan kesakitan dari mulut pria berparas tampan itu.

Deringan ponsel yang terletak diatas meja itu membuat gadis bernama Kim So eun itu melepaskan jari – jarinya dari telinga Donghae, membiarkan pria itu mengangkatnya atau tetap membiarkannya berdering terus tanpa mengangkat panggilan yang sudah entah keberapa kali itu berbunyi.

“Kau tidak mengangkatnya lagi?” heran So eun yang menatap teman nya ini dengan wajah sedikit penasaran.

“Biarkan saja” ujarnya di akhiri dengan senyuman manis yang ia berikan pada So eun.

<

“Aish” gerutuan terdengar keluar kembali dari mulut Lee Hyuk Jae

“Tidak di angkat lagi?” Tanya Siwon yang mendapat gumaman dari Hyuk Jae.

“Mungkin si kutu buku itu benar – benar ingin menghindari kita” ujar pria berambut kecoklatan itu dengan senyum sinis nya. Ia mendengus menyadari bahwa pria itu memang benar menghindari mereka.

Terlarut dalam kesunyian gelapnya malam, ketiga pria tampan itu masih belum hendak beranjak dari depan pintu gerbang perpustakaan Negara ini. Menunggu pria bernama Lee Donghae itu untuk keluar dari dalamnya. Bukan tanpa alasan mereka tidak memasuki gedung besar itu, hanya saja pria yang menjadi ketua mereka sangat membenci perpustakaan dan dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya untuk memasuki tempat laknat itu.

Dan beberapa saat kemudian akhirnya penantian mereka berakhir ketika melihat keluarnya pria tampan itu dari gedung yang berada di hadapan mereka membuat Hyuk Jae dan Siwon tersenyum melihat Donghae, beda halnya dengan pria itu yang menatap Lee Donghae dengan pandangan dinginnya dan juga melihat gadis yang berada di samping Donghae, berjalan bersama.

Lee Donghae tampak terkejut melihat kehadiran teman – temannya yang berada di depan gedung ini, terlebih saat melihat wajah dingin pria itu yang menatapnya begitu menusuk dan juga pada gadis yang berada di sampingnya.

“So eun – ah, masuklah lebih dulu” ujar Donghae cepat menyuruh gadis itu untuk masuk kedalam mobilnya. So eun yang memang tak ada niatan ingin membantah Donghae dengan segera menuruti ucapan pria itu, berjalan menghampiri mobil Donghae yang berada di antara mobil – mobil pria yang berdiri didepan nya.

Ketika tangan mungil gadis itu hendak membuka pintu mobil Donghae sebuah tangan besar mencekalnya lebih dulu dan menatap gadis ini dengan seringaian yang menghiasi wajah tampannya.

Dengan segera Donghae berlari menghampiri So eun dan hendak melepaskan tangan pria itu yang memegang tangan So eun, tapi gerakannya terhenti ketika Siwon dan Lee Hyuk jae menahan kedua bahunya.

“Lepaskan!” desisnya marah melihat kedua temannya yang menatapnya dengan gelengan kepala dari mereka. Mata pria itu terlihat menahan emosi ketika ia hendak melepaskan keduanya tapi Siwon maupun Hyuk Jae tak membiarkannya lepas.

Gadis itu terlihat terkejut saat melihat Donghae seperti di hadang oleh kedua pria itu dan matanya yang bulat mengarah pada pria yang sedang memegang tangannya dengan senyuman licik di wajahnya.

Pria itu menarik tangan So eun hingga membuat gadis itu tersentak dan tubuhnya dengan cepat berada begitu dekat dengan pria ini. Sedikit mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah pria yang memiliki tinggi yang lebih darinya. Ia menatap pria itu dengan terkejut sekaligus ketakutan, ketika ia menarik tangannya untuk dilepaskan pria itu malah tak melepaskannya dan menarik tangan gadis itu semakin mendekat padanya.

Melihat ketakutan yang tergambar jelas di wajah So eun membuat Donghae semakin panik, pria itu berusaha keras meronta dari pegangan Siwon dan Hyuk Jae. Tak akan ia biarkan gadis itu menjadi salah satu mainan pria brengsek itu lagi.

“Donghae –ya” So eun memanggil namanya di saat gadis itu benar – benar merasa takut dengan pria ini, bahkan pria itu tak melepaskan sedikitpun matanya dari wajah gadis ini dan terus melihatnya dengan seringaian mengerikan yang membuat So eun semakin ketakutan.

“Kyuhyun lepaskan dia. Bicara saja dengan ku” teriak Donghae yang sudah sangat ketakutan melihat pria itu – Kyuhyun yang tak juga melepaskan So eun.

“Ini tidak akan terjadi jika kau tidak mengabaikan ku” ujarnya dingin tanpa melepaskan pandangannya dari wajah gadis ini.

Donghae terlihat tak begitu terkejut lagi. Sial. Seharusnya dia tidak mengabaikan panggilan mereka, seharusnya dia mengangkatnya hingga membuat pria itu tak menyusulnya ke tempat ini. Seharusnya ia mendengarkan kata – kata So eun untuk menjawab panggilan itu.

“Donghae –ya” So eun kembali memanggil namanya dengan rasa takut saat pria itu semakin menunjukkan seringaian nya pada So eun.

“Baiklah. Aku minta Maaf. Lepaskan dia dan lakukan apapun pada ku” ujar Donghae panik, terlebih mendengar suara So eun yang memanggil namanya begitu manyayat hatinya.

Kyuhyun mendengus, sedikit tersenyum meremehkan. Pria itu menatap Lee Donghae yang berada di antara Siwon dan Hyuk Jae.

“Yaaah Lee Donghae… aku tidak sejahat itu” ujarnya dengan kekehan kecil yang keluar dari mulutnya. Yang membuat Donghae dan So eun semakin takut dengan kekehan kecil yang terdengar begitu mengerikan ditelinga mereka.

“Tapi kurasa sedikit mengajak gadis ini bermain tidak masalah” ujarnya dengan senyuman manis yang sontak saja membuat bola mata Donghae membulat sempurna.

Andwae! Kyuhyun Andwae!” teriaknya yang meronta dari pegangan Siwon dan Hyuk Jae.

“Lepaskan aku brengsek!” teriaknya lagi pada kedua sahabatnya yang dijawab dengan gelengan dari mereka berdua dan wajah yang merasa iba dengan keadaan Donghae saat ini.

Sedangkan So eun yang tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan hanya bisa melihat Donghae dengan raut wajah sedih dan ketakutannya. Melihat Donghae yang bersikeras menginginkannya untuk menjauh dari pria yang masih memegang tangannya ini membuat So eun mengetahui bahwa pria ini bukan pria baik – baik seperti temannya Lee Donghae.

“Wanita itu tidak memuaskan ku” ujar Kyuhyun santai

“Eh?” So eun yang berada di samping pria ini menatapnya ngeri. Apa maksudnya tidak memuaskannya?

“Akan ku carikan yang lain. Lepaskan gadis itu dia bukan wanita seperti itu brengsek!” teriak Donghae emosi yang membuat So eun semakin ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat mendengar teriakan Donghae yang berusaha keras membujuk pria ini untuk melepaskannya. Terlebih kata – kata Donghae yang membuatnya yakin maksud dari ucapan pria ini ingin mengajaknya bermain. Kedua bola matanya terlihat berkaca – kaca dan air mata itu tumpah ketika membayangkan hal yang menakutkan baginya. Seluruh tubuhnya bergetar dan matanya menatap Donghae seolah meminta pertolongan pria itu.

Hati pria itu benar – benar hancur ketika melihat wajah So eun yang begitu memohon pertolongan padanya tapi ia tak bisa melakukan apapun kecuali terkurung diantara tubuh kedua temannya. Mata pria itu terlihat memancarkan emosi yang mendalam pada Kyuhyun yang di balas dengan senyuman menyebalkan di wajah pria itu.

“Jangan menatapku seperti itu. Gadis mu akan ku kembalikan besok pagi” ujarnya dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Dan detik berikutnya Kyuhyun menyeret tubuh So eun memasuki mobilnya yang tentu saja mendapat perlawanan dari So eun. Gadis itu menjerit dan menolak masuk kedalam mobil Kyuhyun, terus memanggil nama Donghae yang terlihat terkena pukulan dari Siwon dan Hyuk Jae. Gadis itu menangis dan terus memanggil nama Donghae hingga ia tak melihat tubuh pria itu lagi yang terus meneriakkan namanya.

Siwon dan Hyuk Jae terlihat begitu frustasi ketika harus melayangkan pukulan pada wajah Donghae. Siwon mengusap wajahnya kasar dan menatap Donghae dengan pandangan bersalah. Pria itu kembali berdiri dan berlari menuju mobil Kyuhyun sebelum pria itu membawa gadis mungil itu, tapi pukulan dari Hyuk Jae menghentikan langkahnya dan membuatnya terjatuh lagi ke tanah.

“Sial!” teriak Hyuk Jae seraya menarik rambutnya kasar saat melihat Donghae sudah terjatuh dan terus memanggil nama So eun. Kedua nya menatap iba pada Donghae yang melihat mobil itu melaju dengan kecepatan penuh. Pria itu meneteskan air matanya saat mendengar suara So eun masih memanggil namanya. Tangannya terulur kedepan seperti ingin menjangkau mobil mewah Kyuhyun, tapi pria itu tak bisa menjangkaunya karena rasa sakit yang ia terima dari pukulan Siwon dan Hyuk Jae mampu membuatnya tak bisa bangun. Pria itu menangis keras di tengah malam yang sunyi ini membuat Siwon dan Hyuk Jae kembali menatap nya dengan rasa bersalah.

Setelah mobil Kyuhyun tak terlihat lagi Siwon dan Hyuk Jae segera menolongnya yang mendapat amukan dari pria kutu buku ini.

Bodoh.

Seharusnya dia bisa menguasai ilmu bela diri sama seperti ketiga teman brengseknya. Seharusnya ia bukan Lee Donghae si kutu buku. Seharusnya ia bukan Lee Donghae yang memiliki teman seperti mereka. Dan yang terpenting seharusnya ia bukan Lee Donghae si tuan muda.

<

Lelaki itu menghentikan laju mobilnya ketika ia sudah tiba di depan Villa yang berada di sudut kota Seoul ini. Membuka pintu tempat gadis itu duduk dan kembali menarik tangan gadis itu untuk masuk kedalam Villa besar ini.

So eun terus meronta, berharap ia bisa lolos dari pria ini dan suaranya terus mengeluarkan kata ‘tolong’ dan berteriak histeris berharap seseorang akan menolongnya. Tapi sekuat apapun gadis ini berteriak sepertinya tak ada yang akan menolongnya di malam yang mengerikan ini.

Kyuhyun menghempaskan tubuh So eun diatas sofa nya dan menatap gadis ini dengan seringaian menakutkan di wajahnya. So eun dengan segera berdiri dan hendak berlari dari rumah besar ini tapi tangan Kyuhyun lagi – lagi mencekalnya. Pria ini tersenyum mengejek pada So eun.

“Teruslah berteriak sampai suara mu habis. Tidak akan ada yang bisa menolong mu malam ini” ujarnya yakin. So eun semakin merasa ketakutan, gadis ini kembali meneteskan air matanya yang menghasilkan senyuman licik di wajah Kyuhyun.

“Aku akan membiarkan mu pulang besok pagi. Hanya malam ini puaskan aku seperti kau memuaskan si kutu buku itu” ucap Kyuhyun tenang yang membuat kedua bola mata gadis ini melebar.

“Apa?”

“Melihat dari caranya membela mu mati – matian aku yakin kau pasti sangat memuaskannya” lanjutnya

So eun tak bisa berkata apapun, ia terlalu terkejut dengan penuturan brengsek pria ini yang merendahkan harga dirinya.

“Tenang saja, setelah ini kau bisa kembali menjadi pelacur nya. Hanya malam ini. Puaskan aku”

Plak

Tamparan itu mendarat mulus di pipi kiri Kyuhyun. Pria itu terihat mengeraskan rahangnya dan menatap So eun dengan mata yang menggelap. Baru kali ini ia mendapatkan tamparan di wajahnya oleh seorang wanita sialan.

“Aku bukan pelacur” ujarnya dingin dengan mata memerah menahan amarah.

Kyuhyun mendengus. Habis sudah kesabarannya terhadap gadis ini. Dengan kasar ia mencengkram kedua bahu So eun dan menatapnya dengan mata yang menggelap.

So eun meringis merasakan sakit yang ia rasakan di kedua bahunya. Kembali menatap Kyuhyun dengan takut.

“Kau tak akan bisa lolos” geramnya.

Dengan kasar Kyuhyun menghempaskan tubuh So eun kembali ke sofa miliknya, membuka paksa baju gadis itu yang terus mendapat penolakan dari So eun, bahkan ia tak perduli dengan jeritan gadis ini. Telinga nya seolah tuli mendengar suara tangis So eun, yang ada di pikirannya saat ini bagaimana harus memberikan hukuman pada gadis yang sudah memberikan tamparan di wajah tampannya.

So eun menatap ngeri Kyuhyun yang berada di atasnya, pria itu dengan cepat melucuti pakaiannya dan meninggalkan pakaian dalam nya saja yang ia yakin cepat atau lambat pria itu juga pasti akan melepaskannya. Merobeknya seperti cardigan dan kemeja yang tak berbentuk lagi.

Berulang kali So eun meronta dan ingin lepas dari bawah Kyuhyun tapi tetap saja ia tak berhasil terlebih pria ini mengunci pergerakan kaki So eun dengan kedua kakinya yang mengapit erat kaki mungil gadis ini. Belum lagi Kyuhyun yang duduk diatas perutnya terlihat menikmati perlakuannya yang menyentuh tubuh gadis ini dengan begitu bebas tanpa memperdulikan tangisan So eun yang terdengar begitu menyedihkan.

Seperti setan. Itulah gambaran Kyuhyun saat ini, ia tanpa rasa kasihan sedikitpun merobek celana dalam gadis itu dan dengan cepat membuka seluruh pakaiannya. So eun tak bisa bergerak lagi karena begitu lelah dengan perlakuan Kyuhyun terhadapnya, gadis itu hanya bisa diam sambil terus mengeluarkan air matanya. Dengan cepat Kyuhyun memasukkan tubuhnya pada tubuh So eun yang membuat gadis itu kembali berteriak dan menangis di saat yang bersamaan.

Tak perduli dengan kesakitan gadis itu, bagi Kyuhyun ini adalah seks ternikmat yang ia rasakan meskipun gadis itu tak memberikannya service yang biasa ia terima, tapi dengan miliknya yang berada di dalam milik gadis itu membuatnya tenang dan lega sekaligus. Merasakan kepuasan yang begitu nikmat ketika ia bergerak cepat dan mendapatkan pelepasannya. Berulang kali hingga ia juga mendengar gadis dibawahnya ini mendesah nikmat mulai menghilangkan rasa sakit itu dari nya.

Dan malam ini, So eun harus merelakan keperawanannya pada pria yang tidak ia ketahui siapa namanya.

<

Gadis itu melangkah dengan kaki lemas dan lesu, berjalan melewati jalanan yang dihiasi dengan pohon – pohon tinggi di sekitar jalanan sepi di pagi hari ini. Matahari belum memperlihatkan wujudnya di balik bukit sana, sinar nya yang ke emasan masih terhalang oleh bukit – bukit tinggi dan gunung di sebelah timur sana. Dengan pakaian yang berantakan gadis itu terus berjalan dengan langkah gontai dan air mata yang tak pernah berhenti mengalir membasahi pipi mulusnya.

Cukup lama ia berjalan di jalanan sepi ini, bahkan ketika matahari sudah memperlihatkan wujudnya jalan ini tetap saja sepi dan tak ada satupun rumah yang berada di jalanan ini. Ia terus berjalan melangkah menjauh dari tempat dimana pria yang sudah mengambil keperawanannya itu berada. Air mata gadis itu seolah tak bisa berhenti dan terus mengalir dengan suara isakan kecil yang keluar dari mulut tipis nya.

Sebuah mobil putih yang melaju cepat kearahnya membuat langkah gadis ini terhenti dan menatap nanar mobil yang melaju kearahnya. Tepat di depan gadis ini, mobil itu berhenti dan seseorang yang ia kenal keluar dari dalamnya membuat gadis itu bisa sedikit bernapas lega dan air matanya kembali mengalir deras melihat tatapan terluka pria itu terhadapnya.

“Ya tuhan Kim So eun” seru pria itu panic dan segera membawa So eun dalam pelukannya. Tak bisa ia tahan lagi suara tangis nya – gadis itu menangis keras seraya membalas pelukan pria itu – sahabatnya Lee Donghae. Ia bahkan mencengkram erat baju pria itu seolah ia tak ingin melepaskan pria ini.

Mengetahui tubuh gemetar So eun dan rasa takut yang ada pada diri gadis ini membuat Donghae lagi – lagi meringis kesakitan menyadari hal mengerikan apa yang telah terjadi pada gadis ini. Baru kali ini ia mendengar gadis ini menangis kesakitan selama ia mengenal gadis yang selalu penuh dengan senyuman dan keceriaan ini.

Pria itu bersumpah akan membalaskan rasa sakit gadis ini pada Cho Kyuhyun. Sekalipun ia harus kehilangan nyawa nya.

.

.

.

Pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk kecil yang berada di kepalanya, mengusapkan benda lembut itu secara acak untuk mengeringkan rambut nya. Menutup pintu nya kemudian berjalan kearah lemarinya mengambil baju ganti untuk nya. Gerakan tangannya terhenti saat ia mengingat sesuatu. Berbalik melihat ranjangnya dan menemukan ranjang itu sudah kosong dan hanya meninggalkan tempat itu terlihat berantakan.

“Jadi dia sudah pergi” ujarnya pelan. Dan tak sengaja mata pria itu melihat dompet gadis yang ia tiduri semalam berada di lantai dekat ranjangnya. Ia mendekati benda itu dan membuka isinya. Melihat poto gadis itu didalamnya dan melihat nama gadis itu yang tercetak jelas disana.

“Kim So eun” ia membaca nama itu pelan “Kau bahkan meniduri gadis yang tak kau tahu namanya Cho Kyuhyun” lanjutnya dengan kekehan geli. Senyum miringnya tercetak jelas ketika ia mengingat percintaannya semalam dengan gadis mungil itu. Ketika ia begitu dengan kasar nya memaksa gadis itu dan merobek vaginanya secara kasar dan keras membuat ia merasakan kenikmatan itu untuk pertama kalinya.

Sial.

Mengingatnya saja sudah membuat adik kecilnya yang terbalut boxer itu kembali menegang. Sepertinya ia harus kembali mandi lagi di pagi hari ini.

<

Dua minggu sudah sejak kejadian mengerikan yang dialami oleh So eun. Gadis itu sekarang ini lebih banyak diam dan tak suka berbicara pada orang lain. Jika biasanya ia begitu ramah pada tetangga di perkompleksan rumah nya kini gadis itu bahkan terhitung dengan jari ia menyapa para tetangga nya selama dua minggu ini. Wajahnya semakin hari terlihat mengurus dan lingkaran di bawah matanya sudah terlihat sangat tebal. Sepertinya ia tidak bisa tidur semenjak kejadian mengerikannya bersama pria yang tak ia kenal. Gadis itu tampak bekerja sangat keras seperti tak mengenal waktu dan seolah hari ini adalah hari terakhir baginya untuk bekerja hingga ia tak bisa menghentikan dirinya untuk tidak bekerja.

Donghae – pria yang menjadi teman baiknya selalu berkunjung ke rumah So eun hampir setiap hari dan dia selalu mendapatkan perlakuan dingin gadis itu terhadapnya. Tak seperti dulu lagi, ketika Donghae menghampirinya ia akan tersenyum senang dan menyambutnya ramah kemudian mereka akan mengobrol tentang buku – buku yang mereka pelajari. Tapi sekarang ini, gadis itu terlihat tak begitu menghiraukan kehadiran Donghae dan hanya berbicara ketika ia ditanya oleh pria tampan itu.

“Mau pergi liburan?” tawar Donghae pada So eun yang duduk lumayan jauh darinya. Gadis itu juga selalu menghindar dari setiap lelaki yang mencoba mendekatinya. Pernah beberapa hari yang lalu Donghae masuk kedalam kamar gadis ini ketika So eun mencarikan buku yang ingin ia pinjamkan pada Donghae dan pria itu bermaksud untuk membantunya mencari buku tersebut, tapi bukannya senang So eun berteriak histeris ketika Donghae berada begitu dekat dengannya, hanya berjarak 5 langkah dari tempatnya berdiri. Ia menangis dan menjerit histeris melihat Donghae yang mendekatinya bahkan ketika pria itu mencoba menenangkannya ia semakin menjerit, menutup kedua telinganya seraya berjongkok dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya kemudian berteriak histeris lagi setiap Donghae mencoba mendekat padanya.

Melihat keadaan So eun saat itu benar – benar membuat Donghae yakin bahwa gadis ini sangat membenci kelakuan Kyuhyun terhadapnya. Gadis itu menangis histeris untuk pertama kalinya ia lihat. Hampir selama 2 tahun mereka bersama ia tak pernah melihat gadis ini menangis tapi karena kejadian mengerikan itu harus membuatnya seperti gadis gila yang selalu menjerit ketakutan hampir disetiap malamnya. Donghae benar – benar terkejut melihat keadaan So eun saat itu, ia bahkan menemani gadis itu dan memutuskan untuk menginap di rumah So eun. Tapi semalaman ia tak bisa tidur karena terus mendengar suara jeritan So eun, ketika ia berlari ke dalam kamar gadis ini So eun terlihat berjongkok dipojokan kamarnya seraya menjerit dan menangis lagi.

Gadis itu tidak pernah lagi nyaman dalam tidurnya, yang ada ketika ia menutup kedua matanya bayangan mengerikan itu akan langsung hadir di dalam mimpinya. Bagaikan mimpi buruk.

“Tidak. Aku harus membersihkan rumah ku” ujarnya datar seraya memandang halaman rumah kecilnya yang ditumbuhi oleh bunga – bunga dan rerumputan hijau yang terawat. Senyum gadis itu tak pernah lagi terlihat oleh Donghae semenjak dua minggu yang lalu. Gadis ini memang lebih banyak mengurung diri di rumah karena ia belum bisa bertemu dengan orang – orang di luar sana yang mungkin akan membuatnya takut. Dunia luar terlalu mengerikan. Ia lebih aman tinggal di rumah kecilnya yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

“Kurasa kau perlu ke rumah orang tua mu” usul Donghae. Mata kosong gadis itu terlihat berhenti bergerak kemudian beberapa detik selanjutnya bola mata itu terlihat bergerak lagi.

Tak ada jawaban dari So eun. Ia hanya terus memandang halaman rumah kecilnya dalam diam. Membiarkan Donghae menatapnya dengan tatapan iba dan marah yang terpancarkan dari bola mata pria itu.

Keduanya terdiam dalam kebisuan, So eun yang tetap memandang halaman rumahnya seperti mayat hidup. Ia benar – benar seperti wanita tak terawat sekarang ini. Sedangkan Donghae masih tetap memandang wajah So eun yang terlihat jauh dari kata baik – baik saja.

“Sepertinya teh mu sudah habis” ujarnya pelan seraya beranjak dari duduknya, mengmabil gelas Donghae dan membawanya ke dapur. Menambah isi gelas itu. Donghae tak berniat menolaknya, ia masih terus memandangi punggung gadis itu hingga akhirnya tubuh So eun menghilang di balik pintu yang memisahkan ruangan tempat Donghae berada ke ruangan dapur.

Prang!

Dengan cepat Donghae berdiri mendengar suara pecahan yang berasal dari dapur, ketika ia membuka pintunya dapat ia lihat bahwa gadis itu sudah menangis dengan darah yang membasahi pergelangan tangannya menggunakan pecahan kaca gelas Donghae.

“Kim So eun!” teriaknya marah melihat kelakuan So eun yang lagi – lagi melukai diri nya sendiri. Ia menghampiri gadis itu tapi belum sempat ia meraih pecahan gelas yang berada di tangan So eun, gadis mungil ini kembali menjerit histeris melihat Donghae yang mendekatinya. Ia menangis lagi tanpa memperdulikan rasa sakit di pergelangan tangannya yang berlumuran darah.

“Donghae –ya… selamatkan aku” ujarnya dengan suara seraknya yang terus menangis dan memandang Donghae ketakutan.

“Aku benar – benar ingin mati… tapi ibuku… dia…” ia menangis lagi, akal sehatnya masih berfungsi disaat seperti ini ketika ia mencoba membunuh dirinya sendiri. Bayangan orang tuanya yang menangisi kematiannya membuat So eun tak tega jika ia harus membunuh dirinya sendiri. Mungkin dengan menderita seumur hidup lebih menyenangkan dari pada harus melihat ibunya meneteskan air mata.

Tapi gadis itu hanya gadis muda yang tak kuat dengan keadaan nya yang sekarang ini. Ia benar – benar lemah dan tak memiliki kekuatan untuk melewati penderitaan hidupnya ini. Dia hanya seorang gadis biasa yang bisa terluka.

“Donghae… kumohon… selamatkan aku…” air matanya tak pernah bisa berhenti mengalir. Ia terus terisak dan menjerit ketika bayangan malam itu kembali berputar dalam otaknya.

Donghae benar – benar terkejut mendengar permintaan So eun yang mengharapkan bantuannya. Pria itu menegang melihat So eun yang tampak menderita dihadapannya. Tak ada yang bisa ia lakukan, ia hanya dapat menonton gadis itu dengan segala kesakitannya. Padahal ia begitu dekat dengan So eun tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Benar – benar menyedihkan.

<

Lelaki tampan yang berada di ruangan VVIP klub malam ini tampak terlihat mendesah kasar karena perlakuan wanita yang selalu mencoba membangkitkan gairahnya malam ini. Ia terlihat kesal karena wanita itu tak juga bisa membuatnya bergairah seperti malam – malam sebelumnya. Seperti sebelum kejadian dua minggu yang lalu. Ya, sejak ia menyentuh gadis perawan itu pria bernama Cho Kyuhyun ini entah kenapa tidak bisa lagi merasakan yang namanya kepuasan. Dia hampir gila karena setiap wanita yang menyentuhnya tak membuatnya bergairah, bahkan ia hanya mengharapkan kekasih Lee Donghae itu berada di bawahnya.

Sial.

Bagaimana bisa ia terjerat dengan gadis perawan itu.

Brak!

Pintu ruangan VVIP ini terbuka lebar dan memperlihatkan sosok Lee Donghae yang berdiri dengan tatapan mematikannya yang ia tujukan pada Kyuhyun. Lelaki itu Cho Kyuhyun tampak biasa saja, sedangkan wanita yang berada diatasnya terlihat membenarkan letak dress mini nya yang tampak kusut dan segera wanita itu keluar dari dalam ruangan ini sebelum terlibat perkelahian diantara kedua lelaki tampan itu.

Cho Kyuhyun berdecak kesal melihat kelakuan Donghae yang mengganggu aktivitas malamnya. Pria tampan bermarga Cho itu menatap garang Donghae yang memberikan tatapan yang sama pada dirinya.

“Apa yang kau lakukan?” sinis Kyuhyun tak terima dengan kehadiran Donghae yang selalu hadir di saat yang tidak tepat.

Lee Donghae tak menjawab matanya masih menampilkan kemarahan yang besar pada pria yang duduk dengan santainya di atas sofa cokelat itu dengan tenang, berbeda dengan Donghae yang sudah menahan emosinya untuk tidak memukul Kyuhyun. Meskipun dapat dipastikan bahwa pria pendek ini pasti akan mendapatkan luka lebih besar daripada saat ia memukul Kyuhyun.

Beberapa detik kemudian tampak Lee Hyuk Jae dan Choi Siwon berlari menghampiri keduanya dengan napas terburu – buru. Kedua lelaki tampan itu terlihat berdiri dibelakang Donghae bersiap memegang pria pendek itu jika ia melakukan sesuatu yang bodoh lagi.

“Lee Donghae” Kyuhyun mendesahkan nama pria itu dengan berat. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri si pewaris dari group LDH itu dengan gaya khas miliknya. Mendelik tidak suka pada Donghae ketika ia berada di hadapan pria ini. Saling melemparkan tatapan mematikan diantara keduanya. Hyuk Jae dan Siwon tampak sedikit pucat ketika melihat Donghae dan Kyuhyun sudah seperti akan melakukan ‘perang’ lagi diantara keduanya.

“Kenapa kau selalu membuatku kesal” desisnya angkuh. Kemudian ia mendengus. “Apa kau ingin memberikan pelacur mu itu lagi padaku”

Pernyataan Kyuhyun itu membuat emosi Donghae keluar dan hancur sudah pertahanannya untuk tidak memukul pria berwajah tampan ini. Ia mengumpat seraya melemparkan tinjunya pada wajah Kyuhyun. Walaupun pria pendek ini tidak menguasi ilmu bela diri sebagus ketiga temannya, tapi pukulan yang ia berikan pada Kyuhyun cukup membuat Kyuhyun mengeluarkan darah dari sudut bibir nya.

“Kau benar – benar bukan manusia Cho Kyuhyun!” teriak Donghae seraya kembali melemparkan pukulannya pada Kyuhyun, tapi tinju pria itu tidak lagi mengenai wajah tampan Kyuhyun, ia kalah cepat dari gerakan Kyuhyun yang begitu gesit dan sebaliknya Donghae merasakan perutnya mendapatkan pukulan yang begitu keras di bagian perutnya. Tinju Kyuhyun sudah lebih dulu mengenai perut Donghae sebelum tinju Donghae mengenai wajah tampan pria bermarga Cho itu.

Sekali pukulan, dan Donghae merasakan sakit di perutnya karena tinju Kyuhyun, sedikit membungkuk pria malang itu masih dengan melemparkan tatapan marahnya pada Kyuhyun yang dibalas dengan tatapan dingin pria itu.

Hyuk Jae dan Siwon tampak terlihat terkejut dan tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan keduanya. Mereka terlihat sangat kalut melihat kelakuan kedua bersahabat itu. Walaupun sejak dulu pendapat keduanya selalu tidak pernah sama, tapi tak membunuh rasa sayang dan persahabatan diantara mereka berdua. Dan perkelahian mereka saat ini menandakan bahwa masalah ini cukup serius. Sangat serius sehingga Lee Donghae si pria dengan senyum ramah itu tampak begitu mengerikan ketika melihat Kyuhyun. Ia bukan seperti Lee Donghae yang selalu mengalah, ia terlihat lebih…. Berbeda.

“Ku lihat kau sudah semakin kuat” komentar Kyuhyun setelah ia memandangi wajah Donghae yang masih mengeras. “Apa kau melakukan latihan untuk membela gadis mu itu” lanjutnya yang semakin membuat Donghae menatap marah padanya, seolah mengingatkan bahwa tujuannya datang menemui Kyuhyun adalah untuk membalaskan rasa sakit gadis malang itu.

Mata pria pendek itu semakin memerah seperti ingin meneteskan air matanya. Perlahan ia berdiri berhadapan dengan Kyuhyun yang masih menatap dingin padanya. Lama ia memandangi wajah Kyuhyun yang begitu keras dan dingin, sangat lama seperti membayangkan wajah Kyuhyun kecil ketika mereka selalu bermain bersama. Melakukan kegiatan bersama, bahkan melakukan kejahatan bersama. Dan selama yang ia ingat pria itu selalu menang, dan perintahnya tak pernah bisa dibantah. Selamanya selalu seperti itu hingga kejadian mengerikan itu pun terjadi tak ada satupun yang bisa mencegahnya. Sekali pun Donghae sangat ingin menyelamatkan gadis itu dari mimpi buruknya, tapi tetap saja dia tidak bisa.

Selamanya ia tak akan bisa menang melawan pria ini.

Tidak akan bisa.

Bugh

Donghae menjatuhkan dirinya dihadapan Kyuhyun, berlutut seraya memandang lantai itu dengan tatapan sayunya. Berapa keras pun ia berpikir ia tidak bisa menemukan cara untuk menang melawan Kyuhyun. Tidak bisa. Ia hanya pria lemah yang tak akan pernah bisa menang melawan seorang Cho Kyuhyun.

Melihat Donghae yang berlutut di hadapan Kyuhyun membuat Hyuk Jae dan Siwon tampak begitu terkejut, sedangkan Kyuhyun tampak dingin memandangi sahabatnya ini.

“Kyuhyun –ah” ia berucap dengan nada bergetar. Kyuhyun memandangnya dalam diam dan tak menyahuti panggilan Donghae terhadapnya. Panggilan yang sudah sangat lama tak ia dengar dari Lee Donghae.

“Kumohon… bisakah kau menolongnya” setetes air bening itu terjatuh dari sudut mata hitamnya. Membayangkan penderitaan gadis itu. Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tak mengerti dengan permohonan Donghae.

“So eun…” mendengar nama gadis itu keluar dari mulut Donghae membuat Kyuhyun menegang dan perlahan mata elang yang tajam itu mulai melembut melihat Donghae yang masih berlutut dihadapannya.

“Kumohon selamatkan dia Kyuhyun –ah” ujarnya seraya terisak pelan. Kyuhyun semakin memandangnya tidak mengerti. Kenapa gadis itu harus diselamatkan, apa yang sedang terjadi dengan gadis itu? Pertanyaan itu memenuhi kepala Kyuhyun dan ia tak bisa menemukan jawabannya.

“Sejak kejadian itu… dia… dia seperti mayat hidup” dan ucapan Donghae menjawab seluruh pertanyaan yang ada di kepala Kyuhyun. “Kumohon… selamatkan dia” pintanya lagi dengan suara seraknya.

Hyuk Jae dan Siwon tampak begitu terkejut mendengar permohonan Donghae yang terasa begitu pilu di telinga mereka. Membayangkan bagaimana kehidupan gadis itu setelah Kyuhyun melalukan sesuatu yang sangat salah terhadapnya, pastinya hidup So eun sangat berat dan tekanan yang didapat gadis itu bukanlah hal biasa karena harus membuat Donghae terlihat begitu frustasi tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi hingga ia memohon kepada Kyuhyun seraya berlutut dihadapan pria ini.

Cho Kyuhyun – tak ada yang bisa menebak apa yang ada di pikiran pria dingin itu, ia hanya diam dan memandangi Donghae dengan tatapan datar miliknya. Seolah permohonan Donghae bukan sesuatu yang sangat besar.

Apapun akan ia lakukan untuk membuang mimpi buruk So eun. Sekalipun harus berlutut di hadapan Kyuhyun. Donghae mengetahui dengan pasti bahwa ia tak bisa mengalahkan Kyuhyun dan mungkin untuk urusan yang satu ini juga ia tak bisa mengalahkan Kyuhyun dan membantu So eun agar mendapatkan kembali kehidupannya yang sempurna. Dan untuk gadis itu dia rela melakukan segalanya, untuk kehidupan So eun yang bahagia akan ia lakukan. Sekalipun harus mengorbankan harga dirinya.

Bagaimana bisa kau mencintai nya begitu dalam Lee Donghae. Bahkan kau berlutut dihadapanku hanya demi gadis itu.

<

Kim So eun terlihat keluar dari dalam rumahnya dengan kantong plastik berukuran besar yang berada di sebelah tangannya. Gadis itu tampak berjalan dengan kepala menunduk di sore hari ini, ia membiarkan rambut indahnya tergerai begitu saja tanpa diikat. Beberapa anak kecil yang melihat sosok So eun tampak terlihat terkejut dan ketakutan saat melihat gadis yang biasanya selalu mengajak mereka bermain di perkompleksan rumah ini. So eun tak memperdulikan tatapan aneh bocah – bocah cilik itu bahkan ada diantaranya yang mengejek So eun seperti hantu karena rambutnya yang dibiarkan terurai. Tapi gadis itu seperti tuli dan tidak mendengarkan ejekan yang diberikan oleh anak tetangganya. Ia terus berjalan hingga menghampiri tong sampah besar di hadapannya. Kemudian gadis itu membuang sampah yang berada di tangannya.

Ia memandang tong sampah itu sejenak, memandanginya dalam diam dan matanya terlihat membayangkan sesuatu yang mengerikan lagi kemudian ia segera menundukkan wajahnya mencoba menghalau ingatan buruk itu yang kembali hadir.

Andaikan saja kenangan buruk itu bisa dibuang dengan begitu mudahnya seperti sampah yang ia buang seperti tadi mungkin hidupnya tidak akan seperti ini.

So eun membalikkan langkahnya untuk menuju rumahnya yang nyaman, dan baru beberapa langkah saja ia menghentikan kakinya yang bergerak dan mendapati wajah pria yang sangat ingin ia hindari dalam hidupnya. Kenangan mengerikan itu berputar cepat dimatanya ketika melihat sosok pria brengsek itu yang sedang tersenyum kepadanya. Dan beberapa saat kemudian kesadaran gadis ini menghilang.

Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya lagi.

.

.

.

Terbangun dalam ruangan yang begitu asing baginya, matanya menatap langit – langit yang berbeda dari langit – langit didalam rumah sederhananya. Kepala gadis itu sedikit sakit ketika ia mencoba untuk bergerak dan bangun dari tidurnya yang terasa sedikit nyaman. Terang saja, hampir selama dua minggu ini dia tidak pernah tidur dan ini pertama kalinya ia merasakan tidur dan bangun di tempat yang tidak ia ketahui.

Dengan perlahan So eun mendudukkan tubuhnya diatas ranjang dengan matanya yang menunduk melihat selimut abu – abu tebal yang membalut pinggang sampai kakinya. Perlahan jemari gadis berambut ikal ini menyentuh pelan selimut tebal itu yang terasa begitu lembut. Kemudian ia menyingkirkannya secara perlahan dan berjalan keluar dari dalam kamar yang entah siapa pemiliknya.

Kaki pendek dengan telapak kaki yang telanjang itu berjalan pelan keluar dari ruangan ini, ia berhenti sejenak ketika keluar dari kamar besar tersebut, menatap ruangan besar yang berada di bawahnya. Ternyata ia tidur dilantai dua, dengan pandangan yang masih datar So eun menuruni anak tangga secara perlahan.

Beberapa saat setelah kaki mungilnya berada di lantai satu, suara bass seorang pria mengagetkan langkah So eun yang hendak keluar dari dalam rumah ini.

“Kau sudah bangun” sapaan itu membuat So eun membalikkan badannya kebelakang melihat orang yang sudah membawanya ketempat yang tak ia kenal.

Ketika mata bulat gadis itu menatap sosok pria yang baru saja keluar dari dalam dapur dengan segelas jus yang berada di tangannya tiba – tiba saja seluruh badan So eun menegang dan napasnya seperti berhenti menatap lelaki yang tersenyum tipis padanya.

Kyuhyun melangkah mendekat pada So eun, tapi dengan gerakan cepat So eun melangkah mundur setiap Kyuhyun hendak mendekatinya. Tubuhnya tampak bergetar karena ketakutan, bola matanya bergerak gelisah tak berani memandang wajah Kyuhyun. Wajah putih So eun tampak semakin memucat dan tanpa terasa matanya memanas karena menahan tangisnya.

Kyuhyun menghentikan langkahnya mendekat pada gadis ini, ia menatap So eun lekat, memandangi wajah cantik itu yang memucat karena melihatnya, mendapati tubuhnya yang bergetar dan kedua tangan yang berada di sisi kedua tubuhnya tampak mencengkram erat T – Shirt yang ia kenakan. Dan ketakutan jelas sekali terlihat di wajah cantiknya.

Donghae benar. Gadis ini ketakutan dengan mimpi buruk yang telah ia berikan pada gadis malang ini.

Kyuhyun berdehem sejanak sebelum menormalkan kembali suara dan wajah dinginnya.

“Kau mau makan. Kebetulan aku baru saja memesan Jajjangmyeon” ujarnya seraya meminum jus yang berada di gelasnya. Matanya tak pernah berhenti menatap wajah ketakutan So eun.

So eun menggeleng menolak ajakan Kyuhyun untuk makan bersama. Gadis itu ingin cepat keluar dari tempat ini. Dia begitu ketakutan sampai tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Baiklah” ucap Kyuhyun acuh menganggukkan kepalanya yang mengerti dengan tolakan So eun terhadapnya. Pria tampan itu berjalan menuju ruang makannya.

“Ma… maaf… Tu – Tuan –“

“Kyuhyun” lanjut Kyuhyun memberitahukan namanya pada gadis ini. “Panggil aku Kyuhyun”

Kyuhyun membalikkan langkahnya dan menatap gadis itu yang masih mengeluarkan keringat dingin dengan wajah yang terus menunduk dan bola mata yang bergerak gelisah.

“A – aku – aku… ingin pulang” ujarnya pelan. Ia tak berani melawan ataupun mengumpati Kyuhyun. Takut kejadian mengerikan itu akan terulang jika ia melawan Kyuhyun. Ia terlalu takut pada pria ini.

Terdengar helaan napas Kyuhyun yang berat, ia berdecak sambil menggelengkan kepalanya mendengar permintaan So eun. Jujur saja ia sudah tidak terkejut ketika So eun meminta untuk pulang.

“Aku tidak tahu jalan kerumah mu” ujarnya asal.

“A – aku… bisa pulang sendiri” ucap So eun pelan.

“Di tengah malam seperti ini?” Tanya Kyuhyun dengan nada terkejut. Kemudian ia bergidik ngeri. “Sekedar informasi saja nona Kim, setelah kau melangkahkan kaki mu keluar dari rumah nyaman ku ini, kau akan menemukan beberapa pria gila yang selalu haus akan sentnuhan wanita. Dan saat mereka melihat mu, aku tak yakin kau bisa tiba dirumah mu malam ini” lanjut Kyuhyun panjang lebar seraya bergidik ngeri. Mencoba menakuti So eun.

Benar saja, gadis itu terlihat lebih ketakutan dan wajahnya semakin memucat. Sebenarnya Kyuhyun sangat tidak ingin membuat So eun ketakutan, ia hanya ingin membantu gadis ini. Seperti permohonan Donghae padanya. Dia yang memulainya, jadi dia yang harus mengakhirinya. Dia yang memberikan rasa sakit itu pada gadis ini jadi dia juga yang harus menghapusnya.

Dan dia masih seorang pria yang memiliki hati untuk menghapus luka besar yang ia tinggalkan pada gadis polos dan malang ini.

“Ka… kalau begitu… bisakah aku meminjam ponsel mu. Aku akan menghubungi –“

“Donghae sedang berada di China. Kau ingin memintanya pulang dari China hanya untuk menjemput mu disini?!” ujar Kyuhyun cepat memotong ucapan So eun yang belum ia selesaikan. Gadis itu bicara terlalu lambat dan sangat pelan.

Senyum tipis Kyuhyun tercetak jelas ketika melihat So eun bungkam, tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Sepertinya gadis ini sudah kehabisan alasan untuk segera keluar dari rumah Kyuhyun, bahkan setiap alasan yang ia berikan dengan cepat di bantah oleh pria ini dengan sikap tenangnya. Mungkin terjebak dengan Cho Kyuhyun sekali lagi benar – benar akan membuat hidup gadis ini hancur selamanya. Atau mungkin saja terjebak dengan Cho Kyuhyun sekali lagi tidak seburuk saat yang pertama kalinya. Bisa saja dengan ini kehidupannya akan lebih baik atau mungkin lebih buruk dan mengerikan.

TBC

 

Advertisements

61 thoughts on “Stupid Love (1/2)”

  1. Hoaaaa bgmn inii….? Cara kyuhyun menoling so eun gmn sih.. ?lah klo kyu jatuh cinta ke soeun gimana…?????

  2. kyu jahat dan tega banget ma so eun,moga aja niatan kyu nolong so eun juga bisa membuat kyu berubah

  3. Kyu parah bangettt.. trauma bikin soeun sampe stress gitu jadinya.. kasian kan diaa.
    Donghae di china, kerjaan kyuhyun kah?
    Apa yang bakal kyu lakuin ke so soeun biar dia lepas dari traumanya?
    Si donge ampe berlutut gitu, cinta banget sama soeunn😢😢😢😢

  4. sekejam itu ya kyu sama eunnie anyway tersentuh banget pas part donghae berlutut demi eunnie, masih agak ga paham sih soal awal ceritanya tapi pas bagian mereka berempat ketemu sama eunnie baru ngeh ceritanya hhaha

  5. kyuhyun jahat banget, gara-gara dia so eun jd trauma, aku baca ff ini jadi sedih…aku reader br ijin baca dan salam kenal

  6. Kyu kejam banget hingga meninggalkan trauma yang mendalam pada So eun. So eun sampai stress berat dan selalu ketakutan. salut sama Donghae yang sampai memohon pada Kyu untuk menghilangkan duka So eun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s