comedy, Friendship, Romance, School Life

Challenge

Cast:      Kim So eun

Cho Kyuhyun

Kim Ryeowook

Genre: Friendship, romance, school life

Berhati – hatilah dengan Typo. Jika kalian menemukannya maka biarkan saja lah, karena typo adalah seni dari setiap penulisan ^^

Story beginning

Didalam kamar bernuansa pink – putih itu terlihat seorang gadis berusia 18 tahun yang sibuk melihat deretan gaun yang berserakan diatas kasur empuknya. Gadis yang mengenakan hot pants biru itu tampak berpikir untuk mengenakan gaun yang akan digunakan untuk acara amal ibunya yang begitu merepotkan. Kim So eun – nama si gadis itu harus terpaksa mengikuti keinginan ibunya yang mengharuskan ia menemani ibu cantiknya keacara amal yang dilakukan oleh teman ibunya sendiri.

Dia mendengus lagi – melihat deretan gaun indah yang entah kenapa tampak mengerikan dimata bulatnya. Ayolah, dia seorang remaja SMA labil yang tidak begitu mengerti tentang riasan – gaun dan juga pesta. Dia lebih suka berada didalam kamarnya membaca kumpulan manga yang mampu membuat perutnya sakit karena tertawa. Jika tidak, dia lebih senang menghabiskan waktu bersama tetangga nya Kim Ryeowook yang memiliki hobby sama sepertinya. Membaca manga.

Ketukan yang berasal dari pintu kamarnya membuat ia membulatkan matanya sempurna – terutama saat suara ibunya terdengar yang ingin segera membawanya keacara membosankan tersebut.

“Ya. Tunggu sebentar lagi!” serunya dari dalam kamarnya, mengambil asal gaun berwarna merah hati itu dan segera mengenakannya buru – buru.

“Cepatlah sayang. Acaranya sudah hampir dimulai” ibunya menjawab dari balik pintu.

“Hanya tinggal lima menit lagi!”

So eun melepaskan ikatan yang berada di rambutnya, membiarkan rambut lurusnya terjatuh lemas di punggung gadis ini, menyisirnya sejenak sebelum akhirnya ia mengenakan make up tipis – sangat tipis seolah ia tidak mengenakan apapun. Setelahnya gadis itu berlari keluar dari dalam kamarnya dan mendapati ibunya menatapnya penuh selidik. Seperti menilai penampilan putrinya.

“Kau tidak akan mengenakan sepatu sneaker mu itu, kan?!” ibunya berucap ngeri saat melihat putrinya mengenakan gaun merah hati yang ia beli siang tadi – masalahnya adalah putrinya yang cantik ini terlampau bodoh sehingga memadukan gaun itu dengan sepatu sneaker yang biasa ia gunakan setiap harinya.

“Ini sepatu baru” bela So eun seraya mengangkat sebelah kakinya – seolah memperlihatkan bahwa sepatu itu masih baru.

“Kemari” seret ibunya kembali kedalam kamar yang mendapatkan rengekan So eun.

Ibunya membuka sepatu putrinya dan digantikan dengan stiletto yang membuat gadis ini kesusahan untuk berjalan. Juga make tipis yang dia gunakan harus ibunya perbaiki – membuat make up itu lebih terlihat tapi tidak terlalu mencolok.

Dia hanya bisa pasrah saat ibunya menghias wajahnya.

…..

“Kenapa ibu tidak mengajak Ahra noona saja?!” kekesalan masih tampak jelas diwajah lelaki 22 tahun itu. Dia terus saja menggerutu karena harus menemani ibunya untuk acara amal yang dilakukan ibunya setiap tahunnya.

“Hei… aku tidak mungkin kalah dengan ayah mu. Jika dia bisa menggandeng Ahra ke pesta ulang tahun perusahaannya maka aku juga bisa menggandeng putra ku untuk acara amal ku” Cho Hana membalas sengit gerutuan putranya. Wanita berusia itu terlihat memperbaiki sedikit make up di wajahnya melalui kaca spion didepannya membuat Kyuhyun – putranya menatap ngeri ibunya. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibu dan ayahnya.

Pria itu keluar dari mobilnya dan melangkah malas memasuki gedung yang menjadi tempat acara amal ibunya. Hana – sang ibu tampak menggerutu melihat kelakuan putranya yang tidak ada sedikit pun romantisnya. Setidaknya jika suaminya bisa menggandeng Ahra putrinya maka ia juga harus bisa menggandengan Cho Kyuhyun. Walaupun sepertinya itu terlihat agak mustahil.

“Cho Kyuhyun…” panggilan lemah ibunya membuat pria berbalut tuxedo itu membalikkan langkah dan melihat wajah cemberut ibunya yang ia tinggalkan dibelakang.

Kyuhyun mendesah melihat tingkah kekanakan ibunya, ayolah wanita itu sudah mempunyai dua anak dan keduanya sudah berada di usia berkepala dua dan dia sebagai ibu – bagaimana bisa dia merajuk seperti anak remaja belasan tahun membuat Kyuhyun harus mendesah karenanya.

Pria itu melangkah mendekati ibunya – kemudian senyum lebar dari wanita itu mengembang dan dengan senang ia melingkarkan tangannya di lengan putranya. Dengan anggun ia berjalan masuk kedalam gedung ini, yang pastinya akan menjadikan ia sebagai pusat perhatian. Dengan dia sebagai bintang utama ditambah dengan ketampanan putranya yang harus ia banggakan dengan sombongnya.

Sifat kekanakan ibunya yang tak bisa hilang.

““`

Sesuai dengan perkiraan Hana – dia menjadi pusat perhatian, ah tentunya Cho Kyuhyun yang menjadi pusat perhatian. Beberapa teman wanita itu mendekat bersama dengan putri – putri mereka, memperkenalkan wanita yang mereka bawa pada Hana dan pada Kyuhyun. Senyum Hana tak pernah hilang, wanita berusia itu terus saja mengumbar senyumnya – berbeda dengan putranya yang terlihat bosan dan tidak perduli dengan tanggapan teman – teman ibunya akan dirinya.

Dan dia sangat terganggu dengan kata – kata “Sepertinya kita bisa menjadi besan” yang tentunya dijawab dengan tawa kecil khas Hana.

Perhatian Hana teralihkan saat ia melihat seseorang yang ia tunggu baru saja memasuki ballroom ini dengan gadis cantik disamping wanita yang memiliki umur yang sama dengannya. Dengan segera ia menyeret Kyuhyun membawa putranya menghampiri teman tercinta nya itu. Kyuhyun yang sedang melamun hanya bisa terkejut saat ia merasakan tangannya ditarik oleh ibunya sehingga lelaki itu kembali mendesah pasrah.

Malam ini dia benar – benar menjadi boneka Cho Hana.

“Yoo Ra – ya” serunya sedikit berteriak saat melihat Kim Yoo Ra sahabatnya sedang bertengkar kecil dengan putrinya. Yoo Ra mengalihkan pandangan dan melihat Hana yang melambai semangat padanya – kemudian wanita itu juga melambai dengan hebohnya dan menyeret tangan putrinya untuk mendekat pada sahabat SMA nya itu. Tidak perduli dengan putrinya yang sedikit malu dengan tingkah ibunya ini – wajar saja mereka menjadi pusat perhatian sekarang. Sungguh memalukan.

Ketika keduanya bertemu dengan segera mereka melepaskan tangan anak mereka dan berpelukan erat – tak lupa dengan kecupan di kedua pipi yang mereka berikan kemudian bercerita dengan heboh seperti dunia ini hanya milik keduanya saja. Tidak memperdulikan kedua orang yang berada disamping mereka memandang jengah dengan kelakuan mereka yang tampak begitu berlebihan.

Ya Tuhan. Sepertinya mereka remaja labil yang terjebak diusia empat puluhan.

Kyuhyun – ia memperhatikan gadis yang datang bersama dengan teman ibunya ini, melihat gadis ini dari ujung kaki hingga kepala. Menelisik make up tipis yang digunakan gadis ini – begitu berbeda dengan gadis lain yang berada di ruangan ini. Tanpa sadar senyum tipis nya mengembang melihat wajah gadis ini yang terlihat bosan.

“Kyuhyun. Kenalkan dirimu” ibunya segera tersadar dengan anaknya setelah beberapa menit berlalu. Kyuhyun mendengus mendengar ucapan ibunya. Ternyata dia masih sadar jika dia membawa anak.

“Cho Kyuhyun” ujarnya singkat seraya membungkuk sedikit didepan Yoo Ra.

“Omo… dia terlihat persis seperti Yong Hwan muda” Yoo Ra berpendapat melihat wajah Kyuhyun yang nyaris menyerupai wajah ayahnya sewaktu muda. Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, kemudian pria itu mengalihkan pandangannya pada gadis muda didepannya lagi.

“Karena itu aku membawanya kesini. Aku tidak mungkin membawa pria tua itu” Kyuhyun hanya sedikit menggeleng mendengar ucapan ibunya. Terkadang ia heran, bagaimana bisa ayahnya yang sempurna itu menikah dengan ibunya yang sangat kekanakan ini.

Yoo Ra tertawa mendengar ucapan Hana – dan wanita itu juga terkekeh. Kemudian focus Hana beralih pada gadis disamping Yoo Ra.

“Putri ku.” Yoo Ra memegang lengan putrinya dan So eun hanya tersenyum pada teman ibunya ini kemudian ia memperkenalkan dirinya.

“Kim So eun, inmida” ia membungkuk terhadap teman ibunya. Hana tampak menjerit histeris melihat wajah So eun yang begitu ia sukai, kemudian ia beralih lagi pada Yoo Ra.

“Hei… sepertinya kita bisa menjadi besan” ucapan yang dikatakan oleh teman – teman nya tadi Hana ucapkan pada Yoo Ra membuat Yoo Ra tertawa kecil dan menggeleng mendengar ucapan Hana.

Lain halnya dengan keduanya yang terlihat melotot mendengar ucapan Cho Hana.

“Ah, kurasa itu terlalu cepat. Lagi pula So eun masih berada di kelas tiga SMA” ibunya mencoba mengalihkan pembicaran dan So eun sangat setuju akan hal itu.

“Tidak masalah, Kyuhyun ku juga masih berada di semester akhirnya. Kurasa itu tidak akan masalah” Hana memberikan alasan untuk jawaban penolakan halus Yoo Ra. Yoo Ra tertawa kecil kemudian ia melihat kearah putrinya yang menampilkan wajah judes nya dengan gelengan kepala.

“So eun masih terlalu kecil. Dan dia juga sebenarnya masih terlalu kekanakan” Yoo Ra kembali memberikan alasan.

“Hei… aku juga dulu masih terlalu kekanakan saat Yong Hwan menikahi ku” Hana benar – benar tidak mau mengalah. Wanita itu tetap bersikeras ingin menjadikan So eun sebagai menantunya.

“Eomma. Tidak bisakah kau melihat kalau dia menolak” ucapan sinis Kyuhyun keluar melihat usaha ibunya yang kembali ingin menjodohkannya. Demi Tuhan. Dia masih mahasiswa bukan pria tua yang belum menikah. Melihat sikap ibunya yang seperti ini selalu membuat Kyuhyun jengah. So eun melirik lelaki didepannya dengan tatapan ngeri – astaga, apa dia baru saja membentak ibunya didepan umum?!

Hana terdiam, menampilkan wajah sedihnya kemudian dengan dramatisnya ia membuat suara isakan sehingga beberapa orang didekat mereka kembali melihat kearah keempatnya.

Kyuhyun mengeram kesal. Sungguh – ini akan menjadi yang terakhir kalinya ia mengikuti kemauan ibunya untuk berada dipesta.

“Eomma” ia memelas melihat ibunya yang tidak berhenti menangis kecil. Pria itu sungguh tidak bisa mengerti dengan sikap kekanakan ibunya ini.

“Baiklah. Kau menang” ujarnya putus asa saat dia tidak bisa menghentikan tangisan ibunya. Hana berhenti menangis kecil dan menatap anaknya penuh berbinar sehingga Kyuhyun mendengus melihat tatapan ibunya. Pria ini tidak akan tahan melihat ibunya menangis dan seperti mengetahui kelemahan Kyuhyun – Hana memanfaatkan kelemahan putranya ini.

“Benarkah? Kalau begitu buat dirimu berguna anak ku” Hana tersenyum senang pada Kyuhyun. Sedangkan pria itu menatap jengah ibunya – bisakah ia meminta Tuhan untuk menukar sosok ibunya sekarang ini?!

“Ajak So eun untuk keluar. Kami masih banyak urusan” Hana segera mendorong Kyuhyun kedepan So eun sehingga tubuh tingginya hampir saja menabrak tubuh So eun jika gadis itu dengan sigap menahan lengan Kyuhyun yang juga hampir membuatnya terjatuh karena stiletto yang ia gunakan.

Kyuhyun membelak melihat ibunya – begitu juga dengan So eun, sedangkan Hana hanya menampilkan senyum lebar nya sebelum menarik Yoo Ra ke sampingnya.

“Pergilah. Kalian pasti bosan di sini” Hana berucap yang mendatangan dengusan kesal dari Kyuhyun. Jika dia mengetahui kalau anak nya akan bosan, kenapa dia harus membawanya?!

Tanpa melepas senyum – Hana dan Yoo Ra segera berbalik dan meninggalkan keduanya yang menatap tidak percaya dengan kelakuan kedua wanita itu. Tidak mengerti dengan sikap kekanakan ibu Kyuhyun.

“Apa tidak masalah membiarkan mereka?” Yoo Ra sedikit khawatir ketika melihat putrinya keluar dari gedung ini bersama Kyuhyun. Bagaimana pun ia seorang ibu yang mengkhawatirkan anak gadis nya keluar bersama pria asing. Meskipun Kyuhyun anak dari sahabatnya tapi ia tidak bisa tenang, mengingat dia belum mengenal Kyuhyun sepenuhnya.

“Tidak apa – apa. Biarkan saja mereka. Lagi pula aku menyukai So eun” Hana menjawab santai dan terus tertawa kecil membayangkan bahwa gadis itu nantinya akan menjadi menantunya.

“Benarkah tidak masalah?” Yoo Ra memastikan.

“Tidak masalah” ujarnya dengan senyuman lebar kemudian kata – kata selanjutnya membuat Yoo Ra menatap cepat kearahnya dengan pandangan horror. “Yah, walaupun aku tidak bisa menjamin Kyuhyun tidak melakukan sesuatu pada putri mu”

“Hana – ya!”

….

Keduanya duduk di bangku taman di dekat sungai Han ini. Gedung tempat Cho Hana untuk menyelenggarakan acara amalnya memang tidak jauh dari sungai Han sehingga Kyuhyun dan So eun memutuskan untuk berjalan kaki mengunjungi sungai Han yang selalu ramai. Terutama saat malam tiba – banyak pasangan yang memilih tempat ini sebagai tempat kencan mereka. Dan sepertinya So eun menyesal memilih tempat ini untuk mereka kunjungi.

Keduanya terdiam – membisu tidak tahu harus memulai percakapan, terutama baru ini pertama kalinya bertemu dan So eun tidak begitu senang dengan orang yang pertama kali ia temui dan dipaksa untuk berdua seperti ini. Dia membenci situasi canggung seperti ini, terutama pandangannya tak pernah lepas dari setiap pasangan yang berlalu dihadapan mereka, saling merangkul, bergandengan tangan bahkan ada yang sampai berciuman.

“Jadi…”

Keduanya saling berucap – kemudian saling memandang dan melemparkan kekehan kecil dari mulut mereka. Kyuhyun terdiam – membiarkan So eun untuk berbicara terlebih dahulu.

“Jadi kau selalu mengikuti semua keinginan ibu mu?” So eun bertanya karena memang ia sedikit penasaran – setidaknya yang ia lihat beberapa waktu lalu adalah Kyuhyun yang selalu mengalah dan menurut apapun yang ibunya katakan.

“Tidak selalu. Aku pernah menolak keinginannya untuk kencan buta” dengan jujurnya Kyuhyun berucap sehingga So eun membelak mendengar ucapan Kyuhyun. Kencan buta. Oh, itu hal yang biasa terjadi dikalangan mereka bagi yang belum memiliki pasangan di umur yang sudah bisa dikatakan tidak muda lagi.

“Ku pikir kau anak yang sombong dan tidak perduli dengan kata – kata ibumu” Kyuhyun sedikit memutar tubuhnya kesamping, menatap So eun dengan kening yang mengerut.

“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”

“Dilihat dari wajah mu. Maksud ku –“ So eun tergagap tidak bisa menjelaskan maksud dari ucapannya. Gadis itu terlihat  merasa bersalah karena harus menilai Kyuhyun seperti itu pada pandangan pertama. Dingin, sombong dan juga tidak perduli dengan orang lain.

Diluar dugaan, Kyuhyun terkekeh pelan kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya ia mendesah.

“Semua orang berkata seperti itu” ujar Kyuhyun. Ya, hampir semua yang mengenalnya mengatakan bahwa kesan pertama mereka terhadap Kyuhyun adalah orang sombong, dingin, tak tersentuh dan tidak perduli pada semua orang.

“Benarkah?”

Kyuhyun menggumam.

“Lalu bagaimana setelah mengenal mu?” gadis ini sedikit penasaran.

Kyuhyun kembali menatap So eun dengan seringaian tipis disudut bibirnya membuat So eun sedikit memundurkan tubuhnya kebelakang dengan sendirinya.

“Tebakan mereka benar. Dan kebanyakan dari mereka mengatakan aku adalah orang brengsek”

Dengan santai ia menjawab tanpa melepaskan tatapannya dari wajah So eun. Gadis remaja itu berdehem mencoba membasahi kerongkongannya yang kering dan jantung nya yang berdetak cepat, terlihat gugup dan mencoba untuk mengalihkan tatapannya dari mata Kyuhyun yang membuat jantungnya seperti akan terjatuh pada perutnya dengan segera.

“Mau mencobanya nona Kim?” Tanya Kyuhyun masih terus menatap wajah So eun. Gadis itu mengangkat bola matanya menatap Kyuhyun saat pria itu bertanya.

“Seberapa brengseknya aku” lanjutnya nya

“Ne?” gadis ini membeo mendengar ucapan Kyuhyun.

“Di dekat sini ada hotel”

So eun segera berdiri dari duduknya saat mendengar ucapan Kyuhyun yang membuatnya marah. Dengan jantung yang berdetak kencang gadis itu mengumpat kasar pada Kyuhyun yang dibalas dengan senyuman geli dari Kyuhyun. Melihat wajah memerah So eun dan juga kegugupan gadis ini membuat ia tertawa geli – sungguh, dia hanya ingin menggoda putri dari teman ibunya ini saja.

“Tidak ada yang lucu Cho Kyuhyun” geramnya yang melihat Kyuhyun masih terus tertawa kecil. Gadis itu menatap marah padanya kemudian tanpa menunggu dia segera berbalik meninggalkan pria itu. Dia ingin menyeret ibunya untuk pulang.

Kyuhyun yang terkejut dengan kepergian gadis itu segera berdiri dan mengejar So eun.

“Hei.. Hei… maafkan aku” ujarnya cepat saat sudah berdiri didepan So eun menghentikan langkah gadis ini yang memberenggut kesal.

“Aku hanya bercanda. Sungguh” Kyuhyun melembutkan suaranya ketika tatapan So eun masih belum berubah – menatap sengit padanya.

“Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya bercanda. Sungguh” ia menjelaskan nya pada So eun.

So eun menatap lama wajah Kyuhyun yang menampilkan wajah tulus meminta maafnya, dia memperhatikan kebohongan di wajah lelaki itu dan saat ia tak menemukannya wajah tegangnya kembali melembut dan mengerjapkan kedua bola mata bulat itu dihadapan Kyuhyun.

“Jangan pernah bercanda seperti itu lagi” ucapnya dengan nada pelan yang mendatangkan senyuman di wajah Kyuhyun.

“Tidak akan lagi”

Dan hubungan mereka kembali membaik, bercerita sepanjang jalan menuju gedung tempat kedua orang tua mereka berada. Mereka menceritakan tentang kehidupan mereka selama ini, terkadang mereka tertawa dan sesekali mencibir dan mengejek satu sama lain. Keduanya terlihat nyaman ketika mereka bersama tanpa disadari oleh keduanya bahwa malam itu akan menjadi malam yang tak bisa mereka lupakan.

Ruang belajar kelas tiga SMA itu dihiasi dengan perbincangan remaja didalamnya karena di waktu jam istirahat seperti ini hampir seluruh siswa selalu berbincang dan tertawa keras. Bercerita tentang kekasih mereka yang melakukan kencan semalam, tanpa perlu saling menutupi mereka menceritakan semuanya, dimulai dari pegangan tangan, pelukan, ciuman bahkan sampai berhubungan intim mereka membeberkannya tanpa merasa malu dan tentu saja hal itu mendapat teriakan heboh dari yang mendengarnya.

Berbeda dengan para siswa itu – kedua siswa yang berbeda jenis kelamin tersebut tampak sibuk dengan bacaan manga mereka. Komik Jepang itu lebih menarik dari pada cerita membosankan para teman – teman nya yang selalu saja tentang pacaran dan sex liar mereka.

Ketika So eun sudah berada di tengah – tengah bacaan nya gadis itu harus melongo terkejut saat melihat komik yang berada ditangannya di rebut paksa oleh Na Yeon – si gadis cantik yang centil merupakan sahabat baiknya selain Ryeowook.

“Lee Na Yeon!” kesalnya yang melihat Na Yeon memberikan komik tersebut pada Jong In. si hitam yang menjadi pujaan wanita di sekolah ini. Jong In dengan segera menerima komik tersebut dan meletakkan benda itu di pantatnya, kemudian ia duduk tepat di depan So eun dengan wajah senyum polos nya yang tampak menjijikan bagi So eun.

“Kembalikan Jong In sialan” geramnya yang hanya di balas dengan kedua bahu Jong In yang terangkat seperti tidak perduli dengan kekesalan So eun.

“Lupakan komik mu dan dengarkan aku” Na Yeon mencoba mengalihkan perhatian So eun dari komik kesayangannya tersebut, mencoba mengusik kesenangan So eun. Ryeowook yang duduk disamping gadis ini juga harus terusik saat Jong In juga mengambil alih komik Ryeowook.

“Apa kau sudah memiliki kekasih?” Tanya Na Yeon dengan semangat.

“Tentu saja tidak. Yak. Kembalikan komik ku” ia memberenggut ketika komiknya belum juga dilepaskan oleh Jong In.

“Lihat aku sayang” Na Yeon menangkup kedua wajah So eun agar terfokus padanya dan gadis itu hanya mengerang kesal dengan kelakuan Na Yeon yang sangat ia tidak sukai ini. Mengganggu waktu tenangnya.

“Jangan katakan padaku jika kau masih perawan?!” pertanyaan Na Yeon ini mendatangkan tatapan penasaran dari teman – teman nya yang berada di dalam kelas ini. Kini ia menjadi pusat perhatian yang sangat ia benci.

“Tentu saja aku masih perawan!” kesalnya kemudian melepaskan tangan Na Yeon dari wajahnya. Jong In tampak berseru heboh dan menatap So eun tidak percaya kemudian tatapan mesum pria itu beralih pada dada So eun. Menyadari tatapan teman sekelas nya ini So eun segera melayangkan jitakan kepada kepala mesum temannya ini.

“Ya Tuhan kau benar – benar tidak tertolong Kim So eun” Na Yeon meringis melihat sahabatnya itu yang masih perawan sampai saat ini. Seolah hal itu adalah hal yang sangat mustahil terjadi di usia mereka yang bisa dikatakan sudah mulai dewasa. Ayolah, beberapa bulan lagi mereka akan lulus dan melanjutkan kuliah mereka dan So eun – gadis itu masih tetap perawan membuat Na Yeon prihatin dengan sahabatnya ini. Beginilah jika gadis ini terlalu banyak bergaul bersama Ryeowook si penggila manga itu. Bahkan Na Yeon meragukan sesuatu di balik celana Ryeowook itu tidak pernah hidup – selalu saja tidur.

“Kembalikan komik ku Kim Jong In!”

Na Yeon kembali mengambil focus So eun padanya – gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada dan gadis itu menatap So eun garang.

“Taruhan dengan ku” Na Yeon memberikan tantangan pada gadis ini yang tentu nya akan ditolak oleh So eun. Dia sangat tidak ingin merepotkan dirinya dengan taruhan tidak masuk akal Na Yeon. Pernah ia bertaruh dengan gadis ini dan ketika ia menerima kekalahan hukuman yang diberikan Na Yeon tidak jauh dari yang namanya hukuman mesum. Gadis itu menyuruhnya untuk mencium Jong In.

Sungguh, itu adalah ciuman pertamanya – dia harus mencium Jong In meskipun hanya di pipi tapi tetap saja bibirnya yang masih polos menyentuh pipi Jong In yang sudah begitu banyak tempelan bibir dari para gadis nya.

Begitu menjijikan bagi gadis ini.

“Tidak” tolaknya. Kembali ia mencoba mengambil komiknya yang dipantat Jong In. Pria itu tidak ingin bergerak seinci pun dari tempat ia duduk.

“Jika kau menang. Aku akan memenuhi semua keinginan mu” Na Yeon mencoba bernegosiasi dengan So eun.

“Tidak” gadis itu bersikeras.

“Apapun So eun. Bahkan aku bisa membawa mu bertemu pengarang komik kesayang mu itu”

Dan ucapan Na Yeon itu membuat So eun berhenti bergerak dan menatap Na Yeon yang tersenyum mengerikan padanya. So eun tahu, jika Na Yeon bisa mengabulkan keinginannya. Mengingat Na Yeon adalah putri dari keluarga chaebol di Korea yang pastinya sangat mudah bagi gadis ini untuk melakukan hal sesulit tersebut.

So eun tampak terusik dengan tawaran Na Yeon. Menimbang apakah ia harus menerimanya atau tidak.

“Semuanya?” gadis ini bertanya memastikan.

“Semuanya. Semua komik kesukaan mu. Aku bisa membawa mu pada penulisnya” Na Yeon memberikan kata – kata sesat itu pada So eun sehingga gadis ini benar – benar tergiur dengan bisikan setan itu. Terlalu sayang untuk di hilangkan. Dia tidak mungkin bisa bertemu dengan penulis komik kesayangannya dari Jepang tersebut, sedikit mustahil. Tapi gadis ini, dia menawarkan hal tersebut hanya dengan sebuah tantangan.

Baiklah. Dia hanya perlu menang kan!?

Call. Aku terima” bagaikan mendapat doorprize Na Yeon menjerit kesenangan. Gadis itu tampak begitu bahagia. Jong In dan Ryeowook menjadi saksi dari tantangan yang akan di berikan oleh Na Yeon. Senyum manis Na Yeon tak pernah menghilang mendengar jawaban So eun. Kemudian ia mencoba mengendalikan dirinya dan memberikan tantangannya pada So eun.

“Di malam kelulusan kita” Na Yeon berucap pelan mencoba mengendalikan jantungnya yang berdegup kencang dan begitu bersemangat ingin mengatakan hal selanjutnya.

“Kau harus membawa pasangan mu” lanjut Na Yeon. So eun tampak mengangguk – hal yang mudah, dia bisa membawa Ryeowook sebagai pasangannya. Tak perlu harus kekasihnya, kan?!

“Baik” ujarnya cepat. Dan senyum Na Yeon semakin mengembang.

“Dan kau harus melepas perawan mu bersama lelaki yang kau bawa. Di malam itu juga” seringaian itu tampak jelas di wajah Na Yeon.

“Kau gila” pekik So eun tidak terima. Sedangkan Jong In tampak bersemangat mendengar tantangan yang di berikan Na Yeon.

“Kau bisa membawa ku sayang” Jong In bersuara dengan kekehan gelinya.

“Diam” sengit So eun padanya.

Na Yeon hanya tersenyum puas melihat wajah pucat sahabatnya ini. So eun menggerutu, mengutuk kenapa dulu ia harus menjadikan Na Yeon sebagai sahabatnya – tidak. Kenapa dia harus bertemu dengan wanita iblis sialan ini.

Ryeowook tampak begitu terkejut dengan tantangan Na Yeon.

“Kau sudah menerimanya” Na Yeon kembali bersuara sehingga membuat emosi So eun memuncak. So eun menatap sengit pada Na Yeon yang dibalas dengan senyuman manis wanita itu.

“Semoga berhasil” ia tertawa geli melihat wajah So eun yang ingin menerkam siapapun yang ada dihadapannya.

….

Kim So eun tampak uring – uringan selam dua bulan terakhir ini. Gadis itu selalu berada didalam mood yang benar – benar jelek, setiap orang yang mengajaknya berbicara selalu saja mendapatkan amukan dari gadis remaja ini. Bahkan ibu, ayah dan kakaknya Kim Jong Woon sering sekali mendapatkan amukan dari gadis ini membuat mereka tak ada yang mengerti dengan kelakuan aneh So eun.

Setiap ia memasuki sekolahnya – dia selalu berharap untuk tidak melihat Na Yeon, karena gadis itu pasti akan tersenyum ramah padanya dan selalu mengungkit tentang taruhan mereka membuat So eun jengah menghadapi kelakuan aneh sahabatnya ini.

Sampai sekarang So eun belum mendapatkan orang yang tepat untuk ia ajak keacara pesta kelulusan mereka. Dan sialnya pesta itu akan berlangsung seminggu lagi.

Minggu depan adalah hari kelulusannya.

Malam ini ia kembali mengaduk – aduk asal sup panas yang berada di depannya. Tatapan gadis itu terlihat kosong dengan memandang kedalam mangkuk besar supnya mendatangkan tatapan heran dari Jong Woon yang duduk disamping nya dan kedua orang tuanya yang menatap heran putri mereka ini.

“Sayang, apa kau sakit?” Yoo Ra bertanya melihat sikap aneh putrinya yang selalu tampak murung dan selalu marah.

“Tidak” jawabnya lesu tanpa harus melepaskan tatapannya dari sup didepannya. Terus mengaduknya secara pelan tanpa ada niat ingin memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.

“Apa sup nya tidak enak?” Kim Jong Han bertanya – sedikit takut dengan perilaku putrinya yang tampak tak seperti biasanya.

“Tidak” kembali dengan lesu ia menjawab.

“Apa Ryeowook menghilangkan komik mu lagi?” giliran Jong Woon yang bertanya.

“Tidak” dan sekali lagi ia menjawab hal yang sama dengan tatapan kosong pada supnya. Kemudian gadis itu menghela napas beratnya dan mengangkat wajahnya – melihat keluarga dan juga beberapa pelayan yang melihat cemas terhadapnya.

“Eh?”

“Apa kau ada masalah?” Yoo Ra bertanya. So eun segera menggeleng dan mencoba melemparkan senyumnya pada ibunya. Dia tidak boleh membuat mereka cemas dan mencari tahu masalah gadis ini. Dia bisa di kubur ayah nya hidup – hidup jika mengetahui bahwa ia akan melepaskan keperawanannya pada pria yang ia sendiri belum tahu. Jong Woon bisa mengulitinya jika tahu yang ia pikirkan adalah mencari lelaki yang tepat untuk menidurinya.

“Ti – tidak” ia menggeleng dengan tawa canggung.

“Aku hanya sedikit gugup untuk acara kelulusan. Tidak tahu harus mengenakan gaun apa” ungkapnya mencoba mengalihkan tatapan penuh selidik dari mereka semua.

Yoo Ra menghela napas nya, kemudian wanita itu tersenyum pada nya.

“Ibu bisa membelinya untuk mu” ujar Yoo Ra tersenyum yang di jawab dengan senyuman canggung So eun.

“So eun –nie, apa tidak masalah kau ditinggal sendirian?!” Jong Han bertanya pada putrinya ini.

“Ye?”

“Ibu dan ayah berencana akan ke Jepang menjenguk nenek mu. Dia sedang sakit” Yoo Ra menjelaskan nya pada So eun. Ibunya memang keturunan Jepang dan kedua neneknya berada di Jepang, terkadang mereka akan kesana untuk berlibur dan berkunjung. Mendengar bahwa nenek cerewet nya itu sedang sakit membuat So eun sedikit sedih.

“Berapa lama?” Tanya gadis ini.

“Mungkin hanya empat hari sayang” Yoo Ra menjawab.

“Tidak apa – apa. Sampaikan salam ku pada nenek. Lagi pula aku bisa tinggal dengan Jong Woon oppa” jawab gadis ini dengan senyuman.

“Aku akan ke luar kota bersama dosen pembimbing ku selama tiga hari” Jong Woon menjelaskan lagi pada adiknya yang tidak mendengarnya berbicara sedari tadi. Mata gadis itu membulat mendengar ucapan Jong Woon.

“Ne?”

“Kau tahu sendiri aku harus lulus bulan depan dan berkas ku belum sempurna”

“Eeeeeh?” gadis itu merengek mendengar ucapan Jong Woon. Dia tidak mungkin berada di rumah ini sendirian, meskipun bersama pelayannya tapi tetap saja dia tidak ingin sendirian didalam rumah ini.

Dia benci ditinggalkan.

….

“Maafkan aku. Aku benar – benar merepotkan”

“Hei… tidak apa – apa”

Hana tersenyum senang ketika mengetahui bahwa So eun harus dititipkan dirumahnya. Kini gadis itu berada di dalam ruang keluarga Cho. Hana tampak begitu bersemangat saat melihat So eun berada di rumahnya dan begitu senang lagi saat So eun akan berada di rumahnya selama tiga atau empat hari.

Tuan Cho dan Kim tampak berbincang hangat sebelum mereka keluar dari rumah ini untuk penerbangan mereka yang satu jam lagi. Sedangkan Hana dan Yoo Ra selalu bersemangat ketika mereka bertemu dan So eun harus berbicara dengan Ahra Yang tampak begitu senang dengan kehadirannya.

Kyuhyun – pria itu belum terlihat karena harus keluar malam bersama teman – teman nya.

“Seharusnya kalian tidak perlu kesini. Aku bisa menyuruh Kyuhyun untuk menginap dirumah mu menemani So eun” gurauan geli itu membuat Yong Hwan dan Jong Han berhenti bicara dan manatap Hana yang berbicara dengan asal.

“Hana – ya” teguran dari Yong Hwan membuat Hana berhenti menggoda So eun yang memerah seperti sekarang ini.

“Aku hanya bercanda suami ku” ujarnya dengan sedikit cemberut.

Kembali mereka berbincang dan setengah jam kemudian Jong Han dan Yoo Ra berpamitan pada mereka untuk pergi saat itu juga. So eun terlihat sedikit tidak rela melepas kepergian kedua orang tua nya tapi saat Hana dan Ahra berada di kedua sisi So eun gadis itu terlihat malu untuk menangis. Dan akhirnya ia membiarkan kedua orang tuanya berangkat ke Jepang malam itu juga.

“Akan ku antar ke kemar mu” Hana segera menarik tubuh So eun ke lantai dua. Tempat dimana gadis itu akan tidur malam ini. Koper kecil So eun di angkat oleh pelayan di rumah ini.

Yong Hwan dan Ahra hanya bisa menggeleng melihat tingkah ibunya yang sangat senang. Wanita cantik itu terus saja bersiul senang membuat ayah dan putri itu tertawa kecil dengan kesenangan ibunya.

Hana membuka pintu kamar didepannya dan membiarkan So eun masuk kedalamnya. Gadis itu sedikit kagum melihat kamar besar ini dan juga dekorasi maskulin yang begitu kental didalamnya. Kamarnya memang besar dan bernuansa pink – putih, tapi kamar ini lebih besar dengan nuansa putih abu – abunya.

Gaya minimalis seolah menggambarkan betapa simple nya pemilik kamar ini tanpa perlu dengan dekorasi berlebihan. Ranjang besar dengan sperei putih dan selimut tebal putih diatasnya tampak begitu nyaman mengundang siapa saja untuk berbaring disana. Jendela kamarnya cukup besar yang langsung menampilkan halaman belakang rumah ini.

Sungguh kamar tamu yang begitu nyaman.

Hana mendudukkan dirinya diatas kasur itu dengan semangat dan menyuruh So eun untuk mendekat. Gadis itu mendekat dengan senyuman diwajahnya. Persis seperti dugaannya – begitu lembut dan nyaman.

Sepertinya sepulang dari Jepang, dia harus meminta kasur seperti ini pada ibunya.

“Kau akan tidur disini. Kau menyukainya?” Hana berucap dengan semangat.

“Ne. Aku menyukainya” ujarnya sedikit malu – malu.

Hana menepukkan kedua tangannya dan berseru gembira. Mengepalkan kedua tangannya didepan dadanya.

“Tidak salah Kyuhyun mendesign kamarnya sendiri” ia bergumam pelan membuat So eun mengerut dan penasaran dengan gumaman wanita disampingnya ini. Tapi saat Hana melihatnya dengan senyum lebar So eun tidak terlalu memperdulikan gumaman wanita ini.

“Istirahat lah. Aku akan keluar” Hana berdiri dan dengan langkah senang ia keluar dari dalam kamar ini. Sebelum menutup pintu abu – abu ini, wanita itu berhenti sejenak dan berbalik melihat wajah manis gadis ini.

“Matikan lampunya saat kau tidur” pesan Hana dengan senyum lebar.

So eun tampak memutar bola matanya kesamping berpikir sejenak, tapi pada akhirnya dia hanya mengangguk dan menggumam menjawab ucapan Hana. Kemudian wanita itu menutup pintu dan bersiul senang memasuki kamarnya.

Tak ada yang tahu apa yang direncanakan wanita berumur 41 tahun itu.

….

Kyuhyun kembali kedalam rumahnya ketika melewati tengah malam. Lelaki berusia 22 tahun itu kembali ketika lampu didalam rumahnya sudah hampir dimatikan seluruhnya. Kebiasaan keluarga ini jika tidur mematikan lampu. Dengan sedikit bersiul pemuda itu meletakkan kunci mobilnya di tempat kunci kemudian melangkah menuju lantai dua – kamarnya.

Membuka pintu abu – abu itu dan melihat kamarnya sudah begitu gelap. Lelaki tampan ini seolah tidak perduli dan masuk kedalamnya dengan mengunci pintunya. Mungkin ibunya yang mematikan lampu kamarnya. Membuka sepatunya dan kaos yang ia gunakan, cahaya dari bulan yang menyinari kamar ini tidak membuat sepenuhnya kamar putih abu – abu ini gelap gulita, karena jendela kaca besarnya menampilkan bulan purnama yang terlihat malu – malu mengintip dari balik jendela kamar pria ini. Melihat Kyuhyun yang membuka baju dan celananya, berjalan kedalam kamar mandi untuk membilas tubuhnya agar tidak lengket – kemudian beberapa menit setelahnya ia keluar dengan hanya mengenakan celana boxer saja.

Seperti biasa – dia hanya mengenakan dalaman untuk tidur. Merangkak keatas kasur nyamannya dan mulai memejamkan mata karena kelelahan.

Gadis itu tersenyum dalam tidurnya saat menghirup aroma pohon pinus yang sangat segar. Sedikit menggerakkan tubuhnya dan berbalik mengambil gulingnya dan memeluk nya erat. Membenamkan wajahnya di bantal guling yang ia peluk. Guling ini begitu harum membuat ia merasa nyaman.

….

Kyuhyun terusik saat ia merasakan pelukan seseorang yang memeluk erat tubuh telanjangnya. Mengerjapkan matanya yang masih sangat mengantuk ketika melihat matahari menatap dirinya dengan senyuman cerah membuat mata pria ini sedikit silau. Gerakan tangannya yang hendak menutup matanya terhenti saat ia merasakan seseorang menindih lengannya. Mata elang pria ini menatap tepat disampingnya – terkejut melihat seorang wanita yang tertidur dengan nyaman di pelukannya.

Hampir saja Kyuhyun menjerit ketika melihat orang asing berada diatas ranjangnya. Tapi niatan itu ia hentikan saat melihat wajah damai gadis ini yang tersenyum dalam tidurnya tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun mengenal gadis ini.

Senyumnya mengembang melihat So eun yang semakin mengeratkan pelukannya. Pria itu bergerak pelan dan membawa So eun dalam dekapannya kemudian pria ini kembali meletakkan kepalanya diatas bantal dengan senyum yang terlihat jelas di wajah tampannya.

Ia mengulum senyumnya yang begitu senang mendapati gadis ini tertidur diatas ranjangnya dan berada dalam dekapannya.

….

Ruang makan keluarga Cho ini dihiasi dengan nyanyian kecil Hana yang terlihat begitu semangat di pagi ini. Yong Hwan dan Ahra kembali menyerngit melihat tingkah ibu dua anak ini.

“Apa lagi yang ibu rencanakan?” selidik Ahra yang begitu penasaran dengan tingkah aneh ibunya saat mengantar So eun kedalam kamar tamu mereka. Wanita itu tersenyum lebar sebelum menjawab ucapan Ahra.

“Kalian juga akan tahu” kemudian ia menyiapkan piring untuk suami dan anak – anak nya lagi. Tugas yang biasa di kerjakan pelayan itu kini ia ambil alih karena mood nya yang begitu baik pagi ini.

Beberapa saat setelahnya teriakan So eun terdengar dipagi ini dari lantai dua. Ketiganya dan juga pelayan yang mendengar teriakan itu menatap secara bersamaan kearah suara itu terdengar. Kemudian hanya Hana yang tersenyum geli sebelum melangkah keatas sana bersama dengan Yong Hwan dan Ahra.

“Sepertinya aku salah memasuki kamar” dengan santainya kalimat itu terlontar dari mulut Hana membuat Yong Hwan dan Ahra menatap horror wanita santai itu.

“Apa yang kau lakukan?!” So eun histeris melihat Kyuhyun yang bertelanjang dada didepannya. Gadis itu segera melompat dari atas kasurnya ketika ia terbangun saat merasakan seseorang mengelus punggungnya dengan lembut. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Kyuhyun tidur disampingnya dengan pria itu hanya mengenakan boxer saja membuat focus So eun harus hilang entah kemana. Terkadang ia menatap dada pria itu, tapi kemudian menatap wajah Kyuhyun dan semakin memerah saat melihat ke bawah lelaki itu yang hanya mengenakan boxer saja.

“Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau dikamar ku?” suara Kyuhyun masih terdengar serak – khas bangun tidur yang sialnya membuat So eun begitu nyaman mendengar suara serak lelaki itu. Ia menggelengkan kepalanya cepat, menghilangkan pikiran tersebut sebelum sadar sepenuhnya dimana ia berada. Dia melihat sekelilingnya dan dia yakin bahwa semalam Cho Hana membawanya kedalam kamar ini. Dan dia tidak keluar lagi dari sini.

Benarkah ia yang salah tempat?

“Kyuhyun –ah. Buka pintunya anak ku” suara pelan dengan nada lembut itu mengalihkan pandangan keduanya kearah pintu abu – abu kamar Kyuhyun yang tertutup sepenuhnya. Pria itu berdecak pelan sebelum beranjak dari atas kasur nya. Dengan santai pria itu turun sehingga So eun kembali menjerit melihat Kyuhyun yang berdiri didepannya dengan dada telanjang dan boxer pria itu yang tidak sampai selutut.

Kyuhyun menatapnya sekilas, kemudian dengan napas yang di hela pria itu mengambil kaos nya asal dan mengenakannya terlebih dahulu sebelum membuka pintu kamar nya ini.

“Omo…” Hana terkesiap saat pintu di depannya terbuka tiba – tiba. Wanita itu harus sedikit menahan malu saat Kyuhyun melihatnya sedang menempelkan telinganya di depan pintu kamar Kyuhyun. Seperti mendengarkan apa yang sedang dilakukan oleh kedua anak itu.

“Eomma. Kenapa. Kenapa dia ada kamar ku?” Kyuhyun menunjuk So eun dengan mata yang masih sangat mengantuk dan lelaki itu harus dikejutkan dengan teriakan So eun yang melengking.

Hana melihat So eun yang berdiri tak jauh dari ranjang Kyuhyun, gadis itu terlihat malu dan salah tingkah karena berada di dalam kamar Kyuhyun.

“Ah. Sepertinya ibu salah mengira kalau ini kamar tamu” ucapnya santai dengan senyuman polos di bibirnya yang membuat Kyuhyun murka seketika.

Yong Hwan dan Ahra hanya menutup kedua mata mereka mendengar teriakan Kyuhyun dan ulah jahil wanita ini. Sedangkan So eun tampak begitu malu dan sangat – sangat malu sekarang ini. Jika bisa dia benar – benar ingin tenggelam ke lautan sekarang ini.

….

Dua hari berlalu – dan kejadian yang menimpa Kyuhyun So eun membuat keduanya tampak canggung jika saling bertemu. Keduanya lebih banyak diam dan hanya suara Hana yang selalu terdengar dengan ocehan nya yang terkadang di jawab oleh So eun. Kamar keduanya yang berhadapan semakin membuat mereka canggung. Seperti hari ini, saat keduanya keluar dari dalam kamar dengan pakaian rapi – mereka berpapasan di depan pintu dan aura canggung kembali menguasi keduanya.

Saling menatap selama lima belas detik kemudian mereka akan berdehem sejenak dan Kyuhyun membiarkan gadis itu untuk melangkah turun terlebih dahulu dengan dia yang berada di belakang So eun.

Hana tersenyum melihat So eun yang menghampirinya pagi ini, wanita itu segera memberikan bekal So eun yang sudah ia persiapkan terlebih dahulu. Ritunitas yang ia sukai sejak So eun tinggal bersama mereka. Sejak dahulu Hana memang sangat ingin mempersiapkan bekal untuk anaknya ketika berangkat sekolah, tapi Ahra dari kecil tidak suka dengan bekal karena ia bisa makan bersama dengan teman – temannya sehingga Hana harus berhenti membuatkan bekal untuk putrinya. Ketika Kyuhyun sudah sekolah dia juga semangat membuatkan bekal untuk putranya tapi lelaki itu tidak ingin terlihat seperti anak perempuan yang membawa bekal sehingga pria itu juga tidak ingin membawa bekal ke sekolah.

Dan sekarang, hadirnya So eun membuat wanita itu senang karena So eun menerima bekalnya dengan senang hati.

Kyuhyun meminum susunya dengan berdiri dan pria itu segera mengambil kunci motornya untuk berangkat ke kampus. Begitu juga dengan So eun yang terlihat buru – buru meminum habis susu dan roti nya. Gadis itu sudah hampir terlambat ke sekolah.

“Kyuhyun. Antarkan So eun”

Kyuhyun berhenti berjalan dan berbalik melihat ibunya dengan pandangan menolak. Tapi wanita itu menatap tajam putranya dengan pandangan ‘kau akan mati jika menolak’

“Ah, tidak apa – apa bibi, aku bisa berangkat dengan bus” So eun sedikit tidak enak untuk merepotkan pria itu lebih banyak. Sudah cukup dengan kecanggungan diantara keduanya, dia tidak ingin merepotkan Kyuhyun yang pastinya akan membuat ia dan Kyuhyun saling merasa kecanggungan luar biasa.

“Tidak. Kau berangkat dengan Kyuhyun” putus Hana “Anakku, jangan buat dirimu menjadi tidak berguna”

Kyuhyun mendesah mendengar ucapan ibunya, tanpa kata pria itu berjalan menuju garasi tempat ia menyimpan motornya.

“Pergilah” seru Hana bersemangat pada So eun – menyuruh gadis itu menyusul Kyuhyun. So eun tersenyum canggung pada Hana sebelum kemudian ia mengikuti langkah besar Kyuhyun.

….

Beberapa hari lagi hari kelulusan anak kelas tiga akan di selenggarakan di sekolah ini, suasana di sekolah ini jauh sekali dari kata belajar. Semuanya terlihat sedang sibuk dengan menghias seluruh sekolah ini menjadi indah untuk acara kelulusan nanti. Beberapa diantaranya ada yang menghias halaman mereka dengan menempatkan balon – balon di sekelilingnya, menghias rerumputan hijau menjadi lebih indah dan masih banyak yang bekerja.

Berhentinya motor gede berwarna hijau di halaman sekolah ini membuat beberapa perhatian siswa disana teralihkan, terutam saat melihat So eun – turun dari motor gede itu dan membuka helmnya. Memberikan helmnya pada pria tampan nan tinggi yang menjadi pusat perhatian para siswi di sini. Lelaki itu menerima helm So eun dan mengaitkannya di ekor motornya. Kemudian lelaki itu menghidupkan mesin motornya dan menghilang dari lingkungan sekolah ini.

Na Yeon – senyum gadis itu mengembang melihat So eun diantar oleh pria lain kecuali Ryeowook. Dengan senyum merekah ia mendekati So eun dengan langkahnya yang sidikit berlari kecil – kecilan.

“So eun –nie…” panggilnya senang dan segera merangkul bahu gadis itu dengan bahagia. So eun menggerutu kesal dengan wajah yang sangat tidak ingin ia lihat sampai hari kelulusan ini. Sudah mengetahui bahwa gadis ini pasti akan menggali informasi tentang pria yang mengantar nya baru saja.

“Apa dia?” Tanya Na Yeon dengan senyum geli. So eun membalasnya dengan sengit.

“Bukan” ketus So eun.

“Ayolah, kalau kau terus menolak mereka siapa yang akan kau bawa, sayang” mereka melangkah menuju  kelas, membantu yang lain untuk mendekorasi ruangan kelas masing – masing.

“Kau tidak mungkin membawa Ryeowook, kan?!” ujar Na Yeon dengan kekehen geli.

“Kupikir Ryeowook cukup baik”

“Hei… aku bahkan tidak yakin dia bisa melakukannya” kekehan menyebalkan dari Na Yeon kembali mendapatkan tatapan sengit So eun. Gadis itu dengan kasar melepaskan lengan Na Yeon yang melingkar di bahunya – berjalan cepat meninggalkan Na Yeon dengan tawa lepasnya.

Sunggguh… bisakah mereka membatalkannya saja?!

Bukankah mereka bersahabat?!

Akan ku hapus wanita itu dari list sahabat ku. Gerutu So eun.

….

Hari kelulusan tiba.

Kim So eun tampak menghela napasnya di dalam kamar tamu keluarga Cho ini. Gadis yang dibalut dengan gaun biru langit itu tampak berjalan tidak beraturan didalam kamarnya. Gadis ini masih terjebak didalam keluarga Cho karena ayah dan ibunya terlambat untuk pulang. Keduanya baru bisa pulang besok karena nenek nya masih belum sembuh sepenuhnya. Saat penerimaan ijazah tadi siang saja hanya dihadiri oleh Cho Hana karena tidak ingin membuat So eun sedih harus menerima ijazah seorang diri. Jong Woon juga di luar dugaan bahwa pria itu ternyata mengikut dengan dosen pembimbingnya harus ke Australia dan kemungkinan baru bisa kembali dua hari kemudian.

Sekarang yang membuatnya gelisah adalah orang yang akan ia ajak kepesta malam ini.

Ia mengusap wajahnya kasar – tidak tahu harus berbuat bagaimana. Hanya Ryeowook pilihannya, tapi mengingat bahwa lelaki itu hampir sama sepertinya – rasanya mustahil mengajak pria itu menjadi pasangannya.

Lalu haruskah ia mengajak Jong In?

Tidak.

Dia menjerit frustasi tidak tahu harus berbuat apa. Dia berharap bahwa malam ini akan turun hujan dengan badai sehingga dia tidak perlu meninggalkan rumah ini dan membatalkan perjanjiannya dengan Na Yeon. Atau dia berharap nyawa nya dicabut oleh Tuhan saat ini juga sehingga ia bisa lolos dari jeratan setan sahabatnya itu.

Ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk. Gadis itu melihat isinya yang membuat ia samkin mengeram kesal.

Ku tunggu kau dengan pasangan mu. Jangan melibatkan Ryeowook. Percayalah… si kurus itu tidak akan bisa melakukannya.

Sial. Tanpa harus melihat nama pengirimnya sekalipun So eun mengetahui jika itu adalah pesan dari sahabat brengseknya Lee Na Yeon.

Ponselnya bergetar lagi, membuat ia melihat isinya yang harus membuat gadis ini meringis dan menjerit frustasi.

Belum terlambat untuk mengajak ku. Aku menunggu mu sayang.

Pesan sialan itu berasal dari teman sekelasnya Kim Jong In yang sangat di gilai oleh semua perempuan di sekolahnya.

Ia menarik napasnya dalam – dalam, menghembuskannya dengan pelan. Berulang kali ia melakukannya mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdetak tak menentu. Sampai akhirnya keringat dingin gadis itu sudah berkurang dan dia mencoba melangkah keluar dari dalam kamarnya.

Dia harus menghadapi Na Yeon.

Tidak masalah jika dia tidak bertemu dengan penulis komik kesayangannya.

Tidak masalah jika ia kalah dari Na Yeon. Na Yeon tidak akan mungkin mempermalukannya di depan umum. Dia mengetahui sifat sahabatnya itu.

Baiklah, dia harus mengaku kalah.

Mereka berpapasan – saling membuka pintu kamar masing – masing dan saling menatap satu sama lain. Kali ini lebih lama dari biasanya. Ponsel yang berada di telinga Kyuhyun harus ia matikan saat melihat So eun berdiri didepannya, gadis itu terlihat bukan seperti remaja labil – melihat tampilan nya yang mengenakan gaun dengan ketatnya membuat tubuh gadis itu jelas tercetak sempurna. Lekukan tubuh So eun tampak terlihat jelas dan terlihat bahwa beberapa bagian pada tubuh kecil itu membengkak pada tempat yang seharusnya.

Kyuhyun menelan ludahnya pelan, melihat So eun yang menatapnya seperti lelaki itu memberikan pandangan terhadapnya. Wajah mulus tanpa make up yang biasa ia lihat sehari – harinya kini harus di riasi dengan make up yang sedikit tebal tapi dalam porsi yang cukup. Berbeda dengan pertama kali ia bertemu dengan So eun – make up tipis.

Hana yang berada di anak tangga itu tampak tersenyum senang melihat putranya menatap So eun tanpa berkedip. Wanita itu tersenyum puas melihat hasil karyanya yang sangat disukai oleh anak nya. Rambutnya sengaja ia ikalkan dan gaun sexy itu tentu saja Hana yang membeli nya sehingga So eun tidak tega untuk menolak pemberian wanita itu.

Dan persis seperti dugaan Hana, Kyuhyun terpesona dengan calon menantunya itu. Dia sengaja menghias So eun untuk tampak sedikit lebih dewasa – sesuai dengan selera Kyuhyun yang hampir sama seperti suaminya dulu.

“Ekhmm”

Suara deheman Hana membuat mereka melepaskan kontak mata masing – masing, terlihat salah tingkah sebelum kemudian menatap Hana yang berdiri tak jauh dari keduanya.

“Kyuhyun –ah, antarkan So eun”

“Ne?” sahut keduanya bersamaan. So eun terlihat gugup saat lelaki itu harus mengantarnya. Tidak, dia tidak boleh membawa pria itu kesana. Sangat tidak boleh.

“Ti – tidak usah bibi. Aku bisa berangkat sendiri” ujar So eun cepat.

Dia harus menolaknya.

“Tidak mungkin gadis pergi sendirian ke pesta. Pasti menyedihkan” ujar Hana dengan nada sedih.

“Aku tidak bisa. Aku ada janji dengan Hyuk Jae” ujar Kyuhyun pada ibunya yang mulai menampilkan wajah sedihnya.

“Ya. Tidak perlu. Pergilah. Kau perlu bertemu teman mu” ucapan So eun itu tampak seperti pengusiran pada Kyuhyun yang membuat menatap aneh sedikit pada gadis ini. Apa dia sangat tidak begitu inginnya di antarkan Kyuhyun. Apa wanita itu malu memperlihatkannya kepada teman – temannya.

Hei dia seorang Cho Kyuhyun.

Pria yang paling ingin digandeng oleh setiap wanita. Dan gadis di sampingnya ini…

“Tidak. Kyuhyun ganti baju mu dan ikutlah bergabung dengan pesta So eun” putus ibunya yang membuat jantung So eun seolah melompat dari dalamnya. Mellihat penolakan So eun tadi membuat Hana kesal, dia tidak ingin So eun pergi tanpa Kyuhyun. Pemikiran bahwa So eun memiliki kekasih sehingga ia tidak ingin Kyuhyun ikut membuat Hana marah. So eun hanya boleh menjadi menantunya sehingga dia harus memaksa Kyuhyun untuk tetap di pesta bersama So eun.

So eun hanya untuk putranya. Bukan untuk yang lain.

Gadis ini pasti banyak menginginkannya. Dan dia tidak ingin kehilangan gadis ini sebagai menantunya.

“Eomma. Hyuk Jae sudah menunggu ku”

“Ibu tidak perduli. Temani So eun atau kau tidak akan bicara dengan ku selama satu minggu”

Kyuhyun menutup matanya mendengar rengekan ibunya, memijit pelipis nya sebentar kemudian pria itu menghela napas pasrah sebelum masuk kedalam kamarnya menuruti kemauan ibunya. Membuat senyum Hana mengembang.

Nyawanya seperti melayang mendengar perintah Hana. Gadis itu tampak pucat seperti mayat hidup sekarang ini.

Ini tidak boleh terjadi.

….

Pesta itu begitu meriah dengan adanya beberapa anak – anak band SMA ini bernyanyi dan menari bersama disana. Semuanya sibuk dengan kegiatan mereka, beberapa diantaranya ikut bernyanyi dan menari, diantaranya ada yang sekedar mengobrol dan bercerita dan bahkan ada juga yang sudah tidak terlihat – menghilang kedalam bilik toilet bersama pasangan masing – masing. Tentunya tanpa sepengetahun guru.

Kyuhyun tampak duduk bosan di atas sofa cokelat yang berada di ruangan ini, pria itu terlihat memainkan ponselnya menyentuhkan jari – jarinya dilayar ponsel tocuhscreen itu dengan gesit. Tanpa harus melakukan apapun – dia hanya memainkan game di ponselnya tidak perduli dengan kebisingan yang membosankan ini. So eun segera meninggalkannya begitu mereka masuk kedalam ballroom ini, dia segera ditarik oleh teman – teman wanitanya. Beberapa teman pria So eun tampak mengajak Kyuhyun untuk bicara – tapi pria itu tidak begitu perduli dengan lingkungan ini sehingga ia hanya diam tidak meladeni mereka dan mencari tempat untuk duduk.

“Selamat” Na Yeon memberikan ucapan selamatnya ketika melihat So eun membawa Kyuhyun kepesta ini. Na Yeon tampak bersemangat melihat wajah temannya yang sudah pucat pasi ini.

“Na Yeon –ah, ini tidak –“

“Aku akan menepati janji ku. Kau tidak usah khawatir” potong Na Yeon sedikit berteriak karena suara music keras yang mengalun di ruangan ini.

“Na Yeon dengarkan aku dulu. Aku dan Kyuhyun tidak –“

Na Yeon segera menarik tangannya ke tengah. Menari bersama yang lainnya tidak perduli dengan teriakan So eun yang ingin menjelaskan pada sahabatnya ini. Tapi Na Yeon seolah tuli dan terus meliukkan badannya gesit dengan Jong In yang mulai bergabung dengan mereka. So eun terlihat frustasi untuk berbicara dengan sahabatnya ini, ia mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Pria itu menatap tajam kearahnya yang terlihat begitu dingin dan mematikan. Kim Ryeowook terlihat duduk disamping Kyuhyun.

Astaga. Ryeowook tidak mungkin mengatakannya pada Kyuhyun, kan?!

So eun terkesiap saat merasakan bokongnya di remas kecil oleh Jong In. Gadis itu segera berbalik dan manatap marah Jong In yang hanya tersenyum tanpa dosa kearahnya. Kemudian saat tangan Jong In melingkar di pinggang So eun ia mulai panic dan memberontak. Dia belum pernah disentuh seperti ini kecuali saat Kyuhyun menyentuhnya disaat mereka tidur beberapa hari yang lalu.

So eun mendorong bahu Jong In semakin menjauh tetapi lelaki ini semakin mendekat membuat So eun panic mendadak dengan wajah ketakutan. Terutama saat ia mencium bau alcohol yang keluar dari napas Jong In.

Sialan. Kim Jong In mabuk.

Usaha So eun untuk lepas dari dekapan Jong In akhirnya berhasil saat ia merasakan tubuhnya ditarik dengan kuat oleh seseorang dari belakang.

“Sudah cukup” dengan dingin Kyuhyun berucap seraya melemparkan tatapan dinginnya pada Jong In. pria itu segera menarik tangan So eun – keluar dari acara kelulusan gadis ini meninggalkan Jong In yang tampak ketakutan dan juga Na Yeon yang heran melihat tingkah Kyuhyun.

Ryeowook tampak terkejut ketika Kyuhyun menarik tangan So eun tiba – tiba. Lelaki kurus itu hendak beranjak ingin mengejar keduanya ketika suara ponsel yang terjatuh di samping kakinya menarik perhatiannya. Lelaki kurus itu memungutnya dan mengangkat panggilan dari seseorang yang bernama Hyuk Jae tersebut.

“Kyuhyun kau dimana?” suara kekesalan itu terdengar sesaat Ryeowook mengangkat teleponnya.

“Oh, Maaf. Ponsel Kyuhyun terjatuh” jawab lelaki kurus ini..

“Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?” lelaki diseberang kembali bertanya.

“Aku tidak tahu, dia segera pergi setelah membawa So eun” jawab Ryeowook dengan jujurnya.

Terdengar bisik – bisikan disana sejenak seperti memperdebatkan sesuatu sebelum akhirnya kembali suara Hyuk Jae terdengar.

“Apa kau tahu kemana mereka?”

“Tidak”

“Apa Kyuhyun terlihat marah saat pergi dengan So eun?”

“Ya” kembali dengan jujurnya pria itu berucap.

“Dimana kau sekarang? Kami ingin menjemput ponsel teman kami” kemudian Ryeowook mengatakan lokasi tempat ia berada. Menunggu orang bernama Hyuk Jae datang dan memberikan ponsel itu pada teman Kyuhyun.

Kyuhyun memajukan mobilnya dengan sedikit cepat dari biasanya. Pria itu melaju dengan sangat cepat dan So eun tampak sedikit bingung saat Kyuhyun tidak membawa mereka pulang. Melainkan kesebuah – hotel?

So eun segera melihat kearah Kyuhyun ketika pria itu memarkirkan mobilnya di tempat parkir.

“Kyuhyun – ssi”

“Kita akan tidur disini” ujarnya santai membuat So eun bergedik ngeri.

“Jangan bercanda. Sudah ku katakan aku tidak suka kau bercanda seperti ini”

“Aku tidak bercanda Kim So eun”

Jantungnya seolah terjatuh keperutnya saat melihat tatapan serius dari wajah Kyuhyun. Tidak ada kelihatan disana raut wajah berbohong dari lelaki itu. Dia segera mendekap pinggang So eun, membawanya masuk kedalam – memesan sebuah kamar dan ketika ia mendapatkan kuncinya pria itu segera memasuki lift tanpa melepaskan tangannya yang berada di pinggang So eun.

Kyuhyun mengetahui jika gadis dalam dekapannya itu sangat gugup dan ketakutan – juga tubuhnya yang menegang dan keringat dingin yang berada di tubuhnya seolah menjelaskan kepada Kyuhyun betapa takutnya gadis ini. Tapi sungguh Kyuhyun sudah tidak bisa menahannya – dia sudah sangat ingin berada didalam tubuh gadis ini disaat pertama kali mereka bertemu.

Terutama siksaan yang harus ia rasakan selama seminggu ini karena So eun tinggal di rumah mereka, beberapa kali ia melihat So eun berganti pakaian dan keluar dari dalam kamar mandi – bahkan ia pernah nekat masuk kedalam kamar gadis ini dan mencuri ciuman So eun.

Dan malam ini adalah puncaknya – ketika ia melihat So eun berada dalam balutan dress ketat sialan yang ibunya pilihkan. Membuat ia ingin segera memasuki So eun kala itu juga.

Dan sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya.

.

Sebenarnya mau buat oneshot saja – mengingat nanti mood jelek ini akan kembali berulah lagi, tapi tenang saja lanjutan untuk yang ini sudah di ketik sampai end kok. Tinggal publish aja ^^

Sepertinya kalian bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. 😀 dan kemungkinan besar lanjutannya akan saya protect karena ratingnya yang – ekhm khusus untuk kalian yang memiliki pikiran sama seperti Hyuk Jae ^-^

Untuk passwordnya – bagi yang biasa baca ff oneshot di blog aneh ini kemungkinan pasti akan tahu passwordnya. Jadi sampai bertemu lagi di waktu selanjutnya ^^

P.S “FF yang lain masih belum mendapatkan waktu yang tepat untuk melanjutkannya. Maaf ya (0.0)”

Advertisements

59 thoughts on “Challenge”

  1. Huoooo omo… Jinja..
    Wah kyu oppa..
    Awas y klo kyu opoa nyakitin so eun,klo trauma gmn..
    Ntar ortu.a g jd besanan lo..
    Aduh duh..
    Nayeon hrs skolah lgi nih, mosok ngajarin so eun gtu.. Huehehe
    Cerita.a seru, tp g seru.a itu d potong 😁😂😂😁

  2. ibunya kyuhyun bener-bener nekat banget sampai membuat kyusso tidur bareng…
    dan kyuhyun ternyata mulai dari awal suka sama so eun dan nggak nyangka kalau dia bakalan ngelakuin itu ke so eun…

  3. Nayeon memang aneh. Masak teman sendiri dikasih challenge yg menyesatkan. Owh y, perkenalkan aku laya reader baru kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s