Friendship, Romance, School Life, Uncategorized

My Handsome Brothers

Cast:      Cho Kyuhyun

Cho Gyu Heun

Cho Joon Gyu

Cho So eun / Kim So eun

Lee Na Yeon

Genre: romance, school life

Warning: Typonya mungkin akan banyak bertebaran. Tapi tak masalah lah, kalian bisa membenarkannya sendiri ^^

Story beginning

Didalam keluarga Cho itu terdapat tiga lelaki bersaudara yang sangat tampan. Si tampan bernama Cho Joon Gyu adalah si sulung di keluarga ini. Pria berusia 25 tahun itu adalah seorang direktur yang memiliki paras tampan yang tak bisa di hindari setiap wanita. Ketajaman matanya dalam melihat seseorang bisa membuat mereka tak berkutik dan membeku sektika hanya dengan pandangan tajam matanya. Keahlian lelaki ini yang begitu lihai dalam hal memasak menjadikan ia semakin seksi dan menjadikan pria ini sebagai menantu idaman di Korea Selatan. Tak ada yang tidak mengenal wajah tampan Cho Joon Gyu karena parasnya yang tampan.

Setelah Joon Gyu ada kedua adik kembarnya bernama Cho Gyu Heun dan Cho Kyuhyun. Memiliki wajah yang sama tapi memiliki sifat yang begitu berbeda. Cho Gyu Heun adalah lelaki  penyayang dan lembut, bersikap ramah pada setiap orang dan memiliki senyum yang dapat melelehkan setiap gadis. Keahliannya dalam bermusik semakin membuat lelaki berusia 22 tahun itu menjadi incaran setiap management artis untuk menyeretnya ke dunia hiburan. Tapi lelaki tampan ini selalu saja menolak dengan sikap dinginnya. Tidak ingin membuat hari – harinya merepotkan dengan menambah banyak jumlah gadis yang akan memujanya. Tanpa menjadi artis saja – pria ini sudah begitu banyak di gilai oleh wanita, apalagi jika ia menjadi seorang penyanyi. Hidupnya bisa hancur hanya dipenuhi dengan wanita.

Dan yang terkahir ada Cho Kyuhyun. Si bungsu yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan kedua saudaranya. Satu – satunya yang membuat mereka sama adalah sifat dingin mereka – tentunya wajah tampan mereka juga termasuk. Lelaki pemalas tapi memiliki kejeniusan ini adalah incaran setiap wanita – sama seperti kedua saudaranya. Sikap dingin nya pada setiap wanita itu membuat ia semakin misterius dan tentunya semakin membuat wanita menginginkannya karena daya tarik lelaki ini begitu berbeda dengan kedua saudaranya. Sekalipun ia memiliki wajah yang sama dengan Gyu Heun, Cho Kyuhyun terlihat lebih berandalan dari pada menjadi anak baik – baik seperti Gyu Heun. Ia memiliki rambut sedikit gondrong berbeda dengan Gyu Heun yang memiliki potongan rambut hitam pekat yang menggoda. Tapi, itu lah daya tarik dari Kyuhyun. Meskipun terlihat berantakan – dia tetap seksi dengan pesonanya sendiri.

Dan diantara ketiga bersaudara itu – ada seseorang yang masuk kedalam keluarga mereka. Menjadi bagian dari keluarga mereka disaat ibu mereka menyerahkan gadis itu pada mereka untuk dijadikan adik. Ibu nya yang sangat menyukai perempuan tidak bisa memiliki anak perempuan sehingga ia mengangkat seorang bocah cilik yang ia temukan di panti asuhan. Menjadikan gadis itu bagian dari keluarga Cho yang sempurna.

Pelengkap keluarga Cho yang sempurna dengan wajah gadis itu yang begitu berbeda dari ketiga saudara angkatnya.

Si bebek dari keluarga Cho. Bukan angsa putih yang cantik.

…..

Cho So eun kembali berlari memasuki kampus tempat ia belajar ketika jam sudah menunjukkan pukul Sembilan pagi yang mengatakan bahwa kelas pertama gadis ini sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Rambut ikalnya ia ikat menjadi ekor kuda, kakinya ia hiasi dengan sepatu sneaker dan pakaiannya yang begitu santai ia padukan jeans dengan kaos oblong putih. Wajah nya jauh sekali dari kata make up. Hanya sedikit bedak baby yang ia taburkan di wajahnya. Penampilan sederhananya yang membuat semua orang tidak pernah percaya bahwa ia adalah salah satu dari bagian keluarga Cho.

Ia membuka pintu ruangan tempat nya kuliah pagi ini dengan pelan, melihat kedalam sana apakah dosennya sudah masuk kedalam ruangan ini. Dan beruntunglah So eun saat tidak melihat dosennya berada di ruangan tersebut. Ia menghela napas pelan, kemudian ia masuk kedalam kelas ini yang menjadikan ia pusat perhatian.

“Siapa dia?”

So eun bisa mendengar bisikan dari beberapa wanita yang menatap aneh padanya. Gadis berusia 19 tahun itu mencoba untuk tidak memperdulikan bisikan – bisikan yang sudah biasa ia dengar sejak kecil.

“Cho So eun. Adik dari Cho bersaudara” yang lain menjawab dan persis seperti dugaan So eun mereka semua terkejut melihat penampilan dari adik Cho Bersaudara yang terkenal dengan kesempurnaannya.

“Kau yakin? Kenapa wajahnya seperti itu?”

“Benar. Penampilannya juga. Begitu berbeda dengan Cho Bersaudara”

“Apa jangan – jangan dia itu anak angkat?”

Bisikan yang biasa ia dengar itu sudah dimulai. Bisa dipastikan ia akan menjadi bahan perbincangan mahasiswa di kampus ini sampai ia menyelesaikan kuliahnya.

Cho So eun sudah biasa mendengar kata – kata seperti itu sejak ia kecil. Bahkan tak banyak dari mereka yang mencibirnya kerena begitu berbeda dengan kakak – kakaknya yang sempurna. Tapi gadis ini sudah terbiasa mendengar perkataan seperti itu sehingga ia hanya memilih diam untuk tidak memperdulikan ucapan mereka.

Sepertinya masa kuliah nya juga akan sama seperti masa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Masa Sekolah menengah Atas. Tidak memiliki teman dan menjadi bahan perbincangan setiap orang.

.

Setelah melewati hampir setengah hari berada didalam kampus ini akhirnya kelas terakhirnya selesai juga. Gadis itu bergegas membereskan buku – bukunya dan keluar dari dalam kelas yang masih terus membicarakan tentang dirinya terang – terangan. Disetiap kelas yang ia ikuti dia selalu menjadi topic utama mereka untuk di perbincangkan. Bukan karena ia memiliki paras yang cantik, tapi karena wajahnya yang begitu jauh dari kata cantik. Tubuhnya juga tidak tinggi seperti saudara – saudaranya, ia hanya memiliki kaki pendek dan tubuh yang sedikit gemuk – menurut mereka. Tapi So eun sekali lagi tidak akan perduli dia sudah terbiasa dengan semua ini karena menjadi bagian dari keluarga yang sempurna.

Brak.

Suara meja yang di gebrak dan kursi yang sedikit ditendang itu membuat mereka semua berhenti berbicara tentang So eun dan melihat kearah orang yang mengusik perbincangan mereka. Begitu juga dengan So eun yang sedikit mengalihkan perhatiannya pada orang yang berjalan dengan angkuh dan mata menyalang menatap para wanita yang menggunjingkan So eun.

“Wajah hasil bedah plastic saja di banggakan” komentarnya sinis yang membuat para kumpulan wanita penggosip itu melotot heran dan tidak terima pada gadis yang berkomentar sinis itu.

“Apa?” seru seseorang diantara mereka.

Wanita pesolek itu menatap pada wanita yang bertanya padanya. Mengembangkan senyumnya dan berbicara dengan wajah menyebalkan.

“Apa kau berbicara padaku?” tanya wanita itu dengan senyum lebar nya yang membuat geng wanita itu ingin meledak melihat senyum mengejek si wanita pesolek.

“Kau pikir siapa yang kau sebut dengan wajah hasil bedah?!” teriak wanita lain – sepertinya dia adalah ketua geng diantara mereka.

“Aku tidak mengatakan bahwa itu kalian. Aku hanya membaca artikel artis ini” ujarnya tenang seraya memperlihatkan layar ponselnya yang membahas tentang wajah bedah artis di negera mereka.

“Astaga…” seru nya dengan wajah yang di buat kaget. “Apa wajah kalian juga hasil bedah?”

“Yak!”

….

Cho So eun di buat terkejut dengan sikap gadis yang berjalan disampingnya. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia memiliki seseorang yang membelanya di depan umum kecuali ketiga kakak tampannya. Wanita cantik pesolek ini bernama Lee Na Yeon yang menawarkan untuk menjadi teman gadis ini. Alasannya sederhana, dia hanya tidak tahan mendengar bisikan orang – orang yang terus menggunjingkan So eun, dan sikap So eun yang seolah tidak mendengar apapun itu membuat ia jengkel dan kesal. Sehingga sebagian dirinya ingin menolong dan membela gadis ini. Dia pikir berteman dengan So eun akan menjadi hal yang baru baginya, setelah ia dipindahkan oleh Ayahnya ke Korea karena menjadi gadis nakal di negeri Sherlock Holmes tersebut.

Mereka berjalan beriringan dengan berbicara tentang kehidupan mereka, meskipun Na Yeon yang lebih banyak bercerita tentang kehidupan nakalnya di luar negeri sana dan So eun menjadi pendengar yang baik. Terkadang So eun juga bercerita tentang kehidupannya dan ketiga saudaranya yang terlalu begitu perhatian padanya.

Perbincangan keduanya harus berakhir saat melihat mobil keluaran terbaru berada tak jauh diantara mereka dan sebuah motor gede yang menunggu disana dengan seorang pria yang duduk diatas motornya.

“Sepertinya kakak – kakak mu sudah datang” ujar Na Yeon yang melihat Kyuhyun dan Gyu Heun berdiri tegap didepan mereka. So eun hanya menggumam menjawabnya. Terlihat begitu tidak nyaman ketika kedua saudaranya menjemput gadis ini lagi yang menimbulkan kekacauan di depan fakultasnya. Para gadis di sini menjerit histeris melihat Cho Bersaudara.

“Kalau begitu aku permisi sebentar Na Yeon –ssi” pamit So eun yang di balas dengan senyuman Na Yeon dan gumaman nya. Kemudian ia berlari menghampiri kedua saudaranya disana.

“Eoh. Gadis cantik ku” seruan dari Gyu Heun menghentikan teriakan semua wanita yang mengelilingi mereka dan menatap kearah wanita yang dipanggil dengan ‘gadis cantik’ oleh si tampan ini.

Cho So eun harus menahan malunya saat melihat tatapan aneh semua wanita diarahkan padanya yang menjadikan ia gadis cantik Cho Gyu Heun. Lelaki tampan itu menggeser para wanita didepannya dan memeluk erat tubuh adiknya tersebut.

“O – oppa…” keluh So eun mendapatkan pelukan erat Gyu Heun di tempat yang ramai seperti ini.

“Ayo pulang dengan oppa. Oppa akan membelikan mu makanan yang enak” serunya gembira melihat wajah So eun yang tampak begitu risih dengan perlakuan kakaknya ini.

“Dia akan pulang bersama ku” suara tegas yang terdengar membuat Gyu Heun berdecak dan menatap malas pada saudara kembar nya itu.

Kyuhyun mengambil alih memisahkan jarak antara Gyu Heun dan So eun. Menarik gadis itu untuk berada disampingnya dan memeluk erat dengan sebelah lengannya.

“Yak! Cho Kyuhyun. Kau tidak bisa memperlakukan seorang gadis seperti itu. Kau harus memperlakukannya dengan lembut” komentar Gyu Heun yang tidak suka dengan cara Kyuhyun yang selalu menarik lengan So eun dan membawa gadis itu dalam pelukannya.

“Kurasa dia menyukainya” balasnya yang semakin mengencangkan pelukannya pada So eun.

“Kau ini”

“Oppa – tunggu sebentar” So eun mencoba melepaskan lengan Kyuhyun padanya saat ia melihat tatapan horror yang di tujukan setiap wanita padanya. Gadis itu merasa sedikit merinding mendapati tatapan horror seperti itu, apalagi disaat yang bersamaan ia merasakan jantungnya berdetak tidak normal ketika Kyuhyun memeluknya.

Mungkin karena tatapan mematikan dari orang – orang ini.

“Apa?” dengan datar suara bass itu keluar melihat So eun yang melepaskan pelukannya. Gadis itu sedikit menampilkan senyum tipisnya sebelum ia mulai berbicara.

“Hari ini aku ingin pulang sendiri” ijin So eun

“Tidak!” seru Kyuhyun dan Gyu Heun bersamaan menolak keinginan So eun. Gadis itu meringis dan memasang wajah memelasnya.

“Oppa…” rengeknya.

“Tidak. Pulang dengan ku” seru mereka bersamaan lagi dan menarik lengan So eun secara bersamaan.

Cho So eun berada diantara keduanya, sebelah tangannya di pegang oleh Kyuhyun dan sebelahnya lagi di pegang oleh Gyu Heun. Menjadikan gadis itu seperti rebutan oleh Cho Bersaudara.

“Oppa!” teriaknya kesal dan menghempaskan kedua tangan saudaranya.

Jika berurusan dengan si kembar ini pasti akan membuat So eun merasa kesal dan jengah dengan tingkah mereka. Karena itu dia merasa lebih nyaman dengan kakak tertuanya Cho Joon Gyu.

“Aku akan pulang dengan Na Yeon!” serunya.

“Na Yeon? Siapa itu?” mereka memang pantas di sebut kembar, karena hampir setiap mereka bersuara pertanyaan yang mereka berikan selalu saja sama.

“Teman ku” jawabnya dengan wajah sedikit memerah karena bahagia mengetahui bahwa ia memiliki seorang teman. “Karena itu hari ini aku akan pulang dengannya” putus So eun tanpa menunggu persetujuan keduanya yang terlihat ingin menghentikan So eun berjalan menjauh dari mereka. Menghampiri Na Yeon yang tersenyum penuh arti pada kedatangan So eun padanya.

.

“Perhatian kakak mu itu… jika dilihat waktu kecil memang menggemaskan” Na Yeon kembali berbicara saat mereka sudah berada di jalanan khusus pejalan kaki untuk pulang. Sinar matahari yang di halangi oleh beberapa pohon di sisi jalan khusus pejalan kaki ini cukup membuat mereka merasa nyaman dan tidak terlalu merasa panas. Apalagi sore hari ini mataharinya mulai berwarna kejinggaan.

“Tapi kalau dilihat setelah dewasa seperti ini… kurasa kau tidak akan mendapatkan pacar seumur hidup mu” lanjutnya jika mengingat perhatian berlebihan yang diberikan oleh kedua saudara gadis ini.

So eun membulat mendengar ucapannya, menatap tidak percaya dengan apa yang Na Yeon katakan.

“Benarkah?” serunya dengan wajah pucat.

“Tentu saja. Para pria sangat tidak menyukai seorang gadis yang terlalu dilindungi oleh kakak mereka” gadis ini kembali memberikan pendapatnya dengan segudang pengalamannya pada So eun. Ia melihat sekilas pada So eun yang tampak pucat dan murung memikirkan bahwa kemungkinan ia tidak akan mendapatkan pacar seumur hidupnya.

Haruskah ia menjadi perawan tua karena sikap kakak – kakaknya?

“Dan… sepertinya – ku rasa kakak – kakak mu menyukai mu” lanjut gadis ini.

So eun mengangkat wajahnya kearah Na Yeon menatap gadis itu dengan begitu terkejut dan mulut yang terbuka.

“Yah. Tapi itu tidak mungkin. Mereka kan saudara kandung mu” ujar gadis ini dengan candaan bahwa ia berpikir berlebihan tentang kedekatan mereka.

So eun semakin merasa lesu mendengar ucapan terakhir Na Yeon. Gadis itu terlihat menghela napas panjangnya yang terasa begitu berat.

“Bukan.” Jawabnya lemas yang mengalihkan pandangan Na Yeon padanya. “Mereka bukan kakak kandung ku”

“Apa?!”

.

Sehari ia bertemu dengan Na Yeon, dia sudah begitu banyak mendapat masukan dari gadis itu. Tentang kehidupan So eun yang harus di ubah dan juga cara berpakaian gadis itu yang harus di ubah. Banyak yang ingin Na Yeon lakukan bersamanya untuk mengubah penampilan gadis ini selama mereka berbicara seharian ini. Dan pembicaraan yang paling ia ingat adalah tentang perasaan kakak kembarnya pada dirinya. Awalnya So eun ingin membantah hal tersebut, tapi saat ia mengatakan bahwa mereka bukan saudara kandung Na Yeon semakin meyakinkan So eun jika Cho Bersaudara menyukainya.

Yah, perlakuan mereka berdua memang sedikit berbeda dari Joon Gyu yang lebih perhatian dengan sikap manis nya. Jika dipikirkan – sikap kakak kembarnya mulai berubah saat ia berada di bangku SMA.

Jika ia kembali memikirkannya – memang mungkin saat itu. Saat ia mulai dekat dengan seorang lelaki bernama Kim Ryeowook yang juga suka memasak.

Ah, untuk apa dia pusing memikirkan hal seperti itu. Toh, apa yang di katakan Na Yeon belum jelas kebenarannya.

“So eun –nie… waktunya makan malam” suara halus milik Joon Gyu dari lantai bawah menyadarkan gadis ini dari lamunannya.

“Ne Oppa…” teriaknya. Menutup buku pelajaran yang ia buka tanpa baca dan berakhir dengan memikirkan ucapan Na Yeon. Gadis itu keluar dari dalam kamarnya dan menuju kamar mandi di lantai ini. Mereka memang memiliki kamar masing – masing tapi didalam kamar mereka tidak terdapat fasilitas kamar mandi didalamnya. Karena Cho Hana tidak ingin anak – anaknya mengurung diri didalam kamar seharian. Karena itu setiap lantai ia memberikan kamar mandi.

Gadis itu masuk kedalam kamar mandi dan mulai menggosok giginya, membasuh wajahnya dan menatap pantulan wajahnya di cermin yang terlihat begitu jauh dari kata cantik. Benar saja – mereka semua mengatakan bahwa ia adalah si bebek bukan angsa putih yang cantik.

“Apa yang kau lakukan?” suara berat milik Kyuhyun yang tiba – tiba berdiri dibelakangnya membuat So eun terlonjak kaget – berbalik dengan cepat melihat Kyuhyun. Menatap tubuh kakaknya yang telanjang dada dan seketika wajahnya memerah panas. Terutama saat lelaki itu mendekat dan mencoba meraih handuk putih yang berada di lemari gantung diatas cermin kamar mandi ini.

So eun menelan ludahnya gugup saat Kyuhyun dengan sengaja menekan dada pria itu padanya, membuat tubuhnya sedikit mundur tapi tak bisa bergerak bebas karena terhalang wastafel dan juga tubuh kekar Kyuhyun didepannya.

Selesai mengambil handuk putih tersebut, pria itu mengusapkannya secara perlahan pada rambut basahnya dan terus memandangi wajah So eun yang terlihat gugup. Senyum miringnya sedikit tertutup oleh rambut gondrongnya tapi kesan menyebalkan dan tampan jelas sekali terlihat di wajah pemuda ini.

“Gugup?” tanya Kyuhyun pelan melihat tingkah So eun yang ingin melarikan diri darinya.

“Ti – tidak” jawabnya berusaha untuk tidak terdengar gugup. Pria itu kembali tersenyum miring.

“Benarkah?” suaranya semakin berat. Wajah nya juga mulai menunduk mensejajarkan wajah mereka.

“Oppa…” So eun mencoba mendorong tubuh Kyuhyun saat ia merasakan hembusan napas pria itu sudah mencapai pipi kanannya. Dengan sikap tenang ia mencoba untuk melewati sesi penyiksaan ini bagi nya.

“Hmm?” suara serak menyebalkan Kyuhyun semakin membuat ia merasa gugup.

“Kau – sepertinya kau harus memotong rambut mu” ujarnya tanpa berpikir membuat Kyuhyun membuka kedua matanya mendengar ucapan tak terduga dari adik angkatnya ini. Dengusan kecilnya terdengar dan sebuah kecupan lembut dan sedikit lama So eun rasakan menekan di pipi kanannya. Bibir basah pria itu yang terasa panas mampu membuat wajah So eun memerah dan detak jantungnya yang semakin menggila. Ia bahkan merasakan lidah pria itu ikut berperan dengan ciuman di pipi kanannya. Seperti lidah dan mulut pria itu ingin menelan pipinya saja dengan gerakan sensual yang lembut dan tentunya semakin membuatnya berdetak hebat.

Hampir tiga puluh detik bibir itu berada di pipi kanan So eun dan Kyuhyun akhirnya melepasnya dengan paksa. Lelaki itu kemudian melihat wajah tegang So eun yang tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Baiklah. Jika gadis ku memintanya, aku akan memotong rambut kesukaan ku ini” dengan santai pria itu berucap dengan senyuman jahil di wajahnya. Kemudian pria itu meninggalkan So eun yang masih mematung dengan ciuman kecil yang di berikan Kyuhyun.

Pria itu keluar dari dalam kamar mandi ini dengan bersenandung senang membuat wajahnya yang dingin terlihat sedikit berseri.

.

Pagi ini So eun memutuskan untuk berangkat kekampus bersama Joon Gyu. Pria rapi itu sudah terlihat bersiap untuk pergi kekantor saat So eun meminta izin untuk ikut bersamanya. Lelaki itu tentu saja tidak keberatan, karena mengantarkan adiknya sekolah adalah hal yang paling ia senangi. Berada bersama Joon Gyu memang membuat So eun merasa seperti gadis kecil dan mendapatkan perhatian sebagai seorang kakak yang memang semestinya. Bukannya mendapatkan perlakuan aneh dari si kembar yang begitu aneh belakangan ini.

“Lalu apa kau senang dengan teman baru mu?” tanya Joon Gyu yang mendengarkan cerita So eun tentang teman pertama yang ia dapatkan di kampus.

“Hmm… kurasa masa kuliah ku akan menjadi lebih menyenangkan” serunya dengan bersemangat.

Joon Gyu tertawa kecil melihat wajah bersemangat So eun. Sejak dulu ia memang merasa bersalah karena gadis ini harus menjadi bahan olokan semua orang karena ia menjadi bagian dari keluarga Cho. Kehadiran tiba – tiba So eun yang berusia empat tahun kerumah mereka mendatangkan kebahagian bagi keluarga Cho. Terutama Hana dan Cho YongHwan yang begitu menginginkan seorang putri. Juga perlakuan dingin kedua adiknya yang awalnya tidak terima dengan kehadiran So eun. Tapi, sikap mereka berubah menjadi melindungi So eun saat gadis itu menjadi bahan ejekan semua orang. Karena itu Joon Gyu sangat merasa bersalah karena tidak pernah satu sekolah dengan gadis ini karena perbedaan umur mereka.

“Oppa” panggil gadis ini yang menyadarkan Joon Gyu dari lamunanannya.

“Hng?”

“Apa menurut mu kita harus mencarikan pasangan untuk Gyu Heun dan Kyuhyun oppa?” pertanyaan tiba – tiba So eun ini mendatangkan kerutan kecil di dahi Joon Gyu.

“Apa maksud mu?” heran pria ini. Ia membelokkan setirnya kearah kanan. Melaju kearah kampus So eun.

“Tidak. Ku lihat mereka sedikit berbeda akhir – akhir ini” ujar gadis ini dengan jujurnya.

“Berbeda bagaimana?” Joon Gyu semakin keheranan dengan ucapan So eun.

“Mereka terlalu sering memeluk ku dan mencium ku” ujarnya dengan pelan. Sedikit malu mengatakannya pada Joon Gyu.

“Bukankah itu sudah biasa?” heran Joon Gyu yang memang mengingat jika mereka sering memeluk dan mencium So eun. Sejak kecil mereka juga sudah terbiasa dengan hal seperti itu.

“Bukan seperti yang dulu…” ia susah menjelaskan nya. Sejujurnya So eun juga tidak terlalu yakin dengan ini, tapi ia begitu takut berada diantara kedua kakak kembarnya. Dia takut jika mereka suatu saat nanti melanggar aturan dengan hubungan terlarang. Karena itu dia ingin mencegahnya dengan berbicara pada Joon Gyu.

“Jelaskan dengan benar. Oppa tidak mengerti” ujar Joon Gyu. Kini gerbang kampus So eun sudah terlihat yang menandakan bahwa mereka akan tiba sebentar lagi dan pembicaraan ini harus segera diakhiri. Jadi So eun dengan jujur mengatakan apa yang sudah Kyuhyun lakukan padanya semalam.

“Semalam. . . Kyuhyun oppa mencium ku di pipi. Bukan seperti biasanya” ujarnya cepat – cepat saat melihat wajah mengerti Joon Gyu. “Dia menciumnya sedikit lama dan menggunakan lidahnya untuk –“

“Apa?!” mobil itu terhenti ditengah jalan saat sudah mengerti kemana arah pembicaraan So eun. Suara kalakson mobil di belakang mereka yang sangat terkejut dengan permberhentian mobil putih mewah itu mendapatkan umpatan kasar dari pengemudi mobil – mobil lainnya. Tapi bukan itu masalahnya sekarang. Pria itu menatap horror pada So eun yang terlihat ketakutan dengan pandangan mata tajamnya.

“Kyuhyun melakukan itu padamu?!” serunya yang begitu terkejut dengan penuturan So eun. Dengan takut – takut gadis itu menganggukkan kepalanya.

“Brengsek” umpatnya seraya memukul setir mobilnya. Mata pria itu menyalang dan So eun bisa melihat kemarahan besar yang ada di wajah Joon Gyu.

.

Ruangan kerja direktur itu di isi dengan ketiga Cho Bersaudara yang terlihat berbicara didalamnya tanpa mengijinkan seseorang untuk masuk kedalam ruangan tersebut. Cho Joon Gyu terlihat marah menatap pada adik kembarnya yang terlihat santai menghadapi kemarahan kakak mereka. Ucapan marah Joon Gyu seolah menjadi angin lalu bagi si kembar ini.

“Sebenarnya apa yang kau pikirkan melakukan hal seperti itu pada So eun?!” murkanya terhadap Kyuhyun. Pria itu terlihat santai menanggapinya dengan menyilangkan kedua kakinya didepan Joon Gyu, duduk dengan sikap angkuhnya.

“Aku hanya menciumnya. Apa ada yang salah dari itu?” ujarnya santai.

“Cho Kyuhyun!”

“Lagi pula dia sudah cukup dewasa untuk melakukan hal seperti itu” lanjut pria ini santai.

“Jika dia cukup dewasa, dia tidak akan mengadukan hal ini padaku” geram Joon Gyu yang merasa kesal dengan sikap tenang Kyuhyun. Gyu Heun juga terlihat santai menanggapi – bahkan pria itu juga memikirkan akan melakukan hal yang sama seperti yang Kyuhyun lakukan. Kembarannya ini terlalu curang – memanfaatkan segala kesempatan untuk merebut hati So eun. Ah, tapi dia tidak akan kalah. Cho Gyu Heun – tidak akan pernah kalah.

“Jika kalian sampai menyentuhnya sekali lagi, aku akan membawa So eun dari rumah” ancam pria ini yang sukses membuat kedua mata mereka membulat sempurna.

“Hyung!”

.

Gadis itu kembali kedalam rumah disaat malam sudah mulai menyapa hari ini. Masuk kedalam kamarnya dengan langkah berat karena seharian ini ia habiskan bersama N Yeon setelah kelas paginya selesai. Gadis cantik itu membawanya berkeliling Soeul – mengunjungi tempat perawatan kulit dan juga menghias wajahya dengan sedikit make up. Awalnya So eun sangat menolak, tapi mendengar perintah Na Yeon yang tak terbantahkan, dia tidak bisa menolak. Lagi pula Na Yeon begitu marah mendengar ejekan orang tentang betapa jeleknya So eun. Gadis itu segera membawanya ketempat perawatan tubuh dan menjadikan gadis itu berbeda. Dia juga memilihkan baju yang cocok untuk So eun, bukan kaos oblong dengan celana jeans.

Setelah berbelanja dan melakukan perawatan seharian akhirnya gadis itu bisa pulang dengan barang belanjaan di kedua tangannya yang terasa berat. Berisi baju – baju yang dipilihkan Na Yeon. Gadis itu bahkan mengancam So eun harus mengenakan pakaian itu besok ke kampus. Na Yeon sangat bersemangat ingin membungkam mulut wanita yang selalu meremehkan So eun.

Ia membuka pintu kamarnya, menghidupkan lampu kamar nya yang masih gelap. Kemudian melangkah masuk kedalam kamar nya ini. Belum sampai lima langkah, suara seseorang dibelakangnya membuat tubuh gadis ini berhenti bergerak.

“Aku tidak mengira kau masih tetap mengadu pada Joon Gyu Hyung” suara bass itu sangat ia kenal. Dengan cepat berbalik dan melihat wajah Kyuhyun yang menatap tajam kearahnya. Pria itu dengan cepat masuk kedalam kamar So eun dan mengunci pintu kamar gadis ini.

“Oppa… apa yang kau lakukan?” heran So eun ketika melihat Kyuhyun semakin mendekat padanya.

Pemuda ini membungkam mulut So eun dengan sebelah tangannya, membuat tas belanjaan di kedua tangan gadis ini jatuh dan sebelah tangan Kyuhyun memegang bahu So eun dan mendorong gadis itu untuk berbaring diatas ranjang kamar ini.

Menjatuhkan tubuh So eun dengan ia yang berada di atas gadis ini. Seketika mata So eun membulat melihat wajah Kyuhyun yang berada tepat di atasnya dan suaranya yang teredam karena pria ini membungkam mulutnya dengan tangan besar Kyuhyun.

“Hmmfft” ia mencoba melepaskan tangan Kyuhyun dari mulutnya, tapi pria itu membawa kedua tangan So eun keatas kepala gadis ini. Menguncinya disana.

“Aku penasaran….” Ia bersuara dengan sangat pelan dan terdengar serak.

“Apa kau juga akan mengadukan hal ini pada Joon Gyu Hyung” lanjutnya dengan suara pelan yang membuat bulu kuduk gadis ini meremang mendengarnya. Matanya semakin membulat sempurna dan ada ketakutan disana melihat sosok kakak nya yang begitu berbeda dari yang ia kenal.

Jika kalian pernah membaca komik dengan judul yang sama, maka sudah jelas bahwa saya terinspirasi dari manga romance itu. Komik My Handsome Brothers adalah salah satu komik kesukaan saya dalam serial cantik. Karena itu ceritanya juga hampir sama seperti My Handsome Brothers. Tapi tetap saja sikap mesum Daichi tak seperti Kyuhyun ini. Hihihi….

Hanya ada dua part… dan part terkahhir akan saya publish jika ada waktu luang ya…

Readers: Ni orang sok sibuk banget sumpah -.-

Maaf kan aku yang sok sibuk ini… tapi tenang akan saya publish kok.

Jika kalian bertanya kenapa Nappeun Sunbae, Stupid Love, Destiny, Bad Boys belum di post… jawaban nya bukan karena belum selesai. Tapi –   . . . . – karena saya ingin membuat kalian menunggu lebih lama lagi.

Hahahaha . . .

Baiklah. Beritahu mana yang akan di publish lebih dulu, karena sebenarnya aku masih bingung untuk mempublish yang mana. Jangan bilang semuanya, ntar kesenangan saya untuk membuat kalian menunggu tak ada lagi Y_Y

.

Sampai jumpa semuanya….

Xxx dari bini nya Jong Woon.

Advertisements

74 thoughts on “My Handsome Brothers”

  1. yes..suka bangettt sama kisahnya…si kembar yang jatuh hati sama adik angkatnya sendiri….kira2bakal d acc sama eommanya g ya

  2. Oh God! Gk nyangka ceritanya bakal seseru ini
    Awalnya cuma cari-cari ff tentang kyuhyun dan lihat judul ini jadinya ku buka aja.
    Daebakk ditunggu part 2 nya

  3. Wow, Kyuhyun bad boy yg perhatian sama So Eun saudara tirinya 😀
    Terus persaingan antar saudara lagi, Kayanya gak akan mudah buat Kyuhyun ngedapetin So Eun, Fithing Cho bersaudara 😉

  4. awalnya lihat ff ini dari rekomendasi blog sebelah.Dan setelah aku baca ceritanya seru.
    Kalau saja aku jadi so eun pasti hidupku merdeka karna punya abang” yg cogan”. Itu kyuhyun knapa jadi mesum.,

  5. Ya ampun si evil sama adik sendiri aja nyosor begitu padahal soeunnie masih biasa biasa saja tp si kembar cho sudah pada rebutan apalagi kalo sso uda di permK na youn wah bisa berbhaya, btw itu kyupil mau ngapaiiiin?
    Saeng di lanjut yg 7 years of love boleh, bad boys juga boleh, nappeun sunbae pun boleh hehehe

  6. Emng sih aneh prlakuan si kembar sma So Eun?? Kyak mreka tuh mndang So Eun bkan sbagai adik tpi seorng gadis si Cho aja lngsung main nyosor aja ke So Eun hemzzz

    Btw aku new reader dimari, slam kenal kakak author izin bca capt slanjutnya

  7. Hai salam knal q reader baru disini,,
    Q nemuin ff ni dr blog sbelah,,
    Ff nya kren ,,
    Si kyu main nyosor aja tuh

  8. Ceritanya selalu seru, lucu dan ada unsur mesumnya hahaha tp itu yg bikin makin sedap. Lanjutttt penasaran apa yg akan dilakukan mr cho ini…

  9. Cho twin rebutin si so eun mulu.. mending si kyu buat gw aj whh.. trs, si Gyu ma so eun.. 😚😚😚 *mw ny.. 😂

    Hi eon.. aku reader baru… 😊😊😊 salken..

    Keep Writing and Fighting eon!! 😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s